• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III Pembahasan

3.3. Deskripsi Hasil Penelitian

3.3.5. Dampak dari Tax Amnesty

Dari hasil wawancara dari kedua narasumber yang memberikan pernayataan tentang dampak dari pengampunan pajak merupakan sangat baik jika semua warga masyarakat indonesia melaporkan semua pajak mereka, hal ini dikarena dari pajaklah dapat membantu belanja negara dalam membangun suatu pembangunan infrastruktur dalam menutup belanja pemerintah.

“... dampak dari pajak amnesty ini klo saya liat ya banyak ya dek, ya banyak positifnya la, klo yang kita tau kan pajak ini pembayaran yang dipaksakan oleh pemerintah untuk membantu belanja negara, memperingan la bahasanya. Dari pajak itu kan bisa meningkatkan pendapatan negara, dari situ aja bisa jadi dan bangun apa aja indonesia ini yakan berapa banyak itu yang udah melapor. Terus ada obyek pajak baru, terus harga properti di indonesia bakalan naik, ko liat aja la nanti dek harga tanah di medan ini bakalan naik teros...” (lagut)

“... selain itu dampak yang lain ada juga dimana sekarang kita lihat jamannya teknologi yang sudah sangat maju, apapun transaksi dilakukan dengan sebuah gadget kecil dan kemudian kita hanya duduk saja, saya oleh asing dan berniat untuk menanam modalnya di perusahaan tersebut, pas di cek pajaknya ancor ga pernah dibayar yang terjadi apa? Mereka

malah tidak jadi untuk menanamkan modalnya di ukm tersebut dan beralih nyari yang lain...” (lagut)

“... dari segi apa ini bang, klo setau aku klo bayar pajak itu ya bisa untuk bangun infrastruktur la bang, klo segi dampaknya ke UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) ya kami yang belum bayar pajak ya bisa diampunkan kan gitu kan bang, terus aku pikir sih bang pemerintah kan sudah ada datanya yang udah melapor, dari situ bisa jadi ketaatan para pelaku pajak jadi lebih banayak dari sebelumnya karna sudah banyak yang melapor pajak-pajak mereka terdahulu. Ini bisa jadi awal mula yang bagus untuk pemerintah dalam melakukan penganmpunan pajak sekaligus bisa mendapat data perusahaan yang baru untuk dimintai pajak kedepannya. Tapi untuk saat ini aku beum merasakan bagaimana dampaknya bang, apa mungkin karena baru aja atau hanya menimbulkan ketakutan bagi masayrakat dan pelaku umkm kedepannya, selain ada yang tidak paham bagaimana proses pengampunan pajak ini dan karena mungkin juga di kaminya takut juga bang, ya bisa dibilang para pelaku usaha yang tau omsetnya berapa nanti ketahuan dan bayar kedepannya, klo aku sih bang dengan omset yang aku yang ga terlalu besar ya tidak terlalu jadi masalah. Tapi klo bicara dampak ya pasti ada positif ya bang klo negatif aku tidak terlalu tau bang, gak terlalu ngerti yang menganaisis yang seperti itu tapi aku yakin pasti ada positif ama negatifnya, aku ikut ajalah bang, tapi sejauh ini aku belum lapor juga bang karna ribet kali kurasa...” (dedi)

3.3.6 Faktor- faktor yang menghambat dalam menerapkan tax amnesty Dari hasil wawancara dari kedua narasumber menyatakan hal-hal yangmenjadi hambatan dalam melakukan pengampunan pajak adalah banyaknya para pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) yang tidak mengerti apa itu tax amnesty, yang mengakibatkan menjadi ketakutan bagi setiap pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) dalam melaporkan wajib pajak mereka. Juga kurangnya sosailisasi pemerintah dalam memberikan pemahaman tentang pengampunan pajak.

“...seperti yang saya katakan sebelumnya, hampir 90% UMKM(USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) atau pelaku usaha yang mana aja tidak mengerti yang namanya tax amnesty ini, menurut saya itu yang menjadi alasan bagi para pelau UMKM(USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) tidak melaporkan pajak mereka, belum lagi dengan permasalahan administrasi mereka nantinya yang menurut masyarakat ini susah. Misalnya ko la dek, gatau apa yang mau di laporkan di dan tidak

mengerti yang namanya pengampunan pajak secara teknisnya, apa mau untuk melapor, yang ada selanjutnya hanya ada ketakutan bagi pelaku UMKM(USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) kedepannya, ntah jadi apa atau proses selanjutnya bagi mereka itu apa. Saya pikir mereka memikirkan juga hal-hal timbal balik dari mereka setelah melapor selain faktor eksternal dari pemerintah yang tidak melakukan sosialisasi yang mendalam kepada mereka, itu bisa jadi hambatan juga saya pikir ya...”

