Abdoerrachman, M. H. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.
Berg A. 1989. Peranan Gizi dalam Pembangunan Nasional. Noer ZD, penerjemah. Jakarta : Rajawali.
[BKKBN] Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. 1997. Kamus Istilah Kependudukan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera. Jakarta.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2007. Data dan Informasi Kemiskinan untuk Penduduk Kabupaten Bireuen.
Depkes RI dan Kesos RI. 2000. Selamat Jiwa Ibu Agar Anak Yang Dikandung Menjadi Sehat. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI, Dirjen Kesejahteraan, Direktorat Promosi Kesehatan, Jakarta.
_________. 2001. Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Indikator menuju Indonesia Sehat 2010. Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Depkes RI. 2002. Pementauan Pertumbuhan Anak balita. Departemen Kesehatan Jakarta.
Dinas Kesehatan. 2006. Laporan Program Orangtua Asuh Gizi. Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Engle, P. L,P. Manon dan L. Haddad. 1997. Care and Nutrition ; Concepts and Measurement International Food Policy Research Institute, Washington D.C.
Gibson, R. S. 1990. Principles of Nutritional Assessment. Oxford University Press, New York.
Gunarsa SD., Gunarsa SY. 2004. Psikologi Praktis : Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta : Bapak Gunung Mulia.
Hardinsyah dan D. Martianto. 1992. Gizi Terapan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor.
________. 2002. Analisis Kebutuhan Konsumsi Pangan. Di dalam : Modul Ketahanan Pangan. Jakarta : Deptan.
________. 2003. Uji Coba Instrumen Kelaparan. Jakarta : Kerjasama Deptan, PSKPG, BPS, Depkes dan BKKBN.
Hurlock, E. B. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta : PT Gramedia.
__________ . 1990. Perkembangan Anak. (Tjandrasa, penerjemah). Erlangga, jakarta.
Harper LJ, Deaton BJ, Driskel J.A. 1986. Pangan, Gizi dan Pertanian. Suhardjo, Penerjemah. Jakarta : UI – Press.
Irianto, K dan K. Waluyo.2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Yarmawidya. Bandung
Jellieffe, D. B. dan E. F. P. Jellieffe. 1989. Community Nutritional Assessment With Special Reference to less Tecnically Developed Countries. Oxford University Press Oxford.
Kardjati, Alisjahbana dan Kusin, J.A. 1985. Aspek Kesehatan dan Gizi Anak Anak balita. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Kusharto, C. M. dan N. Y. Sa’diyah. 2002. Penilaian Konsumsi Pangan. Diktat Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Khomsan, A. 2003. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Khumaidi, M. 1994. Gizi Masyarakat. Gunung Mulia, Jakarta.
Monks. FJ, AMP Knoers, dan SR Haditono. 2002. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press.
Riyadi, H. 1993. Metode Penilaian Status Gizi. Diktat yang tidak Dipublikasikan, Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
_______. 2001. Metode Penilaian Status Gizi Secara Antropometri. Diktat Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Satoto. 1990. Pertumbuhan dan Perkembagan Anak [disertasi]. Semarang : Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Sitorus, R. H., J. Simamora, I. Avianti, M. Sunarjo dan E. Wahyuni. 1996. Pedoman Perawatan Kesehatan Ibu dan Janin Selama Kehamilan. Tim Pengembangan Sumberdaya Manusia Yayasan Pendidikan Haster, Pioner Jaya, Bandung.
Soekirman. 2000. Ilmu gizi dan Aplikasinya pada Keluarga/ Masyarakat. Direktorat.
Sunandar K. 2001. Gambaran beberapa faktor dalam perubahan status gizi (BB/U) bayi dan anak balita KEP Keluarga miskin (Gakin) setelah PMT-P dikecamatan Cicendu dan Sukajadi Kota Bandung [Skripsi]. Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak, Penerbit Buku Kedokteran anak, Surabaya.
39
Suhardjo. 1996. Pengertian dan Kerangka Pikir Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Laporan Lokakarya Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI-UNICEF.
_______. 1989. Barbagai Cara Pendidikan Gizi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
_______ dan H. Riyadi. 1990. Metode Penilaian Gizi Masyarakat. Pusat Antar Universitas Pangan Dan Gizi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Sukarni, M. 1989. Kesehatan Keluarga dan Lingkungan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pangan dan Gizi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Susanto, D. 1993. Faktor Sosial Budaya Masyarakat Indonesia dalam Menentukan dan Memilih Makanan. Makalah disajikan dalam Seminar Sehari Universitas Juanda, Bogor.
