Tahap VI Uji coba produk terbatas
DAFTAR PUSTAKA
Airasian, Peter and L. R. Gay. (2000). Educational research: Competence for analysis an application (6th ed.). New Jersey: Merrill Prentice Hall.
Arikunto, Suharsimi. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Barus, Gendon. (2015). Menakar Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi di SMP.
Cakrawala Pendidikan, Juni 2015, Th XXXIV No. 2.
Cahyati, Mercy. (2017). Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal Dengan Pendekatan Experiental Learning Untuk Meningkatkan Karakter Penerimaan Diri Dan Sosial. Skripsi, tidak diterbitkan, USD, Yogyakarta.
Depdiknas. (2003). Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, tentang sistem Pendidikan Nasional.
Djahiri. (2007). Sikap Demokratis Peserta Didik. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Elvani, Malkian, 2010, Sikap demokrasi menurut Malkian Elvani [Online].
Tersedia : http://yanel.wetpaint.com diakses pada Kamis, 23 Maret 2017 Fathurrohman. (2013). Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung: PT Refika
Aditama.
Gunawan. (2014). Pendidikan Karakter:Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Herdiawanto & Hamdayama. (2010). Cerdas, Kritis, dan Aktif Berwarganegara. Jakarta: Erlangga.
Johnson, Elaine B. (2003). Contextual Teaching & Learning. Bandung: MLC Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan
Nasional(tersedia:https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/07/pengu atan-pendidikan-karakter-jadi-pintu-masuk-pembenahan-pendidikan-nasional) diakses Jumat, 19 Januari 2018
Ivantoro, Donal. (2017). Peningkatan Karakter Self Leadership Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Dengan Pendekatan Experiental Learning. Skripsi, tidak diterbitkan, USD, Yogyakarta.
Jihad,Haris. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta : Multipresindo
Kemendiknas. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Badan Penelitian dan Pengmebangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kemendiknas (2010). Panduan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama.
Koesoema, Doni. 2012. Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh. Yogyakarta: Kanisius.
Kustandi, Cecep & Sutjipto, Bambang. (2013). Media Pembelajaran: Manual dan Digital Edisi Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia.
Majid, A. &Andayani, D. (2013). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mardalis. 2008. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.
Musaheri. (2014). Self Leadership: Motor Penggerak Kepemimpinan Mutu Pendidikan. Journal Pelopor Pendidikan. Vol 6 No. 2, 79-84.
Neck, C. P.,& Houghton, J. D. (2006). Two decades of self-leadership theory and research. Journal Managerial Psychology Vol 21 No.4, 270-295.
Nitko A.J. (1996). Educational Assessment of Student, 2nd Ed. Columbus Ohaio: Prentice Hall.
Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013
Poerwanti E. (2001). Evaluasi Pembelajaran, Modul Akta Mengajar: UMM Press. Prijowuntato, W. S. (2016). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Sanata Dharma
University Press.
Rianse dan Abdi. 2011. Metodelogi Penelitian Sosial dan Ekonomi. Bandung: Alfabeta.
Riduwan. 2013.Skala Pengukuran Vaiabel-variabel Penelitian.Bandung:Alfabeta Robbins, SP. (2006). Perilaku Organisasi Kontrovensi, Aplikasi, Edisi Bahasa
Sadiman, Arif. (1989). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatan. Jakarta: Rajawali.
Sjarkawi. 2011. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: Bumi Aksara
Strange, C. Carney. 2004. Measuring Up: Defining and Assessing Outcomes of Character in College. New Directions For Institutional Research, No. 122,.Wiley Periodicals, Inc.
Subali Bambang & Pujiyati Suyata (2011). Panduan Analisis Data Pengukuran Pendidikan Untuk Memperoleh Bukti Empirik Kesahihan Menggunakan Program Quest. Yogyakarta: UNY Press.
Sudjana. (2008). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sujadi. (2003). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Sumintono & Widhiarso. (2013). Aplikasi Model Rasch untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Cimahi : Trim Komunikata Publishing House.
Sunardi dan Sunaryo. (2006). Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas Dirjen Ditkti Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan dan Tenaga Perguruan Tinggi.
Suwandi, Sarwiji. (2010). Model Assesmen dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sugiyono, (2015). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suprananto & Kusaeri. (2012). Pengukuran dan Penilaiaan Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suwandi, Sarwiji. (2010). Model Assesmen dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
Suyadi. (2013). STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER.Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003
Uno, Hamzah B. & Koni, Satria. (2012). Assessment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Usman, M. Basyiruddin dan Asnawir. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta:
Vania, Clara. (2017). Efektifitas Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal Kolaboratif Dengan Pendekatan Experiental Learning Untuk Meningkatkan Karakter Kepemimpinan Demokratis. Skripsi, tidak diterbitkan, USD, Yogyakarta.
Wibowo, Agus. (2013). Pendidikan Karakter Di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Winarno. (2006). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Winarno. (2010). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wright, B. D. and Masters, G. N. (1982). Rating scale analysis. Chicago: MESA Press.
http://www.semestapsikometrika.com/2017/07/analisis-item-menggunakan-winstep.html
Yaumi, Muhammad. (2014). Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar, & Implementasi. Jakarta: Predanamedia Group.
