BAB VII REALITAS PERTUKARAN SOSIAL SEBUAH
B. Dampak Pertukaran Sosial Masyarakat Duri pada
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi teori yang relevan yang berkaitan dengan dampal pertukaran sosial yaitu teori Adam Smith menjelaskan hubungan antar manusia, para pelaku ekonomi di dalam masyarakat. Hasil penelitian mengenai dampak dari pertukaran sosial masyrakat Duri pada hari pasar di Baraka yaitu:
1. Cinta pada diri sendiri dan simpati kepada orang lain tindakan seperti ini tergambar dalam kegiatan transaksi di pasar Baraka kerena pelaku aktor ekonomi untuk ingin dihargai oleh orang lain harus mencitai diri sendiri
2. Keinginan untuk bebas dan keterkaitan para rasa sopan-santun terhadap orang lain. Rasa sopan santun adalah suatu kebutuhan untuk mempertahankan diri dalam kehidupan masyarakat, dalam kegiatan transaksi di pasar Baraka agar memudahkan hasil bumi terjual maka harus ada interaksi sesama pembeli dan pedagang dengan tindakan sopan santun agar adanya hubungan timbal balik dan saling menguntungkan satu sama lain oleh kedua belah pihak.
3. Kebiasaan untuk bekerja, menghasilkan apa yang dibutuhkan, dan kecendrungan untuk mengadakan pertukaran hasil produksi sendiri dengan hasil produksi orang lain. Tindakan seperti ini mengaggap bahwa dia tidak mampu hidup tanpa orang lain sehingga itu untuk memperoleh kebutuhan hasil bumi yang lain harus melakukan kerja sama dan mengadakan pertukaran dengan produksi lainnya sehingga kebutuhan yang tidak mampu dipenuhi dapat terpenuhi oleh orang lain. Contohnya untuk mendapatkan sayur, pedagang beras harus menjual beras dan uang yang di dapatkan dari hasil jualan bersa digunakan untuk membeli sayur. Begitupula dengan kebutuhan lainnya.
Dari teori yang dikemukakan oleh Adam Smith, jelas bahwa dampak dari pertukaran sosial yang terjadi di pasar Baraka itu jelas adanya kerena masyarakat Duri mampu berinteraksi, salin menghargai, sopan santun dan adanya kebiasaan untuk mengadakan pertukaran hasil produksi dengan hasil produksi orang lain.
Sehingga dengan demikian mempermudah melakukan pertukaran sosial transaksi jual beli hasil bumi.
Dengan demikian terjalinlah hubungan saling ketergantungan satu sama lain karena mereka tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, silaturahmi semakin erat, goto-royong, kegiatan masih tradisional masyarakat Duri semakin meningkat dan selain itu juga peningkatan taraf ekonomi semakin berkembang dan maju sehingga memotivasi diri untuk menghasilkan hasil bumi yang berkualitas dan bertambah tidak hanya dapat memenuhi pasokan di pasar Baraka
namun mampu mengekspor diluar pasar Baraka ataupun di luar Kabupaten Enrekang.
69 PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan atas data yang berhasil dihimpun tentang Realitas Pertukaran Sosial Masyarakat Duri pada Hari Pasar di Baraka Kabupaten Enrekang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Penyebab terjadinya pertukaran sosial masyarakat Duri pada hari pasar di Baraka adalah kerena setiap Desa memiliki hasil bumi yang berbeda-beda yang disebabkan oleh jenis tanah, sumber air disetiap desa, desa pedalaman, cara bertani dan berkebun, pola pikir dari para petani dan pekebun. Jenis hasil bumi yang berbeda-beda kerena ada jenis hasil bumi dalam jangka panjang dan jangka pendek. Jenis hasil bumi jangka panjang seperti cengkeh, kopi, merica, kakao, padi dan lain sebagainya. Sedangkan hasil bumi dalam jangka waktu pendek atau palawija contohnya sayur-mayur, kacang-kacangan, bawang merah, buah-buahan dan lain sebagainya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Duri harus melakukan pertukaran sosial dengan masyarakat Duri lainnya. Pertukaran sosial telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu walaupun menjadi kebutuhan juga menjadi tradisi masyarakat Duri, meskipun sudah dipengaruhi oleh zaman moderen namun masih dengan cara-cara yang tradisional.
