• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anjas Sari,Nur. 2013. Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Metode Certainty Factor. Jurnal Teknik Informatika, Vol. IV, No. 3, hlm 4.

Arhami, Muhammad. 2008. Konsep Dasar Sistem Pakar. Andi : Yogyakarta.

Azmi, Syaulina. 2012. Perancangan Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Gangguan Perkembangan Pervasif Pada Anak Menggunakan Metode Backward Chaining. Skripsi Ilmu Komputer. Medan : Universitas Sumatera Utara

Copin, Ben. 2004. Artificial Intelligent Illuminated. Jones and Bartlett Publisher : Sudbury, Massachusetts

D.J. Wallace. 2007. The Lupus Book : Panduan Lengkap Bagi Penderita Lupus dan Keluarganya. Terjemahan Cahya Wiratama. B-First : Yogyakarta.

Hariadi & Hoediyanto. 2007. Lupus dan Penatalaksanaannya Edisi ketiga. Surabaya: Fakultas Kedokteran UNAIR.

Hartati, Sri. Iswanti, Sari. 2008. Sistem Pakar dan Pengembangannya. Graha Ilmu : Yogyakarta.

Kusrini. 2006. Aplikasi Sistem Pakar : menentukan factor kepastian pengguna dengan metode kuantitatif pertanyaan. Yogyakarta. Andi

Ngadiyaningsih, Maherni. 2013. Implementasi Sistem Pakar di Bidang Kedokteran Untuk Mendiagnosa Kanker Kandungan Menggunakan Metode Certainty Factor. Skripsi Teknik Informatika. Yogyakarta : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Moore, Sharon. 2008. Lupus : Terapi – Terapi Alternatif yang Berhasil. B-First :

Yogyakarta.

Russel, Stuart and Norvig, Peter. 1995. Artificial Intelligent : A Modern Approach. Prentice Hall International, Inc.

Sabra, Abragus. 2011. Analisis dan Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Dengan Metode Bacward Chaining Untuk Mendiagnosis Penyakit Tanaman Kopi. Skripsi Ilmu Komputer. Medan : Universitas Sumatera Utara.

Sutojo. 2011. Kecerdasan Buatan. Andi : Yogyakarta.

Suyanto. 2011. Artificial Intelligence : Searching, Reasoning, Planning, Learning. Informatika : Bandung.

Turban, Efrain. 2005. Decision Support System And Intelligent System. Andi : Yogyakarta.

LAMPIRAN A LISTING PROGRAM Koneksi <?php $koneksi = mysql_connect('localhost','root',''); mysql_select_db('lupus',$koneksi); ?> Halaman Utama <html> <head>

<link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /> </head>

<body>

<div id="header"> <div id="tulisan">

<center>Sistem Pakar <br>Diagnosis Penyakit<br>Systemic Lupus Erythematosus</center></div></div>

<div id="tengah">

<div id="cek" onclick="window.location='input.php'"></div> <div id="lupus" onclick="window.location='kupus.php'"></div> <div id="admin" onclick="window.location='login.php'"></div> <div id="home" onclick="window.location='tampilan.php'"></div> </div><div id="behind">

<div id="sr1"> <div id="isi">

<font size="5" color="black" face="hobo std"><b>Apakah Lupus Itu ???</b>

<hr width="100%" align="left" color="black">

<font size="4" color="black" face="times new roman"><p align="justify"><b>LUPUS</b> adalah penyakit kronik / menahun, merupakan

penyakit daya tahan tubuh atau disebut penyakit “autoimun” artinya

kekebalan / perlindungan (<i>immune</i>) terhadap jaringan tubuh sendiri ( auto ). Lupus adalah nama umum untuk kelainan yang secara teknis disebut <i>lupus erythematosus</i>. Nama formal lain adalah <i>systemic lupus erythematosus</i>-dimana <i>sistemic</i> berarti berdampak di seuruh tubuh atau sistem internal.Pada manusia normal, sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam virus, kuman, atau bakteri dan benda – benda asing lainnya.Benda – benda asing ini disebut antigens. Pada penyakit autoimune seperti Lupus, sistem kekebalan kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan

antara substansi asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. </p></font>

