BAB V PEMBAHASAN
C. Dampak/Pengaruh Solidaritas Komunitas Pangngiru’ Tuak
3. Dampak Negatif dan Positif Tuak Bagi Kesehatan
Tuak adalah alkohol yang berkadar rendah, harus banyak diminum supaya bisa mencapai efek yang bisa di harapkan bila di bandingkan dengan minuman alcohol lainnya seperti bir dan anggur. Sebagai bagian dari alcohol tuak adalah minuman psikioaktif yang di klasifikasikan sebagai minuman yang membuat tenang yang berarti bahwa minuman ini akan menekan berbagai kegiatan dari system saraf sentral para peminumnya. Pada mulanya tuak ini nampaknya bekerja sebagai pembuat stimulasi karena ini mengurangi rintangan-rintangan dalam syaraf tetapi kemudian hal ini
Dampak negatif tuak adalah sering sakit kepala, perut buncit, sering buang air kecil, rasa kantuk yang berlebihan serta menyebabkan kematian. Adapun dampak negatif tuak adalah gangguan lambung, hati/liver dan gangguan pada otak.
(wawancara dengan Ririn pada tanggal 5 maret 2018)
Selain dampak negatif bagi kesehatan tuak juga mempunyai dampak negatif bagi diri dan keluarga misalnya keharmonisan dalam keluarga. Orang-orang yang sudah kecanduan sama tuak tidak peduli lagi terhadap kesejahteraan keluarga tetapi sudah terpusat pada kebutuhan pribadinya untuk minum. jika orang yang sudah kecanduan tuak seringkali tidak mengerti mengapa anggota keluarganya marah atau kecewa terhadap dirinya sebaliknya dia justru meminta pengertian dan dukungan atas kebutuhan minumnya. Bila tidak terpenuhi, ketegangan, percekcokan akan terjadi.
Akibatnya, keluarga tidak bisa harmonis lagi karena tidak adalagi sharing dan usaha untuk saling mengerti .
b. Dampak positif tuak bagi kesehatan
Tuak sering di anggap berguna antara lain menghangatkan dan menyegarkan orang yang meminumnya. Tuak termasuk sumber vitamin, sama seperti apel. Dengan demikian tuak juga memberi kekuatan dan bila cuaca dingin, tuak akan menghangatkan.
Dampak postiif tuak adalah dapat menambah energi menambah semangat serta dapat memberikan kekuatan. cocok buat ibu yang menyusui. Tuak kalau di konsumsi hanya sedikit itu cocok untuk kesehatan tubuh
(wawancara dengan Ririn pada tanggal 5 maret 2018)
Selain itu tuak juga dapat mengobati penyakit diabtes, orang yang diabetes di anjurkan untuk minum tuak karena kadar gula darah dapat terlarut oleh mineral yang terdapat pada tuak dan di keluarkan melalui rwsoirasi kencing. Kandungan mineral yang cukup komplit dari tuak sangat berguna bagi tubuh apa bila di konsumsi secukupnya sesuai kebutuhan.
D. Eksistensi Solidaritas KomunitasPanggiru’ Tuak
Eksistensi adalah keberadaan, wujud yang tampak dari suatu benda yang membedakan antara satu benda dengan benda lain.
Eksistensi juga merupakkan keadaan berkat kesadaranya manusia mampu melampaui situasi-situasi yang melingkarinya, mampu mengatasi apa yang fakum dan daktum lengkap dalam proses yang transedensi melampaui pagar-pagar yang membatasi alam pengukungnya (Sutrisno dalam Handayani Ari Trisna,2010:20) dari penjelasan Sutrisno di atas dapat di simpulkan bahwa eksistensi adalah keberadaan dengan yang lain sehingga keberadaannya diakui seperti halnya komunitas-komunitas yang ada dalam masyarakat.
Eksistensi komunitas panggiru’ tuak mendapat berbagai tanggapan positif dan negatif mengenai keberadaanya, karena memang pada dasarnya setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam menafsirkan segala sesuatu. Eksistensi komunitas peminum tuak (1) sumber mata pencaharian (2) sarana untuk melangsungkan proses interaksi sosial (3) obat yang mampun membangkitkan semangat untuk
bekerja (4) obat yang mampu membangkitkan semangat untuk bekerja (5) menghilangkan stres.
Komunitas panggiru’ tuak yang ada di Kampung Rama kota Makassar memiliki karasteristik sebagai bukti eksistensi mereka didalam masyarakat seperti filosofi tuak , stratifikasi, status, dan peran.
1. Filosofi KomunitasPangngiru’ Tuak
Manggiru’ tuak sebagai sumber kehidupan (filosofi) karena tuak merupakan sebagai semangat hidup, mampu memberikan kesenangan, tali persaudaran, sumber mata pencaharian dan minuman nenek moyang.
