• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

2 Dalam Batang Terdapat alur seperti luka warna coklat/hitam,

bintik-bintik seperti ditusuk duri - - Kulit Dilukai

Kulit bagian dalam berduri

Ditemukan gaharu kelas Tri dilapisi selaput berwarna putih

- -

- -

Dibakar Beraroma wangi dan khas - -

Sumber : Data Primer Diolah (2010), Balai Litbang Kehutanan Kalimantan(2003) dan Universitas Nusa Cendana (1995)

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa tempat, ciri-ciri pohon yang mengandung gaharu dari tahun ke tahun mengalami perkembangan, seperti yang dilihat pada Tabel 13 bahwa penelitian pada tahun 1996 menunjukan hanya terdapat empat ciri pohon yang mengandung gaharu dan pada tahun 2004 ciri semakin banyak ditemukan, sedangkan pada tahun 2010 di Bengkulu ciri-ciri pohon yang mengandung gaharu tersebut semakin diperhatikan dari bagian-bagian pohon yang diduga mengandung gaharu tersebut. Hal ini menjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tentang pendugaan pohon yang mengandung gaharu. Walaupun pengetahuan tersebut semakin berkembang tetapi pengetahuan mengenai ciri pohon yang mengandung gaharu tersebut belum menjadi solusi dalam kesalahan penebangan pohon penghasil gaharu. Hal ini disebabkan karena masih banyak pencari gaharu yang belum begitu ahli dan memahami ciri-ciri kayu yang mengandung gaharu tersebut. Selain itu juga kerena belum adanya keahlian pencari gaharu dalam pendugaan seberapa banyak dan kuat kandungan gaharu yang ada didalam pohon yang akan ditebang tersebut sehingga dapat mempercepat punahnya pohon penghasil gaharu.

5.2.3.2 Teknik Penebangan Pohon

Setelah melakukan pendugaan pohon yang menghasilkan gaharu dan menemukan pohon yang memenuhi kriteria tersebut selanjutnya dilakukan penebangan pohon. Penebangan pohon dilakukan secara tradisional yaitu dengan menggunakan kapak dan pisau yang tajam agar pohon dapat tumbang dengan cepat. Penebangan dimulai dari pangkal pohon, setelah pohon ditebang lalu dibersihkan. Bagian batang kayu yang telah dibersihkan tersebut dipotong-potong dan dibelah untuk diambil gaharunya. Bagian batang yang dipotong dan dicincang hanya pada bagian batang yang telah memiliki garis atau alur yang menunjukan tempat gaharu atau pada bagian batang atau cabang bekas luka dan membusuk.

Gaharu bisa ditemukan seluruh bagian batang, cabang, ranting, dan bagian akar pohon. Tempat gaharu bisa berada didalam batang dan bisa berada dibagian batang tidak jauh dari kulit. Kedalaman tempat gaharu tergantung pada lokasi

dimana gaharu ditemukan. Gaharu yang ditemukan di daerah lembab biasanya mencapai kedalam 8-10 cm dari daging luar batang, sedangkan daerah tropis kedalamannya berkisar 5-6 cm.

Penebangan pohon gaharu yang dilakukan oleh kelompok pencari di beberapa tempat pada umumnya tidak mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh BSN yaitu cara pemungutan gaharu yang hanya boleh dilakukan pada pohon yang telah mati, sehingga akan sangat meminimalisai kesalahan dalam penebangan pohon. Karena pohon yang telah mati pasti akan menghasilkan damar wangi dengan kualitas yang bagus disebabkan infeksi pada pohon tersebut, namun kelompok pencari gaharu tidak bisa menerapkan prosedur yang telah ditetapkan tersebut dengan alasan bahwa sangat sulit menemukan pohon penghasil gaharu yang telah mati tersebut. Selain itu juga BSN tidak diterapkan oleh kelompok pencari gaharu karena tidak semua anggota kelompok mengetahui standar tersebut dan masih lemahnya keberlakukan aturan tersebut.

Gambar 6 Penebangan pohon penghasil gaharu. 5.2.3.3 Teknik Pembersihan

Pembersihan dilakukan setelah pohon ditebang kemudian batang tersebut dibersihkan dengan cara semua bagian batang yang mengandung gaharu dipotong- potong atau dibelah-belah dan membuang bagian kayu yang tidak mengandung gaharu sehingga bentuk potongan-potongan tersebut menjadi lebih kecil dan lebih tipis. Selanjutnya hasil potongan-potongan tersebut dipilih bagian-bagian kayunya yang telah mengandung akumulasi damar wangi. Pembersihan dilakukan agar tidak berat pada saat dibawa keluar hutan dan akan lebih mempermudah proses pengaritan.

