• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Pembahasan

4.4.2 Dampak Kontribusi BMT Mitra Umat Tebing

Perkembangan dari upaya-upaya yang dilakukan BMT Mitra Umat Tebing Tinggi adalah pola pikir masyarakat tentang BMT sebagai lembaga keuangan mikro syariah dan sistem ekonomi syariah telah berubah serta respon positif masyarakat terhadap upaya yang dilakukan BMT Mitra Umat Tebing Tinggi. Hal ini membuat masyarakat mulai mempercayai untuk menggunakan produk-produk BMT, baik menghimpun dana maupun pembiayaan.

Sebagian besar anggota setelah mendapatkan pembiayaan perubahan yang dialami adalah seperti bertambahnya pengetahuan tentang ekonomi syariah, usaha yang dijalankan berkembang, pendapatan meningkat, motivasi kerja bertambah dan mulai meninggalkan sistem ekonomi konvensional.

Kebanyakan masyarakat mengetahui seperti apa BMT itu dari promosi dan sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan BMT. Tujuan dari promosi dan sosialisasi yang dilakukan adalah agar masyarakat beralih ke sistem syariah dan meninggalkan sistem konvensional. Selain itu, agar masyarakat mengetahui

produk-produk BMT, hukum-hukum ekonomi syariah dan kegiatan lain yang dapat mengembangkan potensi masyarakat. Dari sosialisasi yang dilakukan, banyak dari masyarakat yang kemudian menjadi anggota BMT Mitra Umat Tebing Tinggi.

Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti, anggota pembiayaan yang dijadikan sampel mengalami peningkatan pendapatan dan laba dari usaha yang dijalankan setelah mendapatkan pembiayaan dari BMT Mitra Umat Tebing Tinggi. Berdasarkan hasil survei lapangan dan wawancara, responden menerangkan bahwa pembiayaan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian aset, alat-alat usaha, pembelian bahan baku atau alat transportasi yang dapat mendukung pengembangan usaha. Penambahan aset, alat-alat usaha, bahan baku atau alat transportasi mengindikasi bahwa modal yang dimiliki anggota bertambah dengan adanya pembiayaan dari BMT Mitra Umat Tebing Tinggi. Ibu Nurhujaimah sebagai pedagang kedai kopi mendapatkan pembiayaan yang diambil dari BMT Mitra Umat Tebing Tinggi, Ibu Nurhujaimah mengaku dapat menambah barang dagangannya dan membeli perlengkapan sehingga pendapatan dan labanya meningkat. Sebelum menerima pembiayaan dalam satu bulan, dengan rata-rata pendapatan per bulan sebesar Rp 3.000.000,- dan rata-rata laba per bulan sebesar Rp1.200.000,-. Setelah menerima pembiayaan rata-rata penjualan meningkat menjadi pendapatan per bulan sebesar Rp 12.000.000,- dan rata-rata laba per bulan sebesar Rp 6.000.000,-. Peningkatan pendapat dan laba ini disebabkan oleh variasi dagangan dan perlengkapan yang dibeli sebagai penunjang barang dagangan.

57

Ibu Rohimah memiliki usaha warung kelontong. Beliau merupakan anggota pembiayaan BMT Mitra Umat Tebing Tinggi. Dari pembiayaan yang diambil dari BMT Mitra Umat Tebing Tinggi, Ibu Rohimah mengaku dapat menambah barang dagangannya sehingga pendapatan dan labanya meningkat.

Sebelum menerima pembiayaan dalam satu bulan rata-rata pendapatan yang diperoleh per bulan sebesar Rp 2.000.000,- dan rata-rata laba per bulan sebesar Rp 600.000,-. Setelah menerima pembiayaan rata-rata pendapatan yang diperoleh per bulan sebesar Rp 3.200.000,- dan laba rata-rata per bulan sebesar Rp 900.000,-.

Peningkatan pendapat dan laba ini disebabkan oleh variasi dagangan yang lebih banyak.

Ibu Jumari memiliki usaha jualan sarapan setiap pagi. Beliau merupakan anggota pembiayaan BMT Mitra Umat Tebing Tinggi. Dari pembiayaan yang diambil dari BMT Mitra Umat Tebing Tinggi, Ibu Jumari mengaku dapat menambah barang dagangannya sehingga pendapatan dan labanya meningkat.

Sebelum menerima pembiayaan dalam satu bulan rata-rata pendapatan yang diperoleh per bulan sebesar Rp 2.000.000,- dan rata-rata laba per bulan sebesar Rp 450.000,-. Setelah menerima pembiayaan rata-rata pendapatan yang diperoleh per bulan sebesar Rp 3.500.000,- dan laba rata-rata per bulan sebesar Rp 600.000,-. Peningkatan pendapat dan laba ini disebabkan oleh variasi dagangan yang lebih banyak.

