• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR TABEL

Dalam dokumen Solace Paradise (Halaman 108-119)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

DAFTAR TABEL

No Judul Hal. 4.1 Tipe unit apartemen ... 39

xi

DAFTAR GAMBAR

No Judul Hal.

1.1 Gurney Paragon (Penang, Malaysia) ... 7

1.2 Kondisi pada saat pertempuran Medan Area ... 9

2.1 Tampak Gedung Nasional Pemuda ... 12

2.2 Tampak depan gedung olahraga ... 13

2.3 Tugu Apolo Medan Area ... 13

2.4 Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) ... 14

2.5 Kondisi Jalan Sutomo ... 14

2.6 Peta analisa Jalan Sutomo dan Jalan Veteran ... 15

2.7 Peta analisa zona pasar traditional ... 16

2.8 Kondisi pasar sekitar site ... 16

2.9 Kondisi sampah sekitar site ... 17

3.1 Perspektif Apartemen Puri Mansion ... 20

3.2 Peta lokasi apartemen Puri Mansion ... 20

3.3 Fasilitas apartemen Puri Mansion ... 21

3.4 Masterplan Apartemen Puri Mansion ... 22

3.5 Denah lantai tower ... 23

3.6 Perspektif apartemen Trilium ... 24

3.7 Peta lokasi apartemen Trilium ... 25

3.8 Fasilitas swimming pool apartemen Trilium ... 26

3.9 Denah fasilitas apartemen Trilium ... 26

3.11 Denah unit 3 bedroom plus dan denah unit 3 bedroom ... 28

4.1 Lokasi Royale Heritage ... 30

4.2 Perencanaan Jalan Sutomo ... 32

4.3 Perencanaan Jalan Veteran ... 32

4.4 Perencanaan Jalan Martinus Lubis ... 32

4.5 Perencanaan Jalan Seram ... 33

4.6 Letak halte dan bentuk halte... 33

4.7 Contoh tempat sampah ... 34

4.8 Peta RUTRK Medan Perjuangan... 34

4.9 Perencanaan Tugu Apollo Medan Area ... 35

4.10 Perencanaan Gedung RRI ... 35

4.11 Gedung Nasional Garden ... 36

4.12 Royale Garden ... 36

4.13 Royale Solace Garden ... 36

4.14 Display penjual ... 37

4.15 Area parkir Royale Heritage ... 37

4.16 Parkir khusus penyandang disabilitas ... 38

5.1 Inspirasi analogi bentuk pada bangunan ... 46

5.2 Penzoningan pada tapak ... 47

5.3 Penzoningan vertikal pada tapak ... 47

5.4 Ide atau konsep bentuk dasar bangunan ... 48

5.5 Blockplan apartemen ... 49

xiii

5.7 Denah lantai Ground ... 51

5.8 Konsep sistem struktur bangunan ... 53

5.9 Blok massa bagunan ... 54

5.10 Pembagian zona apartemen ... 55

5.11 Pembagian zona garden ... 55

5.12 Pembagian zona secara vertikal ... 56

5.13 Denah podium ... 57

5.14 Jalur pejalan kaki area apartemen ... 57

5.15 Denah podium lantai 1 apartemen ... 59

5.16 Denah podium lantai 2 apartemen ... 60

5.17 Denah tipikal unit hunian apartemen ... 61

5.18 Denah arsitektural dan interior ( Tipe 1 bedroom) ... 62

5.19 Denah arsitektural dan interior ( Tipe 2 bedroom) ... 62

5.20 Denah arsitektural dan interior (Tipe 3 bedroom) ... 62

5.21 Potongan site A-A ... 63

5.22 Potongan site B-B ... 63

5.23 Potongan site C-C ... 64

5.24 Bentuk massa bangunan ... 66

5.25 Bentuk massa bangunan ... 67

5.26 Tampak depan bangunan apartemen ... 67

5.27 Tampak belakang bangunan apartemen ... 68

5.28 Tampak samping kiri bangunan apartemen ... 68

5.30 Potongan A-A bangunan apartemen ... 69

5.31 Potongan B-B bangunan apartemen ... 70

