Agoes, S. (2004). Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh kantor Akuntan Publik.
Edisi 3, Jilid 1, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Ajzen, I., & Fishbein, M. (1980). Understanding Attitudes and Predicting Social Behavior. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Alter, James. (2009). Sistem Informasi dan Strategi. Penerjemah Jogiyanto Hartono, Penerbit Andi, Jawa Barat.
Andriani, S. (2005). Pengukuran Kinerja Dengan Prinsip Value For Money Pemerintahan Kota Batu. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Malang.
Ardana, K., Mujiati, N. W., Sriathi, A. A. (2008). Perilaku Keorganisasian. Edisi Kedua, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Bernadin, H. John., and E.A. Russell. (1993). Human Resource Management, International Edition. Singapore: McGraw Hill, Inc.
Bodnar, G., & William, H. (2000). Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama, Penerjemah, Amir Abadi Jusup Dan Rudi M. Tambunan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Brahmasari, Ida Ayu dan Agus Suprayetno. (2008). Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan, dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hei International Wiratama Indonesia). Jurnal : Manajemen dan Kewirausahaan.
Vol. 10, September: 124-135.
Chandra, O. (2001). “Analisis Pentingnya Penilaian Prestasi Kerja dalam Hubungannya dengan Peningkatan Motivasi Karyawan”. Bina Ekonomi. Vol.
5 (2), hlm: 30-32.
Davis, Fred D. (1989). “Perceived Usefulness, Perceived Easeof Use and User Acceptance of Computer Technology”, MIS Quertely.
Erlina. (2011). Metodologi Penelitian, USU Press, Medan.
Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi AnalisisMultivariate Dengan Program SPSS.
UNDIP, Semarang.
Gibson, L., James, D. J., Hall, J. Ivansevich, M. J. (2001). Fundamental of Management, Eight, Richard D, Irwin Inc, New York.
Hall, James A. (2001). Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama, Penerjemah, Amir Abadi Jusup, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Handoko, T. Hani. (1987). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta.
Harahap, Nirwana. (2016). “Pengaruh Pengendalian Internal, Sistem Informasi Akuntansi, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Kapasitas Sumber Daya Manusia Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus Pada PT.Bank BRI Cabang Kuala Simpang)”, Skripsi, Universitas Sumatera Utara.
Hartadi, Bambang, 1999. Sistem Pengendalian Intern dalam hubungannya dengan manajemen dan audit, Edisi 3, Penerbit BPFE Yogyakarta, Yogyakarta Ikatan Akuntan Indonesia, (2001). Standar Professional Akuntan Public, Bagian
Penerbitan STIE YKPN, Yogyakarta.
Indralesmana, Kadek Wahyu & I.G.N. Agung Suaryana. (2014). “Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Individu pada Usaha Kecil dan Menengah di Nusa Penida”, ISSN: 2302-8556 E-Jurnal: Akuntansi Universitas Udaya, No.8.1 (2014), hlm:14-26.
Jannah, Bier. (2010). “Kontribusi Pengendalian Intern, Sistem Informasi Akuntansi, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Organisasi Perusahaan (Studi Kasus: Pasaraya Manggarai Jakarta)”, Jakarta.
Jogiyanto, Hartono. M. (2010). Metodologi Penelitian Bisnis : Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. BPFE, Yogyakarta.
Kurniawan, R. (2008). “Analisis Pengaruh Teknologi Informasi pada Kinerja Organisasi Study Empiris PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk Unit Kantor Cabang Tegal, Kantor Wilayah Semarang.” Tesis Tidak Diplubikasikan, MAKSI UNDIP. No.33.Vol.211-226, hlm: 21-23
Kurniawan, Candra. (2016). Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt Angkasa Pura Ii (Persero) Husein Sastranegara Bandung, Skripsi, Universitas Pasundan Bandung, hlm: 3-4.
Lumbantoruan, Taeng. (2005). “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dengan Sistem Batch sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan Manajemen pada PT. Capella Medan”, Skripsi, Universitas Sumatera Utara, hlm: 1-2.
