• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anwar, Misbahul., Bambang, J. 2010. Kontribusi dan Peran Pengelolaan Keuangan Desa Untuk Mewujudkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang Transparan dan Akuntabel.Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Hal 387-410. Hal. 388.

Aprisiami Putriyanti. 2012. Penerapan Otonomi Dalam Menguatkan Akuntabilitas Pemerintah Desa dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Aglik Kecematan Grabag Kabupaten Purwerejo. Yogyakarta: UNY.

Astir Furqani. 2010. Tesis: Pengelolaan Keuangan Desa dalam Memujudkan Good Governance (studi pada pemerintahan desa kalimo’ok kecematan kalianget kabupaten sumenep). Jatim UPN.

Atmadja, Anantawikrama tunggu. 2013. Akuntansi manajemen sektor publik.

Singaraja: Universitas Brajijaya.

Indro Budiarto. 2007. Penilaian Masyarakat Desa Terhadap Pemerintah Desa Dalam Era Otonom Daerah.Survey: Desa Sriharja, Kecematan Iomogiri, Kabupaten Bantu, DIY.

Kalimandhanu. 2014. Studi Tentang Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Perangat Selatan Kecematan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara.ejurnalIlmu Pemerintahan, 1 (2): 2008-2022. ISSN 2338-3651.ip.fisip-unmul.ac.id.

Lestari, Ayu Komang Dewi. 2014. Membedah akuntabilitas praktik pengelolaan keuangan desa pakraman kubutambahan, kecematan kubutambahan, kabupaten buleleng, provensi bali (sebuah studi interprentif pada organisasi publik non pemerintahan). Jurnal jurusan S1 akuntansi universitas pendidikan ganesha 2 (1).

Mardiasmo. 2012. Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.

Michael Luck dan Mark d’Inverno. 1995. A Formal Framework for and Autonomy.

Nurcholis, Hanif. 2011. Pertumbuhan Dan Penyelenggaraan Pemerintah Desa.

Jakarta Erlagga.

Nordiawan, Dedi. 2012. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 tentang. Pengelolaan Keuangan Desa.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa.

Peraturan Pemerintahan Nomor 72 Tahun 2005 Tentang.Pemerintah Daerah.

Peraturan Pemerintahan Nomor. 25 Tahun 2000 Tentang.Kewenagan.

Pasal 27 Ayat 1 Huruf b UU Nomor 6/2014 Tentang Desa

Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Pemendagri Nomor 66 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembagunan Jangka

Menengah Desa

Perdirjen Nomor Per 24/PB/2006 Tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementrian/Lembaga

Permendes PDTTrans Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016

Permenkeu Nomor 48/PMK.07/2016 Tentang Pengelolahan Transfer Daerah Dan Dana Desa

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari APBN (PP Nomor 22 Tahun 2015)

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari APBN (PP Nomor 8 Tahun 2016)

PMK Nomor 102/PMK.06/2009 Tentang Tata Car Rekonsiliasi Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat PMK Nomor 171/PMK.05/2007 Tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan

Keuangan Pemerintah Pusat PMK Nomor 172/PMK.05/2007 pasal 27

Pratikno.2009. Pregeseran Negara dan Masyarakat Dalam Desa, dalam Dadang Juliantara.Arus Bawah Demokrasi.Yogyakarta: Lappera.

Surianingrat, Bayu. 2011. Pemerintah Administrasi Desa dan Kelurahan.Bandung, Rineka Cipta.

Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang.Pemerintah Daerah.

Undang-Undang Nomor 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah

Wasistiono, Sadu dan Irwan T., 2006.Prospek pengembangan desa. Jatinangor:

Fokus Media.

Widjaja. 2008. Peraturan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 1 ayat 12.

Warsono, Hardi R., 2014. The Obstacles Of Implementatioan Of Village Allocation Find Program in the North Konawe Sountheast Sulawesi.

Journal of Mnagement and Sustaninability; Vol. 4, No. 3, ISSN 1925-4725 E-ISSN 1925-4733. Published by Canadian Center of Science and Educatiaon.Hal. 176.

LAMPIRAN

NO Jenis Kelamin Alamat

Nama Inisial

1. Hawi HW P MARENA

2. Sapari SP L MARENA

3. Parni PL P PASANG

4. Japar JP L PASANG

5. Salman

wahyu SW L MALIMONGAN

6. Haji Syam HS P MALIMONGAN

7. Juliana JU P KOTA

8. Ahmad

Fauzi AF L KOTA

9. Anti AN P SIPATE

10. Kusparman KP L SIPATE

A Tahap Perencanaan

1. Bagaimana pemerintah desa mewujudkan prinsip trasnparansi dalam proses perencanaan pengelolaan alokasi dana desa.

2. Bagaiamana tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pengalokasian dana desa?

3. Bagaimana mekanisme perencamaan pengelolaan alokasi dana desa yang dilakukan oleh pemerintah desa?

4. Siapa saja yang hadir dalam musyawarah desa dalam rangka perencanaan pengalokasian dana desa?

B Tahap Pelaksanaan

1. Bagaimana pemerintah desa dalam mendukung keterbukaan dan penyampaian informasi secara jelas kepada masyarakat dalam proses pelaksanaan program yang di danai dari alokasi dana desa?