4.4.3 Faktor Penghambat yang Mempengaruhi Kontribusi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Masyarakat

Hambatan-hambatan yang dialami BMT Mitra Umat Tebing Tinggi dalam melakukan upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat adalah reputasi BMT sebagai lembaga keuangan mikro syariah masih lemah, sumber daya manusia dari baitul maal kurang, keterbatasan modal untuk usaha kelompok dan sumber daya manusia serta kurangnya kerjasama antar Nasabah dengan Pengurus BMT.

Pola pikir masyarakat terhadap sistem ekonomi pada umumnya masih mengacu pada sistem ekonomi konvensional. Belum tahu bedanya bunga dan bagi hasil. Sehingga ragu untuk menyimpan dana ke BMT, apalagi BMT hanya lembaga keuangan mikro. Jadi masyarakat lebih membandingkan dengan lembaga keuangan seperti bank-bank umum, bukan yang syariah. Program-program dari baitul maal itu banyak, tetapi marketing dari kantor hanya dua orang. Sehingga kurang efektif dalam pelaksanaan program-programnya yang dilakukan oleh kantor.

Modal untuk pembiayaan berasal dari dana zakat, infaq dan shodaqoh pengelola dan anggota. Selain dari pengelola dan anggota, BMT Mitra Umat Tebing Tinggi juga mengambil dana dari masyarakat umum melalui proposal sebagai lembaga ZIS.

59

Reputasi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi sebagai lembaga keuangan mikro syariah perlahan mulai menguat, setelah dilakukan promosi secara personal oleh para marketing dan kajian-kajian. Masyarakat mulai mengenal dan menggunakan produk BMT serta mengetahui hukum-hukum ekonomi syariah.

Setelah mengetahui hukum-hukum ekonomi syariah, masyarakat mulai meninggalkan sistem ekonomi konvensional. Agar masyarakat mau menjadi anggota BMT Mitra Umat Tebing Tinggi, dalam promosinya harus memberitahu keunggulan-keunggulan BMT Mitra Umat Tebing Tinggi.

4.5 Keterbatasan Penelitian

Obyek penelitian hanya dilakukan di BMT Mitra Umat Tebing Tinggi sehingga tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh BMT di Indonesia karena masih terdapat 3874 BMT di Indonesia yang harus dikaji. Penelitian ini juga mengalami keterbatasan mengenai akses informasi serta kevalidan data. Dimana keadaan lapangan tidak sesuai dengan data yang di peroleh dari kantor.

Selain itu terdapat banyak indikator dalam mengukur dan mengatasi kemiskinan. Namun, dalam penelitian ini hanya menggunakan tiga indikator saja dalam mengukur berkurangnya tingkat kemiskinan di Tebing Tinggi. Untuk data dari kenaikan omzet serta laba juga terpengaruh dari inflasi yang juga setiap tahunnya naik

60 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut:

1. BMT Mitra Umat Tebing Tinggi berpengaruh positif terhadap pengentasan kemiskinan kepada nasabah. Bentuk kontribusi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah melalui produk-produk yang ditawarkan seperti produk simpan-pinjam, produk bagi hasil, produk sewa, dan produk jual beli. Selain melalui produk-produk yang ditawarkan, BMT Mitra Umat Tebing Tinggi juga melakukan sosialisasi-sosialisasi melalui majelis taklim untuk menyadarkan masyarakat tentang keberadaan BMT dan memberitahu sistem ekonomi syariah, agar masyarakat meninggalkan sistem konvensional.

2. BMT Mitra Umat belum ada membuat kelompok kajian sebagai sarana pembinaan untuk nasabah. Dalam kajian tersebut diharapkan pihak BMT Mitra Umat Tebing Tinggi dapat menyediakan materi tentang pengelolaan keuangan sesuai syariat serta tetap produktif.

3. Faktor penghambat yang mempengaruhi kontribusi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah dari sisi tamwil-nya, reputasi BMT sebagai lembaga keuangan syariah masih lemah, karena masyarakat hanya mengenal sistem konvensional sehingga masyarakat masih ragu untuk menyimpan uang dan mengajukan pembiayaan di BMT Mitra Umat Tebing Tinggi. Kalau dari sisi maal-nya, sumber daya manusia untuk

61

membina nasabah. Cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah lebih gencar untuk memperkenalkan BMT kepada masyarakat.