<table>

<tr><td><div id="gambar"></div></td> <td><div id="isigambar">

<font size="4" color="black" face="times new roman"><p align="justify">

Pada Lupus produksi antibodi ini terlalu berlebihan. Sayangnya

saking berlebihan antibody ini tidak “menyerang” pada “kuman atau musuhnya” tetapi justru “menyerang” sistim kekebalan sel dan jaringan

tubuh sendiri. Antibodi seperti ini disebut “auto-antibodi” bereaksi dengan antigens “sendiri” membentuk immune complexes. Immune

Complexes yang terdapat dalam jaringan dapat menyebabkan peradangan, luka pada jaringanan rasa sakit. Sistim kekebalan ini tidak mengenal

mana teman mana lawan.Lupus dikatakan “great imitator” (peniru yang ulung) / “mimikri” (menyerupai penyakit lain), bukan satu jenis

penyakit, amat heterogen. Gejala Lupus dapat terjadi dari ringan sampai berat. Gejala pada sebagian Odapus cukup ringan. Sedangkan bagi yang lainnya, lupus bisa menjadi masalah serius dan dapat berakibat fatal bahkan mengancam kelangsungan hidupnya</p></font></div></td></tr>

</table>

<font size="5" color="black" face="hobo std">

<div style="text-align:right;"><br><b>Penyebab Penyakit Lupus</b></div></font>

<hr width="100%" align="left" color="black"> <table>

<tr><td><font size="4" color="black" face="times new roman">

<p align="justify">Penyebab munculnya penyakit Lupus ini hingga kini masih belum diketahui secara pasti “apa penyebab”nya. Namun yang

pasti gejala – gejala umum dari penyakit lupus ini bervariasi, mulai dari gejala yang ringan (hanya mengenai bagian kulit dan persendian) sampai pada gejala serius yang dapat mengancam jiwa manusia jika lupus menyerang organ vital.

Karena itu kenalilah semenjak dini bila anda merasakan adanya keluhan dari gejala – gejala umum yang terdapat penyakit lupus.Perlu diingat

bahwa Lupus adalah “Bukan” penyakit menular, bukan penyakit AIDS,

bukan penyakit kelamin serta bukan penyakit kanker. Lupus adalah penyakit kelainan antibodi. Sistem kekebalan tubuh (zat antibodi-nya) justru menyerang diri sendiri dan menjadi perusak sehingga menimbulkan gejala Lupus. Dengan kata lain, penyakit Lupus ini disebut sebagai autoimun = sistem kekebalan tubuh tidak mengenal mana teman atau lawan.

</p></font></div></td>

<td><div id="gambar1"></div></td></tr> </table>

<font size="5" color="black" face="hobo std">

<div style="text-align:left;"><br><b> Faktor Penyebab Lupus</b></div></font>

<hr width="100%" align="left" color="black">

<p align="justify"><font size="4" color="black" face="times new roman">

<br>Faktor penyebab terserangnya seseorang terhadap penyakit Lupus hingga kini belum diketahui,

tetapi pengaruh lingkungan dan faktor genetik, hormon diduga sebagai penyebabnya.

<br><br>1. Faktor Genetik : Faktor keturunan dari keluarga. Jika salah satu keluarga ada yang mengidap lupus maka kemungkinan besar keluarga lain juga bisa terkena.

<br><br>2. Faktor hormon, khususnya ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus. Akan tetapi hingga kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi penyebab besarnya prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu yang menyebabkan meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui. <br><br>3. Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya : infeksi, stress, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat tertentu. Beberapa data menunjukkan insiden penyakit Lupus ras Asia lebih tinggi dibandingkan ras Kaukasia.

<br><br>4. Faktor sinar matahari adalah salah satu kondisi yang dapat memperburuk gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar matahari memiliki banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya

reaksi autoimmune. Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada malam hari. Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung dari sengatan matahari.Kepekaan terhadap cahanya sinar matahari pada lupus biasanya disebabkan oleh cahaya ultra violet (UV) dari matahari.

