• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 11 TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

6. Dampak

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dampak diartikan sebagai tumbukan, benturan dengan akibat positif dan negatif. Dampak adalah kekuatan yang ada dan timbul dari suatu hal (orang, benda) tertentu, yang membantu membentuk karakter, keyakinan, atau perilaku seseorang.

Dampak adalah suatu keadaan di mana terdapat hubungan timbal balik atau kausal antara apa yang dipengaruhi dan apa yang dipengaruhi.

(KBBI Online, 2010) Dampak secara sederhana dapat dijelaskan sebagai dampak atau akibat. Setiap keputusan yang diambil oleh seorang atasan biasanya memiliki dampak tersendiri, baik positif maupun negatif.

Dampak juga dapat berupa proses tindak lanjut dari pelaksanaan pengendalian intern. Seorang pemimpin yang andal harus dapat memprediksi jenis dampak yang akan ditimbulkan oleh keputusan tersebut.

18

B. Penelitian Terdahulu

TABEL 1. 1PENELITIAN TERDAHULU

No

Penulis

(Tahun) Hasil Persamaan Perbedaan kesimpulan

1 Perceive bebas yang sama yaitu variabel kemudahan

19 variabel Inovasi

Menggunaka yaitu variabel inovasi memiliki pengaruh positif terhadap keputusan berdonasi secara online

20 penelitian yang sama yaitu variabel

21

22

Hasil positif antara kesuksesan dan variabel harga tidak memiliki pengaruh

23

Adapun perbedaan penelitian ini dengan kebanyakan penelitian sebelumnya terletak pada objek dan subjek penelitian serta variabel independen yang dipakai dan model regresi yang digunakan. Untuk itu penelitian berfokus menganalisis variabel kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak tehadap keputusan berdonasi secara online melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di kota Jabodetabek.

Dari penelitian terdahulu diatas, masih banyak terdapat perbedaan hasil mengenai variabel kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak yang berpengaruh terhadap keputusan dalam berdonasi. Penelitian ini membahas pada preferensi masyarakat dengan menggunakan variabel dan penelitian terdahulu sebagai landasan untuk memperkuat teori sebelumnya, maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti preferensi masyarakat dalam berdonasi secara online melalui lembaga filantropi non keagamaan.di Jabodetabek.

C. Keterkaitan Antar Variabel

1. Pengaruh kemudahan terhadap keputusan berdonasi

Kemudahan adalah variabel kuat dalam mempengaruhi seseorang untuk memutuskan atau meninggalkan suatu hal, apabila suatu teknologi

AN

24

semakin mudah dioperasikan maka masyarakat akan semakin tertarik dalam menggunakan teknologi tersebut. Hal serupa telah diungkapkan oleh penelitian Davis (1989) bahwa kemudahan akan berpengaruh positif terhadap penggunaan teknologi informasi. Penelitian yang dilakukan oleh (Sánchez-Franco & Roldán, 2005) juga menyebutkan bahwa faktor kemudahan dari suatu web akan menarik orang-orang untuk menggunakan web atau teknologi tersebut. banyak lembaga filantropi non keagamaan yang menggunakan teknologi sebagai alat pengumpulan dana sosial, jadi semakin mudah suatu teknologi tersebut digunakan maka keputusan berdonasi akan semakin signifikan.

2. Pengaruh kenyamanan terhadap keputusan berdonasi

Menurut (Ma’ruf, 2018) dalam penelitiannya Pengaruh kemudahan penggunaan, kegunaan, persepsi resiko, dan kenyamanan terhadap sikap konsumen dalam belanja online terdapat pengaruh positif variabel kenyamanan terhadap keputusan pembelian secara online. penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Rakhmawati & Isharijadi, 2013) yang berjudul Pengaruh kepercayaan, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan persepsi kenyamanan terhadap minat penggunaan sistem internet banking pada nasabah bank muamalat cabang pembantu madiun yang menemukan bahwa faktor kenyamanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan dalam penggunaan internet banking di kota madiun. Dari penelitian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya semakin nyaman suatu teknologi maka keinginan untuk menggunakan juga akan semakin tinggi. pada

25

penelitian ini semakin nyaman lembaga filantropi tersebut digunakan maka ketertarikan masyarakat yang akan menggunakan aplikasi tersebut juga akan semakin tinggi.

