BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Hasil dan Pembahasan
1. Karakteristik Responden
Karakteristik Responden dalam penelitian ini dikelompokan berdasarkan domisili ,umur, pekerjaan di kota Jabodetabek
Persentase Responden bedasarkan Domisili
TABEL 2.1 KLASIFIKASI RESPONDEN BERDASARKAN DOMISILI
Keterangan Jumlah Persentase
Jakarta 47 45%
Bogor 10 9%
Depok 13 12%
Tangerang 27 26%
Domisili
Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi
46
Bekasi 8 8%
Jumlah 105 100%
Berdasarkan tabel diatas diketahui Jumlah Responden terbanyak yaitu ditepati Jakarta sebesar 47% yaitu sebanyak 47 orang kemudian Tangerang sebanyak 27% sebanyak 27 orang dikuti dengan depok dengan 12% dan 10%
Bogor dan yang terakhir diikuti oleh Bekasi sebesar 8% yaitu sebesar 8 orang.
Persentase Responden berdasarkan Umur
TABEL 2.2KLASIFIKASI RESPONDEN BERDASARKAN UMUR
Keterangan Jumlah Persentase
≤ 20 tahun 14 13%
21 - 30 tahun 83 79%
Sales
≤ 20 tahun 21 - 30 tahun 31 - 40 tahun > 40
47
31 - 40 tahun 3 3%
> 40 5 5%
Jumlah 105 100%
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Responden paling banyak berada pada usia 21-30 tahun adalah sebesar 79% yaitu sebanyak 83 orang kemudian diikuti oleh masyarakat umur dibawah 20 tahun sebanyak 13%
dengan jumlah 14 orang dan diikuti masyarakat pada umur > 40 tahun sebesar 5% sebanyak 5 dan umur 31 – 40 tahun sebanyak 3% yaitu 3.orang.
Persentase Responden berdasarkan Pekerjaan
TABEL 2.3KLASIFIKASI RESPONDEN BERDASARKAN PEKERJAAN
Keterangan Jumlah Persentase
Pelajar/mahasiswa 77 73%
Sales
Pelajar guru karyawan ibu rumah tangga wiraswasta lainnya
48
guru 8 8%
karyawan 6 6%
Ibu rumah tangga 2 2%
wiraswasta 10 9%
lainnya 2 2%
Jumlah 105 100%
Pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Responden dengan pekerjaan pelajar merupakan responden terbanyak yaitu sejumlah 73%
sebesar 77 dan yang paling sedikit adalah responden karyawan dan lainnya masing-masing 2 orang.
2. Uji Validitas dan Reabilitas Data
Untuk mengetahui validitas dan reabilitas pertanyaan, peneliti menyebarkan 105 kuisioner yang berisi 6 pertanyaan untuk variabel kemudahan, 3 pertanyaan untuk variabel kenyamanan, 6 pertanyaan untuk variabel inovasi, dan 5 pertanyaan untuk variabel dampak. Keempatnya memakai skala likert, Untuk variabel dependen peneliti menggunakan skala nominal untuk mengetahui keputusan berdonasi, kuisioner ini peneliti sebar di daerah Jabodetabek.
a. Uji Validitas
Uji validitas dalam menentukan valid atau tidaknhya suatu item pernyataan dalam penelitian ini menggunakan teknik corrected item total
49
correlation, Manurut V Wiratna Sujarweni (2014) suatu item pernyataan dikatakan valid jika :
R hitung lebih besar dari R tabel dinyatakan valid R hitung lebih kecil dari R tabel dinyatakan tidak valid.
