• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Dakwaan

Hasil penelitian yang dilakukan penulis mengenai surat dakwaan penuntut umum terhadap Kasus Nomor Reg.Perkara: PDM-72/SRAGEN/Ep.2/1010 adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Dakwaan Penuntut Umum

Dakwaan Ancaman pidana Tindak Pidana

PERTAMA PRIMAIR Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

SUBSIDAIR Pasal 81 ayat (2)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain

ATAU

KEDUA Pasal 286 KUHP Barang siapa bersutubuhan dengan seorang wanita diluar pernikahan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya

commit to user

Berdasarkan paparan susunan dakwaan penuntut umum di atas secara lebih rinci dakwaan yang disusun oleh penuntut umum secara alternatif, yaitu sebagai berikut :

DAKWAAN :

PERTAMA :

PRIMAIR :

Bahwa ia terdakwa SURYA JULIANDY alias ANDI bin EFFENDI, pada hari Rabu tanggal 04 Agustus 2010 sekitar jam 23.00 WIB atau pada sekitar waktu itu di dalam bulan Agustus 2010 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di dalam tahun 2010, bertempat di Dukuh Balu, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Dawung, Kabupaten Sragen atau setidak-tidaknya di suatu tempat tertentu yang masuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Sragen, dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak perempuan bernama CITRA AYU SAPUTRI, umur 15 tahun 4 bulan, untuk melakukan persetubuhan dengan terdakwa atau dengan orang lain, yang dilakukan dengan cara-cara yaitu:

Bermula pada waktu tersebut diatas sekitar jam 18.00 WIB, terdakwa berada di Poskamling Dukuh Wotan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen bersama dengan JUN alias TEKLE (belum tertangkap), lalu datang TEGUH WIYONO (diberkas tersendiri) mengatakan kepada terdakwa dan

TEKLE : “ENEK WEDOKAN” (ada perempuan), kemudian terdakwa menjawab:

“DIPENDET BOTEN NOPO-NOPO” (diambil tidak apa-apa), selanjutnya

TEGUH WIYONO menjemput CITRA AYU SAPUTRI (saksi korban) dan memboncengkannya naik sepeda motor Satria warna abu-abu merah Nomor Polisi: AD-4118-VY, sedang terdakwa bersama dengan TEKLE tanpa sepengetahuan saksi korban membuntuti di belakang dengan berboncengan naik sepeda motor, selanjutnya saksi TEGUH WIYONO membawa saksi korban menuju ke rumah TEKLE di Dukuh Balu RT 12 Desa Bendungan, Kecamatan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

50

Kedawung, Kabupaten Sragen, sampai di rumah TEKLE sekitar jam 19.30 WIB ternyata di tempat itu sudah ada EKO WARDOYO (diberkas tersendiri) dan HENDRI, kemudian terdakwa mencari SAIMAN alias KAMPRIT bin ATMO PAWIRO (diberkas tersendiri) dan mengajaknya ke rumah TEKLE untuk bergabung, sehingga di rumah TEKLE berkumpul 7 (tujuh) orang yaitu: terdakwa, SAIMAN, TEGUH WIYONO, JUN alias TEKLE, EKO WARDOYO, HENDRI dan saksi korban, kemudian EKO WARDOYO dan HENDRI dengan membawa minuman keras jenis CIU dan coca cola yang ditaruh di dalam botol aqua, sampai di jembatan Balu terdakwa dan kawan-kawan duduk secara bergiliran minum-minuman keras jenis CIU yang dicampur dengan coca cola yang dituangkan oleh EKO WARDOYO kemudian terdakwa dan kawan-kawan mengajak saksi korban untuk bersama-sama minum-minuman keras jenis CIU, dengan tujuan supaya saksi korban mabuk sehingga terdakwa dan kawan-kawan dengan mudah dapat mensetubuhinya, setelah saksi korban minum minuman kerjas jenis ciu dicampur dengan coca cola habis sekitar 10 (sepuluh) gelas, saksi korban menjadi mabuk, kepalanya pening dan jalannya sempoyongan, lalu sekitar jam 23.00 WIB terdakwa pura-pura mengajak saksi korban jalan-jalan naik sepeda motor, padahal tujuan terdakwa sebenarnya mencari tempat yang sepi untuk mensetubuhi saksi korban, setelah saksi korban membonceng sepeda motor terdakwa, lalu terdakwa membawa saksi korban pergi ke arah utara, sampai di buk di pinggir jalan dekat kebun jati terdakwa menghentikan sepeda motornya pura-pura kencing, setelah keduanya turun dari sepeda motor, terdakwa langsung menciumi bibir dan tubuh saksi korban yang sudah sempoyongan karena pengaruh minuman keras, lalu terdakwa menindih tubuh saksi korban, kemudian tangan terdakwa melepas celana luar dan celana dalam saksi korban, lalu melepas celana luar dan celana dalamnya sendiri, selanjutnya terdakwa dengan posisi telungkup menindih tubuh saksi korban dan memasukkan kemaluannya yang sudah keras ke dalam kemaluan saksi korban, lalu menggerak-gerakkannya naik turun sampai keluar air mani dan terdakwa merasa puas, selesai mensetubuhi korban, terdakwa memakaikan kembali celana saksi korban, lalu memakai kembali celananya sendiri, setelah itu terdakwa memboncengkan saksi korban kembali ke jembatan Bulu bergabung

