BAB IV: PENYAJIAN DATA
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
C. Temuan Penelitian dan Analisis Data
4. Dakwah bil-Mal
Dakwah Bil-Maal Yaitu berdakwah dengan menggunakan harta. Seperti mengadakan istighotsah kepada masyarakat dengan biaya sendiri, pemberian bantuan dana atau shedekah kepada anak yatim, dan perlakuan khusus terhadap santri yang berprestasi. 29
Adapun dalam penerapan metode dakwah ‘’Bil-Mal’’ KH. Ali Maschan Moesa menerapkannya dalam berbagai hal, diantaranya sebagai berikut :
a. Dalam bidang Keagamaan dan Pendidikan 1) Mendirikan Pesantren Luhur al-Husna Surabaya. 2) Mendirikan Taman Pendidikan Al-Qu’an Pesantren Luhur al-Husna Surabaya. 3) Mendirikan Majelis Ta’lim Istighotsah yang diselenggarakan sebulan sekali pada Ahad Kliwon.
b. Dalam bidang layanan sosial kemasyarakatan. Selain mendirikan Pondok Pesantren Luhur al-Husna Surabaya, KH. Ali Maschan Moesa juga mengembangkan bidang layanan sosial kemasyarakatan yang dananya berasal dari beliau sendiri. Layanan sosial kemasyarakatan ini berupa pemberian hewan Qurban setiap tahun sekali kepada masyarakat dan santri Luhur al-Husna Surabaya, pemberian bantuan kepada anak-anak yatim, mengadakan acara
istighotsah dengan melibatkan masyarakat dan para santri
29
Hasil wawancara dengan KH. Ali Maschan Moesa M.Si dipondok pesantren Luhur Al-Husna
Al-Husna, mengadakan acara khataman bersama yang dananya dari beliau sendiri, memfasilitasi santri-santri al-Husna yang berprestasi dan yang mempunyai andil besar terhadap kinerja pesantren Luhur al-Husna Surabaya.
Tabel 4.1 Hasil Analisis Metode Dakwah KH. Ali Maschan Moesa di Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya
No Metode Dakwah Penerapan
1 dakwah bi al lisan Dalam melaksanakan dakwahnya KH. Ali
Maschan Moesa sering menggunakan metode ceramah, yaitu menerangkan materi dakwah kepada mad'u dengan penuturan kata-kata atau lisan supaya mad'u bisa menangkap dan mengerti isi yang disampaikan. Metode ceramah yang digunakan merupakan metode ceramah yang berbentuk mau'idlah hasanah
Metode bandongan kitab juga merupakan dakwah bi al-lisan beliau yaitu KH. Ali Maschan Moesa membacakan kitab kepada santri kemudian menjelaskan beberapa isi kitab tersebut yang mana dalam hal ini kitab
yang dikaji Tafsir An-Nawawi dan
Mauidzotul Mu’minin.
2 dakwah bi al qolam Dakwah bil qalam adalah berdakwah lewat seni tulisan. dalam menerapkan dakwah bil-Qolam di pesantren Luhur al-Husna Surabaya beliau menulis buku-buku Islam. Diantaranya adalah sebagai berikut: Kiai dan Politik dalam Wacana Civil Society, 1999 ,NU, Agama dan Demokrasi ‘’Komitmen Muslim Tradisionalis Terhadap Nilai-Nilai Kebangsaan, 2002, Nasionalisme Kiai, Konstruksi Sosial Berbasis Agama, 2007, Islam Tradisionalis ‘’Realitas Sosial dan Realitas Politik, 2008, NU untuk siapa? Pikiran-pikiran Reflektif untuk muktamar ke-32, tahun 2010, Memahami Nahdlatul Ulama ‘’Urgensi Besar Membangun Kembali Jembatan Putus’’, tahun 2010
Selain itu, KH. Ali Maschan Moesa dalam menerapkan dakwah bil-Qolam nya dengan selalu membuat artikel yang di dalamnya berisikan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadist -hadist Nabi SAW yang dikonsep sebelum beliau menyampaikan dakwahnya. Salah satunya yang berjudul ‘’Agama dan Pseudo
Enemis’’ (Dalam Perspektif
3 dakwah bil-hal Metode dakwah ini dengan perbuatan nyata, Jadi dakwah dengan metode keteladanan yang beliau lakukan dipesantren Luhur al-Husna Surabaya yaitu dengan jalan memberikan keteladanan langsung terhadap santri, sehingga santri tertarik untuk mengikuti kepada apa yang telah dicontohkan beliau. Dalam Metode dakwah bil-hal ini KH. Ali Maschan Moesa telah mengaplikasikannya suri tauladan yang baik kepada santri-santrinya seperti : berpola hidup sederhana baik dalam cara berpakaian, berpenampilan, selalu menghormati dan menghargai setiap
orang dan tidak membeda-bedakan
berdasarkan status sosialnya
4 dakwah bil-Mal Dakwah Bil-Maal yaitu berdakwah dengan
menggunakan harta.