3. Pengaruh Inovasi terhadap keputusan berdonasi

Inovasi merupakan salah satu cara untuk memperbarui penemuan-penemuan sebelumnya guna untuk menyempurnakan suatu penemuan tersebut. Freeman (2004) menganggap inovasi sebagai upaya dari perusahaan melalui penggunaan teknologi dan informasi untuk mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produk yang baru untuk industri. Dengan kata lain inovasi adalah modifikasi atau penemuan ide untuk perbaikan secara terus-menerus serta pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Penelitian yang dilakukan oleh Safira (2017) yang berjudul Pengaruh Inovasi Crowdfunding Terhadap Keputusan Berdonasi menyatakan bahwa inovasi crowdfunding sangat berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan berdonasi. Hasil yang sama dikemukakan oleh Aziz nurwahidin (2019) dalam penelitiannya yang berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menyalurkan donasi melalui platform crowdfunding secara online” yang menggunakan variabel inovasi sebagai variabel independen dan didapatkan hasil yang positif antara inovasi dengan keputusan berdonasi. Dari penelitian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa semakin bagus dan tepat suatu inovasi maka akan membuat keputusan dalam berdonasi akan semakin meningkat.

26

4. Pengaruh Dampak terhadap keputusan berdonasi

Dampak merupakan suatu akibat baik itu berupa hal positif maupun negatif dari apa yang telah dilakukan oleh seseorang. Pada lembaga filantropi peran dampak sangatlah krusial karena menyangkut apakah bantuan sosial yang diberikan lembaga filantropi tersebut memiliki dampak yang besar bagi masyarakat. Semakin besar dampak yang diberikan oleh suatu lembaga filantropi terhadap banyak orang maka peran dari lembaga filantropi tersebut juga akan semakin besar. Hal ini tentu akan mempengaruhi keputusan masyarakat dalam memutuskan apakah akan berdonasi pada lembaga tersebut apakah tidak. Kajian mengenai dampak ini sangatlah luas, penelitian yang dilakukan mubarokah (2017) yang berjudul Impact of Zakat on Proverty and Welfare of Mustahik yang menyebutkan adanya pengaruh yang signifikan dari dampak zakat terhadap pengentasan kemiskinan. Sebagaimana yang kita tahu zakat merupakan salah satu filantropi islam. dari penjelasan diatas dapat disimpulkan semakin besar dampak yang dihasilkan oleh suatu kegiatan maka akan berpengaruh terhadap keputusan seseorang dalam berdonasi.

27

5. Kerangka Pemikiran

KEMUDAHAN (X1) KENYAMANAN (X2) DAMPAK (X3)

Preferensi dalam Berdonasi dalam melalui lembaga filantropi non keagamaan

Keputusan Berdonasi (Y) dummy

d d

Uji Multikolinearitas Uji Validitas & Reabilitas Uji Regresi Logistik

(Overall Model Fit) ( Cox and Snell’sR square)

( Uji Wald) ( Hosmer

and

Lemeshow’s Goodness of Fit Test)

(Omnimbus Test of Model Coeficients)

Intrepetasi dan kesimpulan Berdonasi pada lembaga

keagamaan

Berdonasi pada lembaga non keagamaan

INOVASI (X3)

28

6. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini merupakan sebuah pernyataan yang dibuat oleh peneliti yang memperkirakan hasil sementara yang yang berasal dari data sampel sebuah penelitian untuk mengetahui pengaruh kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi non keagamaan di kota Jabodetabek.

Adapun Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. H0 : Tidak terdapat pengaruh kemudahan tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

2. H1 : terdapat pengaruh kemudahan tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

3. H0 : Tidak terdapat pengaruh kenyamanan tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

4. H1 : terdapat pengaruh kenyamanan tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

5. H0 : Tidak terdapat pengaruh Inovasi tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

6. H1 : terdapat pengaruh Inovasi tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

29

7. H0 : Tidak terdapat pengaruh Dampak tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

8. H1 : terdapat pengaruh Dampak tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

9. H0 : Tidak terdapat pengaruh kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

10. H1 : terdapat pengaruh kemudahan, kenayamanan, Inovasi dan Dampak tehadap keputusan berdonasi melalui lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di Kota Jabodetabek.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena data yang digunakan adalah berupa angka dan menggunakan aplikasi spss sebagai alat ukur statistik, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemudahan (X1), kenyamanan (X2), Inovasi (X3) dan Dampak ( X4) dalam mempengaruhi keputusan berdonasi (Y) pada filantropi keagamaan dan non keagamaan di kota Jabodetabek. Agar lebih fokus terhadap penelitian yang dilakukan, maka ruang lingkup penelitian difokuskan hanya pada wilayah Jabodetabek.