2. Dampak yang ditumbulkan dari pertukaran sosial masyarakat Duri pada hari pasar di Baraka adalah adanya hubungan saling ketergantungan satu sama lain
dari setiap pedagang maupun pembeli, terjalinnya silaturahmi dari masyarakat Duri. Hal yang paling utama dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Duri karena mampu memperkenalkan dan mempublikasikan hasil bumi di setiap desa yang mempunyai ciri khas dari setiap hasil bumi yang dihasilkan.
B. Saran 1. Masyarakat
Walaupun terjadi pertukaran sosial yang saling membutuhkan dan terjadinya ketergantungan, namun diharapkan kepada masyarakat Duri agar tetap mempertahankan kerja sama dan gotong royong walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi perselisihan. Untuk pengelolah pasar Baraka harus memperhatikan tata ruang dari setiap pasar dan kebersihan pasar yang tidak terurus, agar terasa nyaman sehingga itu walaupun pasar tradisional namun tetap tertib.
2. Pemerintah
Untuk pemerintah setempat diharapkan memberikan sumbangsi yang lebih terhadap pasar Baraka untuk lebih memajukan ekonomi masyarakat Duri melalui tunjangan berupa sarana dan prasarana yang memadai serta peran pemerintah untuk meningkatkan daya jual hasil bumi di pasar Baraka.
3. Peneliti selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah wawasan dan informasi mengenai judul realitas pertukaran sosial masyarakat Duri pada hari pasar di Baraka Kabupaten Enrekang. Dari hasil penulisan skripsi ini penulis
merasa sangat jauh dari kata sempurna dan mungkin masih banyak kekurangan baik dari segi pembahasan, teori, cara penulisan sehingga itu penulis sangat mengharap kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.
72 Buku :
Arifin Jamaluddi, dkk.2015. Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar:
Universitas Muhammadiyah Makassar.
Burhan Bungi. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Damsar, Indrayani. 2011. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta : Prenadamedia Group.
Dwi Narwoko, Bagong. 2010. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Surabaya:
Kencana Prenada Media Group.
Elly M.Setiadi, Usman Kolip. 2010. Pengantar Sosiologi. Bandung: Prenamedia Group.
George Ritzer. 2012. Teori Sosiologi, Dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmoderen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Haris Herdiansyah. 2012. Metodologi penelitian Kualitatif. Jakarta: Salemba Humanika.
Masykuri Bakri. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Malang : Visipress Media.
Mursid. 2015. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Bumi Aksara Jakarta.
Nurman. (2017). Dinamika Gotong Royong dan Solidaritas Sosial Masyarakat Desa kendenan. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Rusdarti, Kusumuriyanto. 2008. Ekonomi Fenomena di Sekita Kita. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sartika Bancong.(2017). Semangat Kapitalisme Pedagang Sayur Di Baraka Kabupaten Enrekang. Skripsi tidak diterbitkan.Makassar: Unismuh Makassar.
Sugiono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitataif dan R& D. Bandung:
Alfabeta Bandung.
W.I.M. Poli. 2010. Tonggak-Tonggak Sejarah Pemikiran Ekonomi. Surabaya:
Brilian Internasional.
Situs Web :
Drajat Tri Kusumo.(2014). (Online) (https://id. pasar-modal-tradisional, com). / jurnal skripsi/ , diakses 02 Juni 2017 jam.
Emman Erma. 2015.(Online)http:// emmaherman. blogspot. co.id /2015/
01/terbentuknya-kabupaten- enrekang.html, diakses pada tanggal 28 September 2017.
Fitriani Idris.(2014). (Online) https://id.com implikasit-nilai-nilai-spiritual pedagang-pasar- tradisional-terhadap- konsep-dan-praktik-akuntans.
Jurnal-skripsi/, diakses pada tanggal 05 Juli 2017.
Laduni.(2014). (Online). https://laduni berbagi: blogspot.com/2014/08 makalah-tentang-pasar, diakses pada tanggal 30 Mei 2017.