Adapun dalam penerapan metode dakwah ‘’Bil-Mal’’ KH. Ali Maschan Moesa
menerapkannya dalam berbagai hal,
diantaranya sebagai berikut :
a. Dalam bidang Keagamaan dan Pendidikan
1) Mendirikan Pesantren Luhur al-Husna Surabaya. 2) Mendirikan Taman Pendidikan Al-Qu’an Pesantren Luhur al-Husna Surabaya. 3) Mendirikan Majelis Ta’lim
Istighotsah yang diselenggarakan sebulan sekali pada Ahad Kliwon.
b. Dalam bidang layanan sosial kemasyarakatan.
Layanan sosial kemasyarakatan yang beliau lakukan berupa pemberian hewan Qurban setiap tahun sekali kepada masyarakat dan santri Luhur al-Husna Surabaya, pemberian bantuan kepada anak-anak yatim, mengadakan
acara istighotsah dengan melibatkan
masyarakat dan para santri Al-Husna, mengadakan acara khataman bersama yang dananya dari beliau sendiri, memfasilitasi santri-santri al-Husna yang berprestasi dan yang mempunyai andil besar terhadap kinerja pesantren Luhur al-Husna Surabaya.
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Sesuai dengan rumusan masalah dan hasil penelitian yang diuraikan sebelumnya, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa KH. Ali Maschan Moesa dalam melaksanakan proses dakwahnya untuk membentuk akhlak santrinya di Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya, beliau menerapkan empat cara metode dakwah yaitu :
1. Metode bil-Lisan
Dalam metode dakwah bi al lisan KH. Ali Maschan Moesa menggunakan cara dengan ceramah agama dan pengajian bandongan kitab.
2. Metode bil-Qolam
Dalam metode dakwah bi al qolam, KH. Ali Maschan Moesa menulis artikel-artikel yang beliau mau sampaikan di acara-acara yang bernuansa diskusi dan mengarang beberapa buku.
3. Metode bil- Hal
Dalam Metode dakwah bil-hal ini KH. Ali Maschan Moesa telah mengaplikasikannya suri tauladan yang baik kepada santri-santrinya seperti : berpola hidup sederhana baik dalam cara berpakaian, berpenampilan, selalu menghormati dan menghargai setiap orang dan tidak membeda-bedakan berdasarkan status sosialnya, tidak sungkan-sungkan mengambil sampah dengan tangan beliau sendiri, takziah ke
santri yang terkena musibah, memberikan fasilitas kepada santri yang terkena musibah, serta kepada anak-anak kecil yang membutuhkan pengajaran ilmu agama, membangunkan santri ketika shubuh, menolong sesama seperti membeli makanan dengan tujuan untuk menolong orang lain, memberikan contoh untuk menjadi santri yang mempunyai etos kerja tinggi, mau bercengkrama langsung dengan santri dengan cara melihat kondisi kamar-kamar santri dan juga mengajak berbincang-bincang kepada santrinya dengan penuh kehangatan, ketulusan, dan kesabaran, dan lain sebagainya.
4. Metode bil- Mal
Dalam hal ini KH. Ali Maschan Moesa mengaplikasikannya dalam beberapa bidang diantaranya adalah : Bidang keagamaan dan pendidikan, bidang layanan sosial kemasyarakatan.
B. Saran-Saran
Agar dalam penelitian ini memperoleh hasil sebagaimana peneliti harapkan, maka saran dari peneliti diharapkan dapat dijadikan masukan atau bahan-bahan pertimbangan oleh pihak-pihak terkait. Adapun saran dari peneliti antara lain:
1. Diharapkan KH. Ali Maschan Moesa lebih mengembangkan metode dakwah Bil-Qolam nya dipesantren Luhur Al-Husna agar santri al-Husna menjadi santri yang punya semangat membaca dan bisa mengembangkan dakwahnya dengan cara menulis.
