BAB III. FORMAT PERANCANGAN RISET TERAPAN (PROPOSAL SKRIPSI)
4. Daftar Tabel
Daftar tabel berisi urutan tabel yang terdapat dalam naskah Proposal. Urutan tabel dibuat dengan angka sama seperti penulisan urutan bab, sub-bab dalam bagian utama. Setelah nomor tabel kemudian ditulis judul tabel, dan nomor halaman table pada naskah proposal. Contoh daftar tabel dapat merujuk pada lampiran 16.
5. Daftar Persamaan
Daftar persamaan mencakup urutan persamaan seperti rumus atau formula yang digunakan dalam penelitian. Contohnya yaitu: rumus pengambilan sampel, rumus pengukuran, rumus perhitungan, rumus statistik. Contoh daftar persamaan dapat merujuk pada lampiran 17.
6. Daftar Lampiran
Daftar lampiran mencakup urutan lampiran yang terdapat dalam naskah Proposal. Setelah nomor urut lampiran kemudian ditulis lampiran. Lampiran berisikan contoh kuesioner, kuesioner yang direvisi, hasil pengolahan data dengan aplikasi, hasil obrservasi, hasil wawancara, hasil dokumentasi, data primer dalam penelitian atau data sekunder penelitian. Contoh daftar lampiran dapat merujuk pada lampiran 18.
3.2. BAGIAN AWAL SKRIPSI
Bagian awal skripsi mencakup halaman sampul muka (cover), halaman pengesahan, pernyataan orisinalitas, abstrak bahasa Indonesia, abstrak Bahasa Inggris, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar persamaan dan daftar lampiran.
1. Cover Skripsi
Halaman sampul muka mencakup judul skripsi, lambang Politeknik Negeri Batam, nama mahasiswa, nama prodi, jurusan dan Politeknik Negeri Batam, serta tahun (adalah tahun penyelesaian penulisan skripsi), dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Judul skripsi harus memenuhi kriteria singkat, jelas, dan menunjukkan masalah yang diteliti, serta tidak membuka peluang penafsiran yang beragam. Di atas judul ditulis kata sebagai berikut (lihat lampiran 19)
SKRIPSI
b. Logo Politeknik Negeri Batam dengan diameter 6 cm (Center)
c. Nama mahasiswa harus ditulis lengkap (diikuti Nomor Induk Mahasiswa)
d. Nama Program Studi, nama Jurusan, Politeknik Negeri Batam, dan Tahun yang disusun urut ke bawah. Berikut ini contoh penyusunannya (lihat lampiran 19)
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS TERAPAN JURUSAN MANAJEMEN BISNIS POLITEKNIK NEGERI BATAM
2020
e. Tahun yang dimaksud adalah tahun penyelesaian penulisan skripsi
f. Cover skripsi menggunakan kertas HVS A4, 70 gram dan dijadikan satu beserta isi skripsi dengan menggunakan binder clips/ penjepit kertas berwarna hitam g. Batas pengetikan (margin), ditinjau dari tepi kertas, diatur sebagai berikut:
Tepi atas: 3 cm Tepi kanan: 3 cm Tepi bawah: 3 cm Tepi kiri: 4 cm
h. Semua huruf pada sampul depan ditulis dengan huruf kapital, Times New Roman, ukuran 14, dan dicetak tebal (lihat lampiran 19).
2. Halaman Pengesahan, Pernyataan Orisinalitas, Abstrak Bahasa Indonesia, Abstrak Bahasa Inggris, Kata Pengantar
Halaman pengesahan dapat merujuk pada contoh seperti pada lampiran 20.
Sedangkan contoh pernyataan orisinalitas, abstrak Bahasa Indonesia, abstrak Bahasa Inggris dan kata pengantar secara berurutan pada lampiran 21, 22, 23, 24. Abstrak berisi miniatur isi keseluruhan tulisan meliputi masalah, tujuan, metode, hasil, simpulan dan signifikan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maksimal 250 kata. Dengan menyertakan kata kunci, yaitu memuat konsep yang terkandung dalam artikel tanpa menggunakan gaya huruf tebal atau miring. Abstrak minimal harus memiliki satu kata kunci. Jika lebih dari satu kata kunci, gunakan koma sebagai pemisahnya.
3. Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Persamaan dan Daftar Lampiran
Contoh daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar persamaan dan daftar lampiran dapat merujuk pada lampiran 14, 15, 16, 17, 18.
3.3. BAGIAN UTAMA
Bagian utama proposal terdiri dari 3 bab, yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka dan metode penelitian. Sedangkan skripsi memuat 5 bab, yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, penutup.
1. BAB I. PENDAHULUAN
Pendahuluan mencakup empat sub bab yakni latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
1.1. Latar Belakang
Latar belakang penelitian mencakup alasan-alasan penting dan perlunya meneliti masalah. Pada latar belakang juga dijelaskan kedudukan masalah yang diteliti dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. Dalam latar belakang harus terdapat data sekunder yang mendukung pentingnya penelitian dilakukan atau menambahkan data hasil wawancara/ observasi / dokumentasi yang sudah dilaksanakan oleh peneliti atau peneliti lain.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah mencakup pernyataan singkat tentang masalah yang diteliti, batasan masalah yang diteliti, yang dapat disusun dalam kalimat pertanyaan.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mencakup sasaran yang akan diperoleh dalam penelitian.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian mencakup manfaat praktis dan teoritis yang akan diperoleh dari penelitian, baik untuk pemanfaatan pada objek penelitian seperti perusahaan, pengembangan ilmu, teknologi, metodologi, atau pembangunan nasional.
1.4.1. Manfaat Praktis
1.4.2. Manfaat Teoritis
2. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab tinjauan pustaka mencakup rincian mengenai kajian dan landasan teori yang digunakan sebagai pendukung dalam pemecahan masalah. Bab II ini memiliki 3 atau 4 sub bab yaitu kajian empiris, kajian teori, kerangka pemikiran serta hipotesis (jika ada). Kajian empiris ditulis dalam bentuk tabel dan berisikan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Selain itu, kajian empiris berisikan minimal 7 artikel penelitian dengan rincian yaitu minimal 2 penelitian internasional dan minimal 5 penelitian nasional dengan rentang waktu paling lama 10 tahun terakhir dari tahun terbitnya artikel tersebut. Pada artikel internasional, selain nama peneliti dan judul penelitian tidak diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Kajian empiris disusun dengan urutan artikel terbaru hingga artikel yang paling lama. Contoh penulisan kajian empiris dapat merujuk pada lampiran 25. Selain menampilkan table kajian empiris peneliti juga perlu menguraikan perbedaan dan persamaan penelitiannya dengan penelitian yang disajikan pada tabel kajian empiris .
Landasan teori mencakup kajian teori atau referensi sebagai tinjauan Pustaka pada penelitian. Ketajaman analisis permasalahan yang disajikan mempengaruhi tingkat kedalaman dan keluasan aspek-aspek yang diteliti dengan tetap menyebutkan sumber referensinya. Landasan teori hendaknya merujuk pada penelitian-penelitian yang baru (minimal 10 tahun terakhir). Selain itu, landasan teori mencakup teori-teori yang masih berlaku, relevan, dan valid (tahun publikasi atau tahun terbit dapat lebih lama dari 10 tahun terakhir), akan tetapi dapat menunjukkan perkembangan teori tersebut. Untuk sub bab kerangka pemikiran dapat merujuk pada lampiran 26 dilanjutkan dengan sub bab hipotesis (jika terdapat pengujian hipotesis).
3. BAB III. METODE PENELITIAN
Pada metode penelitian peneliti dapat menjelaskan cara yang digunakan untuk menyelesaikan penelitiannya sehingga bisa mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Dibawah ini terdapat bagian-bagian dari penulisan metode penelitian baik yang menggunakan metode penelitian kuantitatif, metode
penelitian kualitatif dan metode penelitian penelitian campuran beserta urutan penomoran sub bab dan anak sub bab nya.
Penelitian Kuantitatif 3.1. Desain Penelitian
Pedoman atau prosedur serta teknik dalam perencanaan penelitian yang berguna sebagai panduan untuk membangun strategi yang menghasilkan model penelitian.