Mangkunegara, A. P. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, PT.
Remaja Rosdakarya, Bandung.
. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Rosdakarya. Bandung.
Manurung, Nurhikmah. (2015). “Pengaruh Motivasi dan Komitmen Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Permata Hijau Group (Phg)Cabang Sosa Sumatera Utara”, Skripsi, Universitas Sumatera Utara.
Martoyo, Susilo. (1992). Manajemen Sumber Daya Manusia. BPFE, Yogyakarta.
Mathis, R dan Jakson, W.2006.Human Resources Development (Track MBA Series/terjemahan). Prestasi pustaka. Jakarta.
Mulyadi. (2001). Alat Manajemen Kontemporer Untuk Pelipat Ganda Kinerja Keuangan Perusahaan, Balanced Scorecard. UGM : Salemba Empat.
. (2002). Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa, Edisi Kedua, STIE YKPN, Yogyakarta .
Nawawi, Hadari. (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang Kompetitif. Gajah Mada University-Press, Yogyakarta.
Nurwakhida, Arnisri Mardikawati. (2016). “Pengaruh Efektifitas Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada BPRS Bangun Drajat Warga. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Pradhika, Maharani. (2016). “Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bagian Akuntansi Pada PT. Indoagung Surya Motor Semarang. Skripsi, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.
Prawirosentono, Suyadi. (1999). Kebijakan Kinerja Karyawan. BPFE, Yogyakarta.
PT. Angkasa Pura II. (2016). Tentang Perusahaan. [internet]. [diunduh pada 2017 Oktober 27]. Tersedia pada: http://www.angkasapura2.co.id
Purnamadewi, Eka. (2010). Pengaruh Struktur Pengendalian Intern pada Kinerja Perkreditan pada Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Denpasar Utara. Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
Purnomowati, E. (2006). “Analisis Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan dan Kepuasan Kerja dengan Variabel Moderator Komitmen pada Perusahaan Garmen di Surabaya”, Majalah Ekonomi No 3, hlm: 5-6.
Reksohadiprodjo, Sukanto & Handoko H.T. (2001). Organisasi Perusahaan: Teori Struktur dan Perilaku. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE Universitas Gadjah Mada.
Romney, Marshall B & Paul John Steinbart. (2011). Accounting Information System9th Edn. (Diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary). Sistem Informasi Akuntansi Edisi 9, Salemba Empat, Jakarta.
Sadiyoko, Ali, Tesavrita, C., Suhandi, I. (2009). “Penggunaan Technology Acceptance Model Sebagai Dasar Usulan Perbaikan Fasilitas Pada Layanan Mobile Internet”, Bandung, Jurnal Penelitian, hlm: 44-46.
Szajna, Bernadette and Rizard W. S, (1993). ”The Effect Of Information System User Expectation on Performance and Perception.”, MIS Quarterly.
Sugianto, Frana, (2011). “Pengaruh Motivasi Kerja Dan Kepimpinan Terhadap Kinerja karyawan”, Skripsi, Universitas Pembangunan Nasional.
Sugiyono, (2006). Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kesembilan, Alfabeta, Bandung.
Sunyoto, Danang. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia, CAPS (Center for Academic Publishing Service), Yogyakarta.
Surjosuseno, Daniel. (2015). “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Produksi UD Pabrik Ada Plastic”.
Jurnal : Universitas Kristen Petra hal : 175.
Suwarsono dan Alvin Y.So. (2000). Perubahan Sosial dan Pembangunan, Cetakan Ketiga, Jakarta, LP3ES.
Umar, Husein. (2008). Metodologi Penelitian, Gramedia PustakaUmum, Jakarta.
Wardani, Mira Laksmi. (2010). Analisis Kinerja Berdasarkan Komitmen Organisasi, Pengendalian Intern, dan Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance pada Perum Perhutani KPH Jember. Skripsi.
Universitas Jember.
Wibowo. (2010). Manajemen Kinerja, Edisi Ketiga, Rajawali Pers, Jakarta.
