• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abbot RT & KJ. Boss. 1989. A Classification of Living Mollusca. American Malacologist Inc., Florida. 195 p.

Damayanti AA. 2009. Koreksi Konstruksi Perangkap Jodang Penangkap Keong Macan di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat [Tesis]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 88 hal.

Firdaus M. 2002. Biomorfometri dan Beberapa Aspek Biologi Reproduksi Keong Macan (Babylonia spirata, L.) di Teluk Pelabuhan Ratu pada Bulan September-Oktober 2000 [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 76 hal.

Fridman AL. 1986. Calculations for Fishing Gear Designs. Food and Agriculture Organization of the United Nation. Fishing News Book Ltd., London. 241 p.

Hill BJ. 1982. The Queensland Mud Scrab Fishery. Queensland Department of Primary Industries Series F1 8210. Queensland: Qld. 19 p.

Hyman LH. 1967. The Invertebrates. Volume VI. Molusca I. Aplachopora, Polyplacopora, Monoplacopora, Gastropoda, The Coelemate Bilateria. New York : American Museum of Natural Hystory. p 323-347.

Martanti D. 2001. Pola Distribusi dan Struktur Populasi Keong Macan (Babylonia spirata) di Teluk Palabuhan Ratu pada Musim Timur [skripsi]. Bogor:

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 61 hal.

Matjik AA & Sumertajaya. 2000. Perancangan Percobaan. Bogor: Departemen Statistika dan Komputasi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. hal 207-208.

Naja U. 2004. Selektivitas Jaring Jodang terhadap Keong Macan di Palabuhanratu, Sukabumi, jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 75 hal.

Prayitno MRE. 2006. Penggunaan Ukuran Mata Pancing Nomor 7, 8, dan 9 pada Rawai Layur Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Layur di Teluk Palabuhanratu [skripsi]. Bogor. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Puspito G. 2009. Konstruksi Mata Jaring Perangkap Jodang. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB. hal 60-62.

Reiger HA & DS. Robson. 1966. Selectivity of Gill Nets, Especially the Lake Waterfish. J. fish. Res. Board Can. 23(3): p 423-452.

Ruppert E & RD. Barnes. 1991. Invertebrate Zoology. Sanders College Publishing, Orlando, Florida. 893 p.

Sabelli B. 1979. Guide to Shell. New York : Simon and Schulsler Inc. 79 p.

Saputro KHS. 2005. Uji Kelolosan Cangkang Keong Macan pada Jaring Jodang dengan Ukuran Mata dan Rasio Penggantungan yang Berbeda [Skripsi].

Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 57 hal.

Subani W & HR. Barus. 1989. Alat Penangkap Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Jurnal Penelitian Perikanan Laut No. 50 Tahun 1988/1989. Edisi Khusus. Jakarta : BPPL. hal 113-114.

Shanmugaraj T & Ayyakanu. 1994. Laboratory Spawning and Larval Development of Babylonia spirata, L. (Neogastropoda : Buccinidae).

Journal Phuket Marine Biological Centre. Special Publication 13. 95-97 p.

Steel RGD, Torrie JH & Dickey DA.1997. Principles and Procedures of Statistics. Singapore : McGraw-Hill. 748 p.

Suharyanto. 1998. Selektivitas Jaring Insang Hanyut terhadap Ikan Tongkol Auxis thazard (Lacepede, 1803) di Perairan Lepas Pantai Pelabuhanratu, Jawa Barat [Tesis]. Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 109 hal.

Suwigno SB, Widigdo Y, Wardiatno & M. Krisanti. 1997. Avertebrata Air jilid 2.

Diktat Pengantar Kuliah. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 332 hal.

Tokai T. 1997. Maximum Likelihood Parameter Estimate of a Mesh Selectivity Logistic Model Trough Solver on MS-Excel. Tokyo University of Fisheries.

Tokyo. 288-298 p.

Yokota K. 2000. Effect of Twine Thickness on Gillnet Size-Selectivity Analyzed with the Direct Estimation Method. Master Course of Marine Science and Technology, Tokyo University of Fisheries, Tokyo, Japan. 92 p.

Yulianda F. 1999. Aspek Biologi Reproduksi Siput Gastropoda Laut, Masalah Khusus Reproduksi (tidak dipublikasikan). Institut Pertanian Bogor, Bogor. 49 hal.

Yulianda F & E. Danakusumah. 2000. Growth and Gonad Development of Babylon Snail (Babylonia spirata, L.) in Culture. Phuket Marine Biological Center, Spec. Publ. Vol 21 (1): 243-245.

Yulianda F, E. Danakusumah & D. Widodo. 2000. Morphometric of Reproduction Organ, Sexual Ratio and Length-Weight Relationship of Babylon Snail (Babylonia spirata, L.). Proceeding of The JSPS-DGHE International Symposium on Fisheries Science in Tropical Area Vol. 10: 379-381.

