pertambangan galian golongan C di desa Lebak Jabung.
(Hasil wawancara Ahmad Yani Inisiator Lebak Jabung)
6 Pada bulan April tahun 2021 terlihat pemilik CV Sumber Rejeki (PS) sudah berkeliaran dan sering mengunjungi lokasi CV Sumber Rejeki. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagi masyarakat setempat mengenai status tersangka pemilik CV Sumber Rejeki. (Fakta di Lapangan)
7 Dibulan April 2021 juga terjadi Kembali kegiatan pertambangan oleh CV Sumber Rejeki dengan masuknya 4 eskavator dan terdapat Aparat Negara (TNI) yang mengawasi pertambangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apa kepentingan Aparat Negara (TNI) disana. (Fakta di Lapangan)
b. Ekonomi
• Penghaslian masyarakat Lebak Jabung awalnya bergantung pada hasil pertanian dan mencuri kayu.
Namun seiring berjalannya waktu pekerjaan menambang menjadi pekerjaan yang lebih diminati masyarakat Lebak jabung karna dianggap lebih menguntungkan. (Hasil wawancara Ahmad Yani Inisiator Lebak Jabung)
• Pertanian menjadi mata pencaharian terbanyak di daerah Mojokerto dengan jumlah 103.899 di tahun 2018 dan 111.275 tahun 2017 (Admin Rancangan Akhir RKPD, 2019).
• Mata pencaharian posisi nomer 2 terbanyak di daerah Mojokerto ialah pertambangan dengan jumlah sebanyak 11.118 pada tahun 2018 dan sebanyak 11.310 pada tahun 2017 (Admin Rancangan Akhir RKPD, 2019).
• GAKOPEN (Gerakan Komunitas Peduli Lingkungan) didirikan oleh masyarakat Lebak Jabung. Tujuan dari komunitas ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan membuat wisara alam (River
Tubing dan mengelola petilasan Gajah mada). (Hasil wawancara Ahmad Yani Inisiator Lebak Jabung)
c. Sosial
• Aksi warga Mojokerto menuju Jakarta (Istana Negara) dengan berjalan kaki untuk menentang aktivitas pertambangan pasir dan batu agar di tutup. Demi bertemu presiden Joko Widodo agar dapat mengadukan aktivitas pertambangan galian C yang illegal. Mengadukan keputusan pemerintah daerah yang diduga tumpang tindih menimbulkan masyarakat pro dan kontra. Aktivitas pertambangan menimbulkan kerusakan lingkungan dengan potensi bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor. (Anonim, 2020)
• Staff presiden telah menerima laporan dari Ahmad Yani dan 2 rekannya. Mereka mengadu terkait permasalahan tambang serta ancaman dari sejumlah preman tambang.
Aspirasi telah diterima dan pihaknya akan melanjutkan keluhan terkait masalah tambang pasir dan batu adensit yang mengganggu warga setempat. (Norhadini, 2020b).
• Terjadi demo di depan Kantor Kejaksaan Negri Kabupaten Mojokerto oleh masyarakat desa Lebak Jabung guna menolak aktivitas pertambangan yang berada di desa mereka. Masyarakat menuntut 5 hal, diantaranya: Mencabut izin oprasional CV Sumber Rejeki di Desa lebak Jabung, perjelas proses hukum tertutup Gusion Cloyal di Selomalang di Polres Mojokerto, kembalikan Arif Rahman sebagai Kades Lebak Jabung, periksa lebih lanjut pelapor yang dianggap telah ingkar terhadap hasil musyawarah pada tahun 2014 tentang Normalisasi Tanah Cianjur dan tetapkan Kawasan Selomalang sebagai Wilayah Konservasi lingkungan dan
menjadikan Desa Lebak Jabung sebagai Desa Wisara.
(Rido A, 2020)
• Preman dari perusahaan mendatangi rumah-rumah warga dan mengancam agar tidak melakukan protes ke pertambangan yang terjadi Desa Lebak Jabung (Anonim, 2020).
• Masyarakat Lebak Jabung resah dengan keberadaan tambang di desanya, yang mana berlokasi bersebelahan dengan kawasan hutan lindung, cagar budaya, situs religi makam kyai Ageng Ulama Pendakwah Islam pada masa Kerajaan Majapahit dan masuk kedalam area pertanian dan sungai. Masyarakat kontra karena berusaha menjaga ekosistem alam dan pengembangan desa wisata serta peninggalan sejarah. (Hasil wawancara Rendy (Masyarakat Desa)
• Tanggal 16 Maret 2021 terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa akibat bekas pertambangan yang dibiarkan begitu saja. Kronologi kejadiannya yaitu korban sedang memancing di bekas galian tambang, kail pancingnya tersangkut sehingga ia terperosok. Jasadnya ditemukan setelah 3 hari pencarian oleh tim SAR.