Hasil pengujian Validitas & Reliabilitas filantropi keagamaan 1) Variabel kemudahan
TABEL 2.4HASIL UJI VALIDITAS KEMUDAHAN
Nomor
butir pertanyaan
Corrected item total correlation
Nilai r tabel product momen
(df-2)
Keterangan
X1.1 0.725 0.191 Valid
X1.2 0.759 0.191 Valid
X1.3 0.790 0.191 Valid
X1.4 0.757 0.191 Valid
X1.5 0.843 0.191 Valid
X1.6 0.728 0.191 Valid
Sumber : Hasil output SPSS 22
Berdasarkan Tabel di atas hasil olah data menggunakan SPSS untuk uji validitas menunjukan bahwa semua butir pertanyaan variabel
50
kemudahan valid, hal ini ditunjukan oleh R hitung yang lebih besar dari R tabel yang didapat yaitu sebesar 0.191
2) Variabel Kenyamanan
TABEL 2.5HASIL UJI VALIDITAS KENYAMANAN
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan variabel kenyamanan yang terdiri dari 3 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar daripada R tabel yang didapat sebesar 0.191
51
X3.2 0.830 0.191 VALID
X3.3 0.801 0.191 VALID
X3.4 0.693 0.191 VALID
X3.5 0.794 0.191 VALID
X3.6 0.718 0.191 VALID
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan variabel Inovasi yang terdiri dari 6 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar daripada R tabel yang didapat sebesar 0.191.
4) Variabel Dampak
Tabel 2. 7 Hasil Uji Validitas Dampak Nomor butir
pertanyaan
Corrected item total correlation
Nilai r tabel product momen
(df-2)
Valid
X4.1 0.668 0.191 Valid
X4.2 0.748 0.191 Valid
X4.3 0.784 0.191 Valid
X4.4 0.865 0.191 Valid
X4.5 0.734 0.191 Valid
Sumber : Hasil Output SPSS 22
52
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan variabel Dampak yang terdiri dari 5 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar daripada R tabel yang didapat sebesar 0.191.
Uji Reabilitas
Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan reliabel atau tetap konsisten bila dilakukan berkalil-kali pada waktu yang beda. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60. (Ghazali dalam Ruli,2010:42).
1) Variabel kemudahan
TABEL 2.7HASIL UJI REALIBILITAS KEMUDAHAN
Cronbach’s Alpha
N of item
.859 6
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel kemudahan adalah senilai 0.859 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel kemudahan sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya
2) Variabel kenyamanan
TABEL 2.8 HASIL UJI REALIBILITAS KENYAMANAN
53
Cronbach’s Alpha
N of item
.723 3
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel kenyamanan adalah senilai 0.723 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel kenyamanan sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
3) Variabel Inovasi
TABEL 2.9 HASIL UJI REALIBILITAS INOVASI
Cronbach’s Alpha
N of item
.849 6
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel Inovasi adalah senilai 0.849 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel Inovasi sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
4) Variabel Dampak
TABEL 2.10 HASIL UJI REALIBILITAS DAMPAK
Cronbach’s Alpha
N of item
54
.851 5
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel Dampak adalah senilai 0.851 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel Dampak sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
3. Uji multikolinearitas
Uji Multikolonieritas dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antarvariabel independen pada model regresi (Nachrowi, D Nachrowi;
Usman, 2006) Jika nilai VIF<10 maka dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas diantara variabel bebas.
TABEL 2.11UJI MULTIKOLINEARITAS
NO VARIABEL Tolerance VIF
1 KEMUDAHAN 0.473 2.114
2 KENYAMANAN 0.359 2.786
3 INOVASI 0.589 1.697
4 DAMPAK 0.817 1.224
Dari hasil uji multikolinearitas diatas dapat disimpulkan bahwa dari hasil Uji spss diatas bahwa masing-masing nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Maka dapat disimpulkam bahwa semua variabel independen terbebas dari gejela multikol yang artinya penelitian dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
55
4. Uji regresi logistik
TABEL 3.1CASE PROCESSING SUMMARY
Unselected Cases N Missing Cases 0
Total 105
Unselected Cases 0
total 105
Dari data diatas dapat dilihat bahwa total responden 105, artinya tidak ada responden yang hilang dalam penelitian ini.