Widjayanto, Nugroho. (2001). Sistem Informasi Akuntansi, Erlangga, Jakarta.
Wilopo. (2006). Analisis Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap Kecendrungan Kecurangan Akuntansi (Studi pada Perusahaan Publik dan Badan Usaha Milik Negara di Indonesia). Proceeding Simposium Nasional Akuntansi IX Padang. 23-26 Agustus 2006.
LAMPIRAN I
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
PT Angkasa Pura II (Persero), selanjutnya disebut “Angkasa Pura II” atau
“Perusahaan” merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandar udaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia Barat. Angkasa Pura II telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola dan mengupayakan pengusahaan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang kini berubah nama menjadi Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma sejak 13 Agustus 1984.
Keberadaan Angkasa Pura II berawal dari Perusahaan Umum dengan nama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1984, kemudian pada 19 Mei 1986 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1986 berubah menjadi Perum Angkasa Pura II. Selanjutnya, pada 17 Maret 1992 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1992 berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Seiring perjalanan perusahaan, pada 18 November 2008 sesuai dengan Akta Notaris Silvia Abbas Sudrajat, SH, SpN Nomor 38 resmi berubah menjadi PT Angkasa Pura II (Persero).
Berdirinya Angkasa Pura II bertujuan untuk menjalankan pengelolaan dan pengusahaan dalam bidang jasa kebandar udaraan dan jasa terkait bandar udara dengan mengoptimalkan pemberdayaan potensi sumber daya yang dimiliki dan penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik. Hal tersebut diharapkan agar
dapat menghasilkan produk dan layanan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan dan kepercayaan masyarakat.
Kiprah Angkasa Pura II telah menunjukkan kemajuan dan peningkatan usaha yang pesat dalam bisnis jasa kebandarudaraan melalui penambahan berbagai sarana prasarana dan peningkatan kualitas pelayanan pada bandara yang dikelolanya.
Angkasa Pura II telah mengelola 13 Bandara, antara lain yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang) dan Silangit (Tapanuli Utara).
Angkasa Pura II telah berhasil memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai instansi. Penghargaan yang diperoleh merupakan bentuk apresiasi kepercayaan masyarakat atas performance Perusahaan dalam memberikan pelayanan, diantaranya adalah “The Best BUMN in Logistic Sector” dari Kementerian Negara BUMN RI (2004-2006), “The Best I in Good Corporate Governance” (2006), Juara I “Annual Report Award” 2007 kategori BUMN Non-Keuangan Non-Listed, dan sebagai BUMN Terbaik dan Terpercaya dalam bidang Good Corporate Governance pada Corporate Governance Perception Index 2007 Award. Pada tahun 2009, Angkasa Pura II berhasil meraih penghargaan sebagai 1st The Best Non Listed Company dari Anugerah Business Review 2009 dan juga sebagai The World 2nd Most On Time Airport untuk Bandara Soekarno-Hatta dari
Forbestraveller.com, Juara III Annual Report Award 2009 kategori BUMN Non- Keuangan Non-Listed, The Best Prize ‘INACRAFT Award 2010’ in category natural fibers, GCG Award 2011 as Trusted Company Based on Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2010, Penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia Tahun 2011 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penghargaan untuk Bandara Internasional Minang kabau Padang sebagai Indonesia Leading Airport dalam Indonesia Travel & Tourism Award 2011, dan Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) selama 2.084.872 jam kerja terhitung mulai 1 Januari 200931 Desember 2011 untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, serta berbagai penghargaan di tahun 2012 dari Majalah Bandara kategori Best Airport 2012 untuk Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), kategori Good Airport Services untuk Bandara Internasional Minangkabau dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 (Cengkareng) dan kategori Progressive Airport Service 2012 untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 (Cengkareng)
Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Angkasa Pura II selalu melaksanakan kewajiban untuk membayar dividen kepada negara selaku pemegang saham.
Angkasa Pura II juga senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan perlindungan konsumen kepada pengguna jasa bandara, menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat umum dan lingkungan sekitar bandara melalui program Corporate Social Responsibility.