</p></font></div>

<hr width="100%" align="left" color="black"> </div></div>

</div> </body> </html>

Halaman Diagnosa

//Daftar Pasien (input.php)

<html> <head>

<link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /> </head>

<body>

<div id="header">

<div id="tulisan"><center>Sistem Pakar <br>Diagnosis Penyakit<br>Systemic Lupus Erythematosus</center></div></div>

<div id="tengah">

<div id="cek" onclick="window.location='input.php'"></div> <div id="lupus" onclick="window.location='kupus.php'"></div> <div id="admin" onclick="window.location='login.php'"></div> <div id="home" onclick="window.location='tampilan.php'"></div> </div>

<div id="sr1"> <div id="isi">

<form action="" method="post"> <table>

<font size="5" color="black" face="hobo std">FORM REGISTRASI <hr width="100%" align="left" color="black"></font>

<tr><td class="title-form">Nama</td>

<td><input type="text" name="nama" class="text-form"></td></tr> <tr><td class="title-form">Alamat</td>

<td><textarea rows="3" name="alamat" class="text-form2"></textarea></td></tr>

<tr><td class="title-form">Umur</td>

<td><input type="text" name="umur" class="text-form3"><span class="title-text-form3">Tahun</span></td></tr>

<tr><td class="title-form-jk">Jenis Kelamin</td>

<td><input type="radio" name="jenkel" value="Laki-laki" class="radio-form"><span class="radio-title-form">Laki-laki</span>

<input type="radio" name="jenkel" value="Perempuan" class="radio-form2"><span class="radio-title-form">Perempuan</span></td></tr> <tr><td colspan="2"><input type="submit" name="DAFTAR" value="DAFTAR" form2"><input type="Reset" value="RESET" class="button-form1"></td></tr></table></form> <?php session_start(); error_reporting(0); include "koneksi.php"; $nama = $_POST['nama']; $alamat = $_POST['alamat'];

$umur = $_POST['umur']; $jenkel= $_POST['jenkel'];

$tanggal = gmdate('d-m-Y', time()+60*60*7); {

if($_POST['DAFTAR']=="DAFTAR") {

if (empty($nama)||empty($alamat)||empty($umur)||empty($jenkel)) {

echo "MOHON ISI SELURUH DATA"; }

Else {

mysql_query("insert into pasien (kode_pasien,nama,alamat,umur,jenkel,tanggal,SLE) VALUES('','$nama','$alamat','$umur','$jenkel',NOW(),'SLE')"); $_SESSION['nama']=$nama; header('location:data.php'); } } } ?> </div> </div> </body> </html>

//Halaman jawab pertanyaan (data.php)

<?php

session_start(); error_reporting(0); include "koneksi.php";

mysql_query("delete from temp"); ?>

<html> <head>

<link href="style.css" rel="stylesheet" type="text/css" /> <link href="styletable.css" rel="stylesheet" type="text/css" /> </head>

<body>

<div id="header"><div id="tulisan"><center>Sistem Pakar <br>Diagnosis Penyakit<br>Systemic Lupus Erythematosus</center></div></div>

<div id="tengah">

<div id="cek" onclick="window.location='input.php'"></div> <div id="lupus" onclick="window.location='kupus.php'"></div> <div id="admin" onclick="window.location='login.php'"></div> <div id="home" onclick="window.location='tampilan.php'"></div> </div>

<div id="sr1"><div id="isi"><br><font size="5" color="black" face="hobo std"><b>ASUMSI PASIEN</b></font><br><br>Pilih salah satu jenis peyakit lupus berdasarkan informasi tentang penyakit lupus yang Anda dapatkan.<br><br>

<form method="GET" action=""> <select name="penyakit">

<option value="SLE" name="penyakit" class="pilihan1">Systemic Lupus Erythematosus</option>

<option value="DLE" name="penyakit" class="pilihan1">Discoid Lupus Erythematosus</option>

<option value="DILE" name="penyakit" class="pilihan1">Drug Induceed Lupus Erythematosus</option>

</select></form> <br><hr width="100%" align="left" color="black"> <font size="2" color="black" face="hobo std">Untuk menjawab asumsi Anda silahkan jawab pertanyaan - pertanyaan di bawah ini.</font> <?php

$penyakit=$_GET['lupus']; $tes=$_SESSION['nama'];

$lupus="select * from pasien"; $p=mysql_query($lupus);

if($p) {

if($penyakit=='SLE'){

$y="update pasien set asumsi='SLE' where nama='$tes' "; mysql_query($y);

}

if else($penyakit=='DLE') {

$y="update pasien set asumsi='DLE' where nama='$tes' "; mysql_query($y);

