PENGADILAN TINGGI MEDAN
II. Dalam Pokok Perkara :
1. Bahwa seluruh dalil-dalil yang telah diuraikan dalam Eksepsi terdahulu tidak akan diulangi kembali dan merupakan satu kesatuan serta menjadi dalil dalam pokok perkara;
2. Bahwa Tergugat III membantah seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat, kecuali yang diakui secara sah dalam pokok perkara ini; 3. Bahwa perubahan gugatan yang diajukan oleh Penggugat pada tanggal 18 Januari 2013 harusilah ditolak sesuai dengan Jurisprudensi
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 41 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn Keputusan Mahkamah Agung RI No. 1043 K/Sip/1971 tanggal 03 Desember 1974 yang menyatakan :
“Jurisprudensi mengijinkan perubahan atau tambahan dari gugat,
asal hal ini tidak mengakibatkan perubahan dari posita dan Tergugat tidak dirugikan dalam haknya untuk membela diri”;
Hal mana sejalan dengan Jurisprudensi Keputusan Mahkamah Agung RI No. 226 K/Sip/1973 tanggal 27 Desember 1975 yang menyatakan :
“Karena perubahan gugatan yang diajukan penggugat adalah
mengenai pokok gugatan, maka seharusnya perubahan tersebut ditolak”;
4. Bahwa namun demikian Tergugat III tetap menanggapi dalil-dalil gugatan Penggugat tersebut bahwa seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat dalam perkara a quo pada pokoknya merupakan peristiwa hukum yang terjadi antara Penggugat dengan Tergugat I dan atau Tergugat II, sedangkan Tergugat III adalah pemenang lelang atas sebidang tanah seluas 4.832 M2 berikut : 2 (dua) bangunan 1 (satu) lantai yang berdiri diatasnya sesuai dengan SHM No. 1261 tanggal 26 April 1995 atas nama Zuki (Penggugat) yang terletak di Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhan Batu berdasarkan kutipan Risalah Lelang Nomor : 049/2012 tanggal 8 Maret 2012 yang dikeluarkan oleh kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kisaran/ Tergugat II;
5. Bahwa dasar keikutsertaan Tergugat III dalam lelang yang dilaksanakan oleh Tergugat II atas permintaan Tergugat I adalah sebagai berikut :
5.1.Bahwa 2 (dua) hari sebelum pelelangan yakni tanggal 06 Maret 2012 datang Tergugat I memberitahukan adanya pelelangan yang akan diadakan pada tanggal 08 Maret 2012 dan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 42 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn tanggal 07 Maret 2012 adalah hari terakhir penyetoran uang lelang sebesar 10% dari harga lelang;
5.2.Bahwa mengenai pelelangan tersebut sebenarnya Tergugat III tidak memahaminya, dan tanggal 07 Maret 2012 Tergugat III membawa dana 10% dari harga lelang ke Bank Sumut dan menyetorkan uang tersebut sebagai panjar pelelangan;
5.3.Bahwa pada hari H pelelangan tanggal 8 Maret 2012 Tergugat III menghadiri acara pelelangan, pejabat lelang pada saat itu adalah Bapak Bono Yudianto, SE dan Tergugat IIII menanyakan apabila batal menawar objek lelang tersebut apa sanksinya dan dijawab uang sebesar 10% yang telah disetorkan sebelumnya akan menjadi hangus (tidak dikembalikan) dan akhirnya Tergugat III memutuskan untuk mengikuti pelelangan tersebut;
5.4.Bahwa pada acara pelelangan tersebut Tergugat III memenangkan objek pelelangan yaitu Sertifikat Hak Milik No. 1261 yang diatasnya terdapat bangunan gedung/bengkel atas nama Penggugat sebagai pemberi Hak Tanggungan dan Tergugat I sebagai pemegang Hak Tanggungan dan 2 (dua) bulan kemudian Tergugat III mendapat berita dari Tergugat I bahwa Penggugat tidak berkenan keluar/menyerahkan objek lelang / objek sengketa yang dimenangkan Tergugat III berdasarkan lelang Eksekusi yang dilakukan oleh Tergugat II; 5.5.Bahwa kemudian 2 (dua) bulan yang lalu Tergugat III diundang oleh Tergugat I membicarakan pelelangan yang telah dimenangkan oleh Tergugat III tersebut, kemudian dimediator oleh Tergugat I bahwa Penggugat hendak membeli kembali
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 43 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn gedung/ bengkel terseut, akan tetapi tidak ada titik temu tentang harganya;