Bandar Udara Internasional Kualanamu
Bandar Udara Internasional Kualanamu (IATA: KNO, ICAO: WIMM) adalah Bandar Udara yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Bandara ini terletak 39 km dari kota Medan. Bandara ini adalah Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Lokasi Bandara ini dulunya bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pembangunan Bandara ini dilakukan untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang sudah berusia 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi “Main Hub” yaitu pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. Selain itu, adanya kebijakan untuk melakukan pembangunan Bandara Internasional Kualanamu adalah karena keberadaan Bandar Udara Internasional Polonia di tengah kota Medan yang mengalami keterbatasan Operasional dan sulit untuk dapat dikembangkan serta kondisi fasilitas yang tersedia di Bandar Udara Polonia sudah tidak mampu lagi menampung kebutuhan pelayanan angkutan udara yang cenderung terus meningkat.
Visi dan Misi Perusahaan
Visi PT. Angkasa Pura II (Persero):
The Best Smart Connected Airport In The Region
The best smart connected airport in the region memiliki makna bahwa bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II menjadi bandara yang terhubung ke banyak rute atau tujuan baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai dengan status masing-masing bandara (bandara
domestik/internasional). Connecting time dan connecting process baik untuk penumpang maupun barang harus bisa berjalan dengan mudah dan tanpa sekat. Bandara-bandara APII juga sepenuhnya menjadi bandara yang pintar (smart) dengan memanfaatkan teknologi modern. Region yang dimaksud dalam visi adalah Asia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa visi Angkasa Pura II adalah menjadi bandara dengan konektivitas tinggi ke banyak kota atau negara dan mempergunakan teknologi modern yang terintegrasi dalam operasional bandara dan peningkatan pelayanan penumpang.
Misi PT. Angkasa Pura II (Persero):
1. Memastikan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama
2. Menyediakan infrastruktur dan layanan kelas dunia untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia melalui konektivitas antar daerah maupun negara
3. Memberikan pengalaman perjalanan yang terpercaya, konsisten, dan menyenangkan kepada seluruh pelanggan dengan teknologi modern 4. Mengembangkan kemitraan untuk melengkapi kemampuan dan
memperluas penawaran perusahaan
5. Menjadi BUMN pilihan dan memaksimalkan potensi dari setiap karyawan perusahaan
6. Menjunjung tinggi tanggung jawab sosial perusahaan.
Sejarah dan Latar Belakang Pembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu
1992: Dilakukan studi pemilihan lokasi Bandar Udara Baru sebagai pengganti Bandar Udara Polonia oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dimana terhadap 6 (enam) alternative lokasi di Propinsi Sumatera Utara yang berada di kawasan Kualanamu, Pantai Cermin & Hamparan Perak (masing-masing dua lokasi). Dengan memperhatikan 6 (enam) aspek sebagai berikut:
a. Rencana Tata Ruang Wilayah;
b. Pertumbuhan Ekonomi;
c. Kelayakan ekonomis, teknis, operasional, lingkungan dan usaha angkutan udara;
d. Keamanan dan keselamatan penerbangan;
e. Keterpaduan intra dan antar moda; dan f. Pertahanan keamanan Negara;
Terpilih 2 (dua) alternatif lokasi Bandar Udara Baru sebagai pengganti Bandar Udara Polonia yaitu di kawasan Kualanamu dan Pantai Cermin (masing-masing satu lokasi).
1994: Dilakukan studi pembuatan Master Plan & Basic Design Bandar Udara Baru sebagai pengganti Bandar Udara Polonia oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terhadap 2 alternatif lokasi terpilih yaitu di kawasan Kualanamu & Pantai Cermin (masing-masing satu lokasi).
1995 : Penetapan lokasi Bandar Udara Baru di KUALANAMU sebagai pengganti Bandar Udara Polonia melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 41
Tahun 1995 (21 September 1995) yang kemudian disempurnakan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 66 Tahun 1996 (6 Nopember 1996).