(Informasi Facebook grup Kabar Wong Jatirejo) d. Hukum
• Undang-Undang Pertambangan Nomor 37 Tahun 1960 serta pada Undang-Undang Pokok Pertambangan Nomor 11 Tahun 1967 pasal 3 Bahan galian golongan C (tidak termasuk strategis dan vital) menjadi bahan galian yang bisa digunakan sebagai usaha oleh rakyat ataupun Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) seperti kerikil, batu kali, gamping, marmer, batu sabak, pasir dan pasir urug.
• Dari Peraturan Bupati (PERBUP) Pasal 11 ayat (1) Nomor 6 Tahun 2012 mengenai Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan, untuk memperoleh Izin Usaha Pertambangan (WIUP) harus memenuhi kriteria diantaranya letak geografis, kaidah konsevasi, daya dukung lingkungan, optimalisasi sumber daua mineral dan/atau batu bara dan tingkat kepadatan penduduk (Peraturan Bupati (PERBUP), 2014).
• Dalam Peraturan Bupati (PERBUP) Pasal 64 ayat 2 mengenai sanksi administratif mencakup peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan dan/atau pencabutan IUP.
e. Lingkungan
• Semenjak adanya aktivitas pertambangan di Desa Lebak Jabung terdapat puluhan bekas galian. Bahkan aliran sungai menjadi bergeser (telah berpindah tempat) akibat galia di hulu sungai. Akibat galian golongan C yang cukup dalam dan meninggalkan bekas sehingga bendungan/DAM rusak dan menggantung setinggi 15 meter. Dulunya bendungan/DAM ini mejadi salah satu wadah aliran sungai yang menjadi sumber mata air masyarakat. Aktivitas pertambangan ini juga berdampak pada irigasi sawah menjadi terhambat di daerah tersebut.
Selain itu akibat aktivitas pertambangan juga membuat masyarakat Lebak Jabung mengalami krisis air bersih, banjir bandang dan tanah longsor (Fakta di Lapangan, Hasil wawancara Ahmad Yani Inisiator Lebak Jabung dan Hasil wawancara Hj Tono Petani Lebak Jabung)
• Gubernur Jawa Timur dituntut oleh masyarakat Lebak Jabung untuk mencabut izin usaha tambang milik CV Sumber Rejeki. Masyarakat mendesak agar segera
menghentikan aktivitas pertambangan dan menindak tegas kegiatan pertambangan karena berpotensi merusak lingkungan. Aktivitas pertambangan merusak stabilitas tebing sungai, penurunan debit air, berkurangnya mata air, air sungai menjadi keruh, serta hilangnya ekosistem sungai yang berpengaruh pada Kesehatan aliran air sungai (Anonim, 2020)
• Sebelum tahun 2003 lalu, di sungai Selomalang terdapat 1.000 lebih mata air, namun semenjak adanya aktivitas pertambangan mata air berkurang menjadi sekitar 100 mata air saja. Menurut Ahmad Yani salah satu warga Lebak Jabung, sungai Selomalang merupakan kawasan mata air yang menyuplai kebutuhan air masyarakat di bawahnya. Semenjang adanya aktivitas pertambangan, ribuan sumber mata air banyak yang hilang (Norhadini, 2020).
• Sebelum pertambangan masuk ke desa Lebak Jabung, hasil pertanian bisa mencapai 3 kali panen dalam setahun, tetapi setelah adanya pertambangan, hasil panen turun menjadi 2 kali pertahun. Hal ini terjadi akibat aktivitas pertambangan mempengaruhi aliran irigasi yang disalurkan untuk kebutuhan pertanian (Hasil wawancara Hj Tono Petani Lebak Jabung)
• Desa lebak Jabung merupakan Kawasan yang sangat penting bagi pendukung ekosistem di brantas. Dengan adanya pertambangan illegal di Desa Lebak Jabung sangat berpengaruh bagi keutuhan ekosistem di brantas. Ketika musim penghujan tiba maka Desa Lebak Jabung mengalami dampaknya seperti banjir bandang. (Hasil wawancara Prigi Arsandi pendiri ECOTON)
• Aktivitas pertambangan yang dilakukan CV Sumber Rejeki berdekatan dengan Hutan Lindung. Aktivitas pertambangan membuat Hutan Lindung menjadi gundul.
Sejatinya hutan harus dilindungi karena hutan berperan sebagai paru-paru dunia dan pengendali bencana. Apabila hutan telah dirusak maka dampak yang akan terjadi ialah rusaknya lingkungan seperti tanah longsor dan banjir.
(Hasil wawancara Ahmad Yani Inisiator Lebak Jabung) B. Problem Statement
Kerusakan lingkungan di desa Lebak Jabung terjadi akibat dari adanya aktivitas pertambangan galian golongan C yang dilakukan oleh CV Sumber Rejeki. CV tersebut menggali tidak sesuai dengan koordinat yang disepakati, yaitu dengan melakukannya di hulu sungai.