Sakapleng.(2015). (Online). https://blog.unes.ac.id/sakapleng/2015/11/14/teori-pertukaran-sosial , di akses pada tanggal 30 Mei 2017.
PASAR DI BARAKA KABUPATEN ENREKANG
Hj. Ruliaty Muhammad Nawir
Universitas Muhammadiyah Makassar Universitas Muhammadiyah Makassar
ABSTRAK
Realitas Pertukaran Sosial Masyarakat Duri pada Hari Pasar di Baraka Kabupaten Enrekang, Skripsi. Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pembimbing Ruliaty sebagai pembimbing I dan Muhammad Nawir sebagai pembimbing II.
Masalah utama dalam penelitian ini yaitu apa yang menyebabkan sehingga terjadinya pertukaran sosial masyarakat Duri pada hari pasar di Baraka Kabupaten Enrekang, bagaimana dampak dari pertukaran sosial masyarakar Duri pada hari pasar di Baraka Kabupaten Enrekang.
Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui bagaimanakah penyebab terjadinya pertukaran sosial masyarakat Duri pada hari Pasar di Baraka Kabupaten Enrekang. (ii) Untuk mengetahui apakah dampak dari pertukaran sosial masyrakat Duri pada hari pasar di Baraka Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami realitas pertukaran sosial masyarakat Duri pada hari pasar, informan ditentukan secara purpusive sampling, berdasarkan karakteristik informan yang telah ditetapkan yaitu pedagang, pembeli dan pengelolah pasar Baraka. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam.
Teknik analis data melalui berbagai tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triagulasi sumber, waktu dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (i) Setiap Desa memiliki hasil bumi yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis tanah, sumber air di setiap Desa, cara bertani dan berkebun, pola pikir petani dan pekebun. (ii) Dapat meningkatkan tingkat taraf ekonomi Masyarakat Duri yang mampu memperkenalkan hasil bumi di setiap daerah masing-masing dan memotivasi diri untuk memproduksi lebih banyak hasil bumi dan lebih berkualitas. (iii) Hubungan silaturahmi antar suku Duri makin terjalin, meningkatnya gotong royong, kerja sama serta hubungan saling ketergantungan satu sama lain kerena mampu memenuhi kebutuhan hidup.
Kata Kunci : Realitas Sosial, Pertukaran Sosial, Masyarakat dan Pasar.
Perkembangan ekonomi masyarakat yang semakin kompleks, orang-orang mulai mengadakan pertukaran barang secara rutin, membagi-bagi tugas, dan mengakui adanya tuntutan dari seseorang terhadap orang lain (Horton dan Hunt, 1987: 364). Ketika manusia masih bisa bertahan hidup secara tradisional dengan mengumpulkan biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, kebutuhan akan adanya pranata ekonomi yang mengatur pola perdagangan masih belum mendesak dan tidak penting. Tiap-tiap keluarga umumnya bisa memenuhi kebutuhannya secara subsisten dari hasil usahanya sendiri, sehingga kemungkinan persinggungan dan kepentingan orang lain nyaris tidak ada.
Tetapi, lain soal ketika orang-orang mulai membutuhkan sesuatu dari orang lain, seperti tetangga maupun kerabatnya. Desakan akan kebutuhan barang-barang di luar apa yang dimilikinya menyebabkan warga masyarakat disadari atau tidak mulai terasa perlu untuk mengatur proses pertukaran menurut kaidah-kaidah tertentu yang disepakati. Pada masyarakat seperti inilah proses pertukaran barang kemudian distandarisasi, diatur, bisa diramalkan, dan dianggap. Kaidah yang mengatur masalah produksi, distribusi, pemakaian, barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia. Sepanjang jumlah barang dan jasa yang dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia jumlahnya relatif mencukupi tiap-tiap kelangsungan hidup manusia dan tiap-tiap warga masyarakat bisa dengan mudah memperolehnya, setajam apa pun perbedaan kepentingan yang ada tidaklah akan menjadi masalah mendesak.
Dalam definisi sempit, pasar dapat didefinisikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli yang saling melakukan transaksi jual beli. Di dalam pasar terjadi kegiatan transaksi tawar menawar maupun jual beli terjadi.