1996: Dimulainya proses pembebasan lahan lokasi Bandar Udara Baru Kualanamu seluas 1.365 Ha oleh PT. Angkasa Pura II (Persero) selaku BUMN penyelengara bandar umum.
1997 : Dilakukan studi Review Master Plan & Basic Design Fasilitas Sisi Darat Bandar Udara Baru Kualanamu oleh PT. Angkasa Pura II (Persero).
Pencanangan membangun Bandara Baru Kualanamu dengan sistem
“Ruislag” (tukar guling dengan Bandar Udara Polonia), pada saat itu sudah ada investor yang berminat yaitu konsorsium PT. Citra Lamtoro Gung Persada.
Terkait terjadinya krisis ekonomi pada era pemerintahan Orde Baru, maka status pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu “Ditangguhkan Pelaksanaannya” melalui KEPPRES Nomor 39 Tahun 1997 pada tanggal 20 September 1997; Kemudian terjadi perubahan status pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu “Untuk Diteruskan Pelaksanaannya” melalui KEPPRES Nomor 47 Tahun 1997 pada tanggal 1 Nopember 1997;
1998: Kembali terjadi perubahan status pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu “Untuk Ditangguhkan Pelaksanaannya” melalui KEPPRES Nomor 5 Tahun 1998 pada tanggal 10 Januari 1998.
2002: Diterbitkan KEPPRES Nomor 15 Tahun 2002 tentang Pencabutan KEPPRES Nomor 39 Tahun 1997 dengan mengintruksikan kepada Kementrian terkait untuk melakukan penilaian kelayakan penerusan proyek-proyek yang
ditangguhkan pelaksanaannya (termasuk proyek pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu) pada tanggal 22 Maret 2002;
Selanjutnya Kementrian Perhubungan c/q Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pengkajian ulang yang didasarkan pada tingkat kebutuhan, ketersediaan dana dan kriteria/ karakteristik khusus proyek dan dinyatakan pembangunan Bandar Udara Baru di Kualanamu layak untuk diteruskan pelaksanaanya. Dan atas persetujuan Presiden RI pada Era Reformasi, Menteri Perhubungan menetapkan pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu dapat diteruskan pelaksanaanya dengan pola pendanan dari BLN/LOAN, namun kebijakan pemerintah pada Era Indonesia Bersatu menyetujui pendanaan dari APBN dan Sharing dengan PT. Angkasa Pura II (Persero) selaku BUMN penyelenggara Bandar Udara umum.
2003: Pembuatan Detail Engineering Design pembangunan Bandar Udara Kualanamu oleh Ditjen Perhubungan Udara dan PT. Angkasa Pura II (Persero).
2006: Peletakan Batu Pertama sebagai awal dimulainya pelaksanaan pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu oleh Wakil Presiden RI M. YUSUF KALLA.
2007: Penetapan Rencana Induk Bandar Udara Baru Kualanamu dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : KM 30 Tahun 2007 (16 Juli 2007) dan perubahannya dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. : KM 61 Tahun 2007 (29 November 2007). Penetapan KKOP (Kawasan Keselamatan
Operasi Penerbangan) Bandar Udara Baru Kualanamu dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. : KM 57 Tahun 2007 (2 Nopember 2007).
2008 : Pelaksanaan Pembangunan Bandar Udara Baru Kualanamu sampai dengan saat ini dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target pengoperasian bandar udara yang telah ditetapkan pemerintah.
2013: Pengoperasian Bandar Udara Internasional Kualanamu pada 25 Juli 2013.
2014: Tanggal 27 Maret 2014 Bandar Udara Internasional Kualanamu di resmikan oleh PresidenRI Susilo Bambang Yudhoyono.
Struktur Organisasi PT. Angkasa Pura II (persero) Bandara Internasional Kualanamu
Struktur organisasi adalah suatu bentuk susunan yang mempunyaihubungan maupun bidang usaha kerja satu dengan yang lainnya, sehingga wewenang dan tanggung jawab menjadi suatu kegiatan yang teratur.