Sungai Selomalang merupakan salah satu sumber mata air masyarakat desa Lebak Jabung untuk keperluan sektor pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga . Meskipun pertambangan tersebut mengantongi izin, namun menimbulkan persoalan pada masyarakat. Masyarakat terpecah menjadi dua, yaitu masyarakat kontra dan masyarakat pro. Masyarakat kontra yaitu masyarakat yang terdampak dari adanya pertambangan tersebut dan masyarakat pro yaitu masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai penambang. Pertambangan di desa Lebak Jabung sempat mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Mojokerto dan hasil dari perhatian tersebut pemilik CV Sumber Rejeki berinisial PS mendapatkan hukuman berupa status tahanan. Tetapi masyarakat masih dibuat resah, hingga Agustus 2021 pertambangan masih beroperasi.
Dampak yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan menimbulkan bekas galian yang berakibat pada kerusakan lingkungan dan bencana alam.
1.7.2 Target Audience
• Geografi: Nasional
• Demografi o Usia: 30 – 45 o SES: B
• Profesi: Dosen, Pengusaha dan Aktivis Lingkungan
• Psikografis: Minimalist, Membaca, Menulis, Konsumtif, Wawasan Luas, Disiplin, Kreatif, Rasa Sosial Tinggi Behavioral: Antusias dengan Isu Lingkungan
Untuk film bertemakan lingkungan apalagi dalam konteks dokumenter, usia dan profesi tersebut merupakan kelompok usia yang bisa menerima dan bisa mempertanggungjawabkan informasi yang di peroleh dari isu film seperti ini, sebagaimana dalam California Longitudinal Study disebutkan bahwa pada rentang usia tersebut merupakan kelompok usia yang paling sehat, paling tenang, paling bisa mengontrol diri, dan paling bertanggung jawab (Murfianti, 2020).
1.7.3 Timeline
Tabel 1. 1 Timeline Kegiatan
No. Kegiatan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep 1 Menentukan
Judul 2 Riset 3 Asistensi 4 Seminar
Proposal 5 Shooting 6 Wawancara 7 Editing
8 Laporan Akhir 9 Sidang
1.7.4 Budgeting
Tabel 1. 2 Budgeting Kegiatan
NO. ITEM QTY DAY PRICE TOTAL
KAMERA
1. Kamera Sony A7 + Kit Sony 28-70 1 8 Rp. 200.000 Rp. 1.600.000
2. Kamera Sony A6300 + Kit Sony 28-70 1 8 Rp. 180.000 Rp. 1.440.000
3. DJI MAVIC PRO 1 5 Rp. 250.000 Rp. 1.250.000
4. Iphone 7 1 8 - -
LENSA
5. Fix Sony 35 mm 1 3 Rp. 60.000 Rp. 180.000
SOUND
6. MIC FIFINE 1 8 Rp. 30.000 Rp. 240.000
LAIN-LAIN
7. Tripod Takara Eco 1 8 Rp. 20.000 Rp. 160.000
8. Zhiyun Crane 2 1 3 Rp. 150.000 Rp. 450.000
TRANSPORT
9. Kendaraan Pribadi 2 8 Rp. 30.000 Rp. 480.000
LAIN-LAIN
10. Pengisi Suara (VO) 1 1 1 Rp. 150.000 Rp. 150.000 11. Pengisi Suara (VO) 2 1 1 Rp. 100.000 Rp. 100.000
TOTAL Rp. 6.050.000
1.7.5 Film Statement
Film Statement digunakan sebagai perencanaan ide cerita film terhadap isu yang akan diangkat. Film Statement berupa tulisan dalam bentuk paragraf yang berisi cerita film secara singkat, padat, dan jelas.
Film Statement Dokumenter SAKAT
Pada tahun 2003 warga desa Lebak Jabung merasakan krisis air bersih setelah aktivitas pertambangan masuk ke desa mereka. Terjadinya krisis air bersih di desa Lebak Jabung diakibatkan pertambangan besar-besaran dan terus-menerus yang berlokasi di hulu sungai oleh CV Sumber Rejeki. Karena merasakan dampak buruk dari pertambangan, Ahmad Yani bersama warga melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto.
Karena merasa belum menemukan titik terang, Ahmad Yani bersama 2 rekannya bertekad menemui presiden Joko Widodo dengan berjalan kaki dari Mojokerto ke Jakarta yang berjarak kurang lebih 730 km guna mengadukan keluhan aktivitas tambang yang terjadi di desanya. Hal tersebut menarik perhatian banyak masyarakat, akhirnya pihak berwajib melakukan penyelidikan kepada CV Sumber Rejeki dan berujung pada Agustus 2020 pemilik pertambangan (PS) ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil pennyelidikan yang dilakukan, CV Sumber Rejeki melakukan aktivitas pertambangan tidak sesuai dengan koordinat yang disepakati. Meski aktivitas pertambangan sempat terhenti, namun pada Maret 2021 pertambangan aktif kembali, dan tidak ada tindak lanjut hukum bagi pemilik pertambangan.
1.7.6 Treatment editor
Film treatment dibuat untuk mengetahui tujuan dari konsepsi film, mise end scene, sinematografi dan penataan suara (Hermansyah, 2009). Dengan adanya film treatment dapat memudahkan crew yang bertugas karena memiliki acuan dalam mengerjakan tugas masing-masing jobdesk seperti apa konsep yang akan dibuat pada film tersebut.