5. Menilai Keseluruhan Model ( Overall Model Fit)
TABEL 3.2HASIL UJI KESELURUHAN MODEL (OVERALL MODEL FIT) (Block 0 : Beginnning Block)
Iteration Historya,b,c
Iteration
-2 Log likelihood Step
0
1 142.104 2 142.104 3 142.104 4 142.104
56
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
TABEL 3.3HASIL UJI KESELURUHAN MODEL (OVERALL MODEL FIT) (Block 1 : Method = Enter )
Iteration Historya,b,c,d
Iteration
-2 Log likelihood Step
1
1 109.169 2 106.900 3 125.816 4
5
125.816 125.816 Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Berdasarkan tabel 4.4 dan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa pada hasil block 0 dimana belum didapat hasil -2log likehood adalah sebesar 142.104 Sedangkan pada block 1 dimana setelah dimasukan variabel independennya yaitu kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak didapat hasil -2log likehood lebih kecil yaitu sebesar 125.816 Method Enter menunjukan bahwa model regresi yang memakai variabel bebas hasilnya lebih kecil , ini berarti
57
regresi logistik yang melibatkan variabel bebas lebih baik dan cocok dengan data.
6. Koefisien Determinasi ( Cox and Snell’s R square)
TABEL 3.4HASIL UJI KOEFISIEN DETERMINASI
Model Summary
Step
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 .144 .194
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Dalam melihat kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan keputusan berdonasi adalah dengan menggunakan nilai cox and snell R square dan nagelkerke R square. Nilai Nagelkerke R square adalah sebesar 0.194 lebih besar dari nilai cox and snell R square sebesar 0.144, ini berarti kemampuan keempat variabel bebas dalam mejelaskan keputusan berdonasi adalah sebesar 19% sedangkan 81% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini.
58
7. Menguji Kelayakan Model Regresi ( Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test)
TABEL 3.5UJI KELAYAKAN MODEL REGRESI
( Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test) Hosmer and Lemeshow Test
Step df Sig.
1 7 .159
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Dari tabel diatas didapatkan hasil pengujian Hosmer and Lemeshow Test menunjukan bahwa nilai Chi Square adalah sebesar 10.554 sedangkan chi square tabelnya adalah 12,838 yang artinya chi square hitung lebih kecil daripada chi square tabel yang berarti model yang digunakan sudah baik. Dan dapat dilakukan sebab tidak ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya. Sedangkan jika dilihat dari nilai signifikansinya yaitu sebesar 0.299 yang artinya lebih besar dari 0,05 yang artinya baik dan dapat dilakukan uji selanjutnya.
8. Pengujian Hipotesis Penelitian
a. Uji Signifikansi Model Secara Simultan (Omnimbus Test of Model Coeficients)
TABEL 3.6HASIL UJI SIGNIFIKANSI MODEL SECARA SIMULTAN
(Omnimbus Test of Model Coeficients) Omnibus Tests of Model Coefficients
59
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 16.288 4 .003 Block 16.288 4 .003 Mode
l
16.288 4 .003
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Berdasarkan hasil pada tabel omnibus test of Model coefficients maka nilai Chi-Square hitung didapat 16.288 sedangkan nilai chi-Square tabel didapat senilai 14,860 dan nilai signifikan adalah adalah 0,003 lebih kecil dari 0,05 maka dapat diartikan bahwa secara simultan variabel kemudahan, kenyamanan,Inovasi, dan dampak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berdonasi.
9. Uji Signifikansi Model Secara Parsial ( Uji Wald)
Tabel 4. 9 Hasil Uji Signifikansi Model Secara Parsial (Uji Wald) Step 1 Sig
X1 0.177
X2 0.699
X3 0.200
X4 0.001
( Sumber: Hasil Olah Data SPSS) Persamaan Regresi logistik Keagamaan
60
Y= 𝑒14.601+1.144(𝑘𝑒𝑚)+0.076(𝑘𝑒𝑛𝑦)+0.703(𝑖𝑛𝑜𝑣)+8.723(𝑑𝑎𝑚𝑝)
1+𝑒14.601+1.144(𝑘𝑒𝑚)+0.076(𝑘𝑒𝑛𝑦)+0.703(𝑖𝑛𝑜𝑣)+8.723(𝑑𝑎𝑚𝑝)
Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa variabel, Kemudahan, kenyamanan, dan inovasi tidak memiliki pengaruh secara parsial karena nilai signya lebih besar dari 0,05 yaitu 0.177, 0,699, dan 0,200 sementara variabel dampak berpegaruh karna memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 yang berarti secara terpisah memiliki pengaruh.