30

B. Metode Penentuan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah gabungan seluruh elemen, yang dimiliki serangkaian karakteristik serupa, yang mencakup kepentingan masalah riset pemasaran (Malhotra & Mukherjee, 2004). Sedangkan menurut (Sugiyono, 2008) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Objek atau nilai yang akan diteliti dalam populasi disebut unit analisis atau elemen populasi. Unit analisis dapat berupa orang, perusahaan, media dan sebagainya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal maupun orang yang berdomisili di kota Jabodetabek.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2010) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel merupakan bagian penting dari populasi, seorang peneliti tidak dapat mengambil seluruh populasinya untuk dijadikan objek penelitian karna akan membutuhkan biaya yang banyak dan waktu yang lama, untuk itulah dibutuhkan sampel.

Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah 105 orang, penentuan sampel ini berdasarkan pendapat dari malhotra (2006:291) yang berpendapat jumlah sampel pada penelitian yang menggunakan kuisioner adalah dikali 4 atau di kali 5 dari jumlah item pertanyaan, berdasarkan hal itu

31

dapat diketahui jumlah pertanyaan dalam kuisioner peneliti adalah 21 pertanyaan, sehingga jika dikalikan 21 x 5 maka didapatkan hasil sebesar 105 yang terbagi dalam berbagai kota di Jabodetabek.

Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling Menurut Notoatmodjo (2010) purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah ditentukan peneliti. Dalam penelitian ini kriteria sampling sebagai berikut :

1. Berdomisili di Jabodetabek 2. Berumur 15 – 64 tahun 3. Memiliki Smartphone

4. Pernah berdonasi pada lembaga filantropi non keagamaan (kitabisa.com, ayopeduli, gandeng tangan, wujudkan, peduli, dll ) dan filantropi keagamaan (Dompet Dhuafa, Baznas, Lazis NU, Lazis MU dll)

C. Metode Pengumpulan Data

1. Kuisioner

Penelitian ini adalah penelitian menggunakan pendekatan survey yang biasanya menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. (Priyono, 2016) mendefinisikan kuisioner sebagai lembaran yang berisi pertanyaan dan memiliki struktur yang baku dan peneliti tidak memanipulasi penelitian

32

tersebut. Dalam kuesioner ini, penulis menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono (2011) dalam Purnomo & Rosalina (2016) skala likert yaitu suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Purnomo &

Rosalina, 2016). Kuesioner dengan skala likert sebagai berikut :

Sikap Skala

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Cukup setuju 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

2. Riset Perpustakaan

Dalam riset kepustakaan ini penulis membaca, meneliti, dan mempelajari bahan-bahan tertulis seperti buku-buku, artikel-artikel, jurnal-jurnal, surat kabar, internet dan informasi-informasi tertulis lainnya yang berhubungan dengan pembahasan dalam skripsi ini. Peneliti melakukan studi kepustakaan, yang didapatkan dengan membaca buku-buku teori yang berakitan dengan permasalahn penelitian untuk memperoleh landasan teori, diantaranya di Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah, Perpustakaan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

33

Peneliti juga memperoleh data dari artikel, jurnal, dan data dari internet yang bersala dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.

D. Metode Analisis Data

1. Analisis Statistik Deskriptif

Menurut Ghozali (2016) deskriptif merupakan analisis data yang dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan variabel yang diteliti suatu data untuk pengambilan keputusan yang dilihat dari nilai rata-rata, maksimun, sum, dan minimum. Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum dalam statistik deskriptif ini, akan dikemukakan cara-cara penyajian data, dengan tabel biasa maupun distribusi frekuensi, penjelasan kelompok melalui modus, median, mean dan variasi kelompok melalui rentang dan simpangan baku (Sugiyono, 2014: 21).

2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas a. Uji Validitas

validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecematan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi pengukurannya. Sebuah instrumen pengukuran dapat dikatan valid jika instrumen tersebut memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.