Gambar 7 Kayu mengandung gaharu yang telah di bersihkan. 5.2.3.4 Teknik Pengaritan

Proses pengaritan bisa dilakukan di dalam hutan atau dilakukan setelah keluar dari hutan, hal ini tergantung pada kondisi dan waktu gaharu ditemukan. Jika gaharu ditemukan pada awal pencarian dan masih mempunyai waktu untuk melakukan pengaritan, maka kelompok pencari langsung akan melakukan pengaritan. Pengaritan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap kelompok pencari gaharu, pengaritan ini merupakan kegiatan pembuangan daging kayu yang tidak mengandung gaharu yang berada di antara kandungan gaharu dengan cara pengerokan agar warna dari potongan-potongan kayu gaharu lebih tampak dan didapatkan hasil gaharu yang sempurna. Walaupun setiap kelompok pencari gaharu melakukan pengaritan, pada saat kelompok melakukan penjualan kepada pedagang pengumpul kecil maupun pedagang pengumpul besar akan dilakukan pengaritan ulang. Pengaritan ulang ini dilakukan karena menurut pedagang pengumpul hasil pengaritan yang dilakukan oleh kelompok pencari tidak begitu baik karena keahlian yang dimiliki oleh tenaga kerja mereka jauh lebih baik. Hal ini juga yang menjadi salah satu faktor harga yang diterima oleh pencari gaharu menjadi rendah karena dengan alasan bahwa pedagang pengumpul harus melakukan pengaritan dan kegiatan-kegiatan lainya yang akan membuat gaharu menjadi lebih berharga.

Gambar 8 Kegiatan pengaritan bagian kayu yang mengandung gaharu. 5.2.4 Hasil Gaharu yang didapatkan

Proses pencarian atau pengumpulan gaharu merupakan suatu pekerjaan yang bersifat untung-untungan. Dalam pencarian terkadang bisas mendapatkan dan menemukan gaharu dalam jumlah (kg) yang banyak dan kualitas yang baik, akan tetapi tidak menutup kemungkin juga pada saat pencari kelompok pencari tidak mendapatkan gaharu sama sekali (nihil) dan hanya kerugian yang didapatkan. Walaupun demikian pencarian gaharu masih banyak diminati oleh masyarakat provinsi Bengkulu terutama masyarakat dari kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan dan Seluma. Meskipun pencarian gaharu ini merupakan suatu pekerjaan yang bersifat untung-untungan, tetapi pekerjaan pencarian gaharu juga sangat terkait dengan keahlian yang khusus dalam mengenali pohon yang mengandung gaharu seperti yang telah dijelaskan pada proses pencarian gaharu. Sehingga hasil yang di peroleh dalam pencarian juga tergantung pada keahlian anggota kelompok pencari.

Jumlah gaharu yang diperoleh oleh kelompok pencari gaharu juga dipengaruhi oleh tempat pencarian, tempat pencarian yang belum pernah dijamah (didatangi) oleh kelompok lain biasanya akan mendapatkan hasil dalam jumlah yang cukup. Hasil penelitian ini terdapat sedikit perbedaan hasil yang biasanya didapatkan oleh kelompok pencari yang berasal dari ketiga kabupaten lokasi penelitan. Berdasarkan informasi yang diperoleh kelompok yang berasal dari kabupaten Kaur dapat memperoleh gaharu dalam satu periode pencarian 5-15 kg, pencari yang berasal dari kabupaten Bengkulu Selatan memperoleh hasil pencarian antara 15-20 kg dalam satu periode pencarian, demikian juga dengan kelompok pencari gaharu yang berasal dari kabupaten Seluma dalam satu periode pencarian dapat menghasilkan gaharu dalam jumlah sekitar 15-20 kg. Sedangkan informasi penelitian yang juga pernah dilakukan hasil gaharu yang didapatkan

oleh kelompok pencari gaharu di Riau dalam satu periode pencarian berkisar 15-20 kg (periode pencarian 2-6 minggu), pencari gaharu di Manggarai dalam

sekali pencarian (3-7 hari) memperoleh hasil antara 0,7-2,0 kg.

Berdasarkan hasil wawancara, hasil perolehan kelompok pencari gaharu di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma sebanyak 15-20 kg tersebut

terdistribusi pada ketujuh kualitas gaharu yang terdapat di Provinsi Bengkulu, yaitu kualitas gaharu super, kelas A/B, B/C, C1, C2, kemedangan super, dan kelas teri.

5.3 Kualitas Gaharu

Penentuan kualitas gaharu memerlukan keahlian dan pengalaman yang cukup mengenai ciri-ciri pada setiap kualitas. Sejauh ini, dalam penguhaan gaharu pembagian kualitas gaharu tidak seragam antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Kualitas gaharu di Provinsi Bengkulu terdapat tujuh kualitas, sementara di Kalimantan Timur terdapat empat kualitas dan di flores terdapat lima mutu gaharu yang disepakati dapat dilihat pada Lampiran 1, sedangkan menurut SNI 01-5009.1-1999 terdapat 13 kualitas gaharu yang ditetapkan yang dapat dilihat pada lampiran 2. Untuk lebih memahami kualitas gaharu dan kriteria pada masing-masing kualitas di Bengkulu dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14 Klasifikasi kualitas dan kriteria gaharu di Bengkulu

No Kualitas gaharu Bentuk Warna Serat Aroma Bobot

1 Gaharu super Bulat telur

Dokumen terkait