• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Uji Korelasi antara Pretest dan Posttest I

4.2.3 Dampak Pengaruh Perlakuan

Pembahasan tentang dampak perlakuan dilakukan dengan elemen penelitian kualitatif sederhana dengan cara triangulasi. Triangulasi data diperoleh dengan cara melakukan wawancara kepada guru mitra penelitian dan 3 siswa yang memiliki tingkat pemahaman yang berbeda, yaitu dengan tingkat pemahaman tinggi, sedang dan kurang. Berikut adalah hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan.

Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti melakukan observasi terhadap proses pembelajaran yang ada di kelas V SD Negeri Demangan. Observasi ini bertujuan untuk proses pembelajaran yang ada di kelas, meliputi karakteristik dan kondisi belajar siswa saat belajar di dalam kelas, serta untuk mengetahui bagaimana cara guru menyampaikan materi kepada siswa selama proses pembelajaran. Pada saat pembelajaran guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, penugasan dan memberi catatan. Selama proses pembelajaran siswa memperhatikan guru ketika guru menyampaikan materi pembelajaran. Proses pembelajaran berjalan satu arah, guru yang aktif menjelaskan materi pembelajaran, sementara siswa hanya duduk diam mendengarkan penjelasan yang diberikan kepada siswa. Ketika proses pembelajaran ada beberapa siswa yang berbicara dengan teman sebangkunya. Aktivitas pembelajaranpun kurang mampu mengaktifkan siswa, siswa hanya bekerja ketika diberi perintah oleh guru. Siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat dan mengerjakan tugas. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, guru sering menugaskan siswa untuk mengerjakan soal latihan yang ada pada buku paket siswa maupun guru membuat soal sendiri bagi siswa.

89 4.3.1 Hasil Wawancara

Wawancara dilakukan kepada guru dan tiga siswa kelas V SD Negeri Demangan Yogyakarta dengan kemampuan yang berbeda. Peneliti melakukan wawancara kepada guru setelah guru menerima hasil belajar siswa, sedangkan wawancara kepada siswa dilakukan beberapa hari setelah siswa selesai mengerjakan posttest.

4.3.1.1 Hasil Wawancara Guru

Wawancara dilakukan pada hari Senin, 30 November 2015. Peneliti melakukan wawancara dengan wali kelas VB yang menjadi kelas eksperimen. Peneliti bertanya apakah sebelumnya guru pernah menggunakan model pembelajaran van Hiele saat mengajar matematika sebelumnya dan guru menjawab bahwa belum pernah mengajar menggunakan model pembelajaran

van Hiele bahkan belum pernah mendapatkan seminar tentang model pembelajaran van Hiele sehingga saat dilakukan penelitian kemarin adalah pengalaman pertama saya menerapkan model pembelajaran van Hiele (W.G

30 November 2015). Selain ceramah, guru pernah menggunakan metode

Gasing untuk mengajar matematika di kelasnya namun guru tidak sering menggunakan metode inovatif dalam pembelajaran karena menurutnya, metode ceramah lebih mempersingkat waktu (W.G 30 November 2015)

Guru sempat mengalami kesulitan saat mengajar menggunakan model pembelajaran van Hiele karena masih pertama kali menerapkannya. Guru belum

terlalu paham dengan tahap-tahap van Hiele sehingga harus benar-benar memahami RPP saat akan mengajar (W.G 30 November 2015). Kemudian

peneliti bertanya bagaimana pendapat guru mengenai model pembelajaran van Hiele dan guru menjawab bahwa model pembelajaran van Hiele ini bagus

karena siswa diberi kesempatan untuk mengenal bangun datar dengan mengamati terlebih dahulu bukan langsung diberi informasi oleh guru namun guru merasa kurang puas dengan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran van Hiele (W.G 30 November 2015). Guru merasa belum puas

90

kemampuan siswa dari tahun ke tahun semakin menurun. Menurut beliau, anak sekarang tidak ada keinginan untuk mencari informasi sendiri, mereka lebih suka bila langsung diberi informasi oleh guru dan mereka hanya menerima saja. Selain itu, banyak siswa yang lebih suka bermain ketika guru menjelaskan materi di dalam kelas.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada perbedaan ketika guru menggunakan model pembelajaran van Hiele dalam menjelaskan materi dan guru menjawab bahwa perubahannya tidak begitu terlihat. Anak-anak yang aktif

dalam pembelajaran semakin aktif ketika menggunakan model pembelajaran van Hiele dan sisanya hanya menggantungkan teman sekelompoknya yang aktif saja (W.G 30 November 2015).

4.3.1.2 Hasil Wawancara Siswa

Wawancara dilakukan pada hari Senin, 30 November 2015. Peneliti melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai proses pembelajaran yang telah peneliti lakukan. Pertanyaan pertama peneliti bertanya apakah siswa menyukai pelajaran Matematika, siswa pertama menjawab tidak suka pelajaran

Matematika karena susah dipahami, siswa kedua menjawab kadang senang belajar Matematika kadang juga tidak senang belajar Matematika karena

ketika dia tidak bisa mengerjakan soal Matematika dia merasa tidak senang, siswa ketiga menjawab hanya sedikit senang belajar Matematika karena sulit. (W.S 30 November 2015). Pertanyaan kedua peneliti bertanya tentang metode yang pernah guru gunakan dalam mengajar Matematika, dari ketiga siswa mengungkapkan bahwa sebelumnya guru belum pernah menggunakan model

pembelajaran van Hiele (W.S 30 November 2015). Selama ini cara guru

mengajar Matematika adalah dengan menjelaskan materi kemudian siswa

diminta mengerjakan soal-soal yang ada di LKS jika belum selesai mengerjakan di sekolah, soal-soal itu akan dijadikan PR yang terkadang dibahas bersama dan kadang juga tidak dibahas (W.S 30 November 2015).

Terkadang juga guru tidak menjelaskan lebih dahulu dan langsung meminta siswa untuk mengerjakan. Dari tiga orang siswa, dua orang menjawab bahwa

91

pelajaran yang diberikan oleh guru selama ini membosankan karena siswa

selalu mengerjakan banyak soal sedangkan satu orang menjawab bahwa dia dapat memahami materi yang diberikan oleh guru selama ini (W.S 30

November 2015).

Pertanyaan selanjutnya peneliti lebih membahas tentang model pembelajaran van Hiele yang telah dilakukan. Peneliti bertanya bagaimana perasaan siswa ketika mengikuti pelajaran menggunakan model pembelajaran van Hiele. Siswa pertama menjawab lebih senang menggunakan model

pembelajaran van Hiele karena asyik, siswa kedua menjawab meyukai model

pembelajaran van Hiele namun juga menyukai pembelajaran yang digunakan guru selama ini dengan alasan pembelajaran van Hiele lebih mudah dipahami

sedangkan jika menggunakan pembelajaran yang dilakukan guru selama ini dia bisa mengerjakannya di rumah. Siswa ketiga menjawab lebih menyukai pelajaran yang diberikan guru selama ini dengan alasan tidak perlu mencari informasi di buku karena langsung dijelaskan guru (W.S 30 November 2015).

Sebagian besar dari mereka lebih memahami materi ketika belajar menggunakan model pembelajaran van Hiele, selain itu mereka merasa senang karena belajar Matematika tidak hanya mengerjakan soal-soal di LKS.

Dokumen terkait