Kemudian alat ukur dengan validitas tinggi berarti mempunyai varian

34

kesalahan yang kecil, sehingga memberikan keyakinan bahwa data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya. Menurut V Wiratna Sujarweni (2014) jika

R hitung > R tabel maka pertanyaan dikatakan valid.

R hitung < R tebl maka pertanyaan dinyatakan didak valid

b. Uji Reabilitas

Uji Reabilitas digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran dilakukan dua kali atau lebih. Dengan kata lain, reabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat ukur dalam mengukur gejala yang sama (Viandhy & Ratnasari, 2014) Penelitian ini menggunakan pendekatan pengukuran reabilitas konsistensi internal dengan menghitung koefisien alpha yang berkisar antara 0 sampai dengan 1. Menurut Salimun (2005:14) dalam Viandhy & Ratnasari (2014) ada beberapa dasar pengambilan keputusan diataranya :

1. Jika alpha ≥ 0.6, maka butir atau variabel tersebut reliabel.

2. Jika alpha < 0.6, maka butir atau variabel tersebut tidak reliabel.

3. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolonieritas dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antarvariabel independen pada model regresi. Koefisien diinterpretasikan

35

sebagai ukuran perubahan variabel terikat jika salah satu variabel bebasnya naik sebesar satu unit dari seluruh variabel bebas lainnya dianggap tetap.

Namun, interpretasi ini menjadi tidak bener apabila terdapat hubungan linier antara variabel bebas (Nachrowi, D Nachrowi; Usman, 2006)

Untuk mengetahui apakah ada korelasi diantara variabel-variabel bebas dapat diketahui dengan melihat dari Nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang sangat tinggi (karena VIF = 1/tolerance) dan menunjukkan adanya kolinearitas yang tinggi. Nilai cut off yang umum dipakai adalah tolerance 0,10 atau sama dengan VIF diatas 10.

Setiap peneliti harus menentukan tingkat kolinearitas yang masih dapat diterima (Suliyanto, 2011 : 82).

4. Regresi logistik

Regresi logistik merupakan suatu teknik untuk membuat prediksi terhadap variabel tergantung berskala nominal (variabel dummy) dengan menggunakan variabel bebas berskala interval, Sementara menurut (Hair et al., 2010) regresi logistik merupakan bentuk khusus regresi yang diformulasikan untuk memprediksi dan menerangkan satu variabel kategotis biner. Regresi logistik disebut juga regresi biner karena variabel tergantung yang diprediksi merupakan variabel biner atau kategoris. Regresi logistik adalah regresi yang digunakan untuk menguji apakah probabilitas terjadinya variabel dependen (terikat) dapat diprediksi oleh variabel bebasnya (variabel

36

independen). Dalam penggunaanya, regresi logistik tidak memerlukan distribusi yang normal pada variabel independen. Di samping itu, teknik analisis ini tidak memerlukan uji normalitas pada variabel bebasnya (variabel independen) (Ghozali, 2018:325) . Kuncoro (2018) mengatakan bahwa regresi logistik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan teknik analisis lain, yaitu:

1. Regresi logistik tidak memiliki asumsi normalitas atas variabel bebas yang digunakan dalam model.

2. Variabel independen dalam regresi logistik bisa campuran dari variabel kontinyu, distkrit, dan dikotomis.

3. Regresi logistik amat bermanfaat digunakan apabila distribusi respon atas variabel terikat diharapkan nonlinear.

Regresi Logistik adalah suatu persamaan regresi yang terdiri dari variabel dependent dengan angka 0 dan 1 yang hasilnya akan berbentuk probilibality yang diikuti dengan beberapa independen variabel. Pada model logit, variabel dependen terdiri atas bilangan biner 0 atau 1 (mewakili kondisi ya atau tidak).

5. Tahapan Analisis Regresi Logistik

a. Uji Keseluruhan model ( overall model fit)

Statistik yang digunakan berdasarkan pada fungsi likelihood.

Likelihood L dari model adalah probabilitas bahwa model yang

37

dihipotesiskan menggambarkan data input Untuk menguji hipotesis nol dan alternatif, L ditransformasikan menjadi -2LogL (Ghozali,2018 ).