5.2 Saran

Adapun saran dari peneliti berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, antara lain :

1. Lebih memfokuskan peningkatan pengawasan terhadap nasabah serta mempertegas aturan yang sudah ada agar hubungan timbal balik antara nasabah dengan pengurus BMT Mitra Umat Tebing Tinggi terdapat ikatan dan merasa diawasi.

2. Adanya pertimbangan untuk menyelesaikan lewat jalur abitrase untuk nasabah yang setorannya macet atau tidak pernah membayar lagi dikarenakan kurangnya kesadaran nasabah akan pentingnya dalam membayar hutang.

3. Bagi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi untuk segera menambah sumber daya manusia pada bagian divisi pembinaan, agar tidak kesusahan untuk mengadakan kajian di kantor.

4. Bagi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi sebaiknya memperbarui laporan administrasi saat ini, diharapkan kedepannya lebih valid dan mudah untuk diakses untuk para peneliti.

5. Melakukan digitalisasi BMT Mitra Umat Tebing Tinggi.

6. Bagi para peneliti selanjutnya untuk melakukan pengumpulan data melalui lebih banyak lembaga keuangan mikro syariah di suatu daerah yang dijadikan tempat penelitian, agar lebih banyak informasi tentang kontribusi lembaga keuangan mikro syariah dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah

tersebut dan lebih mewakili situasi yang sebenarnya. Serta menyertakan hasil dari pengaruh faktor inflasi yang juga mempengaruhi omzet dan laba nasabah BMT Mitra Umat.

DAFTAR PUSTAKA

Adharsyah, Taufan. Sudah Siap Hadapi Rilis Pertumbuhan Ekonomi RI Q2-2019 https://www.cnbcindonesia.com/market (06 Agu.2019)

Amalia, Euis. (2009). Keadilan Distributif Dalam Ekonomi Islam Penguatan Peran LKM dan UKM di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Badan pusat statistik Kota Tebing Tinggi. 2018. Kota Tebing Tinggi Dalam Angka Tahun 2018.Langkat : Badan Pusat Statistik.

Ben Abdelkader, Ines dan Asma Ben Salem. (2013). Islamic vs Conventional Microfinance Institutions: Performance analysis in MENA countries.

International Journal of Business and Social Research (IJBSR), Vol. 3, No. 5, 219-233.

Bi.go.id. (2018), BI Dorong Peran Ekonomi Syariah Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/pages (06 Agu.2019) ______. (2018), Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah untuk Mendukung

Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.

https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages (06 agu.2019) ______. 2019. Penguatan Peran lembaga Keuangan Mikro Berbasis Syariah

untuk Mendorong Pemberdayaan Ekonomi.

https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/pages (09 Agu.2019) Efendi, Rustam wawancara internal. 2019. Jumlah pembiayaan yang telah

beredar di masyarakat. Tebing Tinggi.

Huda, Nurul dan Mohamad Heykal. (2010). Lembaga Keuangan Islam:

Tinjauan Teoritis dan Praktik. Jakarta: Prenada Kencana Media Group.

Jaya wawancara internal. 2019. Susunan Kepengurusan BMT Mitra Umat.

Tebing Tinggi.

Kevin, Anthony. (2019). Dikhianati The Fed, Begini Lesunya Pasar Keuangan Indonesia. Cnbcindonesia.com. 01 Agustus 2019. Diakses pada tanggal 03 Agustus 2019 pada pukul 13.45 WIB.

Kompas.com. Moody‟s: Pertumbuhan Ekonomi RI Turun di Bawah 5 persen Pada 2019-2020

https://amp.kompas.com/ekonomi/read (06 Agu. 2019)

______. (2018). Rasio Gini Turun, Tingkat Ketimpangan di Pedesaan Naik Tipis.

Di akses dari

https://m.liputan6.com/bisnis/read/3590755/(06 Agu.2019)

Liputan6.com. (2019). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi 5,13 Persen di Kuartal II 2019. Di akses dari

https://m.liputan6.com/bisnis/read/4003250 (06 Agustus 2019)

Novelino, Andry. (2019). Jumlah Penduduk Miskin RI Maret 2019 Turun Jadi 25,14 Juta.

https://m.cnnindonesia.com/ekonomia (06 Agustus 2019)

Otoritas Jasa Keuangan, (2015). Peranan OJK dalam Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

______. (2015). Roadmap IKNB Syariah 2015-2019. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

P3EI, (2008). Ekonomi Islam. Edisi 1. PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Siu, Peter. Increasing Access to Microfinance Using Information and Communications Technologies. Chemonics International.

Subagyo, Ahmad (2015), Keuangan Mikro Syariah, edisi asli, Mitra Wacana Media, Jakarta.