2. Diharapkan KH. Ali Maschan Moesa terus melaksanakan aktivitas dakwahnya dan mempertahankan konsistensinya sebagai seorang dai. 3. Saran bagi para santri diharapkan untuk membaca dengan baik skripsi
ini agar bisa lebih mengenal KH. Ali Maschan Moesa lebih dekat lagi, khususnya dalam metode dakwah yang bervariasi dan aplikatif sesuai dengan perkembangan zaman yang beliau terapkan selama ini ketika berdakwah di pesantren Luhur al-Husna dan diharapkan untuk lebih aktif lagi dalam mengikuti kegiatan dakwah yang beliau selenggarakan agar lebih bisa menyerap keilmuan beliau dan sebagai sangu di masyarakat kelak.
4. Bagi para peneliti yang akan meneliti penelitian ini, selanjutnya diharapkan untuk menggali lebih mendalam lagi tentang metode dakwah yang digunakan oleh KH. Ali Maschan Moesa dalam mendidik akhlak santrinya di pesantren Luhur al-Husna Surabaya.
Al-jawi, Sech Muhammad, Nawawi Kitab Tafsir An-nawawi Surabaya: Al- Hidayah Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta:
Rineka Cipta. 2010
Artikel KH. Ali Maschan Moesa, ‘’ Agama dan Pseudo Enemis.’’ Dalam Persfektif Mis understanding Of Vote and Voice (ed,) 2016, Surabaya,
Asep M. & Agus A.S., Metode Pengembangan Dakwah, 2002
Asep Muhyidin, Agus Ahmad Safei, Metode Penyebaran Dakwah, Bandung: Pustaka Setia, 2002
Aziz, Muhammad Ali, Ilmu Dakwah. Jakarta. CV. Kencana 2004.
Bachtiar, Wardi, Metode Penelitian Dakwah, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999 Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001 Departemen Agama RI, Proyek Penggandaan Kitab Suci Al-Qur’an, Al-Qur’an dan
Tafsirnya. Jakarta : YPPA, 1995
Dewa, Muhammad Syakur. Kiat-Kiat Sukses Para Da’i. Kediri. Pustaka’ Azm Eko Ardhana, Sutirman, Jurnalistik Dakwah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995 Furchan, Arief, dan Agus Maimun. Studi tokoh: Metode Penelitian Mengenai Tokoh.
Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2005.
Hadi, Sutrisno. Metode Research II,Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM,1989
Izzuddin, Solikhin Abu, New Quantum Tarbiyah. Yogyakarta: Pro- U Media 2012 Jalaluddin Rahmat, Islam Aktual : Refleksi Sosial Cendekiawan Muslim, Bandung:
Koentjaraningrat, Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta : PT Gramedia, 1991 Moesa, Ali Maschan. Nasionalisme Kiai. Yogyakarta: LKIS, 2007
Moleong, J. Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Remaja Rosdakarya, 2009 Muhiddin, Asep. Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Setia. 2002. Munawir, Warson, Kamus Al-Munawir, Surabaya:Pustaka Progressif, 1994
Muriah, Siti, Metode Dakwah Kontemporer, Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000 Mushaf al-azhar, Al-Quran dan Terjemahnya, Bandung: CV Penerbit Hilal, 2010 Prayogo, Imam Suryo, Metodologi Penelitian Sosial Agama, Bandung : PT. Remaja
`Rosdakarya, 2001
Rubba, Sulhawi, Dakwah Bi Al-Nikah Metodologi Islamisasi Ala Indonesiawi Surabaya: Garisi, 2011
____________, Dakwah Bil- Rihlah Metodologi Islamisasi dan Indonesiawi Surabaya: Lisanalam Press, 2010
Shihab, M. Quraish, Membumikan Alquran, Fungsi dan Peran Wahyu DalamKehidupan Masyarakat, cetakan ke 22 Bandung: Mizan 1985
_______________, Membumikan al-Quran, Bandung: Mizan, 1999
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D Bandung: Alfabeta, 2013
Sunarto, A, Retorika Dakwah, Surabaya : Jaudar Press, 2014
Suparta, Munzier dan Harjani Hefni. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana. 2009.
Tasmara, Toto, Komunikasi Dakwah, Jakarta: Media Pratama, 1987
Uredenbergt Jacob, Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat, Jakarta : PT Gramedia, 1998
Wahidin, Saputra. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Rajawali Pers. 2012.
Zuhri, Fuad Syaifuddin, An Ubaedi, Mahfudzhat, Bunga Rampai Peribahasa Arab