Zein M. 2003. Pengaruh Jenis Umpan dan Lama Perendaman Jaring Jodang terhadap Hasil Tangkapan Keong Macan (Babylonia spirata, L.) di Teluk Pelabuhanratu, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 49 hal.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Lokasi penelitian

(Sumber: http://www.googlemaps.com, 2 Agustus 2010)

Posisi pengoperasian perangkap pada setiap setting

Ulangan Posisi 1 060 57’ 965’’ LS 1060 25’ 295’’BT 2 060 58’ 012’’ LS 1060 25’ 094’’BT 3 060 57’ 941’’ LS 1060 25’ 280’’BT 4 060 58’ 112’’ LS 1060 27’ 123’’BT 5 060 57’ 745’’ LS 1060 25’ 133’’BT 6 060 57’ 897’’ LS 1060 27’ 045’’BT 7 060 57’ 571’’ LS 1060 27’ 234’’BT 8 060 57’ 365’’ LS 1060 27’ 255’’BT 9 060 57’ 411’’ LS 1060 28’ 311’’BT 10 060 57’ 843’’ LS 1060 25’ 256’’BT Keterangan:

  Fishing base (Cisolok)

  Lokasi penelitian

lokasi penelitian

7o00’ LS U

106o30’ BT

Lampiran 2 Foto umpan yang digunakan dalam pengoperasian perangkap jodang 1) Ikan tembang.

(Sumber: Damayanti, 2009) 2) Ikan cucut.

(Sumber: Damayanti, 2009) 3) Ikan layur.

(Sumber: Damayanti, 2009)

Lampiran 3 Data dimensi cangkang hasil tangkapan keong macan

Ulangan ke-2

Ulangan ke-4

Ulangan ke-5

Ulangan ke-6

Ulangan ke-7

Ulangan ke-8

Ulangan ke-9

Ulangan ke-10

Lampiran 4 Foto perangkap jodang

1) Perangkap jodang yang dilengkapi dengan kantong PA.

(Sumber: Damayanti, 2009)

2) Susunan perangkap jodang di atas perahu.

(Sumber: Damayanti, 2009)

Lampiran 5 Foto-foto hasil tangkapan A. Kelompok keong.

1) Keong macan (Babylonia spirata).

(Sumber: Damayanti, 2009) 2) Buccinum spp.

(Sumber: Damayanti, 2009) 3) Collumella testudine.

(Sumber: Damayanti, 2009)

4) Olivia spp.

(Sumber: Damayanti, 2009)

B. Kelompok kepiting.

1) Beuroisia manquenei.

(Sumber: Damayanti, 2009) 2) Tanaoa distinctus.

(Sumber: Damayanti, 2009)

3) Myra grandis.

(Sumber: Damayanti, 2009) 4) Laterallidae

(Sumber: Damayanti, 2009)

Lampiran 6 Data rata-rata ukuran panjang cangkang keong macan yang merayap pada setiap sudut kemiringan dinding perangkap jodang

Ulangan Sudut kemiringan dinding

30o 40o 50o

1. 3,65 3,14 3,58

2. 2,22 2,97 3,27

3. 3,25 4,29 3,80 4. 3,13 3,22 3,65

5. 3,26 3,27 3,37

6. 3,27 2,90 3,62

7. 3,51 3,16 3,38 8. 3,23 2,97 3,32 9. 3,28 2,98 3,44 10. 3,38 3,14 3,70

Lampiran 7 Hasil pengujian asumsi jumlah keong macan yang merayap pada setiap sudut kemiringan dinding perangkap jodang

1. Pengujian kehomogenan ragam

Asumsi kehomogenan ragam yang dipakai adalah:

H0 = σ21 = σ22 = …. = σ2k

H1 = Paling sedikit satu dari ragam tidak sama.

Kehomogenan ragam diperoleh setelah melakukan pengujian dengan menggunakan Uji Bartlett pada software MINITAB, dan hasilnya adalah:

Test statistic : 8,40 P-value : 0, 495

Selang kepercayaan yang digunakan adalah sebesar 95%, maka besarnya α adalah 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai P-value adalah > α, yang berarti bahwa ragam galat adalah homogen.

2. Pengujian asumsi galat percobaan saling bebas

Hasil pengujian menggambarkan bahwa galat menyebar tanpa pola tertentu.

Hal ini membuktikan bahwa tidak ada korelasi antar galat. Dengan dipenuhinya asumsi ini maka uji berikutnya dapat dilanjutkan. Plot residual versus the order of the data penelitian ini adalah sebagai berikut:

3 ,8

3. Uji kenormalan galat percobaan

Dengan menggunakan uji kenormalan Kolmogorov Smirnov menggunakan bantuan software MINITAB, maka diperoleh plot hasil pengujian kenormalan galat percobaan sebagai berikut:

0,50

N ormal P robability P lot (response is C3)

Grafik di atas menunjukkan p-value > 0,150. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p-value > α. Nilai α adalah 0,05. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa galat menyebar normal.

Tahap-tahap pengujian asumsi telah dilaksanakan dan dibuktikan. Asumsi yang terbukti ini akan menjadikan dasar untuk melangkah ke proses berikutnya, yaitu analisis ragam (ANOVA).