Dalam regresi logistik, hasil selisih statistik -2Log Likelihood antara model regresi logistik yang menggunakan satu set variabel bebas dan model yang lebih sederhana dapat digunakan untuk mengetahui apakah model regresi logistik yang menggunakan satu set variabel bebas lebih baik dalam mencocokan data dibandingkan model regresi logistik yang sederhana. Jika statistik -2LogLikelihood yang pada model regresi logistik yang menggunakan variabel bebas lebih kecil dibandingkan model yang tidak melibatkan variabel bebas, sehingga model regresi logistik yang melibatkan variabel bebas lebih baik dalam hal mencocokan data.

b. Uji Koefisien Determinasi (Cox dan Snell’s R square)

Merupakan ukuran yang mencoba meniru ukuran 𝑅2 pada multiple regression yang didasarkan pada teknik estimasi likelihood dengan nilai maksimum kurang dari 1 (satu) sehingga sulit diinterpretasikan.

Nagelkerke’s R square merupakan modifikasi dari koefisien Cox dan Snell’s untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 (nol) sampai 1 (satu). Hal ini dilakukan dengan cara membagi nilai Cox dan Snell’s 𝑅2 dengan nilai maksimumnya. Nilai negelkerke’s 𝑅2 dapat diinterpretasikan seperti nilai 𝑅2 pada multiple regression. (Ghozali, 2018:333)

c. Uji Kelayakan Model Regresi (Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test)

38

Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test Menguji hipotesis nol dan data empiris cocok atau sesuai dengan model (tidak ada fit perbedaan antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fit).

Jika nilai Hosmer and Lemeshow’s Goodness-of-fit test statistik sama dengan atau kurang 0.05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya. Jika nilai statistik Hosmer and Lemeshow’s Goodness-of fit test lebih besar dari 0.05, maka hipotesis nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. (Ghozali, 2018:333).

d. Pengujian Hipotesis Penelitian

1) Uji Signifikansi Model Secara Simultan (Omnibus Test of Model Cofficients)

Tabel Omnibus Test of Model Coefficients menunjukan signifikansi model regresi biner logistik yang diperoleh dari hasil penelitian. Apabila nilai Sig < a = 0,05 maka dapat diasumsikan setidaknya ada satu variabel bebas yang berpengaruh terhadap model (Pramesti, 2013: 64). Menurut Gio dan Elly (2016: 242) Untuk menguji apakah model regresi logistik yang melibatkan variabel bebas signifikan secara statistik lebih baik/akurat dalam hal mencocokan data dibandingkan model sebelumnya (tanpa melibatkan variabel bebas), maka bandingkan nilai Sig. untuk Step 1 (Step) yakni 0,000 terhadap tingkat signifikansi 0,05. Nilai Sig. disebut juga dengan nilai

39

probabilitas (p-value). Pengujian koefisien regresi dilakukan untuk menguji seberapa jauh semua variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh terhadap terhadap Keputusan Hedging. Adapun hipotesis untuk menilai pengujian ini adalah sebagai berikut:

1) Uji Signifikansi Model Secara Simultan

2) Uji Signifikansi Model Secara Parsial ( Uji Wald)

Uji signifikansi didalam model logit ini dilakukan sama dengan uji t pada regresi linear berganda yaitu untuk mengetahui apakah koefisien variabel independen di dalam model logit berebeda dengan 0 atau tidak. Uji signifikansi model logit ini menggunakan uji statistika Wald. Dari uji statistika Wald ini kita bisa mengetahui apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen didalam model regresi logistic (Widarjono, 2015:114). Dalam regresi linear, baik sederhana maupun berganda, uji 𝑡 digunakan untuk menguji signifikansi dari koefisien regresi populasi 𝛽𝑖 secara individu. Pada regresi logistik, uji signifikansi koefisien regresi populasi secara individu dapat diuji dengan uji Wald. Dalam uji Wald, statistik yang diuji adalah statistik Wald (Wald statistic). Nilai statistik dari uji Wald berdistribusi chikuadrat. Hipotesis nol dari uji Wald menyatakan koefisien regresi populasi signifikan secara statistika bernilai nol. Hal ini berarti pengaruh variabel bebas terhadap variabel tak bebas tidak signifikan secara statistika. Hipotesis alternatif menyatakan koefisien regresi

40

populasi signifikan secara statistika berbeda dari nol. Dengan kata lain, pengaruh variabel bebas terhadap variabel tak bebas signifikan secara statistika Menurut Field, 2009 dalam (Gio dan Elly, 2016: 234). Berikut aturan pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas.

