• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM REKONPENSI:

Dalam dokumen Materi diskusi kelompok (Halaman 26-48)

1. Suami sebagai pemohon menerima dan mengabulkan permintaan saya sebagai termohon untuk memberikan mut’ah berupa emas murdani berkadar 24 karat/98 % seberat 15 gram, dan mengganti kalung emas murdani berkadar 24 karat/98 % seberat 10 gram dan liontin seberat 1,6 gram yang telah dipinjamnya.

2. Bahwa sebagaimana tuntutan kehidupan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga adalah suatu hal yang sangat wajar saya sebagai termohon meminta suami sebagai pemohon untuk memberikan nafkah iddah atau nafkah lahir selama 1 tahun sebesar Rp. 30.000.000,00 (Tiga Puluh Juta Rupiah) yang jika diuraikan menjadi Rp. 2.500.000,00 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) perbulannya.

Menimbang, bahwa untuk lengkap dan ringkasnya isi putusan ini maka segala sesuatu yang tercatat dalam berita acara persidangan perkara ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini ; TENTANG HUKUMNYA

Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon sebagaimana tersebut di atas ;

Menimbang bahwa perkara ini adalah termasuk dalam bidang perkawinan dan kedua belah pihak bertempat tinggal dalam wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama MMM, maka berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 49 huruf a Undang-undang Nomor 3 tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama, maka perkara ini menjadi wewenang Pengadilan Agama MMM;

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditetapkan Pemohon dan Termohon hadir menghadap di persidangan;

Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 69 jo Pasal 82 ayat (1 dan 4) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah dirubah untuk kedua kalinya dengan Undang-undang Nomor 50 tahun 2009, Majelis Hakim dalam setiap persidangan telah berupaya mendamaikan kedua belah pihak untuk rukun kembali membina rumah tangga yang kekal dan bahagia, akan tetapi tidak berhasil;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim selain telah berupaya mendamaikan para pihak berperkara dengan menasehati pihak Pemohon dan Termohon agar bersabar dan rukun lagi dengan baik, Majelis Hakim telah menunjuk Hakim Mediator Pengadilan Agama MMM bernama Drs. H. ARIFUDDIN, S.H., M.Ag. dengan Penetapan Nomor 1416-/Pdt.G/---/PA.MMM, untuk mendamaikan kedua belah pihak, akan tetapi tidak berhasil karena Pemohon tetap pada pendiriannya sehingga perkaranya tetap diteruskan, berdasarkan laporan Mediator tertanggal, 18 Desember ---, menyatakan bahwa Mediasi gagal, maka ketentuan pasal 82 ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 03 tahun 2006 jo. Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975, jo PerMa.no. 01 2008, telah terpenuhi;

Menimbang bahwa oleh karena usaha perdamaian tidak berhasil maka pemeriksaan pokok perkara selanjutnya dilaksanakan dalam persidangan yang tertutup untuk umum, sesuai ketentuan Pasal 68 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang

telah dirubah dirubah untuk kedua kalinya dengan Undang-undang Nomor 50 tahun 2009;

Menimbang, bahwa Pemohon di persidangan dan telah mem-berikan keterangan secukupnya tentang permohonannya baik secara lisan maupun melalui repliknya yang pada pokoknya tetap pada permohonannya untuk menceraikan Termohon dengan alasan dalil-dalilnya tersebut;

Menimbang, bahwa Termohon juga dipersidangan telah menjawab secara tertulis serta dupliknya secara tertulis sepanjang yang dapat disimpulkan yang pada pokoknya Termohon mem-bantah/menolak sebagian dalil-dalil Pemohon kecuali yang secara tegas diakui kebenarannya, akan tetapi pada pokoknya Termohon dapat menerima talak dari Pemohon;

Menimbang, bahwa yang menjadi dalil pokok permohonan Pemohon adalah karena antara Pemohon dan Termohon sejak pindah di Jalan Singa II keharmonisan rumah tangga Pemohon dengan Termohon terusik sering terjadi perselisihan dan pertengkaran bahkan Termohon pernah menampar Pemohon disebabkan Termohon sudah tidak mau menghormati Pemohon sebagai suami , dinasehati tidak mau malah marah-marah dan Termohon selalu menolak kalau diajak hubungan badan dengan Pemohon serta Termohon tidak menghormati orang tua Pemohon ketika orang tua Pemohon sedang menjenguknya , dan dengan kejadian tersebut komunikasi dan hubungan suami/istri antara Pemohon dan Termohon tidak lagi harmonis, yang puncaknya sejak awal tahun ---Pemohon dan Termohon pisah rumah dengan pindah ke rumah kontrakan semula di Jalan Singa III, blok T.6, No.39, MMM Baru sampai dengan sekarang