6. Bahwa dalil gugatan Penggugat point (4) dan point (4.1) s/d (4.3) adalah keliru dan Penggugat terkesan tidak mengetahui duduk masalahnya, dengan dalil sebagai berikut :
6.1. Bahwa Penggugat tidak mengetahui perbedaan Sertifikat Hak Tanggungan, Akta Pemberian Hak Tanggungan dengan akibat hukumnya dan Jaminan kredit dengan objek Hak Tanggungan;
6.2. Bahwa Penggugat menjaminkan atau menjadikan Sertiifkat Hak Milik No. 1261/ Bakaran Batu atas nama Penggugat sebagai objek Hak Tanggungan yakni berupa sebidang tanah seluas 4.832 M2 yang terletak di Kel. Bakaran Batu Kec. Rantau Selatan Kab. Labuhan Batu atas jaminan kredit yang diperoleh Penggugat dari Tergugat I;
6.3. Bahwa sebagaimana yang tertulis dalam Sertiifkat Hak Milik No. 1261/ Bakaran Batu disebutkan adanya Hak Tanggungan Pertama dengan Hak Tanggungan No. 311/2005 berdasarkan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 85/2005 tanggal 04 Mei 2005 yang dibuat dihadapan Ramlah Lubis, Notaris sebagai PPAT Kab. Labuhan Batu dan terdaftar dalam Sertiifkat Hak Tanggungan No. 311 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kab. Labuhan Batu;
6.4. Bahwa selanjutnya Hak Tanggungan Kedua dengan Hak Tanggungan No. 487/2009 berdasarkan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 86/2009 tanggal 16 April 2009 yang dibuat dihadapan Setiawati, Notaris sebagai PPAT Kab. Labuhan Batu dan terdaftar dalam Sertiifkat Hak Tanggungan No. 487 yang
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 44 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kab. Labuhan Batu;
6.5. Bahwa selanjutnya Hak Tanggungan Ketiga dengan Hak Tanggungan No. 1343/2010 berdasarkan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 199/2010 tanggal 07 Mei 2010 yang dibuat dihadapan Setiawati, Notaris sebagai PPAT Kab. Labuhan Batu dan terdaftar dalam Sertiifkat Hak Tanggungan No. 1343 yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kab. Labuhan Batu;
6.6. Bahwa proses pemberian Hak Tanggungan atas objek sengketa/ objek lelang pada point (6.3 s/d 6.5) tersebut diatas telah sesuai dengan ketentuan Pasal 4,5,10,13 dan 14 UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah, sehingga Tergugat I sebagai pemegang Hak Tanggungan atas objek sengketa/ objek lelang;
6.7. Bahwa Ketiga Sertifikat Hak Tanggungan Nomor : 311, 487 dan 1343 memuat irah-irah dengan kata-kata : “Demi Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang mempunyai kekuatan Eksekutorial yang sama dengan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
7. Bahwa akan tetapi Penggugat tidak dapat melaksanakan semua kewajibannya berupa pembayaran kepada Tergugat I dan hanya mampu membayar bunga sebagaimana pengakuan Penggugat pada point (6) halaman 3 gugatannya, sehingga Tergugat I sebagai kreditur/ pemegang Hak Tanggungan meminta Tergugat II sebagai pelaksana lelang untuk melaksanakan lelang Eksekusi atas objek Hak Tanggungan Seritifikat Hak Milik No. 1261 yang telah dibebani dengan 3 (tiga) Hak Tanggungan dan hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan pasal 5 dan 6 UU No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 45 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah;
8. Bahwa sesuai dengan isi ketiga Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 85/2005 tanggal 04 Mei 2005, No. 86/2009 tanggal 16 April 2009 dan no. 199/2010 tanggal 07 Mei 2010 tercantum didalamnya janji-janji yang telah disepakati oleh kedua belah pihak antara Tergugat I sebagai kreditur/ pemegang Hak Tanggungan dengan Penggugat sebagai debitur/ pemberi Hak Tanggungan, yakni antara lain : jika debitur tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi hutangnya maka pemegang Hak Tangungan pertama mempunyai hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri objek Hak Tanggungan apabila Debitur cedera janji dan telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 11 ayat (2) huruf e UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah;