3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi
Jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Harus menjelaskan siapa yang menjadi populasi penelitian dan jumlah populasi penelitian (jika jumlah populasi diketahui). Jika populasi tidak diketahui jumlahnya, maka sampaikan alasan ilmiahnya.
3.2.2. Sampel
Berisikan teknik sampel yang digunakan dan besaran sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Harus berdasarkan pada buku metode penelitian.
3.3. Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variabel berisikan uraian tentang batasan variabel yang digunakan atau tentang apa yang diukur oleh variabel tersebut. Merujuk pada teori yang digunakan di bab 2, definisi variabel adalah penjelasan peneliti mengenai variabel penelitian yang akan diteliti. Variabel penelitian adalah konsep yang dapat diukur, karakteristik atau gejala yang dapat memiliki nilai yang berbeda. Variabel penelitian disajikan dalam bentuk tabel. Dimensi adalah makna-makna yang berbeda ditentukan pada kelompok yang berbeda. Kelompok tersebut disebut dimensi. Suatu variabel dapat terdiri dari satu dimensi atau lebih. Dimensi tidak dapat diamati secara langsung sehingga memerlukan indikator. Sedangkan indikator merupakan bagian dari dimensi yang dapat terdiri dari satu atau lebih. Item pertanyaan/ pernyataan berupa instrumen pertanyaan/ pernyataan sesuai pengembangan dari peneliti, akan tetapi tidak menyimpang dari teori yang digunakan. Contoh penulisan
3.4. Jenis Data Penelitian
Data pada penelitian terdiri dari dua jenis diantaranya yaitu data primer dan sekunder. Suatu penelitian dapat menggunakan data primer dan atau data sekunder.
3.4.1. Data Primer
Sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda) atau pengukuran. Disertai dengan penjelasan data primer apa saja yang digunakan dalam penelitian ini. Contoh data primer adalah tanggapan responden mengenai kualitas pelayanan, kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen dari suatu penelitian.
3.4.2. Data Sekunder
Sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder biasanya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang disusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Contohnya data sekunder adalah sejarah perusahaan, proses bisnis, dan data lain yang telah tersedia di perusahaan.
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data berupa kuesioner baik dalam bentuk pertanyaan maupun pernyataan dengan jawaban tertutup. Dalam sub bab ini juga diterangkan skala pengukuran yang digunakan dan jenisnya. Skala pengukuran berupa nominal, ordinal, interval dan rasio. Contohnya skala pengukuran dalam penelitian ini adalah ordinal, dengan jenis 4 skala likert (sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju). Berdasarkan teori metode penelitian yang digunakan contohnya Sugiyono.
Untuk penggunaan skala pengukuran interval, maka dijelaskan pula rumus dan tabel interval penelitian. Untuk proposal, maka kuesioner harus dilampirkan. Pada skripsi, maka kuesioner beserta salah satu hasil kuesioner yang diisi responden, dan rekap hasil kuesioner (tabulasi data) harus dilampirkan. Contoh kuesioner dapat merujuk pada lampiran 28.
3.6. Tahapan Pengolahan Data dan Metode Analisis Data 3.6.1. Tahapan Pengolahan Data
Berisikan mengenai tahapan/ proses dalam pengolahan data penelitian (gambar diagram alir penelitian) dan mendeskripsikannya dalam uraian paragraf. Contoh gambar tahapan pengolahan data pada lampiran 29.
3.6.2. Metode Analisis Data
1. Uji Instrumen Penelitian
Data primer (kuesioner) harus diuji validitas dan reliabilitas agar kuesioner yang digunakan memiliki tingkat kevalidan dan kesahihan yang dapat dipercaya. Pada data sekunder tidak perlu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas.
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sejauh mana alat ukur tersebut dapat digunakan.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur pertanyaan pada suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk.
Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan selalu konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Sedangkan data primer pada kuesioner harus dilakukan uji validitas dan reliabilitas agar instrumen yang diperoleh tepat dan handal dalam mengukur alat ukurnya (dimensi dan atau variabel). Sedangkan data sekunder tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
2. Statistik Deskriptif
Penelitian Statistik deskriptif hanya menggambarkan keadaan data asli melalui parameter-parameter statistik seperti mean, median, modus, distribusi frekuensi dan ukuran statistik lainnya.