______. (2015), Manajemen Operasi Lembaga Keuangan Mikro, edisi asli, Mitra Wacana Media, Jakarta.

Sugiyono, (2016), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan 19, Alfabeta, Bandung.

Sumitro, Warkum. (2002). Asas-asas Perbankan Islam dan Lembaga Terkait (BMI dan Takaful di Indonesia). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Todaro, P. Dan Smith, (2011), Pembangunan Ekonomi, Edisi kesebelas, Erlangga, Jakarta.

Lampiran 1

Panduan Wawancara Nasabah

Pengaruh Lembaga Keuangan Mikro Syariah Terhadap Perekonomian Umat di Tebing Tinggi

I. Identitas Responden.

1. Nama/Umur :…………...………..(……) Tahun

A. Laki-laki B. Perempuan

2. Pendidikan

A. Tidak pernah sekolah B. Tidak tamat SD C. Tamat SD D. Tamat SLTP . E Tamat SLTA F. Sarjana G. ……….

3. Profesi (Jenis Usaha) ………...

4. Jumlah tanggungan…………..orang

4. Lama menjadi nasabah BMT…………tahun

II. Pertanyaan

1. Mengapa saudara memutuskan untuk menjadi nasabah BMT Mitra Umat?

2. Program apa saja yang saudara ikuti di BMT Mita Umat?

3. Apa kendala saudara dalam berbisnis sebelum menjadi nasabah BMT Mitra Umat?

4. Apakah setelah menjadi nasabah BMT Mitra Umat anda mendapatkan solusi dari kendala bisnis anda?:………..

5. Sebelum menjadi nasabah BMT Mitra Umat berapa Omset/bulan saudara?

6. Setelah menjadi nasabah BMT Mitra Umat berapa Omset/bulan saudara?

Apakah meningkat?

7. Berapa keuntungan(pendapatan) bisnis anda sebelum menjadi nasabah BMT Mitra Umat?

8. “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir”.

Setelah mengikuti program BMT Mitra Umat apakah keuntungan(pendapatan) dari usaha saudara meningkat? Sebutkan :………...

9. Apakah dalam setoran pembiayaan perbulan anda lancar?

10. Apakah di dalam keluarga saudara ada yang tidak melek huruf?

11. Apa pendidikan terakhir anak saudara?

12. Apakah kebutuhan pendidikan anak saudara terpenuhi setelah menjadi nasabah BMT Mitra umat?

13. Apakah anak saudara ada yang putus sekolah setelah anda menjadi nasabah BMT Mitra Umat?

Lampiran 2

Panduan Wawancara Manager

Pengaruh Lembaga Keuangan Mikro Syariah Terhadap Perekonomian Umat di Tebing Tinggi

NAMA : Rustam Efendi (2017-sekarang)

JABATAN : Manager BMT Mitra Umat

HARI/TGL WAWANCARA: Rabu, 12 Agustus 2019

TEMPAT WAWANCARA : BMT Mitra Umat Tebing Tinggi PEWAWANCARA : Saidatul Faizah

1. Apa saja tujuan yang hendak dicapai oleh pengurus dalam memberdayakan Nasabah ?

2. Apa saja upaya yang sudah dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut ?

3. Apa saja hambatan-hambatan yang dialami BMT Mitra Umat Tebing Tinggi dalam upaya yang dilakukan ?

4. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut ?

5. Bagaimana perkembangan dari upaya yang sudah dilakukan ?

6.Apakah menurut Bapak BMT Mitra Umat Tebing Tinggi sudah efektif dalam mempengaruhi ekonomi umat ?

Lampiran 3

Panduan Wawancara Marketing Finance

Pengaruh Lembaga Keuangan Mikro Syariah Terhadap Perekonomian Umat di Tebing Tinggi

NAMA : Jaya (2017-sekarang)

JABATAN : Marketing Finance

HARI/TGL WAWANCARA: 28 Oktober 2018

TEMPAT WAWANCARA : BMT Mitra Umat Tebing Tinggi PEWAWANCARA : Saidatul Faizah

1. Apa saja tujuan yang hendak dicapai oleh pengurus dalam memberdayakan anggotanya ?

2. Apa saja upaya yang sudah dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut ?

3. Apa saja hambatan-hambatan yang dialami BMT Tumang Cabang Kartasura dalam upaya yang dilakukan ?

4. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut ?

5. Bagaimana perkembangan dari upaya yang sudah dilakukan ?

7. Apakah menurut Bapak BMT Mitra Umat Tebing Tinggi sudah efektif dalam mempengaruhi ekonomi umat ?