Sejak dahulu nenek moyang orang Toraja sangat menyukai Tuak, minuman dari Alam Toraja yang merupakkan bagian dari budaya Toraja sendiri yang patut di lestarikan. Karena orang Toraja sangat menghargai Alam yang menyediakan segala kebutuhan masyarakatnya termasuk tuak. makanya masyarakat Toraja selalu menyertakan tuak dalam kehidupan mereka karena tuak adalah pemberian alam dan tidak lepas dari kehidupan masyarakat Toraja. Baik di kalangan Tua-Muda, Laki-laki atau perempuan turut di dalamnya.
(wawancara dengan bapak KR pada tanggal 25 april 2018)
Keberadaan tuak sendiri bukan sebuah larangan di Toraja karena tuak wajib hadir dalam ritual-ritual adat toraja baik sebagai, kelengkapan upacara maupun untuk menyambut para tamu. Tuak di sajikan hampir dalam setiap acara adat di Tanah Toraja, Upacara Rambu Solo’
(kematian) atau Upacara Rambu Tuka’ ( Pernikahan, Syukuran).
Biasanya Tuak di bawa oleh kerabat keluarga yang mengadakan pesta dan diminum bersama-sama dengan rekan-rekan yang hadir dalam acara tersebut. penyajian lebih nikmat ketika di minum langsung dari potongan
bambu. Selain itu tuak juga di gunakan sebagai obat capek dalam bahasa toraja pedampi’ bo’yok. Jadi tidak mengherankan apabila semua orang toraja baik laki-laki maupun perempuan sangat menyukai tuak.
bahkan saat di luar Toraja mereka masih sering kumpul-kumpul dengan temannya untuk minum tuak seperti komunitas panggiru’ tuak awalnya mereka berkumpul hanya beberapa orang saja namun sering berjalan waktu mereka saling mengajak teman yang juga sangat menyukai tuak, karena setiap hari selalu kumpul untuk minum di jam yang sama akhirnya mereka sepakat untuk membuat komunitas panggiru’ tuak.
2. Stratifikasi Sosial
Stratifikasi adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pebedaan dan pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas) secara bertingkat (Pitrim A. Sorokin ).
Terbentuknya stratifikasi sosial yakni dari hasil kebiasaan manusia seperti berkomunikasi berhubungan atau juga tersusun, baik itu secara individual maupun kelompok. Tapi apapun wujudnya di dalam kehidupan bersama sangat memerlukan penataan dan juga organisasi, di dalam rangka penataan kepada kehidupan yang pada akhirnya akan terbentuk dengan sedikit demi sedikit stratifikasi sosial.
Fungsi startifikasi sosial yakni :
1. Sebagai sebuah alat agar pendustribusian hak dan juga kewajiban misalkan seperti, menentukan kedudukan, jabatan, penghasilan seseorang dan yang lainnya
2. Supaya mempersatukan dengan pola-pola mengkoordinasikan kepada bagian-bagian yang terdapat pada sebuah struktur sosial yang gunanya agar mencapai tujuanyang sudah di tentukan sebelumnya.
3. Sebagai penempatan individu atau juga seseorang pada starata (lapisan) tertentu di dalam struktur sosial.
4. Sebagai penentu tingkatan mudah ataupun tidak bertukar status serta kedudukan di dalam struktur sosial
5. Supaya memecahkan berbagai macam permasalahan yang ada di dalam masyarakat.
Stratifikasi komunitas di komunitas pangngiru’ tuak ini di bagi 3 yaitu, mahasiswa, buruh dan pengangguran. Berkumpul karena satu hobi yaitu pangngiru’ tuak.
Anggota komunitas disini terdiri dari mahasiswa, buruh dan pengangguran. Kami bertemu disini karena memang disini kebanyakan orang Toraja dan kami senang kumpul-kumpul disini kalau sore.
(wawancara dengan Jhon pada tanggal 3 maret 2018)
Anggota komunitas pangngiru’ tuak kebanyakan dari Toraja, mereka bertemu di kota Makassar awalnya karena mereka satu rumah/kos dan kebetulan hobi mereka sama yaitu suka minum tuak jadi setiap sore mereka kumpul-kumpul di tempat yang tidak jauh dari rumah/kosan.
3. Status dan Peran .
Status sosial adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya. Sedangkan peran sosial adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosial.
Kami disini sudah membagi tugas dengan anggota komunitas, ada yang kumpulkan uang dan ada yang membeli tuak. tapi kami tidak perlu mencari tempat untuk minum karena kami sudah punya tempat dan kami tidak pernah pindah-pindah tempat.