Menimbang, bahwa dari jawab menjawab antara kedua belah pihak berperkara dapatlah di ketahui, bahwa Termohon mengakui sebagian dalil-dalil permohonan Pemohon dan ada dalil-dalil Permohonan Pemohon yang dibantah secara tegas oleh Termohon yaitu penyebab perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon,akan

tetapi Termohon dapat menerima talak yang hendak dijatuhkan oleh Pemohon, maka secara formal harus dinyatakan dalil-dalil permohonan Pemohon telah diakui dan dibenarkan oleh Termohon, maka Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut;

Menimbang,. bahwa Terhadap Posita Permohonan Pemohon Poin 1(satu), 2 (dua) dan 3 (tiga ) , ternyata telah diakui oleh Termohon , maka patut dinyatakan dalil Permohonan Pemohon telah terbukti ;

Menimbang, bahwa berdasarkan permohonan Pemohon yang dikuatkan dengan Pengakuan Termohon, bukti P .3,P.4,T3 dan T.4, keterangan dua orang saksi yang telah disumpah, bahwa antara Pemohon dan Termohon sebagai suami isteri yang sah dan perkawinannya dicatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dapat dibuktikan dengan Photo Kopi Kutipan Akta Nikah nomor 417/23/VI/2008, 13 Juni 2008 yang dikeluarkan dan ditandatangi oleh Kantor Urusan Agama Labuan, Kabupaten Pandeglang;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat antara Pemohon dengan Termohon harus dinyatakan terbukti masih terikat dengan perkawinan yang sah sejak 14 Juni 2008, hal tersebut sesuai dengan pasal 7 ayat (1)Kompilasi Hukum Islam, dan sampai saat ini belum dikaruniai anak;

Menimbang, bahwa walaupun Termohon secara formal telah mengakui dalil-dalil permohonan Pemohon, namun karena perkawinan merupakan ikatan yang kokoh dan suci yang tidak hanya berdasarkan pengakuan saja untuk melepaskan ikatan tersebut, oleh karenanya Majelis Hakim perlu pula mendengar keterangan saksi-saksi keluarga Pemohon dan Termohon dipersidangan ;

Menimbang, bahwa yang menjadi alasan perceraian Pemohon dengan Termohon adalah perselisihan yang terus menerus. Oleh karenanya Majelis Hakim memerintahkan Pemohon dan Termohon untuk menghadirkan saksi keluarga / orang dekat guna didengar keterangannya. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. pasal 134 Kompilasi Hukum Islam;

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil permohonannya Pemohon telah mengajukan saksi-saksi, dan Majelis Hakim akan mempertim-bangkan sebagai berikut ;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mendengar keterangan dua orang saksi Pemohon yang bernama :Sugiatmi binti Sastro Sendo dan Iwan Supriyanto bin Iman Sajirun , kedua orang saksi tersebut telah memberikan keterangan dibawah sumpahnya, yang pada pokoknya bahwa saksi tahu keadaan rumah tangga Pemohon dan Termohon, Saksi juga tahu rumah tangga Pemohon dan Termohon sejak pindah ke rumah jalan Singa II MMM Pusat 2011 sudah tidak harmonis sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan Termohon tidak menyebut satu persatu lamarannya dan Termohon tidak senang Pemohon dengan wanita lain , para saksi tahu ketidak harmonisan rumah tang-ga Pemohon dan Termohon mencapai puncaknya sejak kurang lebih awal tahun --- yang lalu hingga sekarang Pemohon dan Termohon telah pisah rumah hingga sekarang ;

Menimbang, bahwa keterangan saksi-saksi ini cukup jelas, karena para saksi adalah orang dekat dengan pihak Pemohon dan Termohon yaitu ibu kandung Pemohon dan karyawan Pemohon , sehingga saksi tahu persis kondisi rumah tangga Pemohon dan Termohon, sehingga antara Pemohon dan Termohon telah pisah rumah sejak satu tahun yang lalu ;

