• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Dampak Pencemaran Udara

5.1.2. Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat

Beberapa penelitian menyatakan gas-gas pencemar dari emisi kendaraan bermotor dapat mengganggu kesehatan. Seperti yang disajikan pada Tabel 13, data tersebut menggambarkan besarnya pengaruh gas yang tercemar terhadap kesehatan manusia.

Tabel 13. Pengaruh gas pencemar dari kendaraan bermotor terhadap kesehatan manusia

Jenis pencemar Pengaruh terhadap manusia

Debu (TSP) Dapat menyebabkan penyakit kanker, memperberat penyakit jantung, batuk, iritasi kerongkongan, sesak napas, iritasi mata, ISPA

NO2 Memperberat penyakit jantung dan pernafasan, serta iritasi paru-paru SO2 Memperberat penyakit saluran pernafasan, melemahkan pernafasan dan

iritasi mata

CO Menurunkan kemampuan darah membawa oksigen, melemahkan kemampuan berfikir, pusing, kelelahan dan kematian

Plmbum (Pb) Keruskan jaringan hati dan ginjal, jantung koroner, hipertensi, kelemahan berfikir, penurunan IQ, dan penyebab kanker

Sumber : Depkes RI 2007

Berdasarkan Tabel 13, maka setiap orang potensial terkena penyakit tanpa melihat jenis kelamin dan umur karena setiap orang membutuhkan oksigen yang terdapat di udara bebas. Manusia akan membutuhkan oksigen yang terdapat di udara namun tidak dapat menyaring/memilah hanya oksigen saja yang terhirup kedalam tubuh. Asumsi tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak dapat memilih udara yang ingin dihirup dan siapa saja bisa terkena penyakit.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan di Kelurahan Pasar Minggu dan Ragunan mengenai “Apakah dampak pencemaran udara tersebut”. Pada umumnya responden menjawab pencemaran udara yang terjadi menyebabkan gangguan terhadap kesehatan. Kebanyakan responden menyatakan, beberapa tahun belakangan ini sering mengalami gangguan pernafasan, pusing-pusing,

sukar konsentrasi, pelupa, iritasi mata, dan sering setres. Gangguan kesehatan tersebut diduga berkaitan dengan pencemaran udara yang terjadi di lokasi penelitian. Adapun jenis penyakit dan jumlah warga yang diduga terkena dampak pencemaran udara dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Hasil wawancara mengenai penyakit yang diderita warga di Kelurahan Ragunan dan Pasar Minggu

Jumlah penderita

Ragunan Pasar Minggu

No Jenis penyakit Gas pencemar

Orang (%) * Orang (%) *

1 Gangguan pernafasan Debu, SO2, NO2 9 3,2 24 8,51

2 Sakit kepala CO 24 8,51 26 9,22

3 Sukar konsentrasi Pb 36 12,76 61 21,63

4 Iritasi mata Debu, SO2, NO2 17 6,02 45 15,95

5 Stress Debu, SO2, NO2, 34 12,05 55 19,5

6 Tidak sakit 163 57,44 71 25,17

Total 282 100 282 100

Sumber : Hasil wawancara September-Oktober 2007

Perbandingan kesehatan berdasarkan wawancara yang dilakukan di kedua Kelurahan Pasar Minggu dan Ragunan disajikan dalam bentuk persentase dengan jumlah responden yang sama untuk masing-masing lokasi, untuk Kelurahan Ragunan dapat dilihat pada Gambar 6 dan untuk Kelurahan Pasar Minggu dapat dilihat pada Gambar 7.

Data penyakit yang diderita waraga akhir-akhir ini di Kelurahan Ragunan 3% 8% 13% 6% 12% 58% gangguan pernafasan Sakit kepala sukar konsentrasi iritasi mata stress tidak sakit

Gambar 6. Persentase hasil wawancara warga di Kelurahan Ragunan yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat pencemaran udara.

Berdasarkan data, hasil wawancara di Kelurahan Ragunan warga yang mengalami gangguan pernafasan sebanyak 3%, pusing-pusing 9%, sukar konsentrasi 7%, pelupa 6%, iritasi mata 6%, dan stress 12 %, sedangkan yang tidak sakit 57 %. Untuk wilayah Kelurahan Pasar Minggu dengan penyakit yang sama didapatkan hasil untuk gangguan pernafasan 9%, pusing-pusing 9%, sukar

konsentrasi 11%, pelupa 10%, iritasi mata 16%, dan stress 20 %, sedangkan yang tidak sakit hanya mencapai 25%.