5.32 Interior private lobby apartemen ... 70

5.33 Suasana sekitar bangunan ... 71

5.34 Perspektif eksterior bangunan ... 71

5.35 Perspektif eksterior bangunan ... 72

5.36 Pespektif eksterior bangunan ... 72

5.37 Perspektif eksterior bangunan ... 72

5.38 Perspektif eksterior bangunan ... 73

6.1 Denah lantai ground (setelah diperbaiki) ... 75

6.2 Skema pedistribusian listrik ... 76

6.3 Skema pedistribusian air ... 77

6.4 Sirkulasi pada area unit hunian (private) ... 78

6.5 Sistem elektrikal ... 79

6.6 Tangga kebakaran ... 80

6.7 Sistem utilitas air bersih ... 80

6.8 Sistem utilitas air kotor ... 81

6.9 Sistem struktur ... 81

6.10 Detail dinding basement apartemen ... 82

6.11 Potongan kolam renang apartemen ... 82

6.12 Detail roof garden ... 83

6.13 Potongan prinsip (detail clading) ... 83

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul Hal.

1. Tabel luas ruang bangunan apartemen ... 92

2. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 93

3. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 94

4. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 95

5. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 96

6. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 97

7. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 98

8. Fortopolio Perancangan Arsitektur 6 ... 99

ABSTRAK

Perkembangan perkotaan yang pesat di zaman modern dewasa ini, membuat banyaknya bangunan kota menjadi semakin kehilangan identitasnya. Hal ini dikarenakan oleh keegoisan dari setiap bangunan-bangunan pencakar langit yang tidak memiliki keharmonisan pada tapak dan lingkunganya. Suatu kawasan kota perlu memperhatikan warisan sejarah sebagai upaya pemanfaatan sumberdaya dalam dimensi ruang untuk mencapai kawasan kota yang lebih baik. Bangunan bersejarah merupakan salah satu produk yang menjadikannya sebagai sumber pendapatan untuk menambah devisa melalui kunjungan wisatawan. Pelestarian bangunan bersejarah yang terdapat di kawasan-kawasan yang terdapat di kota Medan merupakan langkah yang sangat tepat untuk dilaksanakan. Kawasan yang padat memungkinkan hunian vertikal sangat diperlukan oleh kota Medan. Dengan penambahan fasilitas Apartemen pada lokasi Royale Heritage

yaitu merupakan kawasan lama pusat kota Medan. Tema yang dipilih oleh perancang adalah Solace Paradise. Dengan penambahan fasilitas apartemen dapat memberikan sebuah hunian nyaman dan tenang seperti sebuah surga di tengah perkotaan yang padat akan aktivitasnya. Serta dapat merevitalisasikan atau membangkitkan kembali kawasan Royale Heritage, dimana terdapat dua bangunan bersejarah yaitu Gedung Nasional dan Gedung Olahraga. Pendekatan perancangan menggunakan arsitektur organik. Perancang menganalogikan bangunan apartemen dengan dua tower sebagai “Pulau”, dimana bentuk kedua

tower dianalogikan sebagai pohon kelapa dan podium apartemen sebagai sebuah

pulau dengan tumbuhan hijau. Perancang bertujuan ingin membuat kawasan

Royale heritage semakin lebih bernilai dan mahal. Serta memberikan sebuah

ruang publik dan hunian berkelas pada kota Medan.