Hasil pengujian Validitas & Reliabilitas filantropi non keagamaan 4) Variabel kemudahan
TABEL 2.12HASIL UJI VALIDITAS KEMUDAHAN
Nomor butir pertanyaan
Corrected item total correlation
Nilai r tabel product momen
(df-2)
Keterangan
X1.1 0.774 0.191 Valid
X1.2 0.784 0.191 Valid
X1.3 0.768 0.191 Valid
X1.4 0.762 0.191 Valid
X1.5 0.894 0.191 Valid
X1.6 0.892 0.191 Valid
Sumber : Hasil output SPSS 22
61
Berdasarkan Tabel di atas hasil olah data menggunakan SPSS untuk uji validitas menunjukan bahwa semua butir pertanyaan variabel kemudahan valid, hal ini ditunjukan oleh R hitung yang lebih besar dari R tabel yang didapat yaitu sebesar 0.191
5) Variabel Kenyamanan
TABEL 2.13HASIL UJI VALIDITAS KENYAMANAN
Nomor butir pertanyaan
Corrected item total correlation
Nilai r tabel product momen
(df-2)
Valid
X2.1 0.823 0.191 Valid
X2.2 0.744 0.191 Valid
X2.3 0.803 0.191 Valid
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan variabel kenyamanan yang terdiri dari 3 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar daripada R tabel yang didapat sebesar 0.191
62
6) Variabel Inovasi
TABEL 2.14 HASIL UJI VALIDITAS INOVASI
Nomor butir pertanyaan
Corrected item total correlation
Nilai r tabel product momen (df-2)
keterangan
X3.1 0.783 0.191 VALID
X3.2 0.788 0.191 VALID
X3.3 0.848 0.191 VALID
X3.4 0.777 0.191 VALID
X3.5 0.816 0.191 VALID
X3.6 0.834 0.191 VALID
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan variabel Inovasi yang terdiri dari 6 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar daripada R tabel yang didapat sebesar 0.191.
63
4) Variabel Dampak
Tabel 2. 7 Hasil Uji Validitas Dampak Nomor butir
pertanyaan
Corrected item total correlation
Nilai r tabel product momen
(df-2)
Valid
X4.1 0.708 0.191 Valid
X4.2 0.706 0.191 Valid
X4.3 0.780 0.191 Valid
X4.4 0.745 0.191 Valid
X4.5 0.802 0.191 Valid
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semua butir pertanyaan variabel Dampak yang terdiri dari 5 butir pertanyaan dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar daripada R tabel yang didapat sebesar 0.191.
b) Uji Reabilitas
Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan reliabel atau tetap konsisten bila dilakukan berkalil-kali pada waktu yang beda. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60. (Ghazali dalam Ruli,2010:42).
64
5) Variabel kemudahan
TABEL 2.15HASIL UJI REALIBILITAS KEMUDAHAN
Cronbach’s Alpha
N of item
.897 6
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel kemudahan adalah senilai 0.897 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel kemudahan sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya
6) Variabel kenyamanan
TABEL 2.16 HASIL UJI REALIBILITAS KENYAMANAN
Cronbach’s Alpha
N of item
.697 3
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel kenyamanan adalah senilai 0.697 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel kenyamanan sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
65
7) Variabel Inovasi
TABEL 2.17 HASIL UJI REALIBILITAS INOVASI
Cronbach’s Alpha
N of item
.892 6
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel Inovasi adalah senilai 0.892 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel Inovasi sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
8) Variabel Dampak
TABEL 2.18 HASIL UJI REALIBILITAS DAMPAK
Cronbach’s Alpha
N of item
.800 5
Sumber : Hasil Output SPSS 22
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s Alpha variabel Dampak adalah senilai 0.800 lebih besar dari 0,60 yang berarti variabel Dampak sudah reliabel dan dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
66
8. Uji multikolinearitas
Uji Multikolonieritas dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antarvariabel independen pada model regresi (Nachrowi, D Nachrowi;
Usman, 2006) Jika nilai VIF<10 maka dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinearitas diantara variabel bebas.