Menimbang, bahwa alat-alat bukti saksi yang diajukan oleh Pemohon ini telah memenuhi syarat formil, keterangan mana tidak dibantah baik oleh Termohon maupun Pemohon, maka Majelis Hakim menilai keterangan saksi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai alat bukti dalam perkara ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dan dikuatkan dengan keterangan saksi dari pihak Permohon maupun Termohon dibawah sumpahnya, Majelis Hakim telah menemukan fakta, bahwa kondisi rumah tangga Pemohon dengan Termohon sejak pindah rumah ke Jalan Singa II sudah ada bintik-bintik ketidak harmonisan dalam

rumah tanga Pemohon dan Termohon dan sekurang-kurangnya sejak tahun 2011 rumah tangganya sering terjadinya perselisihan dan pertengkaran, yang menurut pihak Pemohon disebabkan oleh karena Termohon sudah tidak mau menghormati Pemohon sebagai suami , dinasehati tidak mau malah marah-marah, Termohon selalu menolak kalau diajak hubungan badan dengan Pemohon dan Termohon tidak menghormati orang tua Pemohon ketika orang tua Pemohon sedang menjenguknya , sedangkan menurut pihak Termohon disebabkan oleh karena Pemohon mengaku telah menjalin hubungan istimewa /sepesial dengan perempuan lain yang bernama Suryani , sehingga keduanya sekarang ini telah pisah tempat tinggal sejak awal tahun --- hingga sekarang;

Menimbang, bahwa berdasarkan kepada keterangan Pemohon, pengakuan Termohon dan keterangan saksi-saksi dibawah sumpahnya dari pihak Pemohon , serta apa-apa yang telah terungkap selama persidangan berlangsung, Majelis Hakim telah menemukan fakta hukum, bahwa sejak tahun 2011 telah terjadi perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon yang puncaknya terjadi pada awal tahun --- kedua belah pihak telah pisah rumah hingga sekarang , maka Majelis Hakim dapat menilai , bahwa rumah tangga Pemohon dan Termohon telah pecah karena sudah tidak ada saling pengertian, saling mengalah, saling menghormati satu sama lain, yang muncul kepermukaan adalah egois masing-masing;

Menimbang, bahwa perselisihan antara Pemohon dan Termohon sifatnya sudah sedemikian rupa. sehingga tetap tidak dapat berhasil didamaikan, sekalipun Majelis Hakim telah berusaha secara aktif untuk mendamaikan kedua belah pihak, maka dengan demikian alasan perceraian sebagaimana tersebut dalam penjelasan pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974.jo. pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 yang berbunyi ;

“ Antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga “ telah terpenuhi ;

Menimbang, bahwa perkawinan adalah merupakan ikatan lahir dan batin antara suami dan isteri , dan membentuk rumah tangga yang penuh ketentraman (sakinah) penuh cinta kasih( Mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), dan bukan hanya sekedar ikatan lahir saja (perdata saja), sehingga bila salah satu pihak sudah enggan meneruskan rumah tangga dan tetap teguh ingin bercerai , maka Majelis Hakim menilai bahwa antara Pemohon dan Termohon sebagai suami isteri sudah tidak ada ikatan lahir batin lagi , sehingga perkawinan seperti itu dapat diduga telah rapuh dan tidak akan dapat lagi diwujudkan tujuan dari perkawinan yang sebagaimana diuraikan dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 3 yaitu, “untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang saling mawaddah dan rahmah”,akan sulit untuk dicapai;-

Menimbang, bahwa berdasakan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 1 mengatakan, bahwa perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahgia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa;

Menimbang,bahwa perkawinan sebagaimana dirumuskan dalam pasal tersebut diatas menunjukan, bahwa dalam perkawinan tersebut adanya dua individu yang saling mengikatkan diri baik lahir maupun bathin sebagai suami istri, ukuran adanya keterikatan lahir yang dapat dilihat mata adalah antara suami istri tersebut hidup serumah dengan menjalankan fungsinya masing-masing sebagai ibu rumah tangga bagi istri dan pemimpin rumah tangga bagi suami secara baik,sedangkan ukuran adanya keterikatan bathin adalah dengan saling mencintai, saling menyayangi,saling menghormati satu sama lain secara tulus ikhlas tanpa adanya paksaan;

Menimbang, bahwa dengan telah terbukti adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus antara Pemohon dan Termohon

dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon, maka apabila perkawinan antara Pemohon dan Termohon diteruskan tujuan perkawinan sebagaimana dirumuskan dalam pasal 1 Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tersebut dan Firman Allah dalam surat Aruum ayat 21 tidak akan tercapai, bahkan sebaliknya apabila perkawinan Pemohon dengan Termohon tidak diputus/diceraikan, maka perselisihan dan pertengkaran tidak berkesudahan dan akan menambah beratnya beban penderitaan lahir batin bagi kedua belah pihak;

