• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arifin., 2001. Ekosistem Padang Lamun. Buku Ajar. Jurusan Ilmu Kelautan, Fakulatas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin.

Makassar.

Azkab, M. H. 1999. Pedoman Inventarisasi Lamun. Jurnal Oseana 24 (1): 1- 16.

Azkab MH. 2006. Ada apa dengan lamun. Majalah Semi Polpuler Oseana 31(3):45-55

Brower, J. E., J. H. Zar dan C. V. Ende. 1998. Field and Labotory Method for General Ecology Volume I. WCB McGraw-Hill, New York.

COREMAP-LIPI, 2014.Panduan Monitoring Padang Lamun. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta.

CRITC-COREMAP II. 2009. Pemantauan Perikanan Berbasis Masyarakat (Creel) di Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2008. Critc-Coremap II. Jakarta.

Dahuri, R., 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu.PT . Pradnya Paramita. Jakarta.

Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting, dan M.J. Sitepu, 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Terpadu. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Effendi, H., 2003.Telaah Kualitas Air Bagi Pengolahan Sumberdaya Hayati Lingkungan Perairan.Kanisius.Yogyakarta.

Felisberto P, Jesus SM, Zabel F, Santos R, Silva J, Gobert S, Beer S, Björk M, Mazzuca S, Procaccini G, Runcie JW, Champenois W, Borges AV. 2015.

Acoustic Monitoring of O2 Production of a Seagrass Meadow. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. Vol 464: 75–87.

Feryatun, Fiki., B. Hendrarto, N. Widyorini. 2012. Kerapatan dan Distribusi Lamun (Seagrass) Berdasarkan Zona Kegiatan yang Berbeda di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Jurnal Sumberdaya Perairan.

Green, P. E dan F. T. Short. 2003. World Atlas of Seagrasses. Prepared by the UIMEP World Conservation Monitoring Centre.University of California Press, Berkeley, USA.

Harpiansyah., Pratomo, A., Yandri, F. 2014. Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Desa Pengudang Kabupaten Bintan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Kepulauan Riau.

Hutomo, M., 1999. Proses Peningkatan Nutrient Mempengaruhi Kelangsungan Hidup Lamun. LIPI. Jakarta.

Ira, D., Oetama dan Juliati. 2013. Kerapatan dan Penutupan Lamun pada Daerah Tanggul Pemecah Ombak di Perairan Desa Terebino Propinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan.

Kasim, M. 2013. Struktur Komunitas Padang Lamun pada Kedalaman yang Berbeda di Perairan Desa Berakit Kabupaten Bintan. Jurnal. Programme Study of Marine Science Faculty of Marine Science and Fisheries, Maritime Raja Ali Haji University.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51. 2004. Tentang Baku Mutu Air Laut Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51. 2004. Tentang Baku Mutu Air Laut Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Kirkman H. 1990. Seagrass Distribution and Mapping. In: Phillips RC, McRoy CP (editor), Seagrass Research Methods. France: UNESCO.

Kiswara, W. 1992.Community Structure and Biomass Distribution of Seagrass at Banten Bay, West Java, Indonesia.

Kiswara, W. 2004.Vegetasi Lamun (Seagrass) di Rataan Terumbu Pulau Pari, Pulau-Pulau Seribu, Jakarta. Oseanologi di Indonesia 25 : 31-49.

Kusnadi, A., T. Triandiza dan U. E. Hernawan.2008. Inventarisasi Jenis dan Potensi Moluska Padang Lamun di Kepulauan Kei Kecil, Maluku Tenggara.LIPI. Jurnal Tual-Maluka Tenggara 9 (1): 30-34.

Latuconsina, H., dan L, Dawar. 2012. Telaah Ekologi Komunitas Lamun (Seagrass) Perairan Pulau Osi Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan 5 (2): 12-19.

Newmaster AF, Berg KJ, Ragupathy S, Palanisamy M, Sambandan K, Newmaster SG. 2011. Local nowledge and conservation of seagrass in the Tamil Nadu State of India. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine. 7: 37.

Nur, C. 2011. Inventarisasi Jenis Lamun dan Gastropoda yang Berasosiasi di Perairan Pulau Karampuang Mamuju.[SKRIPSI]. Universitas Hasannudin, Makasar.

Romimohtarto, K dan Juwana, S., 2001. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Penerbit Djambatan. Jakarta.

Sakaruddin, M, I. 2011. Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan dan Luas Penutupan Lamun di Perairan Pulau Panjang Tahun 1990 – 2010. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.IPB. Bogor.

Sauyai, A. N. R., B. T. Wagey dan G. S. Gerung. 2015. Komparasi Struktur Komunitas Lamun di Bantayan Kota Dumaguete Filipina dan di Tanjung Merah Kota Bitung Indonesia. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis 1 (1): 15-19.