Karakteristik yang digambarkan adalah karakteristik responden (jika ada), distribusi data mengenai data sekunder (jika ada), mendeskripsikan data pada setiap variabel penelitian (mencakup setiap item pertanyaan/ instrumen) yang ditampilkan dalam tabel atau gambar.
3. Uji Asumsi
Penelitian yang menggunakan model empiris mensyaratkan adanya asumsi tertentu (Normalitas, Multikolinearitas, Heteroskdastisitas, dan Autokorelasi) yang harus dilakukan agar model nantinya menghasilkan prediksi yang tidak bias. Untuk melakukan uji asumsi sering terdapat beberapa alternatif metode.
Peneliti dapat menggunakan tool atau program aplikasi statistik yang digunakan sepanjang dapat memenuhi asumsi yang dipersyaratkan pada model empiris tersebut. Contoh, jika data dianalisis menggunakan software SPSS, AMOS, LISREL, EVIEWS,
STATA dan sebagainya, maka model regresi berganda harus memenuhi uji asumsi klasik, namun jika data dianalisis dengan menggunakan software Smart PLS atau Warp PLS,
maka tidak perlu melakukan uji asumsi klasik. Penelitian dengan data panel maka uji asumsi klasik disesuaikan dengan teori yang ada (memakai keempat uji asumsi klasik tersebut) sedangkan jika penulis menggunakan metode analisis lain (contohnya: Structural Equation Model/ SEM), uji asumsi menyesuaikan berdasarkan teori yang relevan dan benar.
4. Statistik Inferensial
Statistika inferensial mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data atau sering juga disebut dengan sampel untuk mendapatkan peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya (populasi). Statistika inferensial diadakan pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta melakukan pengujian hipotesis sehingga sampai pada kesimpulan yang berlaku umum. Metode ini disebut juga statistika induktif karena kesimpulan yang ditarik didasarkan pada informasi dari sebagian data saja. Pengambilan kesimpulan dari statistika inferensial yang hanya didasarkan pada sebagian data saja yang menyebabkan sifat tak pasti, memungkinkan terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan, sehingga pengetahuan mengenai teori peluang mutlak diperlukan dalam melakukan metode-metode statistika inferensial. Semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data atau juga sering disebut dengan sampel untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya (populasi). Sebagai tambahan bahwa penelitian kuantitatif juga dapat berupa pengukuran atau perhitungan (selain statistik).
3.7. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu yang diperlukan dalam proses penelitian, tempat penelitian dan disertakan jadwal penelitian seperti timeline penelitian (disajikan dalam bentuk gantt chart). Contoh waktu dan tempat penelitian dapat merujuk pada lampiran 33.
Penelitian Kualitatif 3.1 Desain Penelitian
Pedoman atau prosedur serta teknik dalam perencanaan penelitian yang berguna sebagai panduan untuk membsangun strategi yang menghasilkan model penelitian.
3.2 Fokus Penelitian
Fokus penelitian merupakan lingkup batasan-batasan dalam penelitian.
Contohnya pada variabel yang digunakan disertai alasan ilmiah sesuai teori dan kajian empiris.
3.3 Subjek Penelitian
Berisikan mengenai subyek yang menjadi informan atau narasumber dari penelitian yang dilaksanakan.
3.4 Jenis Data Penelitian
Terdiri dari dua jenis data penelitian diantaranya yaitu data primer dan sekunder.
3.4.1 Data Primer
Sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda) atau pengukuran. Contohnya. Data primer dalam penelitian ini adalah tanggapan key informan mengenai strategi bisnis yang telah diterapkan.