(lagut)

‘...klo saya bang ya selain malas saya lapor faktor yang kedua ya tidak ada hal yang menarik dari diri saya supaya apa saya melapor, kata lainnya gini bang, klo seperti kata abang peraturan ini hanya disahkan dua minggu dari kebijakan tersebut dijalankan. Sosialisasi tidak ada dari pemerintah, tiba-tiba setiap pelaku usaha baik yang besar sampai dengan yang keci pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) seperti kami diharapkan melaporkan pajaknya, saya pikir itu berat bang, belum lagi nanti ada yang tidak mengerti permasalahan pengampunan pajak ini mana mau tau dia bang, udah omset kami ga besar besar kali malah berkurang pula nanti pendapatan kami. Mungkin pemikiran yang kayak gitu sama sebagian masyarakat bang, jadi ya gitulah bang...” (dedi)

3.4 Analisa Permasalahan

Kebijakan Amnesti Pajak adalah terobosan kebijakan yang didorong oleh semakin kecilnya kemungkinan untuk menyembunyikan kekayaan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia karena semakin transparannya sektor keuangan global dan meningkatnya intensitas pertukaran informasi antarnegara. Kebijakan Amnesti Pajak juga tidak akan diberikan secara berkala. Setidaknya, hingga beberapa puluh tahun ke depan, kebijakan Amnesti Pajak tidak akan diberikan lagi.

Kebijakan Amnesti Pajak, dalam penjelasan umum Undang-Undang Pengampunan Pajak, hendak diikuti dengan kebijakan lain seperti penegakan hukum yang lebih tegas dan penyempurnaan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan,

Undang-Undang tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta kebijakan strategis lain di bidang perpajakan dan perbankan sehingga membuat ketidakpatuhan Wajib Pajak akan tergerus di kemudian hari melalui basis data kuat yang dihasilkan oleh pelaksanaan Undang-Undang ini.

Ikut serta dalam Amnesti Pajak juga membantu Pemerintah mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi; merupakan bagian dari reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.23

Hal ini terjadi karena minimnya sosialisasi dalam pelaksanaan tax amnesty yang dimana DPR-RI Melaksanakan Rapat Paripurna pada tanggal 28 Juni 2016 dan peraturan tersebut disahkan pada tanggal 1 July oleh Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo dan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2016. Artinya jeda waktu yang diberikan sangat singkat dalam sosialisasi suatu kebijakan yang digagas oleh Pemerintah Pusat dalam skala Nasional.Karena minimnya waktu dalam sosialisasi tax amnesty tersebut menimbulkan kebingungan yang secara prinsip terdapat dalam regulasi tax amnesty itu sendiri.

23http://www.pajak.go.id/amnestipajak, diakses pada tanggal 22 desember 2016 pukul 19:27

Dampak akibat minimnya sosialisasi pada periode pertama juga dirasakan oleh wajib pajak yang selama ini tidak pernah mengadministrasikan perusahaan atau pendapatan perseorangannya dalam administrasi pajak yang baku sesuai dengan perundang undangan yang berlaku, sehingga program tax amnesty tersebut dirasa terlalu rumit oleh pengusaha atau badan usaha seperti pedagang pedagang kecil konvensional dan tradisional.

Pedagang pedagang tersebut harus berhadapan dengan suatu sistem yang baru dan dijelaskan dalam waktu singkat, setelah itu mereka diharapkan bisa mengadaptasi ke dalam sistem management mereka dan jika mereka tidak mengikuti program tersebut akan ada sanksi yang akan dikenakan kepada mereka berupa sanksi pidana dalam persoalan pajak.