Menimbang, bahwa melihat dari rangkaian peristiwa yang timbul dalam rumah tangga antara Pemohon dengan Termohon , patut diduga ,bahwa antara Pemohon dengan Termohon selalu terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus sampai mengakibatkan terjadi perpisahan tempat tinggal diantara mereka, meskipun upaya perdamaian yang dilakukan oleh pihak keluarga telah diupayakan semaksimal mungkin,namun tidak berhasil untuk merukunkan rumah tangga Pemohon dengan Termohon ;

Menimbang, bahwa perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga Pemohon dengan Termohon sudah sampai pada tingkat Broken Mariage , sehingga kalau tetap suami isteri ini dipaksakan dalam ikatan perkawinan patut dapat diduga yang akan terjadi bukan suasana harmonis kedamaian, tetapi yang akan mereka hadapi setiap hari adalah kekejaman mental yang dapat menimbulkan penderitaan dan kerusakan mental bagi Pemohon dan Termohon .

Menimbang, bahwa dengan tidak mempersoalakan siapa yang salah dan benar dalam perkara ini diperoleh petunjuk,bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon sudah sangat sulit untuk dirukunkan; Menimbang, bahwa dalam kasus Pemohon dan Termohon dengan alasan perselisihan dan pertengkaran, Majelis Hakim tidak melihat kepada kesalahan salah satu pihak, tetapi Majelis Hakim akan menilai dari segi perkawinan itu sendiri yang telah pecah (Broken Mariage) sehingga tidak mungkin untuk dipersatukan kembali, ( vide Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 30.K/AG/1990 ), oleh karena itu Majelis Hakim

berpendapat, bahwa perkawinan antara Pemohon dengan Termohon harus diceraikan, karena perceraian tersebut adalah yang paling tepat dan memenuhi rasa keadilan bagi kedua belah pihak;

Menimbang, bahwa dengan telah terbukti adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus antara Pemohon dan Termohon dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon , maka apabila perkawinan antara Pemohon dan Termohon diteruskan tujuan perkawinan sebagaimana dirumuskan dalam pasal 1 Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tersebut dan Firman Allah dalam surat Arruum ayat 21 tidak akan tercapai, bahkan sebaliknya apabila perkawinan Penohon dengan Termohon tidak diputus/diceraikan ,maka perselisihan dan pertengkaran tidak berkesudahan dan akan menambah beratnya beban penderitaan lahir batin bagi kedua belah pihak;

Menimbang, bahwa berdasarkan kenyataan diatas, Majelis Hakim berpendapat, bahwa antara Pemohon dengan Termohon sudah tidak ada harapan lagi untuk disatukan sehingga alasan perceraian telah sesuai dengan pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, permohonan perceraian Pemohon dengan Termohon beralasan dan tidak melawan hukum, maka dapat diterima untuk dikabulkan sesuai ketentuan pasal 39 ayat (2) Undang-undang nomor 1 tahun 1974 jo. Pasala 70 ayat (1) Undang-undang nomor 7 tahun 1989 yang telah diubah untuk kedua kalinya menjadi Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009;

Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 84 Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989 yang telah diubah kedua kalinya dengan Undang-undang Nomor 50 tahun 2009, Panitera berkewajiban menyampaikan salinan Penetapan kepada PPN Kantor Urusan Agama Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang dan PPN Kantor Urusan Agama Kecamatan MMM

Pusat, Kabupaten KK untuk dicatat dalam register yang disediakan untuk itu ;

Menimbang, bahwa Pemohon juga mengajukan gugatan harta benda dan hutang sebagai berikut

1.Tanah pekarangan di Jln. Singa II Blok T. 5 No. 1, MMM Baru, yang dibeli pada tahun 2010. Kemudian dibangun rumah di atasnya yang sekarang ditempati oleh Termohon. Taksir harga tanah dan rumah sebesar Rp. 450.000.000,00 ( Empat ratus lima puluh juta rupiah ). 2.Mobil Terano No. Polisi B 383 MC buatan tahun 2002 yang dibeli

dengan harga Rp. 115.000.000,00 ( seratus lima belas juta rupiah ). Pembelian mobil tersebut, Pemohon meminjam / hutang pada orang tuanya sebesar Rp. 75.000.000,00 ( tujuh puluh lima juta rupiah ). Jadi total harta bendanya sebesar Rp. 450.000.000,00 + Rp. 115.000.000,00 = Rp. 575.000.000,00 ( Lima ratus tujuh puluh lima juta rupiah ).