9. Bahwa oleh karena itu Tergugat I melaksanakan lelang eksekusi berdasarkan titel Eksekutorial yang terdapat dalam ketiga Sertifikat Hak Tanggungan tersebut atas Sertifikat Hak Milik No. 1261 kepada Tergugat II dan telah sesuai dengan ketentuan dalam pasal 20 Jo Pasal 6 UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah Jo Pasal 5 Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang yakni :
-Lelang eksekusi termasuk, tetapi tidak terbatas pada lelang eksekusi Pasal 6 UU Hak Tanggungan,………….. dst;
-Apabila debitur cedera janji, maka hak pemegang Hak Tanggungan untuk menjual objek Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 atau titel eksekutorial yang terdapat dalam Sertifikat Hak Tanggungan dan objek
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 46 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut tata cara yang diatur dalam peraturan perundang-undangan;
10. Bahwa semua ketentuan prosedur lelang eksekusi sudah dilakukan oleh Tergugat I, II dan III sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku baik tentang undang-undang Hak Tanggungan atas tanah maupun petunjuk pelaksanaan lelang eksekusi tersebut diatas, sehingga cukup alasan hukum bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat I, III khusunya Tergugat III;
11. Bahwa berdasarkan alasan-alasan hukum tersebut pada point (1) s/d (9) diatas, maka tidak benar seluruh dalil gugatan Penggugat adanya perbuatan melawan hukum atas peralihan objek sengketa dengan cara lelang eksekusi atas Sertifikat Hak Milik No. 1261 kepada Tergugat III dengan dalil dan bantahan sebagai berikut :
11.1. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat pada point (5) yang mendalilkan tentang Surat Kuasa Substitusi dalam Akta Perjanjian kredit Nomor : 16 tanggal 07 Mei 2010, sebab pelaksanaan lelang eksekusi dilakukan atas dasar Akta Pemberian Hak Tanggungan dan Sertifikat Hak Tanggungan yang terdapat irah-irah dengan kata-kata : “Demi Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang mempunyai titel eksekutorial yang sama dengan putusan Pengdilan yang berkekuatan hukum tetap; 11.2. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat pada point (6,7 dan 8) sebagai alasan hukum bahwa objek sengketa tidak dapat dilakukan lelang eksekusi, karena Penggugat sendiri telah mengakui tidak mampu membayar hutang pokok sebagaimana diperjanjikan sehingga tidak memenuhi perjanjian (cedera janji), sedangkan alasan-alasan dalam dalil gugatan point (7) bukan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 47 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn merupakan alasan hukum yang termasuk kategori force majeure dan pelaksanaan lelang eksekusi pada tanggal 08 Maret 2012 sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tidak dapat dibatalkan sebagaimana ketentuan pasal 3 Peraturan Menteri Keuangan No.93/PMK.06/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang;
11.3. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat pada point (9) halaman (3) yang menyatakan tidak ada alasan lelang yang dilakukan oleh Tergugat II karena pinjaman Penggugat pada Tergugat I masih tergolong sub standart, karena Penggugat tidak melaksanakan kewajiban pembayaran yang diperjanjikan, sehingga pelelangan yang dilakukan Tergugat II atas permintaan Tergugat I dan telah sesuai dengan ketentuan Pasal 12 Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 tanggal 23 April 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang disebutkan :
Pasal 12 :
Kepala KPKNL/ Pejabat Lelang Kelas II tidak boleh menolak permohonan lelang yang diajukan kepadanya sepanjang dokumen persyaratan lelang sudah lengkap dan telah memenuhi legalitas formal subjek dan objek lelang;
11.4. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat pada point (10) halaman (4) yang menyatakan tenggang waktu pelelangan bertentangan dengan Pasal 20 Ayat (3) UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, karena Pemegang Hak Tanggungan (Tergugat I) melaksankan lelang eksekusi berdarkan ketentuan Pasal 20 Ayat (1) huruf (a) dan (b) UU No. 4 Tahun 1996 dengan mengacu kepada ketiga Akta pemberian