PT. Angkasa Pura II (Persero) Kualanamu menggunakan struktur garis dan staff yang menghubungkan antara karyawan dengan atasannya. Dimana dalam melaksanakan tugasnya General Manager dibantu oleh beberapa divisi yang ada.
Susunan organasasi PT. Angkasa Pura II (Persero) Kualanamu sesuai dengan keputusan peraturan direksi PT. Angkasa Pura II (Persero) Nomor:
PD.01.01/07/2016/0039 tentang organisasi dan tata kerja kantor cabang PT.
Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Kualanamu. Susunan struktur organisasi Bandara Kualanamu adalah sebagai berikut:
1. General Manager PT. Angkasa Pura II (Persero) Kualanamu dibantu oleh:
a. Safety & Risk Management Manager.
b. Airport Quality Junior Manager
2. Operation, Services & Maintanance Senior Manager, membawahi:
a. Rescue & Fire Fighting Manager.
b. Airport Security Manager.
c. Airport Operation & Services Manager.
d. Electronics & IT Facility Manager.
e. Electrical, Mechanical, & Equipment Facility Manager.
f. Infrastructure Manager.
3. Finance, Commercial, & Human Capital Senior Manager membawahi:
a. Commercial Manager.
b. Assets & Logistic Manager.
c. Finance Manager.
d. Human Capital & General Affairs Manager.
4. Procurement Manager membawahi:
a. Purchasing Junior Manager.
b. Procurement Junior Manager.
5. Branch Communication & Legal Manager membawahi:
a. Branch Communication Junior Manager.
b. Agreement & Contract Junior Manager.
c. Regulation & Legal Aid Junior Manager.
LAMPIRAN II Kepada Yth.
Bapak/Ibu Responden di Tempat
Dengan Hormat,
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas waktu luang yang Bapak/Ibu berikan, sebagai salam hormat disini saya memperkenalkan diri:
Nama : Diah Bayu Ramadhani Lubis NIM : 140503015
Program Studi : S1 Akuntansi Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Institusi : Universitas Sumatera Utara
Sehubungan dengan penelitian saya untuk skripsi yang berjudul “Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi, Pengendalian Internal dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Kualanamu”, dengan ini saya mengajukan sejumlah kuesioner penelitian.
Saya memohon kesediaan Bapak/Ibu meluangkan sedikit waktu untuk mengisi kuesioner tersebut sesuai dengan pengalaman Bapak/Ibu selama ini.
Pengumpulan data ini semata-mata hanya akan digunakan untuk maksud penyusunan skripsi dan Kerahasiaan identitas Bapak/Ibu akan saya jaga sesuai dengan etika penelitian.
Demikian surat permohonan saya, atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu dalam membantu kelancaran penelitian ini, saya sampaikan terima kasih.
Hormat Saya,
Diah Bayu Ramadhani Lubis
140503015
Lampiran III KUESIONER PENELITIAN
I. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama :
2. Jenis kelamin :
3. Pendidikan terakhir : a. SMA b. D-3 c. S-1 d. S-2 e.S-3
4. Jabatan :
5. Lama bekerja : a. 1-5 Tahun b. 6-10 Tahun c.11-15 Tahun d. 16-20 Tahun e. >20 Tahun
6. Usia anda saat ini : a. < 25 Tahun b. 25-35 Tahun c. 36-45 Tahun d. 46-55 Tahun e. > 55 Tahun
II. PETUNJUK PENGISIAN
1. Mohon Memberi Tanda checklist (√ ) pada jawaban yanga Bapak/Ibu anggap paling sesuai dan mohon mengisi bagian yang membutuhkan jawaban tertulis.
2. Setelah mengisi kuesioner ini mohon bapak/ibu dapat memberikan kembali kepada yang menyerahkan kuesioner ini pertama kali.
3. Keterangan alternatif jawaban dan skor:
a. STS = Sangat Tidak Setuju (1) b. TS = Tidak Setuju (2)
c. N = Netral (3) d. S = Setuju (4)
e. SS = Sangat Setuju (5)