Anonim. 2007. Road Map Pengembangan Industri Pulp dan Kertas Indonesia. Kelompok Kerja Penyusunan Road map Pulp dan Kertas. Jakarta, 18 April 2007.
Anonim. 2007. Road Map Pengembangan Industri Kayu Lapis Indonesia. Working Group Panel Kayu. Jakarta, 18 April 2007.
Anonim. 2007. Road Map Industri Woodworking Tahun 2007-2016. Kelompok Kerja Industri Woodworking.
Indonesian Sawmill & Woodworking Association (ISWA). Jakarta. April 2007.
Anonim. 2007. Road Map Pengembangan Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia. Asosiasi Industri Permebelan
& Kerajinan Indonesia (ASMINDO). Jakarta, 18 April 2007.
APKI. 2005. Indonesia Pulp & Paper Industry. Directory 2005. Indonesian Pulp & Paper Association. Jakarta.
Arancon, R.N. 1997. Asia Pacifi c Forestry Sector Outlook Study: focus on coconut wood. Asia-Pacifi c Forestry Sector Outlook Study Working Paper No. APFSOS/WP/23. Rome, FAO.
Brown, T. H., B. C. H Simangunsong, D. Sukadri, D. W. Brown, S. Sumirta, A. Dermawan and A. Rufi ’ie. 2005. Restructuring and Revitalization of Indonesia’s Wood-Based Industry: Synthesis of Three Major Studies. MOF-NRM-CIFOR-MFP-Forest Trends-ITTO. Jakarta.
BPS. 2006. Indikator Ekonomi. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
BRIK. 2006. Kondisi dan permasalahan industri sawmill dan woodworking serta keadaan pasarnya pada saat ini dan kecenderungannya di masa mendatang. Paper yang dipresentasikan pada acara Workshop Industri Perkayuan Indonesia Tangal 19-20 Desember 2006 di Hotel Santika, Jakarta.
Departemen Kehutanan. 2005. Eksekutif, Data Strategis Kehutanan Indonesia 2005. Departemen Kehutanan.
Jakarta.
Departemen Kehutanan. 2006. Eksekutif, Data Strategis Kehutanan Indonesia 2006. Departemen Kehutanan.
Jakarta.
Departemen Kehutanan. Statistik Kehutanan Indonesia 1980-2002. Departemen Kehutanan. Jakarta.
Departemen Kehutanan. 2005. Rekalkulasi Penutupan Lahan Indonesia tahun 2003. Pusat Inventarisasi dan Perpetaan Hutan, Badan Planologi Kehutanan;. Jakarta.
FAO. 2005. State of the World’s Forest 2005. FAO. Roma.
FAO. 2005. FAOSTAT Database home page (http://www.fao.org/). Food And Agriculture Organization of the United Nations, Rome.
FAO. 2006. FAOSTAT Database home page (http://www.fao.org/). Food And Agriculture Organization of the United Nations, Rome.
Killmann, W. & Fink, D. 1996. Coconut palm stem processing. A technical handbook. Eschborn, Germany, Protrade, GTZ.
Kollert, W., Killmann, W. & Sudin, R. 1994. The fi nancial feasibility of producing gypsumbonded particle boards from oil palm trunk fi bres. In Proceedings, 3rd National Seminar on Utilization of Oilpalms and Other Palms, Kuala Lumpur, 27–29 September 1994, pp. 117–137.
Kustiawan, D. 2006. Kondisi dan tantangan pembangunan HTI di Indonesia saat ini. Paper yang dipresentasikan pada acara pertemuan reguler In-house Experts Working Group tanggal 8 Juni 2006, Gedung Manggala Wanabakti. Jakarta.
Machted Spek. 2006. Financing Pulp Mills: An Appraisal of Risk Assessment and Safeguard Procedures. CIFOR.
Manurung, E.G.T. 2002. Dampak Kebijakan Larangan Ekspor Kayu Bulat pada Periode 1985-1997 Terhadap Sektor Kehutanan Indonesia: Suatu Analisis Kritis. Paper untuk World Bank, Jakarta.
Nugroho, H. 2006. Penyediaan bahan baku berasal dari produk hutan alam HPH/IUPHHK.” Paper yang
dipresentasikan pada acara Workshop Pasokan Bahan Baku Kayu untuk Industri Perkayuan di Indonesia. Twin Plaza Hotel, Jakarta, 12-13 Oktober 2006.
Porter, M. E. 2006. Raising Indonesia’s Competitiveness at Workshop on 28 November 2006. Jakarta.
Santoso, H. 2006. Hutan Rakyat: Menuju alternatif sumber bahan baku industri perkayuan di Indonesia. Paper yang dipresentasikan pada acara Workshop Pasokan Bahan Baku Kayu untuk Industri Perkayuan di Indonesia.
Twin Plaza Hotel, Jakarta, 12-13 Oktober 2006.
Simangunsong, B. C. H. 2007. Revitalisasi industri Kehutanan: Analisis Sisi Pasokan. Paper yang disusun untuk In-house Experts Working Group Revitalisasi Industri Kehutanan, Departemen Kehutanan.
Simangunsong, B. C. H. 2007. Revitalisasi industri Kehutanan: Analisis Sisi Pasokan. Paper yang disusun untuk In-house Experts Working Group Revitalisasi Industri Kehutanan, Departemen Kehutanan.
Simangunsong, B. C. H. 2004. The Economic performance of Indonesia’s forest sector in the period 1980-2002.