3.4.2 Data Sekunder
Sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Disertai dengan penjelasan data sekunder apa saja yang
digunakan dalam penelitian ini. Contohnya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah sejarah perusahaan, proses bisnis, dan data lain yang sudah tersedia.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data berupa wawancara (terstruktur/ semi terstruktur), wawancara mendalam (in depth interview), observasi, dokumentasi, survey (pertanyaan/ pernyataan dengan jawaban terbuka dan sebagainya). Untuk proposal, maka panduan wawancara, panduan observasi, panduan dokumentasi, dll sebagai persiapan mengumpulkan data harus dilampirkan. Pada skripsi lampiran ditambahkan pula dengan transkrip wawancara seluruh responden, transkrip observasi, transkrip dokumentasi, rekap hasil survey/ contoh salah satu daftar pertanyaan/ pernyataan survey yg sudah diisi responden. dll yang telah dilakukan beserta foto pendukung serta data mentah (untuk teknik dokumentasi). Contoh panduan wawancara, panduan observasi, panduan dokumentasi, secara berurutan dapat dilihat pada lampiran 29, 30, dan 31.
3.6 Tahapan Pengolahan Data dan Metode Analisis Data 3.6.1 Tahapan Pengolahan Data
Berisikan mengenai tahapan/ proses dalam pengolahan data penelitian dan mendeskripsikan secara detail dalam pengolahan data penelitian.
3.6.2 Metode Analisis Data
Metode analisis data sesuai dengan metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Contoh menggunakan satu atau lebih metode QSPM/
SWOT/ IPA/ Dass test, dan berbagai metode lainnya. Menjelaskan mengenai metode-metode tersebut serta langkah- langkahnya.
3.7 Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu yang diperlukan dalam proses penelitian, tempat penelitian dan disertakan jadwal penelitian seperti timeline penelitian (disajikan dalam bentuk gantt chart). Contoh seperti pada lampiran 33.
Penelitian Campuran 3.1 Desain Penelitian
Jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti.
3.2 Ruang Lingkup Penelitian
Fokus penelitian merupakan lingkup batasan-batasan dalam penelitian.
Contohnya pada variabel yang digunakan disertai alasan ilmiah sesuai teori dan kajian empiris.
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti.
3.3.2 Sampel
Berisikan teknik sampel yang digunakan dan besaran sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
3.4 Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi Variabel mancakup uraian tentang batasan variabel yang dimaksud atau tentang apa yang diukur oleh variabel tersebut. Merujuk pada teori yang digunakan di bab 2. Definisi variabel adalah penjelasan peneliti mengenai variabel penelitian yang akan diteliti. Variabel penelitian adalah konsep yang dapat diukur, karakteristik atau gejala yang dapat memiliki nilai yang berbeda. Sedangkan dimensi adalah makna-makna yang berbeda dan ditentukan pada kelompok yang berbeda. Suatu variabel dapat terdiri dari satu dimensi atau lebih. Dimensi tidak dapat diamati secara langsung sehingga perlu adanya indikator. Indikator adalah bagian dari dimensi yang dapat terdiri dari satu atau lebih. Item pertanyaan/
pernyataan berupa instrumen pertanyaan/ pernyataan sesuai pengembangan dari peneliti, akan tetapi tidak menyimpang dari teori yang digunakan (lihat lampiran 27).
3.5 Jenis Data Penelitian
Terdiri dari dua jenis data penelitian diantaranya yaitu data primer dan sekunder. Suatu penelitian dapat menggunakan data primer dan atau data sekunder.
3.5.1 Data Primer
Data Primer diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) atau hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda) atau pengukuran. Contoh data primer dalam penelitian ini adalah tanggapan
key informan mengenai strategi bisnis yang telah diterapkan dan tanggapan responden mengenai kualitas pelayanan, kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen.
3.5.2 Data Sekunder
Data sekunder diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Contohnya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah sejarah perusahaan, proses bisnis, dan data lain yang sudah tersedia.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara narasumber (struktur/
semi-struktur), wawancara mendalam (in depth interview), observasi, dokumentasi dan atau survey (dengan pertanyaan/ pernyataan dengan jawaban terbuka/
tertutup dan sebagainya). Contoh kuesioner, panduan wawancara, panduan observasi dan panduan dokumentasi secara berurutan seperti pada lampiran 28, 29, 30 dan 31. Dalam sub bab ini juga diterangkan skala pengukuran yang digunakan dan jenisnya. Skala pengukuran berupa nominal, ordinal, interval dan atau rasio. Contoh skala pengukuran dalam penelitian ini adalah ordinal, dengan jenis 4 skala likert (sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, sangat setuju). Berdasarkan acuan teori metode penelitian yang digunakan. Misalnya Sugiyono (2016). Untuk penggunaan skala pengukuran interval, maka dijelaskan pula rumus dan tabel interval penelitian.