commit to user

dengan kawan-kawannya, untuk selanjutnya TEGUH WIYONO dan SAIMAN mengajak saksi korban berjalan ke arah kebun jati, selanjutnya di kebun jati tersebut SAIMAN mensetubuhi saksi korban, setelah selesai mensetubuhi saksi korban SAIMAN membawa saksi korban kembali ke jembatan Balu.

Bahwa selanjutnya terdakwa dan kawan-kawan membawa saksi korban ke rumah JUN alias TEKLE dan di tempat itu TEGUH WIYONO, RAGIL dan EKO WARDOYO mencabuli saksi korban, setelah pagi harinya Kamis tanggal 05 Agustus 2010 JUN alias TEKLE menghantarkan saksi korban pulang ke rumah, setelah sampai di rumah, saksi korban menceritakan telah disetubuhi terdakwa dan kawan-kawan kepada orang tuanya dan setelah orang tua saksi korban mengetahui kejadian yang dialami anaknya, maka orang tua saksi korban tidak terima, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sragen dan terus ditindak lanjuti Polres Sragen dengan membuat surat pengaduan, hal tersebut karena umur saksi korban baru 15 tahun 4 hari dan belum waktunya untuk dikawin (sebagaimana kutipan Akta Kelahiran Nomor: 2198/UM/1995, saksi korban lahir pada tanggal 19 April 1995 dan belum kawin) dan akibat perbuatan terdakwa tersebut, maka saksi korban merasa malu dan trauma yang berkepanjangan berdasarkan Visum Et Repertum no. 370/39/VII/2010 tanggal 10 Agustus 2010 yang dibuat oleh dokter Rahman, SpOG, dokter pada Rumah Sakit Umum Pemerintah Kabupaten Sragen menerangkan:

Pemeriksaan daerah kemaluan :

- Alat kelamin luar tidak ada kelainan, selaput dara luka robek pada jam 2-7-9 sampai dasar, kesan luka lama

Dengan kesimpulan:

- Tidak tampak tanda-tanda kekerasan. Selaput dara tidak utuh, tampak robekan pada jam 2-7-9 luka lama sampai ke dasar, bisa disebabkan karena kemasukan benda tumpul dalam keadaan keras.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Inonesia Nomor: 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

52

SUBSIDAIR :

Bahwa ia terdakwa SURYA JULIANDY alias ANDY bin EFENDI, pada waktu dan di tempat sebagaimana telah diuraikan dalam dakwaan Pertama Primair tersebut di atas, dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak perempuan bernama CITRA AYU SAPUTRI, umur 15 tahun 4 bulan, melakukan persetubuhan dengan terdakwa atau dengan orang lain, yang dilakukan dengan cara-cara yaitu:

Bermula pada waktu tersebut diatas sekitar jam 18.00 WIB, terdakwa berada di Poskamling Dukuh Wotan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen bersama dengan JUN alias TEKLE (belum tertangkap), lalu datang TEGUH WIYONO (diberkas tersendiri) mengatakan kepada terdakwa dan

TEKLE : “ENEK WEDOKAN” (ada perempuan), kemudian terdakwa menjawab:

“DIPENDET BOTEN NOPO-NOPO” (diambil tidak apa-apa), selanjutnya

TEGUH WIYONO menjemput CITRA AYU SAPUTRI (saksi korban) dan memboncengkannya naik sepeda motor Satria warna abu-abu merah Nomor Polisi: AD-4118-VY, sedang terdakwa bersama dengan TEKLE tanpa sepengetahuan saksi korban membuntuti di belakang dengan berboncengan naik sepeda motor, selanjutnya saksi TEGUH WIYONO membawa saksi korban menuju ke rumah TEKLE di Dukuh Balu RT 12 Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, sampai di rumah TEKLE sekitar jam 19.30 WIB ternyata di tempat itu sudah ada EKO WARDOYO (diberkas tersendiri) dan HENDRI, kemudian terdakwa mencari SAIMAN alias KAMPRIT bin ATMO PAWIRO (diberkas tersendiri) dan mengajaknya ke rumah TEKLE untuk bergabung, sehingga di rumah TEKLE berkumpul 7 (tujuh) orang yaitu: terdakwa, SAIMAN, TEGUH WIYONO, JUN alias TEKLE, EKO WARDOYO, HENDRI dan saksi korban, kemudian EKO WARDOYO dan HENDRI pergi membeli minuman keras dan coca cola di warung, selanjutnya sekitar jam 20.30 WIB terdakwa dan saksi korban pergi ke jembatan Dukuh dengan berbonceng-boncengan naik sepeda motor, TEGUH WIYONO memboncengkan saksi korban, terdakwa berboncengan tiga dengan EKO WARDOYO dan HENDRI dengan membawa minuman keras jenis CIU dan coca cola yang ditaruh di dalam botol

commit to user

aqua, sampai di jembatan Balu terdakwa dan kawan-kawan duduk secara bergiliran minum-minuman keras jenis CIU yang dicampur dengan coca cola yang dituangkan oleh EKO WARDOYO kemudian terdakwa dan kawan-kawan mengajak saksi korban untuk bersama-sama minum-minuman keras jenis CIU, dengan tujuan supaya saksi korban mabuk sehingga terdakwa dan kawan-kawan dengan mudah dapat mensetubuhinya, setelah saksi korban minum minuman kerjas jenis ciu dicampur dengan coca cola habis sekitar 10 (sepuluh) gelas, saksi korban menjadi mabuk, kepalanya pening dan jalannya sempoyongan, lalu sekitar jam 23.00 WIB terdakwa pura-pura mengajak saksi korban jalan-jalan naik sepeda motor, padahal tujuan terdakwa sebenarnya mencari tempat yang sepi untuk mensetubuhi saksi korban, setelah saksi korban membonceng sepeda motor terdakwa, lalu terdakwa membawa saksi korban pergi ke arah utara, sampai di buk di pinggir jalan dekat kebun jati terdakwa menghentikan sepeda motornya pura-pura kencing, setelah keduanya turun dari sepeda motor, terdakwa langsung menciumi bibir dan tubuh saksi korban yang sudah sempoyongan karena pengaruh minuman keras, lalu terdakwa menindih tubuh saksi korban, kemudian tangan terdakwa melepas celana luar dan celana dalam saksi korban, lalu melepas celana luar dan celana dalamnya sendiri, selanjutnya terdakwa dengan posisi telungkup menindih tubuh saksi korban dan memasukkan kemaluannya yang sudah keras ke dalam kemaluan saksi korban, lalu menggerak-gerakkannya naik turun sampai keluar air mani dan terdakwa merasa puas, selesai mensetubuhi korban, terdakwa memakaikan kembali celana saksi korban, lalu memakai kembali celananya sendiri, setelah itu terdakwa memboncengkan saksi korban kembali ke jembatan Bulu bergabung dengan kawan-kawannya, untuk selanjutnya TEGUH WIYONO dan SAIMAN mengajak saksi korban berjalan ke arah kebun jati, selanjutnya di kebun jati, lalu TEGUH WIYONO meninggalkan SAIMAN mensetubuhi saksi korban tersebut SAIMAN mensetubuhi saksi korban, setelah selesai mensetubuhi saksi korban, SAIMAN membawa saksi korban kembali ke jembatan Balu.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