Briefi ng Paper No. 4. Departemen Kehutanan Indonesia and GTZ-SMCP. Jakarta.
Sist, P., T. Nolan, J. Bertault, and D. Dykstra. 1998. Harvesting intensity versus sustainability in Indonesia. Forest Ecology and Management (108): 251-260.
Sumarna, K., D. Wahjono, and H. Krisnawati. 2002. Stand volume prediction of logged-over area in the natural production forest and the annual production quota formula. Paper resented in discussion of silviculture for natural production forest to achieve sustainable forest on February 21, 2002. Forestry Research and Development Agency
Wardoyo. 2006. Identifi kasi lokasi lahan pada kawasan hutan produksi untuk HTI.” Paper yang dipresentasikan pada acara pertemuan reguler In-house Experts Working Group tanggal 15 Juni 2006, Manggala Wanabakti.
Jakarta.
Winarno, D. 2006. Ketersediaan pasokan bahan baku kayu saat ini dan upaya peningkatan pasokan dari hutan rakyat di masa depan. Paper yang dipresentasikan pada acara Workshop Pasokan Bahan Baku Kayu untuk Industri Perkayuan di Indonesia. Twin Plaza Hotel, Jakarta, 12-13 Oktober 2006.
59
In-house Experts Working Group Revitalisasi Industri Kehutanan Road Map Revitalisasi Industri Kehutanan Indonesia
Lampiran 1. Kemampuan Suplai Bahan Baku Tahun 2005 dan Prediksi Suplai Bahan Baku Tahun 2006 Sisa Stock Tahun 2004Tahun BerjalanJumlahPerkiraan Sisa Stock Tahun 2005Tahun Berjalan Jumlah 1Stock Bahan Baku di IPHHK Per 31 Desember Tahun Sebelumnya
3,563,940.000.003,563,940.004,162,535.360.004,162,535.36 2RKT-UPHHK Hutan Alam354,323.894,692,332.305,046,656.19337,610.106,640,000.006,977,610.10 a. Bahan Baku Serpih (Bakau)59,117.36183,002.39242,119.7559,117.36230,000.00289,117.36 b. Kayu Bulat Besar295,206.534,509,329.914,804,536.44278,492.746,410,000.006,688,492.74 3RKT-UPHHK Hutan Tanaman (Kayu Tanaman) 1,020,444.9818,215,301.8719,235,746.851,000,000.0018,000,000.0019,000,000.00 4Land Clearing Kayu Alam RKT- UPHHK Hutan Tanaman
1,329,498.2013,164,383.8614,493,882.061,263,023.2912,506,164.6713,769,187.96 1. Kayu Bulat Kecil dan BBS1,172,620.3410,195,056.7511,367,677.091,113,989.329,685,303.9110,799,293.23 2. Kayu Bulat Besar156,877.862,969,327.113,126,204.97149,033.972,820,860.752,969,894.72 5IPK Perkebunan, Transmigrasi dan Tambang
2,073.002,009,459.622,011,532.62192,807.651,908,986.642,101,794.29 1. Kayu Bulat Kecil dan BBS0.00641,641.99641,641.9961,565.55609,559.89671,125.44 2. Kayu Bulat Besar2,073.001,367,817.631,369,890.63131,242.101,299,426.751,430,668.85 6Perum Perhutani (*)0.0080,081.0080,081.000.0091,575.7991,575.79 7Hutan Rakyat (*)0.00904,319.00904,319.000.001,015,658.781,015,658.78 8Impor *)0.00470,690.00470,690.000.00500,000.00500,000.00 9Kayu Lelang (*)0.0010,287.0010,287.000.0012,487.6112,487.61 10Kayu Perkebuna (*)0.00104,481.00104,481.000.00437,066.28437,066.28 Jumlah Termasuk stock Per 31 Desember Tahun Sebelumnya6,270,280.0739,651,335.6545,921,615.726,955,976.4041,111,939.7748,067,916.17 Jumlah Tidak Termasuk stock Per 31 Desember Tahun Sebelumnya2,706,340.0739,651,335.6542,357,675.722,793,441.0441,111,939.7743,905,380.81 Sumber: Direktorat Jenderal Bina Produksi kehutanan, Departemen Kehutanan (2007). Catatan: *Untuk tahun 2005 merupakan angka rencana RPBBI IPHHK, sedangkan untuk tahun 2006 merupakan prediksi rencana IPHHK - Berdasarkan data monev, stock kayu per 31 Desember tahun sebelumnya di HPH sebesar 5% dari quota tebangan tahun yang bersangkutan - Berdasarkan data monev, stock kayu per 31 Desember tahun sebelumnya di HTI sebesar 6% dari produksi kayu tahun berikutnya - Berdasarkan data monev, stock kayu per 31 Desember tahun sebelumnya di IPK sebesar 10% dari produksi tahun sebelumnya - Berdasarkan data monev, realisa pemenuhan bahan baku IPHHK yang berasal dari HPH setiap tahunnya berkisar antara 75 / 85% dari quota tahun yang bersangkutan Rencana quota tahun 2006 sebesar 8 juta. Berdasarkan movev tahun-tahun sebelumnya realisasi kayu bulat yang masuk ke IPHHK s/d akhir tahun berkisar antara 75 s/d 85% dari quota tebangan tahun yang bersangkutan
Tahun 2005 (M3)Tahun 2006 (M3) No.Sumber Bahan BakuKeterangan
DEPARTEMEN KEHUTANAN 2007