Dilihat dari karakteristiknya, terdapat tipe pasar tradisional dan moderen. Pasar tardisional menurut Geertz, tidak sekedar lapangan dengan bangsal-bangsal dan bangau-bangau yang terletak di tengah kota di mana orang diperbolehkan saling tipu, tetapi lebih dari itu, pasar adalah lembaga perekonomian dan cara hidup yang keseluruhan dibentuk dan bergerak dinamis seiring dengan perkembangan pasar itu sendiri. Adapun pasar moderen banyak berkembang di perkotaan yang ditandai sifatnya impersonal dan harga barang yang dijual ditentukan dengan sistem bandrol. Harga tidak ditentukan melalui proses tawar-menawar antar penjual dan pembeli.
Pasar Baraka termasuk salah satu pasar sentral yang ada di Enrekang, karena pasar Baraka tempat berkumpulnya masyarakat Duri seluruh Kecamatan Baraka bahkan ada yang di luar dari Kecamatan Baraka melakukan transaksi jual beli sehingga terjadi interaksi sosial antara pedagang dan pembeli. Dalam proses transaksi jual beli yang ada di pasar Baraka terjadi nilai kebutuhan yang tertukar sehingga adanya ketergantungan satu sama lain yang dimana terjadi proses sosial asosiatif.
baik golongan mampu maupun tidak mampu, yang tinggal di dalam satu wilayah dan telah memiliki hukum adat, norma-norma serta berbagai peraturan yang siap ditaati. Kata masyarakat sendiri pasti sudah sering kita dengar, seperti masyarakat Kota, masyarakat Desa, masyarakat Bugis, masyarakat Makassar ,masyarakat Duri dan sebagainya. Masyarakat Duri adalah salah suku yang ada di Kabupaten Enrekang, masyarakat Duri, dipengaruhi kultur dari kebudayaan Toraja, Bugis maupun Mandar, masyarakat Duri dituturkan oleh penduduk di Kecamatan Alla’, Baraka, Malua, Buntu Batu, Masalle, Baroko, Curio, dan Kecamatan Anggeraja.
Salah satu tempat transaksi jual beli masyarakat Duri yaitu pasar Baraka, pasar Baraka bertempat di kelurahan Baraka, Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang yang hanya dilaksanaan pada hari Senin dan Kamis. Masyarakat Duri umumnya bermukim di Pengunungan dengan keadaan tanah yang cukup subur sehingga mempunyai hasil bumi yang melimpah dan setiap Desa mempunyai hasil bumi yang berbeda-beda seperti beras, gula merah, bawang merah, sayur-mayur, buah-buahan, kerajinan tangan dan sebagainya. Pasar Baraka adalah pasar yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Duri karena tempat transaksi jual beli hasil bumi atau adanya nilai tukar suatu barang yang saling membutuhkan dan saling ketergantungan satu sama lain.
Ciri khas pertama dari pasar Baraka yaitu masyarakat Duri melakukan transaksi tidak semata-mata menggunakan uang namun mereka menggunakan barang atau jasa yang diperoleh dari hasil bumi di setiap Desa, hasil bumi kemudian dijual dan hasil jualan kembali digunakan untuk membeli kebutuhan pokok atau hasil bumi yang tidak dihasilkan di Desa tersebut. Masyarakat Duri tidak hanya mengandalkan uang namun lebih kepada hasil bumi yang didapatkan.
Ciri khas kedua yaitu hasil bumi yang diperoleh dan diperdagangkan namun tidak laku atau masih mempunyai lebih, inisiatif pedangan berusaha untuk mencari cara bagaiman supaya hasil buminya tidak dipulangkan kembali, karena jika dipulangkan kembali akan rugi, sehingga itu mencari pedang lain untuk menukarkan barang atau jasa dengan lobi atau kesepakatan yang sudah ditetapkan.
Contohnya pedangan yang satu memiliki beras dan pedagang yang satu memiliki gula merah, maka mereka menukarkan barangnya tersebut sesuai dengan kesepakatan yang sudah ditetapkan karena keduanya membutuhkan barang tersebut. Maka di sinilah adanya nilai kebutuhan yang tertukar. Berbeda dengan pasar-pasar lain, pasar Baraka masih melakukan kegiatan kearifan lokal sebagi budaya masyarakat Duri sampai sekarang dengan kehidupan yang moderen saat ini.