Kata kunci: Kawasan bersejarah, kota Medan, Solace Paradise, Royale

Heritage, Apartemen.

xvii

ABSTRACT

The expansion of urban developments nowadays has made a lot of city buildings to lose their true identity. Caused by the ego of each urban skyscraper which has paid no interest in harmony of environment and site. An area of the city needs to consider the legacy of history as an effort to utilize resources in a spatial dimension to achieve a better area of town. The historic building is one source of income to supplement foreign exchange of visits to foreign tourists. Preservation of historic buildings in these areas contained in Medan is a very appropriate step to be implemented. The need for vertical housing is required in Medan city. With the addition of a apartment to the location of Royale Heritage is the old downtown area of Medan city. The selected theme is Solace Paradise. With the addition of apartment can provide a comfortable and quiet dwelling like a paradise in the middle of dense urban activities. Can be revitalized or revive of Royale Heritage. where there are two historic buildings, namely Gedung Nasional and Gedung Olahraga. The completion of this building design uses Organic Architecture. Designer analogizes of apartemen building with two towers is “an island”, mass of the towers analogy “coconut tree” and the platform of apartment analogy “island with the greenery”. Designer is intended to make Royale Heritage increasingly more expensive and valuable. provide a public space and a residential class in Medan city.

Keywords: Historical district, Medan city, Solace Paradise, Royale Heritage, Apartment.

PROLOG

Sejarah merupakan kejadian masa lampau yang tidak boleh kita lupakan, karena tanpa adanya sejarah tidak akan ada zaman seperti sekarang ini. Kawasan atau bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah merupakan salah satu aset negara yang sangat bernilai. Karena dari sejarah dapat mempengaruhi kemajuan suatu negara. Pemerintahan Belanda pada zaman dahulu sangat mempengaruhi pertumbuhan kota Medan sampai dengan sekarang. Bangunan-bangunan bersejarah yang ada di kota Medan hampir keseluruhan merupakan peninggalan kolonial Belanda. Selain, pengaruh kolonial Belanda. Kota Medan juga memiliki sejarah etnis dari penduduk lokal yang mempengaruhi perkembanganya. Secara garis besar etnis lokal seperti suku Batak dan suku Melayu juga turut mempengaruhi perkembangan kota Medan (Lindblad, 2001, p. 115).

Perjalanan sejarah, memperlihatkan bahwa pelaksanaan yang terbaik dalam pembangunan sebuah kota, seusai dengan konsep yang telah digariskan, adalah dibawah pemerintahan otoriter atau penguasa yang mempunyai kekuasaan absolut (Catanese dalam Ginting, 1988)

Kebanyakan dari seluruh negara membuat sejarah sebagai salah satu bentuk pariwisata di suatu daerah. Kemajuan pariwisata sejarah atau yang dikenal dengan sebutan heritage tourism di berbagai belahan dunia berkembang sangat pesat (Christou dalam Ginting, 2005).

Seiring dengan usaha dari setiap negara di dunia untuk memajukan wisata sejarah juga dengan tingginya kebutuhan dalam bidang pariwisata ini. Di kota

Medan kelompok pendatang cenderung membentuk komunitas tersendiri, antara lain dengan menempati daerah tertentu. Hal ini memunculkan kesan bahwa sebuah daerah di suatu kota identik dengan sebuah kelompok masyarakat perantau. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila perantau itu amat berperan dalam menambah jumlah penduduk serta komposisi kelompok masyarakat di sebuah kota (Ramlan dalam Ginting, 2003).

Keberagaman karena hal itu tampak pula di Medan, dan antara lain terlihat pada peninggalan budaya dalam bentuk karya arsitekturnya, dan pembagian cara pemukiman berdasarkan etnik. Sekarang banyak peninggalan seni bangunan bergaya Kolonial/Indis yang hancur atau digusur, walaupun masih ada yang tertinggal, sebagian dari yang masih tersisa, ada yang tidak terawat dan kumuh dan sebagian lagi masih berdiri kokoh dan terawat. Di tengah kota Medan, kumpulan bangunan bergaya Kolonial/Indis dijumpai di sepanjang Jalan Jenderal Achmad Yani dan seputar Lapangan Merdeka. Beberapa masih memperlihatkan keaslian fungsinya seperti kantor pusat perusahaan perkebunan, kantor pos, bank dan hotel (Kompasiana, 2011).

