BAB V ANALISIS PERSOALAN EKONOMI KOTA
5.4 Dampak Pembangunan JLS terhadap Ekonomi Kota
Dalam kasus ini, pembangunan jalan berpengaruh terhadap perubahan karakteristik sosial ekonomi penduduk yang semula memiliki karakteristik kehidupan pedesaan dengan aktivitas utama di bidang pertanian kemudian setelah adanya pembangunan jalan berubah menjadi kawasan dengan aktivitas perdagangan dan jasa, karena semakin meningkatnya aksesibilitas masyarakat sehingga dapat melakukan perpindahan barang maupun jasa dengan lebih mudah dan lebih menguntungkan. Hal ini menunjukkan kecenderungan bahwa pembangunan jalan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Sebagai contoh terjadi peningkatan produktivitas ini terjadi pada kegiatan pertanian. Pada kasus ini petani memperoleh kemudahan dalam distribusi hasil pertanian. Selain itu, pembangunan jalan baru juga berpengaruh terhadap terbukanya akses menuju lahan-lahan yang kurang produktif. Dalam hal ini, karakteristik lahan dan jenis komoditas pertanian menentukan peningkatan produktivitas lahan yang berpengaruh terhadap pemanfaatan lahan. Namun kecendurang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kepemilikan lahan sehingga peningkatkan produktivitas pertanian ini cenderung merupakan lahan
PDRB Kota
Meningkat
Kegiatan
Ekonomi
Lancar
Aksesibiltas
meningkat
pertanian yang memang memiliki tingkat atau nilai tinggi komoditasnya seperti salak yang masih dipertahankan hingga kini, namun sayangnya lahan pertanian yang dinilai kurang menguntungkan hasil komiditasnya cenderung memilih menjual lahan pertaniannya apalagi pembangunan JLS ini sebenarnya dapat mengurangi lahan produktif karena lokasi yang semakin tergeser kearah pinggir dan luar.
Berdasarkan pemaparan diatas dampak postif yang dirasakan adalah adanya perkembangan kegiatan yang berubah dari pertanian menjadi perdagangan dan jasa dimana dianggap menjadi lebih menguntungkan oleh warga yang memilihan lahan pertanian yang sempit dan komoditas hasil taninya bernilai rendah. Selain itu, bagi petani yang memiliki luas lahan pertanian luas dan komoditas hasilnya bernilai tinggi maka keberadaan JLS akan semakin mempermudah mereka untuk memasarkan hasil pertanian dimana proses distribusi barang mengeluarkan biaya yang tidak cukup banyak seperti biasanya. Hal ini berdampak langsung terhadap perekonomian Kota Salatiga dimana pendapatan kota meningkat berdasarkan PDRB Kota Salatiga sebagai berikut
Tabel 5.4.1 PDRB Kota Salatiga
Perkembangan nilai PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2013 sebesar 432,37 persen. Hal ini berarti bahwa seluruh potensi di Kota Salatiga telah menghasilkan uang 4,32 kali lebih besar di bandingkan tahun 2011. Kemudian kegiatan perekonomian di Kota Salatiga telah meningkatkan produksi barang dan jasa 1,88 kali dibandingkan tahun 2011. Pencapaian ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang ada di sekitar wilayah JLS Salatiga. Peningatan arus transportasi akan mempengaruhi aksesibilitas dan mobilitas penduduk JLS Salatiga, peningkatan harga lahan disertai dengan konversi lahan dari lahan pertanian ke lahan terbangun dan meningkatnya kondisi perekonomian masyarakat karena di sepanjang Jalan Lingkar Selatan Salatiga akan timbul lokasi- lokasi baru seperti perdagangan dan jasa. Hal tersebut telah tercantum pada data PDRB kota Saltiga di atas bahwa terdapat peningkatan pendapatan daerah Kota Salatiga.
Selain pada contoh pertanian, JLS juga memicu adanya kegiatan-kegiatan perdagangan dan jasa yang baru. Dimana kegiatan baru ini diharapkan dapat meningkatkan luasan lapangan kerja bagi penduduk sekitar. Hal ini telah terbuktikan dengan adanya penelitian yang mewawancarai Camat Sidorejo, Sidomukti, dan Argomulyo. Para Camat ini menyatakan bahwa keadaan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar JLS mengalami peningkatan. Beberapa warga yang tinggal di sekitar JLS mendirikan berbagai tempat usaha seperti bengkel, warung klontong, jasa pijat, toko bangunan, dll. Selain warga asli, juga terdapat warga luar/investor untuk mendirikan usaha seperti Hotel, restoran, membangun beberapa industri. Semakin meningkatnya berbagai macam jenis kegiatan ekonomi inilah yang memicu peningkatan perekonomian Kota Salatiga.