Jika sig > 0.05 H0 diterima dan Ha ditolak Jika sig < 0.05 H0 ditolak dan Ha diterima

Persamaan Regresi Keputusan berdonasi pada lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan

Y = B0 + B1 X1 + B2 X2+ B3 X3 + B4 X4 + e

Keputusan berdonasii = 𝛽0 + 𝛽1 kemudahani + 𝛽2 kenyamanani + 𝛽3

Inovasii + 𝛽4 Dampaki + ei

Persamaan Uji Regresi Logistik

Y= 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝)

1+𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝)

Keterangan :

Y = persamaan regresi logistik E = konstanta

B0-B4 = koefesien

X1 = prediktor 1 ( kemudahan ) X2 = Prediktor 2 (kemudahan ) X3= prediktor 3 ( Inovasi) X4 = prediktor 4 ( dampak )

Dimana, p = Banyaknya variabel prediktor

41

Dengan menggunakan transformasi logit dari  (x) untuk mempermudah pendugaan parameter regresi yang dirumuskan sebagai berikut :

(𝜋(x))( 1 + 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝 ) = 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝

(𝜋(x))+(𝜋(𝑥)𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝 ) = 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝)

𝜋(x) = 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝) - 𝜋 (𝑥)𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝)

𝜋 (𝑥) = (1 − 𝜋 (𝑥))𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝) 𝜋 (𝑥)

1 − 𝜋(𝑥) = 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝)

In ( 𝜋 (𝑥)

1+𝜋(𝑥) ) 𝑖𝑛 𝑒(𝐵0+𝐵1𝑋1+⋯𝐵𝑝𝑋𝑝) In ( 𝜋 (𝑥)

1−𝜋(𝑥) ) = (𝐵0 + 𝐵1𝑋1 + ⋯ 𝐵𝑝𝑋𝑝) Sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut.

g(x) = In ( 𝜋 (𝑥)

1−𝜋(𝑥) ) = (𝐵0 + 𝐵1𝑋1 + ⋯ 𝐵𝑝𝑋𝑝)

g(x) disebut dengan fungsi logit model regresi logistik biner dengan p variabel prediktor. Model regresi logistik pada Persamaan dapat dituliskan dalam bentuk :

𝜋(𝑥) = exp (𝑔(𝑥)) 1 + exp (𝑔)(𝑥) )

E. Operasional Variabel Penelitian

Operasional Variabel Penelitian adalah sebagai berikut :

TABEL 1. 2OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN

Variabel Indikator Ukuran

42

6. mudah digunakan

Likert 2. kemudahan proses

transaksi

43

Keputusan Berdonasi Berdonasi pada filantropi keagamaan

= 1

berdonasi pada filantropi non keagamaan = 0

nominal

44

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Di era perkembangan Teknologi yang sangat pesat seperti saat sekarang ini beberapa hal yang dulu biasanya hanya bisa dilakukan secara langsung kini bisa hanya dilakukan dengan online, hal ini merupakan sebuah kemajuan yang sangat berdampak positif terutama dalam hal kemudahan dalam bertransaksi, kemudahan-kemudahan yang yang timbul akibat kemajuan teknologi akan membuat sesuatu hal lebih efisien, kemajuan-kemajuan yang timbul tersebut juga menciptakan kemajuan dalam sektor salah satunya lembaga filantropi.

banyak lembaga filantropi saat ini bermunculan dengan membawa inovasi berupa teknologi untuk menjangkau lebih luas donatur. Saat ini di Indonesia banyak filantropi-filantropi yang bermunculan baik itu filantropi berbasis agama seperti Baznas, LAZISNU, LAZISMU Dompet Dhuafa dll, ada juga lembaga filantropi sosial seperti Kitabisa.com, Ayo peduli, Gandeng Tangan,wujudkan, peduli, dll. Keduanya mempunyai kelebihan masing-masing dalam beberapa hal.

Untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam berdonasi, penulis mengangkat wilayah Jabodetabek untuk dijadikan objek penelitian dalam penelitian kali ini.

Dokumen terkait