Regulasi tantang pengampunan pajak yang beberapa waktu lalu ditetapkan terkesan dipaksakan, hal ini dapat dilihat dari waktu kebijakan yang ditetapkan yankni pada tanggal 18 juli yang hanya berjarak dua minggu dari isu kebijakan tax amnesty akan dijalankan, ditambah lagi dengan proses sosialisasi yang kurang dilakukan oleh pemerintah sehingga banyak dari pelaku usaha yang dari besar hingga dengan pelaku usaha mikro yang enggan untuk melaporkan pajak mereka, terlebih dengan pengetahuan masyarakat yang mnegerti atau tidaknya akan amnesty pajak, hal ini yang menjadi masyarakat untuk enggan melaporkan pajak mereka.

Jika dilihat dari periode pertama yang berakhir pada tanggal 30 september 2016 yang dilansir oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) enyatakan hasil dari akhir periode I pengampunan pajak penerimaan uang tebusan mencapai Rp. 97,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, jumlah pengungkapan harta mencapai Rp. 4.500 triliun dan jumla dana yang masuk ke Indonesia Rp. 137 triliun.24

Ada beberapa hal yang menjadikan alasan kenapa pengampunan pajak UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) sangat sedikit dibanding dengan total keseluruhan, pertama dengan nilai denda kepada UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) 0,5% dengan aset sampai 10 milyar yang berlaku dengan sampai akhir periode ke III, yang kedua masih belum banyaknya wajib pajak disektor UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) yang mengerti dan paham tata cara serta manfaat program pengampunan pajak.

Alasan yanf ketiga di sektor UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) yang masih takut dan belum yakin dan belum begitu percaya terhadap dampak perpajakan dikemudian hari apabila terlalu terbuka dalam hal keuangan, sedangkan alasan lainnya yang lebih teknis adalah kebanyakan UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) masih menganggap pengurusan pengampunan pajak menggunakan formulir dan perhitungan yang rumit, sehingga mereka enggan untuk terlibat di dalam program ini.

Jika dilihat lebih baik dampak positif dari program pengampunan pajak yang diberikan oleh pemerintah, maka akan timbul banyak perubahan dalam kegiatan perekonomian di indonesia, tidak terkecuali dengan sektor UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH). Penggunaan teknologi dan sistem informasi dalam dunia perekonomian menjadi sangat dominan dan sudah tidak dapat dibendung.

Indonesia dapat mempertimbangkan untukmelakukantax

24radar tasikmalaya. 20 oktober 2016.

amnestydalamberbagai bentuknya untukmeningkatkan kepatuhan wajib pajak (Tax amnestyini jugadapat dipandang sebagai rekonsilisasi nasional untukmenghapus masa lalu wajib pajak yang tidakpatuh danperilaku otoritas pajak yang melanggar aturan.

Tax amnestyakan berhasil jika terdapat justifikasi yang kuatkenapa perlu adanyatax amnesty. Tax amnestyharusdipublikasikan secara masif dengan pesan agar parapenggelap pajak untuk ikut karena setelahtax amnestyakan diberlakukan sanksi yang tegas bagi merekayang tidak patuh. Untuk itu, diperlukan juga reformasikelembagaan secara bersamaan untuk dapatmendeteksi ke<uarangan wajib pajak pascapemberlakuantax amnesty. Disamping itu, untukmembangun kepatuhan sukarela untuk membayar pajakpascatax amnestydiharuskan adanya transparansipenggunaan uang pajak, anggaran serta alokasinya yangtepat sasaran dan berkeadilan.

Dampak yang lain lagi adalah dengan semakin terbuka pasar perekonomian dunia, pesaing dari berbagai negara akan masuk dari berbagai pintu, mereka bisa memproduksi dan bedagang dengan harga yang lebih murah karena menggunakan teknologi informasi. Tidak perlu biaya iklan yang tinggi, tidak perlu buka toko dimana-mana atau tidak perlu berkeliling menawarkan dagangan. Sistem produksi pun akan menggunakan cabang dari setiap provinsi bahkan dari luar negeri, pedagang dan pembeli akan bertemu secara online, tidak bertemu fisik, yang ketemu hanyalah uang.

Tidak akan lagi ditemukan pedangang yang berkeliling melainkan yang akan didapatkan adalah pelayanan pesan antar keseluruh pojok kota. Sektor UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) harus mempersiapkan

diri untuk berubah. Dengan banyaknya pesaing dari luar negeri, sektor UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) asli indonesia harus lebih kreatif.

Tidak hanya lagi bisa mengandalkan baantuan dan subsidi dari pinjaman lunak, pesaing sendiri akan membawa modal sendiri dengan jumlah yang banyak.