Yukl, G. (2006). Leadership in organizations (6th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Zainul, Asmawie. (1977). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: PAU-PPAI.
Zamroni, 2000. Pendidikan Tantangan Menuju Untuk Demokrasi (Civil Society), BIGRAF Publishing, Jakarta.
Zubaedi. (2013). Desain Pendidikan Karakter: konsepsi dan Aplikasi dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Lampiran 1.
Tabulasi Data Hasil Tes Karakter Demokratis Kelas VII A SMP Negeri 7 Cirebon
Lampiran 2.
Tabulasi Data Hasil Tes Karakter Demokratis Kelas VIII A SMP Negeri 7 Cirebon
Lampiran 3.
Tabulasi Data Hasil Tes Karakter Kepemimpinan Diri Kelas VII A SMP Negeri 7 Cirebon
Lampiran 4.
Tabulasi Data Hasil Tes Karakter Kepemimpinan Diri Kelas VIII A SMP Negeri 7 Cirebon
Lampiran 5.
Lampiran 6.
Lampiran 7.
Print Out Hasil Uji Validitas dan Tingkat Kesukaran Soal Tes Karakter Demokratis
Lampiran 8.
Print Out Hasil Uji Validitas dan Tingkat Kesukaran Soal Tes Karakter Kepemimpinan Diri
Lampiran 9.
Lampiran 10.
Lampiran 11.
Skala Validasi Efektivitas Penggunaan Soal Tes Karakter Demokratis dan Karakter Kepemimpinan Diri
Pengantar
Anak-anak yang budiman, kalian telah mengikuti serangkaian tes hasil pendidikan karakter berbasis film/video karakter. Bagaimana, videonya menarik, bukan...? Kegiatan ini telah selesai, terimakasih atas kesediaan kalian berpartisipasi. Sekarang, kami mohon kesediaan kalian untuk memberi kesan-kesan atau penilaian atas kualitas tes tadi. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan apa yang kamu alami /rasakan tentang tes tersebut.
No
Item Pernyataan Ya Kurang Tidak
Tidak Tahu
1. Menarik dan asyik
2. Menyenangkan dan menghibur
3. Sangat bermanfaat untuk menyadari kualitas diri 4. Menyadarkan saya untuk memperbaiki perilaku 5. Membuka mata hati/nurani
6. Mendorong tekad/keberanian berbuat lebih baik 7. Menimbulkan rasa bersalah
8. Mempermalu diri sendiri 9. Menumbuhkan rasa diri berharga
10. Menelanjangi kelemahan/kekurangan diri 11. Menimbulkan rasa sedih dan prihatin
12. Sangat bermanfaat mendorong perbaikan prilaku 13. Menimbulkan rasa menyesal
14. Menumbuhkan keinginan menolong orang lain 15. Menumbuhkan rasa bersyukur
16. Menentang diri untuk bertobat dari prilaku buruk 17. Sangat membosankan/melelahkan
18. Sangat berat dan sulit
19. Soalnya terlalu panjang dan rumit
20. Mendorong keberanian bertanggungjawab 21. Membangkitkan kesadaran menghargai teman 22. Menumbuhkan rasa kemanusiaan dan menolong 23. Mempererat rasa persaudaraan/persahabatan 24. Menumbuhkan ketaatan terhadap norma/peraturan 25. Membangkitkan keinginan berusaha/daya juang 26. Sangat baik/sesuai untuk mengukur karakter siswa 27. Beberapa potongan film/video tidak menyambung dengan
pertanyaan & opsi jawaban
28. Menumbuhkan keinginan berbagi/rela berkorban 29. Mendorong siswa lebih disiplin
Lampiran 12.
Tabulasi Data Validasi Efektivitas Penggunaan Soal Tes Karakter Demokratis dan Karakter Kepemimpinan Diri
No Kurang Tidak Tidak Tahu % Ya
1 12 2 3 77 2 21 1 1 69 3 4 2 1 91 4 6 1 1 89 5 15 2 1 76 6 6 1 1 89 7 8 25 3 51 8 13 45 10 8 9 14 6 3 69 10 12 37 10 20 11 13 6 3 70 12 6 1 3 86 13 17 22 1 46 14 5 2 1 89 15 2 2 1 93 16 10 2 1 74 17 17 46 5 8 18 7 66 0 1 19 8 59 2 5 20 5 2 4 84 21 5 2 1 89 22 6 1 1 89 23 4 2 1 91 24 8 2 3 82 25 6 2 3 85 26 7 1 3 85 27 12 43 7 16 28 13 0 1 81 29 7 0 0 91 30 12 47 3 16
Lampiran 13.
Lampiran 14.
Surat Ijin Penelitian & Uji Coba Soal Tes Pendidikan Karakter
Lampiran 15.
Daftar Hadir Subjek Penelitian Kelas VII A
Lampiran 16.