Supriasa B. Bakri, I. Fajar. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC.
Tarwotjo dan R. Djuwita. 1990. Penerapan Prinsip Epidemiologi dalam Penilaian Status Gizi. Gizi Indonesia. XIV (2), 15-25.
Wahyudin. 2003. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan terhadap Konsumsi Pangan dan Status Gizi Anak (6-23 bulan) Berstatus Gizi Buruk. [Skripsi] Bogor : Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Widowati, S. dan Djoko S. D. 2001. Menggali Sumberdaya Pangan Lokal dan Peran Teknologi Pangan dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional. Majalah Pangan. Media Komunikasi dan Informasi, Edisi No. 36/x/ januari 2001, Jakarta.
Yuliana. 2004. Pengaruh Gizi, Pengasuhan dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah [tesis] : Program Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
41
Lampiran 1. Hasil Uji Korelasi Spearman Antara Karakteristik Keluarga dengan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Anak Balita
Varia bel Umur Ayah Umur Ibu Umur Balita Pendi dikan Ayah Pendi dikan Ibu Besar Kel Penda patan % AKE % AKP STAT US GIZI SETE LAH Umur Ayah 1.000 Umur Ibu .795** 1.000 Umur Anak .267 .102 1.000 Pendi dikan Ayah .017 .029 .070 1.000 Pendi dikan Ibu -.032 -.023 .046 .721** 1.000 Besar Kel .363* .403** .020 -.196 -.209 1.000 Penda patan .046 -.024 -.102 .380** .162* .137 1.000 % AKE -.218 -.198 .348* -.090 .363* .026 .313* 1.000 % AKP -.316* -.270 -.277 .005 .218* .122* .254 .735** 1.000 STAT US GIZI SETE LAH -.144 -.161 .492** .331* .248 -.281 .155 .015 .185 1.000 Variabel Status gizi TKE TKP TKE -.018 1 TKP .199 .063** 1
Lampiran 2. Kartu Pencatatan Bahan Makanan Yang Dibeli Untuk Anak Asuh Gizi selama 30 hari
Nama AAGi :
Desa :
Puskesmas :
No Tanggal Bahan Makanan Yang
Dibeli Harga Total Keterangan
Bidan desa/
Kader Kesehatan desa Orang tua
43
Lampiran 3. Laporan Bulanan Bidan Desa Ke Puskesmas
Puskesmas :
Desa :
Kecamatan :
Masa Pemberian Bantuan :
N o Nama AAGi Umur Nama Orang tua BB sebelum mendapat bantuan BB setelah mendapat bantuan 30 hari Status gizi saat ini Ket ..., Tgl ... Bidan Desa (...)
Lampiran 4. Laporan Bulanan Puskesmas Ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen Puskesmas : Kecamatan : Tanggal/Bulan/Tahun : Nama Desa Nama Anak balita Umur Nma Ortu BB sbl bantuan BB stl bantuan 30 hari Masa bantuan (30 hr) dr tgl ...s/d tgl.... Status gizi saat ini K e t Mengetahui, ..., Tgl ... Ka. Puskesmas Tenaga Pelaksana Gizi
( ) (__________________) Nip. Nip.
45
Lampiran 5. Surat Tanda Terima Bantuan Biaya (ST2B2) Tampak Depan Kwitansi
No : Tahun :
Surat Tanda Terima Bantuan Biaya (ST2B2)
Sudah terima dari : Orang Tua Asuh Gizi (OTAG), ...
Uang banyaknya :
Untuk Pembayaran biaya pembelian makanan selama 30 hari kepada AAGi sebagaimana tercantum namanya di belakang kwitansi ini, dengan perincian masing-masing AAGi @ Rp 200 000,-
Yang membayar, (OTAG)
Nama : ...Tgl ... Pekerjaan : Yang menerima : Alamat : Nama` :
Pekerjaan : Bidan desa ... Puskesmas :
Terbilang Rp.
Mengetahui, Saksi:
Ka. Dinkes Kab. Bireuen Ka. Puskesmas c/q. Subdinas Pembinaan Kesga ...
( ) ( ) Nip. Nip.
Lampiran 6. Surat Tanda Terima Bantuan Biaya (ST2B2) Tampak Belakang Kwitansi