54

Bahwa selanjutnya terdakwa dan kawan-kawan membawa saksi korban ke rumah JUN alias TEKLE dan di tempat itu TEGUH WIYONO, RAGIL dan EKO WARDOYO mencabuli saksi korban, setelah pagi harinya Kamis tanggal 05 Agustus 2010 JUN alias TEKLE mengantarkan saksi korban pulang ke rumah, setelah sampai di rumah, saksi korban menceritakan telah disetubuhi terdakwa dan kawan-kawan kepada orang tuanya dan setelah orang tua saksi korban mengetahui kejadian yang dialami anaknya, maka orang tua saksi korban tidak terima, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sragen dan terus ditindak lanjuti Polres Sragen dengan membuat surat pengaduan, hal tersebut karena umur saksi korban baru 15 tahun 4 hari dan belum waktunya untuk dikawin (sebagaimana kutipan Akta Kelahiran Nomor: 2198/UM/1995, saksi korban lahir pada tanggal 19 April 1995 dan belum kawin) dan akibat perbuatan terdakwa tersebut, maka saksi korban merasa malu dan trauma yang berkepanjangan berdasarkan Visum Et Repertum no. 370/39/VII/2010 tanggal 10 Agustus 2010 yang dibuat oleh dokter Rahman, SpOG, dokter pada Rumah Sakit Umum Pemerintah Kabupaten Sragen menerangkan:

Pemeriksaan daerah kemaluan :

- Alat kelamin luar tidak ada kelainan, selaput dara luka robek pada jam 2-7-9 sampai dasar, kesan luka lama

Dengan kesimpulan:

- Tidak tampak tanda-tanda kekerasan. Selaput dara tidak utuh, tampak robekan pada jam 2-7-9 luka lama sampai ke dasar, bisa disebabkan karena kemasukan benda tumpul dalam keadaan keras.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Inonesia Nomor: 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

commit to user

ATAU :

KEDUA :

Bahwa ia terdakwa SURYA JULIANDY alias ANDY bin EFENDI, pada waktu dan di tempat sebagaimana telah diuraikan dalam dakwaan Pertama Primair tersebut di atas, telah bersetubuh dengan wanita bernama CITRA AYU SAPUTRI, umur 15 tahun 4 bulan di luar perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, yang dilakukan dengan cara-cara yaitu:

Bermula pada waktu tersebut diatas sekitar jam 18.00 WIB, terdakwa berada di Poskamling Dukuh Wotan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen bersama dengan JUN alias TEKLE (belum tertangkap), lalu datang TEGUH WIYONO (diberkas tersendiri) mengatakan kepada terdakwa dan

TEKLE : “ENEK WEDOKAN” (ada perempuan), kemudian terdakwa menjawab:

“DIPENDET BOTEN NOPO-NOPO” (diambil tidak apa-apa), selanjutnya

TEGUH WIYONO menjemput CITRA AYU SAPUTRI (saksi korban) dan memboncengkannya naik sepeda motor Satria warna abu-abu merah Nomor Polisi: AD-4118-VY, sedang terdakwa bersama dengan TEKLE tanpa sepengetahuan saksi korban membuntuti di belakang dengan berboncengan naik sepeda motor, selanjutnya saksi TEGUH WIYONO membawa saksi korban menuju ke rumah TEKLE di Dukuh Balu Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, sampai di rumah TEKLE sekitar jam 19.30 WIB ternyata di tempat itu sudah ada EKO WARDOYO (diberkas tersendiri) dan HENDRI, kemudian terdakwa mencari SAIMAN alias KAMPRIT bin ATMO PAWIRO (diberkas tersendiri) dan mengajaknya ke rumah TEKLE untuk bergabung, sehingga di rumah TEKLE berkumpul 7 (tujuh) orang yaitu: terdakwa, SAIMAN, TEGUH WIYONO, JUN alias TEKLE, EKO WARDOYO, HENDRI dan saksi korban, kemudian EKO WARDOYO dan HENDRI pergi membeli minuman keras jenis CIU dan coca cola di warung, selanjutnya sekitar jam 20.30 WIB terdakwa dan kawan-kawan mengajak saksi korban pergi ke jembatan Dukuh Balu dengan berboncengan naik sepeda motor, TEGUH WIYONO memboncengkan saksi korban, terdakwa berboncengan tiga dengan EKO