TABEL 2.19UJI MULTIKOLINEARITAS
NO VARIABEL Tolerance VIF
1 KEMUDAHAN 0.918 1.089
2 KENYAMANAN 0.733 1.365
3 INOVASI 0.676 1.480
4 DAMPAK 0.757 1.321
Dari hasil uji multikolinearitas diatas dapat disimpulkan bahwa dari hasil Uji spss diatas bahwa masing-masing nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Maka dapat disimpulkam bahwa semua variabel independen terbebas dari gejela multikol yang artinya penelitian dapat dilanjutkan ketahap selanjutnya.
9. Uji regresi logistik
TABEL 3.7CASE PROCESSING SUMMARY
Unselected Cases N Missing Cases 0
Total 105
67
Unselected Cases 0
total 105
Dari data diatas dapat dilihat bahwa total responden 105, artinya tidak ada responden yang hilang dalam penelitian ini.
10. Menilai Keseluruhan Model ( Overall Model Fit)
TABEL 3.8HASIL UJI KESELURUHAN MODEL (OVERALL MODEL FIT)
(Block 0 : Beginnning Block) Iteration Historya,b,c
Iteration
-2 Log likelihood Step
0
1 139.553 2 139.551 3 139.551 4 139.551 Sumber: Hasil Olah Data SPSS
TABEL 3.9HASIL UJI KESELURUHAN MODEL (OVERALL MODEL FIT) (Block 1 : Method = Enter )
Iteration Historya,b,c,d Iteration
68
-2 Log likelihood Step
1
1 109.169 2 106.900 3 106.834 4
5
106.834 106.834 Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Berdasarkan tabel 4.4 dan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa pada hasil block 0 dimana belum didapat hasil -2log likehood adalah sebesar 139.551 Sedangkan pada block 1 dimana setelah dimasukan variabel independennya yaitu kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak didapat hasil -2log likehood lebih kecil yaitu sebesar 106.834 Method Enter menunjukan bahwa model regresi yang memakai variabel bebas hasilnya lebih kecil , ini berarti regresi logistik yang melibatkan variabel bebas lebih baik dan cocok dengan data.
11. Koefisien Determinasi ( Cox and Snell’s R square)
TABEL 3.10HASIL UJI KOEFISIEN DETERMINASI
Model Summary
Step
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
69
1 .268 .364
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Dalam melihat kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan keputusan berdonasi adalah dengan menggunakan nilai cox and snell R square dan nagelkerke R square. Nilai Nagelkerke R square adalah sebesar 0.364 lebih besar dari nilai cox and snell R square sebesar 0.268, ini berarti kemampuan keempat variabel bebas dalam mejelaskan keputusan berdonasi adalah sebesar 36% sedangkan 64% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini.
12. Menguji Kelayakan Model Regresi ( Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test)
TABEL 3.11UJI KELAYAKAN MODEL REGRESI
( Hosmer and Lemeshow’s Goodness of Fit Test) Hosmer and Lemeshow Test
Step df Sig.
1 7 .299
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Dari tabel diatas didapatkan hasil pengujian Hosmer and Lemeshow Test menunjukan bahwa nilai Chi Square adalah sebesar 8.391 sedangkan chi square tabelnya adalah 12,838 yang artinya chi square hitung lebih kecil daripada chi square tabel yang berarti model yang digunakan sudah baik. Dan dapat dilakukan sebab tidak ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya. Sedangkan jika dilihat dari nilai signifikansinya yaitu
70
sebesar 0.299 yang artinya lebih besar dari 0,05 yang artinya baik dan dapat dilakukan uji selanjutnya.
8. Pengujian Hipotesis Penelitian
a. Uji Signifikansi Model Secara Simultan (Omnimbus Test of Model Coeficients)
TABEL 3.12HASIL UJI SIGNIFIKANSI MODEL SECARA SIMULTAN
(Omnimbus Test of Model Coeficients)
Omnibus Tests of Model Coefficient
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 32.717 4 .000 Block 32.717 4 .000 Mode
l
32.717 4 .000
Sumber: Hasil Olah Data SPSS
Berdasarkan hasil pada tabel omnibus test of Model coefficients maka nilai Chi-Square hitung didapat 32.717 sedangkan nilai chi-Square tabel didapat senilai 14,860 dan nilai signifikan adalah adalah 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat diartikan bahwa secara simultan variabel kemudahan, kenyamanan,Inovasi, dan dampak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berdonasi.
