• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tambusai, Mazni.Pelaksanaan Outsourcing Ditinjau dari Aspek Hukum Ketenagakerjaan Tidak Mengaburkan Hubungan Industria.l. dalam Informasi Hukum Vol.1 Tahun VI.2004.

Sutedi, Adrian.Hukum Perburuhan.Cet.1.Sinar Grafika. Jakarta. 2009.

Priambada, Komang.outsourcing Versus Serikat Pekeja.Alih Daya Publishing. Jakarta. 2008.

Yasar, Iftida.Sukses Implementasi.Cet.1.PPM Manajemen. Jakarta. 2008. Ali, Zainuddin.Metode Penelitian Hukum. Cet.2. Sinar Grafika. Jakarta. 2010.

Irianto, Sulistyowati dan Shidarta.Metode Penelitian Hukum. Cet.1. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. 2009.

Soekanto, Soerjono.Pengantar Penelitian Hukum. Cet.1. UI Press. Jakarta. 1983. Mahmud, Peter Marzuki.Penelitian Hukum. Cet.1. Kencana. Jakarta. 2005.

Dewata, Mukti Fajar Nur dan Yulianto Achmad.Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Cet.1. Pustaka Pelajar. Jakarta. 2010.

Suwondo, Chandra.Outsourcing Implementasi di Indonesia. Elex Media Komputindo. Jakarta. 2003.

Indrajit, Richardus Eko.Proses Bisnis Outsourcing. Cet.2. Grasindo. Jakarta. 2004. Tambusai,Muzni.Pelaksanaan Outsourcing (Alih Daya) ditinjau dari aspek hukum

ketenagakerjaan tidak mengaburkan hubungan industrial, http://www.nakertrans.go.id/arsip berita/naker/outsourcing.php. 29 Mei Tunggal, Amin Widjaja.Outsourcing Konsep dan Kasus. Harvarindo. Jakarta. 2008. Jehani, Libertus.Hak-Hak Karyawan Kontrak. Cet.2. Forum Sahabat. Jakarta. 2008.

Murti, Bisma.Mengelola SDM Secara Contracting Out, dalam Workshop: Pertemuan tahunan ke-7 Desentralisasi Kesehatan. UGM. Yogyakarta. 2008. Soejono. Pedoman Perburuhan. G.C.T.Van Dorp & CO N.V. Jakarta. 2013.

Suhartono Widagdo, Bambang.Hak Mogok Pekerja/Buruh Dalam Hubungan Industrial Indonesia. Surabaya. 2005.

Sjahputra Tunggal, Iman.Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Havarindo. Jakarta. 2005.

Hutabarat, Jemsly dan Matani Husein.Operasionalisasi Strategi. Elex Media Komputindo. Jakarta 2004.

Muyadi. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Salemba Empat. Jakarta. 2007.

Rivai, Veithzal.Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 2004.

Ruky, Ahmad. Sistem Manajemen Kinerja. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2002. Cardoso Gomes, Faustino.Manajemen Sumber Daya Manusia. Andhi. Yogyakarta.

2003.

Simamora, Henry. Manajemen Sumber Daya Manusia. Rinneka Cipta. Jakarta. 2001. Kusdhiyah Rachmawati, Ike. Manajemen Sumber Daya Manusia. Andhi. Yogyakarta

2008.

Umar, Husein.Evaluasi Kinerja Perusahaan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta 2005.

Iskandar, Muhaimin.kilasan tentang Hukum. Metro TV. 2010.

Jurnal Analisis Sosial.Upah Minimum dan Kesejahteraan Buruh: Peluang dan Tantangan bagi Serikat Buruh. Vol.7. Akatiga. 2002.

SP Hasibuan, Malayu. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara. Jakarta. 2005.

Rachman Budiono, Abdul.Hukum Perburuhan di Indonesia. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 1997.

Sjahputra Tunggal, Iman.Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Havarindo. Jakarta. 2005.

M. Hanafi, Muchlis.Kerja dan Ketenagakerjaa. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran. Jakarta 2010.

Amin Suma, Muhammad. Tafsir Ayat Ekonomi. Amzah. Jakarta 2013. Kumpulan Beberapa Artikel. Keadilan Sosial. Kompas. Jakarta. 2004.

Perundang-Undangan:

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketengakerjaan.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tentang Tata Cara Perijinan

Perusahaan PENYEDIA Jasa Pekerja/Buruh, KEPMEN No.

101/MEN/IV/2004. Lembaran Lepas 2004.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2012 Tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER-04/MEN/1994 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.102/MEN/VI/ 2004 Tahun 2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Waktu Kerja Lembur.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

PERATURAN KINERJA PARA PEKERJA PADA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN

INFORMATIKA

BAB XIV

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI

Bagian Kesatu

Kedudukan, Tugas dan fungsi

Pasal 737

(1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur pendukung tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika melalui Sekretaris Jendral.

(2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh seorang kepala. Pasal 738

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan melalui pendidikan dan pelatihan pegawai.

Pasal 739

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelanggarakan fungsi :

a. Pelaksanaan tugas dibidang pendidikan dan pelatihan pegawai ;

b. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan pegawai ; dan

c. Pelaksanaan administrasi.

Bagian Kedua Susunan Organisasi

Pasal 740

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas : a. Bagian Tata Usaha ;

b. Bidang Program dan Evaluasi ; dan c. Bidang Penyelanggaraan.

Bagian Ketiga Bagian Tata Usaha

Pasal 741

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi pusat. Pasal 742

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741, Bagian Tata Usaha menyelanggarakan fungsi :

a. Pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

Pasal 743 Bagian Tata Usaha terdiri atas :

a. Subbagian Kepegawaian; b. Subbagian Keuangan; c. Subbagian Umum.

Pasal 744

(1) Subbagian Kepagawaian mempunyai tugas melakukan tugas kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan.

(3) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan.

Bidang Program dan Evaluasi Pasal 745

Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program, rencana, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan pegawai.

Pasal 746

Dalam melaksanakan tugas sebgaimana dimaksud dalam Pasal 745, Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan :

a. Penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan pegawai kementrian;

b. Penyiapan bahan kerja sama dengan instansi terkait di bidang pendidikan dan pelatihan pegawai;

c. Pemantauan, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pendidikan dan pelatihan pegawai kementrian.

Pasal 747 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas :

a. Subbidang Program Pendidikan dan Pelatihan;

b. Subbidang Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan; dan

c. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 748

(1) Subbidang ProgramPendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran pendidikan dan pelatihan pegawai kementerian.

(2) Subbidang Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kerja sama dengan instansiterkait di bidang pendidikan dan pelatihan pegawai.

(3) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pemantauan, penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pedidikan dan pelatihan pegawai.

Bagian Kelima Bidang Penyelenggaraan

Pasal 749

Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, teknis, dan fungsional di lingkungan kementerian.

Pasal 750

Dalam melaksanakan tugas yang dimaksud dalam Pasal 749, Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi :

a. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan di lingkungan kementerian;

b. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai yang akan atau telah menduduki jabatan fungsional;

c. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 751

Bidang Penyelenggaraan terdiri atas :

a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan; b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional; dan c. Subbidang Pelatihan dan Pelatihan Teknis.

Pasal 752

(1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan mempunyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan di lingkungan kementrian.

(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Fungsional mempuyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan pegawai yang akan atau telah menduduki jabatan fungsional.

(3) Subbidang Pelatihan dan Pelatihan Teknis mempuyai tugas melakukan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis.

BAB XV

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Pasal 753

Di lingkungan Kementrian Komunikasi dan Informatika dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan.

Pasal 754

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 755

(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai bidang keahliannya.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.