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

56

WARDOYO dan HENDRI dengan membawa minuman minuman keras jenis CIU dan coca cola yang ditaruh di dalam botol aqua, sampai di jembatan Balu terdakwa dan kawan-kawan duduk secara bergiliran minum-minuman keras jenis CIU yang dicampur dengan coca cola yang dituangkan oleh EKO WARDOYO lalu datang menyusul ke tempat itu RGIL (yang belum tertangkap) ikut minum-minum, kemudian terdakwa dan kawan-kawan mengajak saksi korban untuk bersama-sama minum-minuman keras jenis CIU, dengan tujuan supaya saksi korban mabuk sehingga terdakwa dan kawan-kawan dengan mudah dapat mensetubuhinya, setelah saksi korban minum minuman kerjas jenis ciu dicampur dengan coca cola habis sekitar 10 (sepuluh) gelas, saksi korban menjadi mabuk, kepalanya pening dan jalannya sempoyongan, lalu sekitar jam 23.00 WIB terdakwa pura-pura mengajak saksi korban jalan-jalan naik sepeda motor, padahal tujuan terdakwa sebenarnya mencari tempat yang sepi untuk mensetubuhi saksi korban, setelah saksi korban membonceng sepeda motor terdakwa, lalu terdakwa membawa saksi korban pergi ke arah utara, sampai di buk di pinggir jalan dekat kebun jati terdakwa menghentikan sepeda motornya pura-pura kencing, setelah keduanya turun dari sepeda motor, terdakwa langsung menciumi bibir dan tubuh saksi korban yang sudah sempoyongan karena pengaruh minuman keras, lalu terdakwa menindih tubuh saksi korban, kemudian tangan terdakwa melepas celana luar dan celana dalam saksi korban, lalu melepas celana luar dan celana dalamnya sendiri, selanjutnya terdakwa dengan posisi telungkup menindih tubuh saksi korban dan memasukkan kemaluannya yang sudah keras ke dalam kemaluan saksi korban, lalu menggerak-gerakkannya naik turun sampai keluar air mani dan terdakwa merasa puas, selesai mensetubuhi korban, terdakwa memakaikan kembali celana saksi korban, lalu memakai kembali celananya sendiri, setelah itu terdakwa memboncengkan saksi korban kembali ke jembatan Bulu bergabung dengan kawan-kawannya, untuk selanjutnya TEGUH WIYONO dan SAIMAN mengajak saksi korban berjalan ke arah kebun jati, selanjutnya di kebun jati, lalu TEGUH WIYONO meninggalkan SAIMAN mensetubuhi saksi korban tersebut SAIMAN mensetubuhi saksi korban, setelah selesai mensetubuhi saksi korban, SAIMAN membawa saksi korban kembali ke jembatan Balu.

commit to user

Bahwa selanjutnya terdakwa dan kawan-kawan membawa saksi korban ke rumah JUN alias TEKLE dan di tempat itu TEGUH WIYONO, RAGIL dan EKO WARDOYO mencabuli saksi korban, setelah pagi harinya Kamis tanggal 05 Agustus 2010 JUN alias TEKLE mengantarkan saksi korban pulang ke rumah, setelah sampai di rumah, saksi korban menceritakan telah disetubuhi terdakwa dan kawan-kawan kepada orang tuanya dan setelah orang tua saksi korban mengetahui kejadian yang dialami anaknya, maka orang tua saksi korban tidak terima, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sragen dan terus ditindak lanjuti Polres Sragen dengan membuat surat pengaduan, hal tersebut karena umur saksi korban baru 15 tahun 4 hari dan belum waktunya untuk dikawin (sebagaimana kutipan Akta Kelahiran Nomor: 2198/UM/1995, saksi korban lahir pada tanggal 19 April 1995 dan belum kawin) dan akibat perbuatan terdakwa tersebut, maka saksi korban merasa malu dan trauma yang berkepanjangan berdasarkan Visum Et Repertum no. 370/39/VII/2010 tanggal 10 Agustus 2010 yang dibuat oleh dokter Rahman, SpOG, dokter pada Rumah Sakit Umum Pemerintah Kabupaten Sragen menerangkan:

Pemeriksaan daerah kemaluan :

- Alat kelamin luar tidak ada kelainan, selaput dara luka robek pada jam 2-7-9 sampai dasar, kesan luka lama.

Dengan kesimpulan:

- Tidak tampak tanda-tanda kekerasan. Selaput dara tidak utuh, tampak robekan pada jam 2-7-9 luka lama sampai ke dasar, bisa disebabkan karena kemasukan benda tumpul dalam keadaan keras.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

58

Dokumen terkait