3.Hutang, yaitu :

- Hutang kepada Ruben sebesar Rp. 80.000.000,00 ( delapan puluh juta rupiah ).

- Hutang kepada Supomo sebesar Rp. 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah ).

- Hutang pada Didik ( PT. Ardi Arsa Kencana ) sebesar Rp. 70.000.000,00 ( tujuh puluh juta rupiah ).

Jadi total hutangnya sebesar Rp. 80.000.000,00 + Rp. 50.000.000,00 + Rp. 70.000.000,00 + Rp. 75.000.000,00 ( hutang kepada orang tua Pemohon ) = Rp. 275.000.000,00 ( dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah ).

Sehingga harta gono gini Pemohon dan Termohon sebesar Rp. 575.000.000,00 – Rp. 275.000.000,00 = Rp. 300.000.000,00 ( Tiga ratua juta rupiah ). Ini harus dibagi dua antara Pemohon dan Termohon masing-masing separohnya yaitu Rp. 150.000.000,00 untuk Pemohon dan Rp. 150.000.000,00 untuk Termohon.

Menimbang, bahwa pertama-tama berdasarkan pengakuan Termohon dan alat bukti ( Bukti P-3, P-4 dan T.3 ,T.4 ), maka secara yuridis formil telah terbukti kebenarannya bahwa antara Pemohon dan

Termohon telah terikat dalam perkawinan yang sah. Sehingga dengan demikian Pemohon mempunyai kapasitas untuk menjadi subyek hukum ( Legal Standing ) untuk mengajukan gugatan pembagian harta bersama ( gono-gini ) terhadap

Termohon.;-Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 35 UU Nomor 1 Tahun 1974, yang dimaksud HARTA BERSAMA adalah harta benda yang diperoleh selama perkawinan. Artinya semua harta benda yang diperoleh sejak tanggal perkawinan sampai tanggal putusnya perkawinan, baik yang bersumber dari penghasilan suami atau penghasilan istri, baik benda tersebut tertulis atas nama suami atau istri, kecuali ditentukan lain dalam suatu perjanjian perkawinan. Sedang HARTA BAWAAN adalah harta benda yang diperoleh oleh masing-masing suami atau istri sebagai hadiah atau warisan. Dan berdasarkan ketentuan pasal 97 Kompilasi Hukum Islam, bagi JANDA atau DUDA cerai hidup masing-masing berhak setengah dari HARTA BERSAMA tersebut. Harta bersama itu bisa berbentuk barang /benda berwujud berupa kekayaan barang-barang tidak bergerak /barang-barang bergerak dan barang/benda tidak berwujud berupa hutang piutang bersama/kewajiban yang menjadi tanggungan bersama

;-Menimbang, bahwa dalam permohonan Pemohon mendalilkan bahwa selama perkawinannya dengan Termohon telah memiliki Harta Bersama berupa :

1.Tanah pekarangan di Jln. Singa II, Blok T. 5 ,No. 1, MMM Baru,Kelurahan Prima,Kecamatan MMM Pusat, Kabupaten KK, yang dibeli dibawah tangan pada tahun 2010. Kemudian dibangun rumah di atasnya yang sekarang ditempati oleh Termohon. Taksir harga tanah dan rumah sebesar Rp. 450.000.000,00 ( Empat ratus lima puluh juta rupiah ).

2.Mobil Terano No. Polisi B 383 MC buatan tahun 2002 yang dibeli dengan harga Rp. 115.000.000,00 ( seratus lima belas juta rupiah ). Pembelian mobil tersebut, Pemohon meminjam / hutang pada orang tuanya sebesar Rp. 75.000.000,00 ( tujuh puluh lima juta rupiah ).

Jadi total harta bendanya sebesar Rp. 450.000.000,00 + Rp. 115.000.000,00 = Rp. 575.000.000,00 ( Lima ratus tujuh puluh lima juta rupiah ).

3.Hutang, yaitu :

- Hutang kepada Ruben sebesar Rp. 80.000.000,00 ( delapan puluh juta rupiah ).

- Hutang kepada Supomo sebesar Rp. 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah ).