Simanjuntak, M. 2007. Oksigen Terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan Teluk Klabat, Pulau Bangka. Jurnal Ilmu Kelautan. Vol 12(2):59-66.

Supriharyono, 2007.Konservasi Sumberdaya Hayati di Wilayah Pesisir Tropis.

Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Susana, T. 2009. Tingkat Keasaman (Ph) dan Oksigen Terlarut Sebagai Indikator Kualitas Perairan Sekitar Muara Sungai Cisadane. Jurnal Teknologi Lingkungan.Vol 5(2).LIPI. Jakarta.

Vermaat, J. E., N. S. R. Agawin, C. M. Duarte, M. D. Fortes, N. Marba, dan J. S.

Uri. 1995. Meadow Maintenance, Growth and Productivity of A Mixed Philippine Seagrass Bed. Marine Ecology Progress Series, 124:215-225.

Wirawan, A. A. 2014. Tingkat Kelangsungan Hidup Lamun yang Ditransplantasi Secara Multispesies di Pulau Barranglompo.[SKRIPSI]. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Waycott, M., McMahon K, J. Mellors, A. Calladine, dan D. Kleine. 2004. A Guid to Tropical Seagrasses of the Indo-West Pacific. James Cook University,

Townsville-Queensland-Australia.

Wisnubudi. G dan E. Wahyuningsih. 2014. Kajian Ekologis Ekosistem Sumberdaya Lamun Dan Biota Laut Asosiasinya Di Pulau Pramuka, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (Tnkps). Universitas Nasional

LAMPIRAN

Lampiran 1. Alat, Bahan, dan Kegiatan di Lapangan

Transek

Alat SCUBA

Bola Duga

Aquadest

DO meter

pH meter

Refraktometer

Kertas Label

Roll meter

Termometer

Pengukuran Data Suhu

Pengukuran Data Kecerahan

Pengukuran Data Arus

Pengukuran Data Kedalaman

Pengukuran Data DO

Pengukuran Data pH

Pengukuran Data Salinitas

Tumbuhan selain lamun di lapangan:

Padina sp

Sargassum sp

Lampiran 2. Analisis Data Penutupan, Kerapatan, dan Pola Pemencaran Lamun Penutupan Lamun

Lokasi/Stasiun : Pulau Poncan Gadang/I Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Desember 2018

Transek Nilai Penutupan Lamun (%) Rata-rata Penutupan Lamun (%)

Lampiran 2. Lanjutan

Lampiran 2. Lanjutan

Lokasi/Stasiun : Pulau Poncan Gadang/II Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Desember 2018

Transek Nilai Penutupan Lamun (%) Rata-rata Penutupan Lamun (%)

Lampiran 2. Lanjutan

Lampiran 2. Lanjutan

Lokasi/Stasiun : Pulau Poncan Gadang/III Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Desember 2018

Transek

Nilai Penutupan Lamun

(%) Rata-rata Penutupan Lamun (%)

Kuadrat Meter Kotak

Lampiran 2. Lanjutan

Lampiran 2. Lanjutan Kerapatan Lamun

Lokasi/Stasiun : Pulau Poncan Gadang/I Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Desember 2018

Transek Kerapatan Jenis Lamun per Satuan Luas Kuadrat Meter

90 0 0 0 0

100 0 0 0 0

Rata-rata 4.727273 99.151515

Jumlah 156 3272

Lampiran 2. Lanjutan

Lokasi/Stasiun : Pulau Poncan Gadang/II Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Desember 2018

Transek Kerapatan Jenis Lamun per Satuan Luas Kuadrat Meter

50 0 0 0 0

Lokasi/Stasiun : Pulau Poncan Gadang/III Hari, Tanggal : Sabtu, 01 Desember 2018

Transek Kerapatan Jenis Lamun per Satuan Luas Kuadrat Meter

10 0 0 31 124

20 9 36 34 136

30 0 0 7 28

40 25 100 38 152

50 32 128 0 0

60 53 212 27 108

70 23 92 0 0

80 32 128 2 8

90 20 80 0 0

100 2 8 3 12

Rata-rata 68.7273 63.6364

Jumlah 2268 2100

Lampiran 2. Lanjutan

Lampiran 2. Lanjutan

39 7 -1294

Lampiran 2. Lanjutan

Pola Pemencaran Cymodocea rotundata

n xi Xi²-N N(N-1) ∑Xi²-N id

1 18 128 38220 456 0.178964

2 15 29

3 4 -180

4 5 -171

5 13 -27

6 34 960

7 16 60

8 2 -192

9 12 -52

10 15 29

11 12 -52

12 17 93

13 5 -171

14 13 -27

15 15 29

N 196

Dokumen terkait