Di seputar Lapangan Merdeka, dijumpai bangunan Bank Indonesia, yang dahulu merupakan bangunan De Javaansche Bank. Juga gedung Balai Kota, dan Hotel De Boer sekarang Hotel Dharma Deli (Handoto, 2003). Adapun Kantor Pos yang selesai dibangun pada tahun 1911 terletak di sudut barat laut Lapangan Merdeka, yang berhadapan dengan Hotel Dharma Deli masih menampakkan keutuhannya (Pemkomedan, 2014).

Perancang berpendapat, Jika kita melihat negara tetangga seperti Malaysia, mereka tetap mempertahankan nilai pada bangunan sejarah. Walaupun pada lingkungan sekelilingya berdiri bangunan-bangunan modern. Sebenarnya kota Medan juga bisa mengembangkan suatu kawasan bersejarah menjadi suatu hal yang bernilai untuk kota dan masyarakatnya (Handoto, 2003).

Berbagai situs peninggalan monumen masa lalu yang memiliki nilai tinggi, merupakan artifak yang, memiliki peran vital sebagai area fungsional juga sebagai kawasan yang memiliki fungsi konservasi sebagai Traditionalhistoric district.

Keberadaan kawasan sebagaian besar belum tertata secara baik, kondisi tersebut diperburuk dengan lemahnya pengendalian pembangunan dan kehadiran investasi baru yang terlalu berkonotasi ekonomi tidak/kurang memperhatikan masalah konservasi dan preservasi lingkungan dan budaya yang mempunyai nilai tinggi (Baharuddin dalam Ginting, 2012).

Lokasi proyek pada pengembangan ini berada di kawasan bekas pusat kota Medan, sebelum pusat kota Medan dipindahkan ke daerah Kesawan. Kawasan ini memiliki nilai sejarah yang sangat bernilai, dimana kawasan ini merupakan awal terbentuknya kota Medan (Handoto, 2003). Banyak peninggalan bangunan-bangunan bersejerah yang terdapat disini seperti tugu Apollo Medan area, Gedung Nasional, Gedung Olahraga, Gedung Radio Republik Indonesia, dan pusat pasar. Perjuangan rakyat Indonesia pada saat kemerdekaan telah terjadi disini, perjuangan rakyat Indonesia tersebut dikenal dengan sebutan pertempuran Medan Area (Linbland, 2010). Lokasi proyek berada tepat di antara Gedung Nasional dan Gedung Olahraga.

Pada skripsi ini, perancang akan mengembangkan kawasan Gedung Nasional atau pada proyek ini disebutkan sebagai kawasan Royale Heritage, menjadi sebuah kawasan ruang publik tetapi tetap mempertahankan nilai sejarahnya yang akan memberikan suatu ruang publik dan ruang terbuka hijau untuk kota Medan. Untuk meningkatkan nilai lebih pada kawasan, perancang merencanakan penambahan fasilitas bangunan komersial yaitu apartemen. Diketahui kebutuhan akan hunian vertikal yang berkelas sangat tinggi. Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga setelah kota Surabaya, jika dibandingkan kota Medan jauh tertinggal perkembangnya dengan kota Surabaya.

Menurut perancang, kota Medan hanya mempunyai beberapa apartemen dengan fasilitas yang terbaik. Dimana nantinya kota Medan tempat diterapkannya konektivitas masyarakat ekonomi ASEAN atau (MEA) (Jurnalasia, 2014). Sehingga bangunan apartemen sangat dibutuhkan. Pengguna dari fasilitas apartemen tersebut berasal dari negara ASEAN seperti negara Singapore dan Malaysia. Karena kedua negara tersebut merupakan negara terdekat dari wilayah kota Medan. Tema yang dipilih oleh perancang adalah Solace Paradise, yang dapat diartikan sebagai kenyamanan seperti di surga. Perancang bermaksud akan memberikan hunian nyaman di tengah perkotaan yang padat dengan aktivitasnya dengan nuansa alami seperti di sebuah surga.

Dalam dokumen Solace Paradise (Halaman 108-119)

Dokumen terkait