Lampiran 8 Daftar Analisis Ragam

Dengan berpegang kepada asumsi yang telah dibuktikan maka analisis ragam (ANOVA) dapat dilakukan. Berikut ini adalah daftar analisis ragam berdasarkan perhitungan dengan menggunakan software MINITAB.

Sumber Keragaman Db JK KT Fhit Ftabel (5%)

Perlakuan 2,00 0,610433907 0,31 64,68 3,35

Galat 27,00 3,052971884 0,11

Total 29,00 3,663405792

Dari tabel di atas dapat disimpulkan Fhitung (sudut) > Ftabel; maka tolak Ho. Hal ini menandakan bahwa faktor sudut berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan keong macan yang tertangkap.

Lampiran 9 Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) untuk perlakuan sudut kemiringan dinding perangkap

Berikut ini adalah uji BNT untuk rerata panjang untuk setiap sudut kemiringan dinding

Mata Jaring Sudut 30o Sudut 40o Sudut 50

Rata-rata Y1 Y2 Y3

3,22 3,20 3,51

BNTα = tα(2(s^2)/r)^(1/2)

BNT(0.05) = t(0.05) (2(s^2)/r)^(1/2) = 0,25 Y1-Y2 0,01 < BNT

Y3-Y2 0,31 > BNT Y3-Y1 0,30 > BNT

Nilai tengah perlakuan berbeda nyata pada sudut kemiringan dinding 40° dan 50°, sedangkan untuk sudut 30o tidak berbeda nyata.

Lampiran 10 Data jumlah keong macan yang tertangkap pada setiap umpan perangkap jodang

Ulangan Umpan Ikan tembang Ikan cucut Ikan layur

1. 17 8 14 2. 20 4 14 3. 8 2 3 4. 13 7 9 5. 18 10 11 6. 16 11 8 7. 17 7 11 8. 19 10 13 9. 15 7 9 10. 14 8 12

Lampiran 11 Hasil pengujian asumsi jumlah keong macan yang tertangkap pada setiap umpan perangkap jodang

1. Pengujian kehomogenan ragam.

Asumsi kehomogenan ragam yang dipakai adalah:

H0 = σ21 = σ22 = …. = σ2k

H1 = Paling sedikit satu dari ragam tidak sama.

Kehomogenan ragam diperoleh setelah melakukan pengujian dengan menggunakan Uji Bartlett pada software MINITAB, dan hasilnya adalah:

Test statistic : 2,97 P-value : 0,966

Selang kepercayaan yang digunakan adalah sebesar 95%, maka besarnya α adalah 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai P-value adalah > α, yang berarti bahwa ragam galat adalah homogen.

2. Pengujian asumsi galat percobaan saling bebas.

Hasil pengujian menggambarkan bahwa galat menyebar tanpa pola tertentu.

Hal ini membuktikan bahwa tidak ada korelasi antar galat. Dengan dipenuhinya asumsi ini maka uji berikutnya dapat dilanjutkan. Plot residual versus the order of the data penelitian ini adalah sebagai berikut:

15,0

3. Uji kenormalan galat percobaan.

Dengan menggunakan uji kenormalan Kolmogorov Smirnov menggunakan bantuan software MINITAB, maka diperoleh plot hasil pengujian kenormalan galat percobaan sebagai berikut:

99

Grafik di atas menunjukkan p-value > 0,150. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p-value > α. Nilai α adalah 0,05. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa galat menyebar normal.

Tahap-tahap pengujian asumsi telah dilaksanakan dan dibuktikan. Asumsi yang terbukti ini akan menjadikan dasar untuk melangkah ke proses berikutnya, yaitu analisis ragam (ANOVA).

Lampiran 12 Daftar Analisis Ragam

Dengan berpegang kepada asumsi yang telah dibuktikan maka analisis ragam (ANOVA) dapat dilakukan. Berikut ini adalah daftar analisis ragam berdasarkan perhitungan dengan menggunakan software MINITAB.

Sumber Keragaman Db JK KT Fhit

Ftabel (5%)

Perlakuan 2,00 353,2666667 176,63 64,68 3,35

Galat 27,00 276,9 10,26

Total 29,00 630,1666667

Dari tabel di atas dapat disimpulkan Fhitung (umpan) > Ftabel; maka tolak Ho. Hal ini menandakan bahwa faktor umpan berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan keong macan yang tertangkap.

Lampiran 13 Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) untuk perlakuan umpan perangkap Berikut ini adalah uji BNT untuk jumlah hasil tangkapan untuk setiap umpan.

Umpan Ikan tembang Ikan cucut Ikan layur

Rata-rata Y1 Y2 Y3

15,70 7,40 10,40

BNTα = tα(2(s^2)/r)^(1/2)

BNT(0.05) = t(0.05) (2(s^2)/r)^(1/2) = 2,36 Y1-Y2 8,30 > BNT

Y3-Y2 3,00 > BNT Y1-Y3 5,30 > BNT

Nilai tengah perlakuan berbeda nyata pada umpan perangkap jodang dengan jenis ikan tembang, ikan cucut, dan ikan layur.

Dokumen terkait