Untuk proposal, maka kuesioner, panduan wawancara, panduan observasi, panduan dokumentasi dan pertanyaan survey harus dilampirkan. Pada skripsi, maka kuesioner beserta salah satu hasil kuesioner yang diisi responden, data rekap hasil kuesioner (tabulasi), transkrip wawancara seluruh narasumber, transkrip observasi, transkrip dokumentasi yang telah diisi dan foto serta data mentah (jika menggunakan teknik dokumentasi) harus dilampirkan.
3.7 Tahapan Pengolahan Data dan Metode Analisis Data 3.7.1 Tahapan Pengolahan Data
Berisikan mengenai tahapan/ proses dalam pengolahan data penelitian dan mendeskripsikan secara detail dalam pengolahan data penelitian.
3.7.2 Metode Analisis Data
Metode analisis data pada penelitian campuran merupakan analisis data yang digunakan untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif (seperti penjelasan pada halaman 30 sd. 32 dan 34).
3.8 Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu yang diperlukan dalam proses penelitian, tempat penelitian dan disertakan jadwal penelitian seperti timeline penelitian (disajikan dalam bentuk gantt chart). Contoh seperti pada lampiran 33.
4. BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum (Institusi/ Perusahaan/ Usaha)
Gambaran umum menjelaskan keadaan umum perusahaan mulai dari sejarah singkat, proses bisnis dan jenis usaha, struktur organisasi, dan lainnya. Setiap deskripsi pembahasan yang berbeda dijelaskan dalam anak sub bab yang berbeda juga (anak sub bab dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing- masing peneliti). Dibawah ini merupakan contoh penulisan anak sub bab yang umum digunakan untuk nama institusi/ perusahaan/ usaha apabila bersedia untuk disebutkan dengan jelas. Sedangkan jika institusi/ perusahaan/ usaha yang tidak bersedia untuk disebutkan dengan jelas, maka dapat disamarkan menjadi PT. XYZ/
Usaha XYZ/ Institusi XYZ.
4.1. Gambaran Umum PT. Maju Jaya 4.1.1. Sejarah Singkat PT. Maju Jaya
Menerangkan secara jelas, padat dan dapat dimengerti mengenai sejarah institusi/ perusahaan/ usaha dalam skripsi.
4.1.2 Proses Bisnis dan Jenis Usaha PT. Maju Jaya
Menerangkan secara jelas, padat dan dapat dimengerti mengenai proses bisnis dan jenis usaha pada institusi/ perusahaan/ usaha dalam skripsi.
4.1.3 Struktur Organisasi
Menerangkan secara jelas, padat dan dapat dimengerti mengenai struktur organisasi pada institusi/ perusahaan/ usaha dalam skripsi.
4.2 Hasil Analisis Data
Analisis data berisikan hasil analisis untuk menjawab masalah penelitian yang diajukan. Hasil analisis data merupakan pembahasan dari data-data penelitian yang dikumpulkan dan diolah. Anak sub-bab harus relevan dan menyesuaikan dengan metode penelitian (Bab III).
Dengan statistik deskriptif penelitian hanya menggambarkan keadaan data apa adanya melalui parameter-parameter seperti mean, median, modus, distribusi frekuensi dan ukuran statistik lainnya. Karakteristik yang digambarkan adalah karakteristik responden (jika ada), distribusi data mengenai data sekunder (jika ada), mendeskripsikan data pada setiap variabel penelitian (mencakup setiap item
Dengan statistik deskriptif penelitian hanya menggambarkan keadaan data apa adanya melalui parameter-parameter seperti mean, median, modus, distribusi frekuensi dan ukuran statistik lainnya. Karakteristik yang digambarkan adalah karakteristik responden (jika ada), distribusi data mengenai data sekunder (jika ada), mendeskripsikan data pada setiap variabel penelitian (mencakup setiap item