}

else($penyakit=='DILE') {

$y="update pasien set asumsi='DILE' where nama='$tes' "; mysql_query($y);

} } ?>

<form action="prosestemp.php" method="POST">

<br><table class="tabledata" border="1" align="left">

<tr><th><b>NO</b></th><th width="80%"><b>PERTANYAAN</b></th> <th><b>JAWAB</b></th></tr>

<tr><td>1</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami gejala Arthralgia (sakit atau ngilu pada sendi) ?</b></td>

<td><input type="radio" name="arthralgia" id="arthralgia" value="ya">Ya

<input type="radio" name="arthralgia" id="arthralgia" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>2</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami demam diatas 38 derajat celcius ?</b></td>

<td><input type="radio" name="demam" id="demam" value="ya">Ya

<input type="radio" name="demam" id="demam" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>3</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami gejala Arthritis (bengkak pada bagian sendi) ?</b></td>

<td><input type="radio" name="arthritis" id="arthritis" value="ya">Ya <input type="radio" name="arthritis" id="arthritis" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>4</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami kelelahan ekstrim walau hanya sedikit beraktifitas ?</b></td><td><input type="radio" name="lelah" id="lelah" value="ya">Ya

<input type="radio" name="lelah" id="lelah" value="tidak">Tidak</td></tr>

<td><b>Apakah Anda mengalami Anemia atau kekurangan darah merah ?</b></td>

<td><input type="radio" name="anemia" id="anemia" value="ya">Ya

<input type="radio" name="anemia" id="anemia" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>6</td>

<td><b>Apakah Anda mempunyai riwayat penyakit kelainan ginjal ?</b></td>

<td><input type="radio" name="ginjal" id="ginjal" value="ya">Ya

<input type="radio" name="ginjal" id="ginjal" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>7</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami nyeri pada dada saat menarik nafas ?</b></td>

<td><input type="radio" name="nyeridada" id="nyeridada" value="ya">Ya <input type="radio" name="nyeridada" id="nyeridada" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>8</td>

<td><b>Apakah ketika Anda terluka pada kulit tubuh bagian luar darah sukar membeku ?</b></td><td><input type="radio" name="abnormalitas" id="abnormalitas" value="ya">Ya

<input type="radio" name="abnormalitas" id="abnormalitas" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>9</td>

<td><b>Apakah jari - jari pada tangan atau kaki Anda terlihat pucat ?</b></td>

<td><input type="radio" name="jaripucat" id="jaripucat" value="ya">Ya <input type="radio" name="jaripucat" id="jaripucat" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>10</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami ulcer (luka/borok) pada bagian mulut atau hidung ?</b></td><td><input type="radio" name="ulcer" id="ulcer" value="ya">Ya

<input type="radio" name="ulcer" id="ulcer" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>11</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami penurunan berat badan ?</b></td>

<td><input type="radio" name="beratbadan" id="beratbadan" value="ya">Ya

<input type="radio" name="beratbadan" id="beratbadan" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>12</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami pembengkakan kelenjar pada tubuh Anda ?</b></td>

<td><input type="radio" name="kelenjar" id="kelenjar" value="ya">Ya <input type="radio" name="kelenjar" id="kelenjar" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>13</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami gangguan saat menelan makanan ataupun minuman ?</b></td>

<td><input type="radio" name="menelan" id="menelan" value="ya">Ya <input type="radio" name="menelan" id="menelan" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>14</td>

<td><b>Apakah Anda mengalami gangguan penglihatan ?</b></td>

<td><input type="radio" name="penglihatan" id="penglihatan" value="ya">Ya

<input type="radio" name="penglihatan" id="penglihatan" value="tidak">Tidak</td></tr>

<td><b>Apakah terdapat butterfly rush (ruam merah) berbentuk kupu-kupu pada pipi Anda ?</b></td>

<td><input type="radio" name="butterfly" id="butterfly" value="ya">Ya <input type="radio" name="butterfly" id="butterfly" value="tidak">Tidak</td></tr>

<tr><td>16</td>

<td><b>Apakah ketika Anda terkena sinar matahari Anda merasa tidak nyaman (sensitif) pada kulit Anda ?</b></td>

<td><input type="radio" name="photo" id="photo" value="ya">Ya

<input type="radio" name="photo" id="photo"

Dokumen terkait