71
10. Uji Signifikansi Model Secara Parsial ( Uji Wald)
Tabel 4. 9 Hasil Uji Signifikansi Model Secara Parsial (Uji Wald) Step 1 Sig
X1 0.833
X2 0.032
X3 0.039
X4 0.033
( Sumber: Hasil Olah Data SPSS)
Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa variabel, kenyamanan, dan inovasi dan dampak berpegaruh karna memiliki nilai signifikansi sebesar 0.032, 0.039 dan 0.033 artinya lebih kecil dari 0.05 yang berarti secara terpisah memiliki pengaruh sedangkan variabel kemudahan tidak memiliki pengaruh karena memiliki sig besar dari 0.05
Persamaan Regresi Logistik non keagamaan =
Y=
𝑒12.513+0.016 (𝑘𝑒𝑚)−0.463 (𝑘𝑒𝑛𝑦)−0.155(𝑖𝑛𝑜𝑣)−0.220(𝑑𝑎𝑚𝑝)
1+𝑒12.513+0.016 (𝑘𝑒𝑚)−0.463 (𝑘𝑒𝑛𝑦)−0.155(𝑖𝑛𝑜𝑣)−0.220(𝑑𝑎𝑚𝑝) Tabel 5 : preferensi responden dalam berdonasi
keagamaan Non keagamaan
40 65
38.% 62%
72
Berdasarkan dari 105 responden didapatkan hasil bahwa 62% orang lebih memilih berdonasi pada lembaga filantropi non keagamaan sedangkan sisanya berdonasi pada lembaga filantropi keagamaan.
11. Intrepetasi
Berdasarkan hasil pembahasan diatas, ditemukanlah beberapa hal-hal berikut :
a. Pengaruh secara simultan kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak terhadap keputusan berdonasi pada filantropi keagamaan dan non keagamaan.
Pengaruh Secara simultan didapatkan bahwa variabel kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak berpengaruh bersama-sama dalam menentukan keputusan berdonasi pada platform filantropi keagamaan maupun non keagamaan. Hal ini dibuktikan dari nilai chi square berturut-turut 16.288 dan 32,717 dengan signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari signifikansi 0,05 ( 0,000<0,05) yang berarti menerima H1, hal ini menunjukan bahwa variabel, kemudahan, kenyamanan, Inovasi dan Dampak secara simultan berpengaruh terhadap keputusan berdonasi pada Filantropi keagamaan maupun non keagamaan. Maka hipotesis pengaruh kemudahan, kenyamanan inovasi dan dampak berpengaruh secara simultan terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi lembaga keagamaan dan non keagamaan diterima.
73
b. Pengaruh secara parsial kemudahan, kenyamanan, dan Inovai dan Dampak terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi
keagamaan dan non keagamaan.
1) Pengaruh kemudahan secara parsial terhadap keputusan berdonasi Berdasarkan hasil output spss yang telah dilakukan ditemukan bahwa kemudahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi keagamaan maupun non keagamaan, hal ini dibuktikan dengan nilai sig sebesar 0.177 dan 0.833 yang lebih kecil dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel kemudahan tidak berpengaruh terhadap keputusan berdonasi.
Keputusan berdonasi yang dilakukan oleh individu kepada individu lain baik melaui lembaga filantropi ataupun langsung tidak dipengaruhi oleh faktor kemudahan melainkan karena rasa dorongan yang ada dari dalam diri seseorang tersebut. Ini diperkuat oleh Isnaini Lailatul Rohmah (2020) dalam penelitiannya mengenai crowdfunding yang menunjukan bahwa faktor kemudahan tidak mempengaruhi minat pemakaiaan fintech crowdfunding. Penelitian lain yang memperkuat hasil penelitian ini tearlihat juga dari penelitian menurut Eko Yuliawan(2018) yang menyebutkan bahwa variabel kemudahan tidak memiliki dampak positif terhadap minat orang berbelanja produk di zalora, sedangkan hasil berbeda didapatkan Fransiska Vania Sudjatmika (2017) yang menyebutkan variabel kemudahan berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara onlline pada Tokopedia, hal serupa juga diungkapkan oleh Yugi Setyarko (2016) yang menyebutkan variabel kemudahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
74
keputusan pembelian secara online, dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut Maka hipotesis faktor kemudahan berpengaruh terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan di tolak.