Dampak yang sangat nampak pada sektor UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) dengan adanya pengampunan pajak dari pemerintah adalah adanya persaingan baru, makanya banyak yang harus di rubah dari perilaku dan pola pikir dari pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH), dan harus menguasai berbagai lini untuk mengerti apa yang terjadi dilapangan. Pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) haruslah menjaga nama baik perusahaannya dalam melakukan bisnisnya agar dalam persaingan dan investor baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri berani menginvestasikan uang mereka dengan hanya modal nama baik dari perusahaan tersebut. Salah satunya adalah dengan menjaga nama baik dimulai dengan mengikuti pengampunan pajak. Dengan transparansi perpajakan, di masa depan UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) dapat memanfaatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia dan dapat ikut bersama sama dengan palaku usaha luar negeri berkompetisi di negeri Indonesia.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

1. sejauh kebijakan dari tax amnesty di jalankan banyak dari pada pelaku Usaha Mikro Kecil Mengah tidak begitu mengetahui apa sebenarnya kebijakan pengampunan pajak tersebut.

2. Kurangnya sosialisasi dan pemahaman dari pemerintah tentang pengampunan pajak yang membuat hampir tidak semua pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) melaporkan perpajakan mereka.

3. Diera digital sekarang para palaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) harus berbenah untuk menguasai teknologi agar bisa bersaing dengan para pesaing baik diluar maupun didalam negeri, karena segala transaksi sekarang adalah dengan serba teknologi.

4. Untuk menghadapi persaingan dari pelaku bisnis dan menarik para investor untuk menginvestsikan dana mereka pada para pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) sebaiknya pelaku UMKM (USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH) membayar pajak mereka, agar transparansi dana ada danmenerik minat investor untuk berinvestasi.

4.2 Saran

1. Diharapkan hasil penelitian Dampak Kebijakan Tax amnesty Terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Studi Kasus : Tax amnesty Periode I 1 July 2016 – 30 September 2016) di Kota Medan menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Brotodihardjo, R. Santoso. 2003. Pengantar Ilmu Hukum Pajak. Bandung: Refika Aditama.

Mulyo, Agung. 2007. Teori dan Aplikasi Perpajakan Indonesia. Dinamika Ilmu:

Jakarta.

Rahman, Arif. 2012. Permasalahan Ekonomi Mikro di Indonesia. Jakarta:

Erlangga.

Yin, robert k , 2008. studi kasus (desain dan metode), diterjemahkan oleh Drs. M Djauzi Mudzakir,MA, PT. Raja Grafindo Persada.

INTERNET

www.depkop.go.id (diakses pada hari senin 7 agustus 2017. Pukul 12.20)

http://www.pajak.go.id/amnestipajak, (diakses pada tanggal 22 desember 2016 pukul 19:27)

http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/UU-11-2016-Pengampunan-Pajak Batang-TubuhHal 5, (diakses pada tanggal 22 Desember 2016 pukul 20:53)

http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/UU-11-2016-Pengampunan-Pajak-Batang-TubuhHal6-7, (diakses pada tanggal 22 Desember 2016 pukul 22:12)

http://www.pengampunan.com, (diakses pada tanggal 03 Jan. 17 2016 pukul 21.24)

http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/UU-11-2016-Pengampunan-Pajak-Batang-TubuhHal 5, (diakses pada tanggal 22 Desember 2016 pukul 20:53)

http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/UU-11-2016-Pengampunan-Pajak-Batang-TubuhHal 6-7, (diakses pada tanggal 22 Desember 2016 pukul 22:12)

http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/UU-11-2016-Pengampunan-Pajak-Batang-TubuhHal 5, (diakses pada tanggal 22 Desember 2016 pukul 20:53)

http://www.pajak.go.id/sites/default/files/info-pajak/UU-11-2016-Pengampunan-Pajak-Batang-TubuhHal6-7, (diakses pada tanggal 22 Desember 2016 pukul 22:12)

http://www.pengampunan.com, (diakses pada tanggal 03 Jan. 17 2016 pukul 21.24)

http://www.pajak.go.id/amnestipajak, (diakses pada tanggal 22 desember 2016 pukul 19:27 radar tasikmalaya. 20 oktober 2016)

Suhaili, Muhammad. Pentingnya peran UKMK dam pemabangunan ekonomi Indonesia. Artikel ilmiah. Hal 3

Dokumen terkait