5.4.2
Dampak Negatif
Harga Lahan Tidak Dapat Dikendalikan
Daya tarik dari JLS mengakibatkan kecenderungan terjadinya perubahan pola ruang disekitarnya. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan harga lahan yang tinggi pada tempat-tempat tertentu seperti di wilayah kelurahan Kecandran, Pulutan dan Blotongan. Peristiwa ini memicu terciptanya pusat kegiatan baru ( urban sprawl ) yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang pesat. Tingkat pertumbuhan lahan terbangun pada kawasan tersebut yang cukup signifikan sehingga perlu diantisipasi terutama dalam hal penyediaan fasilitas dan prasarana yang memadai di samping legalitas kebijakan penataan ruang yang telah ada. Dalam Rencana Tata Ruang Kota Salatiga sudah diatur secara jelas zonasi peruntukan lahan di sekitar JLS. Meskipun begitu perkembangan harga pasar lahan yang terjadi tetap tidak bisa dikontrol dengan peraturan yang ada, baik dalam hal penetapan harga NJOP maupaun harga dasar tanah (HDT). Daripada itu, dampak negatifnya berupa tercipatanya kesulitan pemerintah untuk mempertahankan lahan pertanian dan melakukan pembebasan lahan demi meningkatkan sarana dan prasarana yang ada dikawasan tersebut dikarenakan harga lahan yang ditawarkan oleh masyarakat cukup tinggi berkali-kali lipat dari NJOP yang telah ditentukan oleh pemerintah sehingga muncul proses negosiasi yang dalam kurun waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan titik temu dari perjanjian tersebut
Gejala tersebut kalau tidak segera diantisipasi akan mendatangkan kesulitan bagi pemerintah terutama dalam hal pengadaan tanah untuk keperluan ruang public seperti Ruang Terbuka Hijau. Jika tidak segera dicegah dengan regulasi yang tepat maka diyakin keperluan ruang publik tidak akan terealisasi dengan baik karena harga lahannya yang sangat tinggi. Fenomena menjadi salah satu dampak negatif dari pembangunan JLS dimana usaha pemerintah untuk meningkatkan faslitas
prasarana kota seperti taman kota juga akan mengalami kesulitan dimana proses pembebasan lahan akan berlangsung lama dikarenakan harga lahan yang ada begitu mahal dan tidak sesuai dengan prediksi pemerintah sebelumnya. Selain itu hal yang paling dapat diprediksikan bahwa akan ada kecenderungan penduduk untuk bertempat tinggal didaerah dengan harga lahan yang murah sehingga ditakutkan muncul kawasan permukiman kumuh bagian daerah paling luar dari kawasan JLS, karena harga lahan yang meningkat tak terkendali. Apabila terdapat kawasan kumuh maka juga akan berpengaruh terhadap perekonomian kota dimana akan menghasilkan nilai yang tidak cukup baik. Kawasan kumuh akan menurunkan perekonomian kota karena kondisi lingkungannya yang tidak kondusif dan sesuai dengan kriteria tempat tinggal yang baik.
Resiko Kecelakaan Lalu Lintas dan Banjir
Selain itu keberadaan JLS juga cenderung akan meningkatkan resiko kecelakaan dan menigkatkan polusi udara disekitar kawasan JLS. Maka dampak negatif ini berpengaruh terhadap perekonomian kota karena secara tidak langsung akan mengurangi produktivas masyarakat dimana polusi udara akan berperan besar mengurangi kesehatan warga sekitar sehingga akan menimbulkan penyakit dan produktivitas mereka menurun akibat daya tahan tubuh yang rendah. Sehingga kegiatan ekonomipun menurun. Resiko terjadi banjir juga telah dirasakan oleh masyarakat sekitar JLS dimana sebagai contoh di Perumahan Salatiga Permai yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir saat ini ketika musim penghujan tiba, banjirpun terjadi. Peristiwa ini dipicu oleh perubahan penggunaan lahan yang aslinya berupa lahan pertanian yang dapat menyerap lebih banyak air hujan ketimbang jalan beraspal yang digunakan sebagai penyusun JLS. Kondisi banjir ini juga mengakibatkan terhambatnya beberapa kegiatan ekonomi karena akses untuk distribusi barang dan jasa terganggu. Dengan adanya fenomena ini dapat diketahui bahwa JLS dapat membawa dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya, meskipun awalnya diciptakan untuk membantu masyarakat sekitar.
5.4.3
Dampak yang Diperoleh dengan Analisis SWOT
Analisis ini terdiri atas Strength, Weakness, Oportunities, dan Threats: Strength
Adanya Kemudahan akses akibat dari pembangunan jalan alternatif.
Lebih mudah melakuakan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi.
Memberikan aksestabilitas terhadap lokasi perjas dengan produsen dan konsumen
Sering terjadinya kemacetan akibat dari semakin besarnya volume kendaraan yang lewat namun kurang didugung oleh kapasitas jalannnya.
Terjadinya kecelakaan akibat jalan alternatif tergolong mudah diakses oleh banyak kendaraan namun volume jalan tidak mencukupi.
Membawa pengendara melewati Kota Salatiga tanpa melintas di pusat kotanya.
Oportunities
Lahan-lahan pertanian disekitar jalan lingkar salatiga memperoleh memperoleh kemudahan melakukan distribusi akibat dekat dengan lokasi aksestabilitas.
Semakin banyak perjas yang terbangun di lokasi jalan lingkar salatiga akibat dari ramainya pengendara yang lalu-lalang dan berpandangan akan mendapatkan keuntungan.
Meningkatnya PDRB Kota Salatiga.
Threats
Terjadinya bencana yang dapat mengakibatkan kerusakan terhadap badan jalan
Terjadinya kemacetan besar-besaran akibat dari banyaknya kendaraan yang perkir di lokasi perjas yang berada di pinggir jalan.
Terjadinya peningkatan harga lahan disekitar jalan lingkar salatiga akibat dipermudahkannya aksestabilitas.