1. Pengaruh kenyamanan secara parsial terhadap keputusan berdonasi Berdasarkan Hasil output SPSS yang telah dilakukan ditemukan bahwa variabel kenyamanan tidak memiliki pengaruh terhadap lembaga filantropi keagamaan, karena nilai sig yang didapat lebih besar dari 0.05 yaitu sebesar 0.699 artinya tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan berdonasi. Hasil tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Ziyad (2019) yang menyebutkan bahwa variabel kemudahan memiliki dampak yang signifikan terhadap penggunaan mobile banking.
sementara pada lembaga filantropi non keagamaan variabel kenyamanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan dalam berdonasi. ini dibuktikan dengan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0.05 yaitu sebesar 0.032. serupa dengan penelitian yang dilakukan muhammad Ziyad, penelitian lain dilakukan oleh Sabili Ma’ruf bahwa faktor kenyamanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat keputusan dalam belanja Online. Hal lain juga dilakukan Sherly Rakhmawati dan Isharijadi bahwa faktor kenyamanan berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan internet banking. perbedaan hasil yang didapatkan antara kedua lembaga tersebut bukan tanpa
75
alasan, orang-orang lebih memilih berdonasi kepada lembaga filantropi non keagamaan karena lembaga filantropi sosial ini lebih user friendly dan mudah digunakan sehingga membuat mereka nyaman dalam berdonasi, sementara pada lembaga filantropi keagamaan orang-orang cendrung berdonasi karena ada alasan ideologis masing-masing dan faktor kenyamanan tidak begitu dipermasalahkan dikarenakan mereka hanya ingin melepaskan tanggung jawab agama mereka seperti Zakat, Waqf, Sedekah dll.
2. Pengaruh Inovasi secara parsial terhadap keputusan berdonasi
Berdasarkan hasil uji SPSS yang telah dilakukan ditemukan bahwa variabel inovasi tidak memiliki pengaruh terhadap lembaga filantropi keagamaan hal ini dibuktikan dengan melihat signifikansi yang didapat sebesar 0.200 lebih besar dari 0.05 sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi keagamaan. Hasil ini tentu berbeda dengan hasil yang didapatka noleh Aam Slamet Rusydiana (2018) yang menyebutkan bahwa faktor inovasi memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap keputusan membayar zakat. hasil berbeda didapat oleh lembaga filantropi non keagamaan yang membuktikan variabel Inovasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berdonasi pada lembaga filantropi non keagamaan hal ini dibuktikan dengan nilai signifikannya yang kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,039. Hasil ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Safira Hasna & Irwansyah (2019) dan
76
Aziz & Nurwahidin ( 2019) yang menyebutkan faktor penting yang mempengaruhi seseorang dalam berdonasi ialah faktor Inovasi.
Perbedaan hasil antara lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan mengindikasikan bahwa inovasi yang dilakukan oleh lembaga Filantropi keagamaan belum mampu mempengaruhi keputusan berdonasi, banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi seperti inovasi yang dilakukan oleh lembaga filantropi keagamaan tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat sementara inovasi yang dilakukan oleh lembaga filantropi non keagamaan merupakan inovasi yang tepat sasaran dan digunakan oleh banyak orang, Ini berarti Semakin bagus
Perbedaan hasil antara lembaga filantropi keagamaan dan non keagamaan mengindikasikan bahwa inovasi yang dilakukan oleh lembaga Filantropi keagamaan belum mampu mempengaruhi keputusan berdonasi, banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi seperti inovasi yang dilakukan oleh lembaga filantropi keagamaan tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat sementara inovasi yang dilakukan oleh lembaga filantropi non keagamaan merupakan inovasi yang tepat sasaran dan digunakan oleh banyak orang, Ini berarti Semakin bagus