Data penyakit yang diderita warga akhir-akhir ini di Kelurahan Pasar Minggu 9% 16% 20% 9% 24% 22% gangguan pernafasan Sakit kepala sukar konsentrasi iritasi m ata setress tidak sakit

Gambar 7. Persentase hasil wawancara warga di Kelurahan Pasar Minggu yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat pencemaran udara. Persentase diatas menunjukkan bahwa secara keseluruhan gangguan kesehatan yang diduga akibat pencemaran udara pada Kelurahan Pasar Minggu lebih besar dibandingkan dengan Kelurahan Ragunan dan persentase tersebut menunjukkan bahwa jumlah warga yang terkena dampak pencemaran udara di Kelurahan Pasar Minggu lebih besar dibandingkan dengan Kelurahan Ragunan, namun ketika ditanya mengenai “penyebab atau apakah penyakit saudara berkaitan dengan pencemaran udara yang terjadi”, warga masyarakat pada kedua kelurahan tersebut mengatakan tidak tahu. Hal ini disebabkan penyakit-penyakit yang diduga akibat pencemaran udara tidak diketahui secara pasti mengenai penyebabaya.

Mengacu pada Tabel 14 maka dugaan jumlah warga yang terkena dampak pencemaran udara, dapat dihitung dengan melakukan extrapolasi persen pendugaan kedalam jumlah warga di lokasi penelitian. Secara jelasnya dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Pendugaan jumlah warga yang terkena dampak pencemaran udara di Kelurahan Ragunan dan Pasar Minggu

Kelurahan

Ragunan Pasar Minggu

Jenis Penyakit (%) * Orang (%) * Orang Gangguan pernafasan 3,2 1178 8,51 2511 Sakit kepala 8,51 3132 9,22 2721 Sukar konsentrasi 12,76 4695 21,63 6382 Iritasi mata 6,02 2215 15,95 4706 Stress 12,05 4434 19,5 5754 Tidak sakit 57,44 21137 25,17 7427 Total 100 36.798 100 29.507

Hasil penelusuran data di puskesmas kecamatan setempat, beberapa data yang berhasil dihimpun dari total kunjungan pasien pada Tahun 2006, mengenai jenis penyakit yang diderita warga di kedua kelurahan tersebut yaitu antara lain penyakit-penyakit seperti Infeksi Saluaran Pernafasan Atas (ISPA), Jantung, Hipertensi dan Infeksi Saluran Pernafasan lainnya (ISPL). Penyakit tersebut merupakan beberapa penyakit yang berkaitan dengan kualitas udara yang buruk (Depkes RI 2007). Emisi yang dilepaskan kendaraan bermotor seperti debu (TSP), NO2, SO2, CO dan Pb diantaranya adalah salah satu, ataupun dapat bersinergi sebagai penyebab dari penyakit-penyakit karena pencemaran udara. Adapun jumlah dan jenis penyakit dari warga yang terkena dampak pencemaran udara tersebut dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 16. Jumlah penderita penyakit yang diduga terkena dampak pencemaran udara

Kelurahan

Jenis penyakit Gas pencemar

Ragunan Pasar Minggu

ISPA Debu, SO2, NO2 1601 2393

Jantung Pb 21 343

Hipertensi Pb 356 1751

ISPL Debu, SO2, NO2 574 1004

Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu 2006

Pada Gambar 8 disajikan perbandingan jumlah warga di Kelurahan Ragunan dan Pasar Minggu yang diduga terkena gangguan kesehatan akibat pencemaran udara. Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah warga di Kelurahan Pasar Minggu, lebih banyak mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan warga Kelurahan Ragunan. Tercatat sebanyak 5491 jiwa, warga Kelurahan Pasar Minggu mengalami gangguan kesehatan sedangkan untuk warga kelurahan Ragunan sebanyak 2552 jiwa.

Berdasarkan pernyataan warga memang tidak diketahui secara pasti penyebab gangguan kesehatan yang dialami kedua kelurahan di lokasi penelitian namun data pada Tabel 15 dan Tabel 16 mengindikasikan adanya perbedaan yang mempengaruhi kesehatan di kedua kelurahan tersebut. Hal ini diduga dari perbedaan, ada atau tidaknya hutan kota di kedua lokasi tersebut karena kedua Kelurahan, Ragunan dan Pasar Minggu memiliki tingkat sosial ekonomi yang berimbang dan tingkat pencemaran udara yang sama.

1601 2393 21 343 356 1751 574 1004 0 500 1000 1500 2000 2500 Jum lah Pas ien

ISPA Jantung Hypertensi ISPL

Jenis Penyakit yang diduga akibat pencemaran udara

Ragunan Pasar Minggu

Gambar 8. Perbandingan jumlah pasien di Kelurahan Pasar Minggu dan Ragunan.

Banyaknya jumlah warga di Kelurahan Pasar Minggu yang terkena