2. Bagaimana pemerintah desa melaksanakan prinsip transparansi dalam pelaksanaan alokasi dana desa?

3. Bagaimana pemerintah desa melaksanakan prinsip akuntabilitas dalam pelaksanaan alokasi dana desa?

C Tahap Evaluasi

1. Bagaimana pemerintah desa melaksanakan prinsip akuntabilitas dalam pertanggungjawaban pengelolaan alokasi dana desa?

2. Apakah ada kesulitan atau keluhan dari pemerintah desa kepada warga dalam membuat pertanggungjawaban administrasi?

3. Apakah telah sesuai hasil pelaksanaan program alokasi dana desa dengan yang telah direncanakan sebelumnya?

Bagaimana pemerintah desa mewujudkan prinsip trasnparansi dalam proses perencanaan pengelolaan alokasi dana desa.

Jawaban :

Awal perencanaan mengadakan pertemuan untuk mennyampaikan dan menjelaskan program melalui musrenbang desa

INFORMAN 2 : SP Pertanyaan:

Bagaiamana tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pengalokasian dana desa?

Jawaban:

Saat ini ada lembaga-lembaga semacam perwakilan seperti LPM yang diikutkan INFORMAN 3: PL

Pertanyaan:

Bagaimana mekanisme perencamaan pengelolaan alokasi dana desa yang dilakukan oleh pemerintah desa?

Siapa saja yang hadir dalam musyawarah desa dalam rangka perencanaan pengalokasian dana desa?

Jawaban:

Unsur yang terlibat seperti LPM, BPD, tokoh masyarakat, dan Tim Fasilitator Kecamatan

INFORMAN 5: AM Pertanyaan:

Bagaimana pemerintah desa dalam mendukung keterbukaan dan penyampaian informasi secara jelas kepada masyarakat dalam proses pelaksanaan program yang di danai dari alokasi dana desa?

masyarakat.

INFORMAN 6: ST Pertanyaan :

Bagaimana pemerintah desa melaksanakan prinsip transparansi dalam pelaksanaan alokasi dana desa?

Jawaban:

Ada keterbukaan dan sesuai RAP dan jugadilaksanakan oleh petugas yang ditugaskan sesuai anggaran dana pelaksanaan kegiatan yang ada

INFORMAN 7: JU Pertanyaan:

Bagaimana pemerintah desa melaksanakan prinsip akuntabilitas dalam pelaksanaan alokasi dana desa?

Jawaban:

Mengganggarkan untuk pasar sore yang mana sharing dari pemerintah daerah INFORMAN 8: AF

Pertanyaan:

Bagaimana pemerintah desa melaksanakan prinsip akuntabilitas dalam pertanggungjawaban pengelolaan alokasi dana desa?

Jawaban:

Secara keseluruhan saya berdasarkan dengan kondisi yang ada, jadi semua elemen yang terkait saya libatkan karena pengelelolaan ADD desa diwajibkan membentuk tim pelaksanaan kegiatan

INFORMAN 9: AN Pertayaan:

Apakah ada kesulitan atau keluhan dari pemerintah desa kepada warga dalam membuat pertanggungjawaban administrasi?

Jawaban:

Tidak ada, semuanya berjalan sesuai dengan prosedur.

INFORMAN 10: KP Pertanyaan:

Telah sesuai dengan rencana. Itu hasil dari musrembang, jika tidak dilaksanakan ada keluhan dari masyarakat

dengan warga

d. Siapa saja yang hadir dalam musyawarah

prinsip

Hj Rospa, lahir di Marena, Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Provensi Sulawesi Selatan. Pada tanggal 08 April 1995, Anak ke 6 dari 8 bersaudara, pasangan dari Pawa dan Sulida.

penulis menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) di SDN 69 Marena tamat pada 2007, sekolah menengah pertama (SMP) di SMPN 1 Anggeraja dan tamat pada tahun 2010, kemudian melanjutkan pendidikan (SMA) di SMA Negri 1 Anggeraja dan tamat pada tahun 2013, pada tahun yang sama penulis melanjtkan pendidikannya ke jenjang pendidikan program starta satu (S1) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) melalui jalur penerimaan mahasiswa baru.

Dokumen terkait