( wawancara dengan jhon pada tanggal 3 maret 2018)
Komunitas panggiru’ tuak memiliki status dan peran yang berbeda-beda diantara anggota komunitas seperti mencari tempat berkumpul, memproduksi minuman tuak, membawa minuman tuak ke tempat perkumpulan.
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh penulis pada masyarakat di Kampung Rama Kota Makassar, maka penulis menyuimpulkan beberapa hal sebagai berikut
1. Peminum tuak bukan berarti orang yang sudah kecanduan dengan tuak ada orang yang minum tuak ketika merasa capek setelah seharian bekerja. Ada juga orang minum hanya untuk pengantar tidur. Tetapi ada juga yang minum karena memang sudah kecanduan artinya dia sudah tidak bisa tidur kalau tidak minum. Namun kebanyakkan sekarang pemuda yang minum bukan untuk menghilangkan stress atau menghilangkan rasa capek, tapi hanya untuk memabukkan diri. Tuak yang memabukkan adalah tuak yang sudah di campur dengan kulit kayu, biasa orang Toraja menyebut tuak pa’buli. tuak pa’buli ini warna putih ke merah-merahan dan rasanya sangat pahit dari yang sebelumnya.
2. Anggota komunitas panggiru’ tuak merupakan anggota komunitas yang memiliki rasa simpati dan empati terhadap anggota komunitasnya. Rasa simpati yang di maksudkan adalah suatu proses kejiwaan dimana seseorang atau
sekelompok orang karena sikap, penampilan wibawa atau perbuatannya yang sedemikian rupa sedangkan rasa emati adalah menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain mengetahui apa orang lain rasakan dan pikirkan
3. Eksistensi komunitas panggiru’ tuak mendapat berbagai tanggapan positif dan negatif mengenai keberadaanya, karena memang pada dasarnya setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam menafsirkan segala sesuatu.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat di sampaikan adalah sebagai berikut :
Tuak minuman yang memiliki kadar alkohol rendah, lebih rendah bir dan anggur. Tuak pada dasarnya berguna untuk membuat kondisi seseorang tenang karena mampu menekan syaraf sentral konsumennya.
Tetapi jika meneguk melebihi porsi yang seharusnya maka orang yang mengkonsumsi tuak akan menjadi mabuk dan tak mampu mengendalikan diri jadi sebaiknya jika mengkonsumsi tuak, jangan terlalu banyak karena dapat menimbulkan penyakit.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani 1987. Sosiologi kelompok dan masalah Sosial. Fajar Agung, Jakarta.
Aziz Rahimah Abdul.1900.Perempatan Jurang Sosilogi dan Sejarah.
Jurnal jebat 18 (1990)317.334.
Abustam idrus.2010.Komunitas Pedesaan, Budaya Kemiskinan dan Pendidikan Orang Dewasa.Makassar.UNM:
A. Sorokon Pitrim, social and Culuture Dinamic, Pargen, Bostom .
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi komunikasi : teori paradigma dan diskursus teknologi komunikasi di masyarakat, Jakarta : kencana pernada Media Grup
Adi Isbandi Rukmito.2012.Intervensi Komunitas & Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada
Dr.Abdullah Nashin Ulwan,1997, Indahnya Hidup Bersama: solidaritas sosial.Jakarta:Pustaka Pelajar
Hillery, George Jr (2010) definition off Community: areas off agreement rural sociology. Terjemahan nurhadi. Yogyakarta : kreasi wacana.
Koentjaraningrat, pengantar Antropologi jilid 1. Jakarta: Rineka Cipta Loren O. Obsbarn dan Martin H. Neumeyer dalam Taneko, Soleman B.
(1984). Struktur dan Proses sosial suatu pengantar Sosiologi
Nasdian Fredian Tonny, pengembangan masyarakat, Yayasan Pustaka Obor Indonesia Jakarta,2014.
Soekanto.1990, sosiologi suatu pengantar. Jakarta. PT Raja Gragindo Persada.
Soemardjan,selo.1962. social Changes in Yogyakarta. Ithaca: Cornel University Press
Susan, Novri, 2009. Sosiologi konflik isu-ssu konflik kontenpore. Jakarta:
Kencana
Raho Bernard.2007, teori sosiologi modern. Jakarta : prestasi pustaka.
Website
gejakaran.blogspot.co.id/2015/12/normal-0-false-false-in-x-none-x.htmI?m=1(di akses pada tanggal 11 oktober 2017)
anonim. 2010. Solidaritas sosial, (online), (http//blogs.unpad.ac.id/rsdarwis/?p=10) (diakses pada tanggal 16 oktober 2017)