- Hutang pada Didik ( PT. Ardi Arsa Kencana ) sebesar Rp. 70.000.000,00 ( tujuh puluh juta rupiah ).

Jadi total hutangnya sebesar Rp. 80.000.000,00 + Rp. 50.000.000,00 + Rp. 70.000.000,00 + Rp. 75.000.000,00 ( hutang kepada orang tua Pemohon ) = Rp. 275.000.000,00 ( dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah ).

Sehingga harta gono gini Pemohon dan Termohon sebesar Rp. 575.000.000,00 – Rp. 275.000.000,00 = Rp. 300.000.000,00 ( Tiga ratua juta rupiah ). Ini harus dibagi dua antara Pemohon dan Termohon masing-masing separohnya yaitu Rp. 150.000.000,00 untuk Pemohon dan Rp. 150.000.000,00 untuk Termohon;

Menimbang, bahwa untuk lebih jelasnya putusan ini maka Majelis Hakim perlu membagi dua harta tersebut sebagai berikut :

1.Harta yang diakui sebagai harta bersama oleh Termohon .

1.1.Tanah pekarangan di Jln. Singa II Blok T. 5 No. 1, MMM Baru, Kelurahan Prima,Kecamatan MMM Pusat,Kabupaten KK yang berdiri di atasnya sebuah bangunan rumah dengan batas-batas sebagai berikut :

-Sebelah Utara : Rumah ibu Sugiarto ; -Sebelah Selatan : Jalan Singa I ;

-Sebelah Barat : Rumah Ibu Uun;

-Sebelah Timur :Jalan (bagian depan rumah);

1.2.Mobil Terano atas nama : Muhammad Saiful, Amd. dengan nomor polisi B 383 MC ;

Menimbang, bahwa berdasarkan gugatan Pemohon yang diakui oleh Termohon maka sesuai pasal 174 HIR maka Majelis Hakim

berpendapat harta tersebut di atas adalah sebagai harta bersama milik Pemohon dan Termohon

;-Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah melakukan decente di lokasi obyek gugatan dan ternyata alamatnya sesuai dengan sesuai dengan surat gugatan yaitu di Jalan Singa II, blok T.5, no.1,MMM Baru,Kelurahan Prima, Kecamatan MMM Pusat, Kabupaten KK

;-Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti T.6, ternyata bahwa tanah tersebut seluas 169 m2, akan tetapi mengenai alamatnya tercatat dalam bukti T.6, terletak di Pasir Sari, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten KK

;-Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti P-13, bahwa sertifikat Hak Guna Bangunan nomor:2340, Desa Pasir Sari, Kecamatan Lemah Abang, atas nama Bayu Noor Pambudi, Amd. telah terjadi pemekaran tempat kedudukan yaitu di Jl. Singa 2 /T-5/1, MMM Baru, Desa Prima, Kecamatan MMM Pusat, Kabupaten KK ;

Menimbang, bahwa Bayu Noor Pambudi,Amd. telah meninggal dunia pada hari Rabu, tanggal 4 Maret 2009 sesuai bukti T.8 ahli warisnya yaitu Paula Sara, Drs. Soeboko, SH. Dan Sri Arbiyah

;-Menimbang, bahwa berdasarkan bukti T.7 bahwa ahli waris Bayu Noor Pambudi,Amd. (Drs. Soeboko, S.H.) telah menjual tanah dan bangunan tersebut di atas kepada Muhammad Syaiful (Pemohon) ;-

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka Majelis Hakim menetapkan harta bersama Pemohon dan Termohon adalah :

1.Sebidang Tanah berikut bangunan diatasnya sertipikat hak guna bangunan atas nama Bayu Noor Pambudi, Amd., Nomor: 2340, luas 169 m2 yang terletak dan dikenal di Jln. Singa II, blok T.5, No.1, RT.03 ,Rw.009 , Kelurahan Jayamukti, Kecamatan MMM Pusat, Kabupaten KK , dengan batas-batas :

- Sebelah Selatan : Jalan Singa I - Sebelah Barat : Rumah ibu Uun.

- Sebelah Timur : Jalan (bagian depan rumah);

2.Sebuah mobil Terano nomor Polisi : B 383 MC, atas nama Pemohon, buatan tahun 2002 warna hitam, terletak di Jalan samping rumah tersebut

;-Dan menyatakan masing-masing pihak berhak setengah bagian, atau

Dalam dokumen Materi diskusi kelompok (Halaman 26-48)

Dokumen terkait