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 48 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn Hak Tanggungan dan Sertifikat Hak Tanggungan yang memiliki kekuatan Eksekutorial dan pelelangan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 tanggal 23 April 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, dan Penggugat telah mengakui bahwa ada pemberitahuan pelaksanaan lelang tersebut;
11.5. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat pada point (11) halaman (4) yang menyatakan apabila peserta lelang hanya 1 (satu) orang maka lelang dibatalkan dan wajib diumumkan kembali melalui media massa, sebab sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 tanggal 23 April 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, disebutkan lelang tetap dilaksanakan walaupun hanya diikuti oleh 1 (satu) orang peserta lelang dan lelang yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tidak dapat dibatalkan, disamping itu legalitas formal subjek dan objek lelang sudah lengkap;
11.6. Bahwa Tergugat III telah melakukan penawaran lelang diatas nilai limit yang diumumkan, sesuai ketentuan Pasal 60 Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 tanggal 23 April 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, dengan demikian Tergugat III adalah pembeli lelang yang beritikad baik dan harus mendapat perlindungan hukum;
11.7. Bahwa tidak benar dalil gugatan Penggugat pada point (12) halaman (4) yang menyatakan seharusnya permasalahan kredit Penggugat diselesaikan melalui Pengadilan Negeri terlebih dahulu dan tidak langsung pelelangan, karena sesuai dengan ketentuan pasal 6, 14 dan 20 UU No. 4 Tahun 1996 Akta
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 49 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn Pemberian Hak Tanggungan dengan titel eksekutorial yang sama dengan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, sehingga apabila tidak melaksanakan kewajiban, pemegang hak tanggungan (Tergugat I) memiliki hak pertama untuk melaksanakan lelang eksekusi atas objek hak tanggungan dan sesuai dengan Pasal 1 angka 4 Jo Pasal 5 Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 tanggal 23 April 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, disebutkan Lelang Eksekusi adalah lelang untuk melaksanakan putusan/ Penetapan Pengadilan, dokumen-dokumen lain yang dipersamakan dengan itu, dan/ atau melaksanakan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dan lelang eksekusi termasuk lelang yang dimaksud dalam Pasal 6 UU Hak Tanggungan, sehingga Tergugat II melaksanakan lelang eksekusi atas objek sengketa; 11.8. Bahwa Tergugat III memperoleh objek sengketa berdasarkan lelang eksekusi yang dilaksanakan oleh Tergugat II atas permintaan Tergugat I, sehingga Tergugat III memiliki dasar perolehan objek sengketa berdasarkan kutipan Risalah Lelang Nomor : 049/2012 tanggal 08 Maret 2012, dan oleh karena itu memiliki hak untuk mendaftarkan haknya di Kantor Pertanahan Labuhan Batu sebagaimana ketentuan pasal 41 PP No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran hak atas tanah;
12. Bahwa berdasarkan alasan-alasan hukum tersebut diatas, Tergugat III tidak terbukti menimbulkan kerugian harga diri Penggugat, oleh karena itu Tergugat III tidak benar melakukan perbuatan melawan hukum dan menolak ganti kerugian harga diri yang dituntut Penggugat sebesar Rp 500.000.000,- ( Lima ratus juta rupiah) dan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Halaman 50 dari 72 Hal.Put.No. 81/Pdt/2014/PT-Mdn patut kiranya Majelis Hakim menolak gugatan Penggugat atau Gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (N.O);
13. Bahwa berdasarkan dalil-dalil tersebut diatas, maka Patut secara hukum Tergugat III dinyatakan sebagai pembeli yang beritikad baik karena memperoleh hak atas objek sengketa melalui lelang Eksekusi susuai isi Jurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 251 K/Sip/1958 tanggal 26-12-1958 yang menyatakan :
“Pembeli yang telah bertindak dengan baik harus dilindungi dan
jual-beli yang bersangkutan haruslah dianggap sah”;