LANDASAN TEORI
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teori solidaritas mekanis dan organik, teori pertukaran sosial, dan teori Adam Smith. Teori solidaritas mekanis dan organik di populerkan oleh Durkheim yang tertarik pada cara yang berubah yang menghasilkan solidaritas sosial, dengan kata lain cara
melihat dirinya sebagai bagian dari keseluruhan. Untuk menangkap perbedaan tersebut, Durkheim mengacu pada dua tipe solidaritas mekanik dan organik.
Suatu masyarakat yang dicirikan oleh solidaritas mekanis bersatu kerena semua orang adalah generalisasi. Ikatan di antara orang-orang itu ialah kerena mereka semua terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggung jawab yang mirip. Sebaliknya, suatu masyarakat dicirikan oleh solidaritas organik dipersatukan oleh perbedaan-perbedaan di antara orang-orang, oleh fakta bahwa semuanya mempunyai tugas-tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Proses transaksi jual beli di pasar terjadi interaksi antar aktor, setiap anggota masyarakat yang ingin terlibat dalam kegiatan transaksi mereka melakukan interaksi antar masyarakat Duri lainnya dengan berupa interaksi bersifat asosaitif agar aktor dalam ekonomi seperi pedagang, pembeli dan pengelolah pasar baraka dapat menerima keberadaannya. Masyarakat solidaritas mekanis bersatu kerena mereka semua terlibat dalam kegiataan-kegiatan yang mirip, kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan transaksi jual beli hasil bumi yang dihasilkan oleh masing-masing daerah. Sehingga itu masyarakat Duri dalam hal ini aktor ekonomi sadar akan tanggung jawab yang harus dijaga kerena meraka sudah mengaggap dirinya bagian dari orang-orang yang terlibat transaksi di pasar Baraka.
Baik transaksi bentuk uang, pertukaran hasil bumi, dan jasa. Sebaliknya, suatu masyarakat dicirikan oleh solidaritas organik dipersatukan oleh perbedaan-perbedaan di antara orang-orang, oleh fakta bahwa semuanya mempunyai tugas-tugas dan tanggung jawab yang berbeda kaitan antar pembahasan dari hasil penelitian yang terjadi di pasar Baraka berkumpulnya masyarakat Duri di pasar Baraka, meraka sadar bahwa meraka berasal dari dearah yang berbeda-beda bahkan belum pernah bertemu sebelumnya walupun mempunyai suku yang sama namun belum pernah melakukan interaksi sebelumnya, sehingga terjadinya interaksi sosial asosialtif karena mempunya kegiatan-kegiatan yang mirip yaitu melakukan perdagangan hasil bumi yang diproduksi sendiri. Dan melakukan kegiatan-kegiatan selanjutnya yaitu pertukaran sosial untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Teori pertukaran melihat bahwa manusia terus menerus terlibat dalam memilih diantara perilaku-perilaku alternatif, dengan pilihan mencerminkan biaya dan ganjaran yang diharapkan berhubungan dengan garis-garis perilaku altetnatif itu. Dalam rangka interaksi sosial aktor mempertimbangkan untung ruginya.
Kegiatan transaksi jual beli hasil bumi yang masyarakat Duri lakukan di pasar Baraka adanya pertukaran bukan hanya transaksi hasil bumi namun tindakan-tindakan yang mendukung para pelaku ekonomi sehingga pelaku lainya menerima contohnya pedagang menjual hasil bumi kepada pembeli dengan sikap jujur, produksi yang berkualitas, sopan-santun maka terjadi kesepakatan harga untng rugi dengan timbal balik saling ketergantungan satu sama lain. Dan jika tindakan-tindakan yang dilakakan terus-menerus oleh pedagang maka timbul rasa kepuasan tersendiri dari seorang pembeli berupa imbalan membeli hasil bumi dengan harga yang cukup mahal.
ekonomi di dalam masyarakat. Hasil penelitian mengenai dampak dari pertukaran sosial masyrakat Duri pada hari pasar di Baraka yaitu:
1. Cinta pada diri sendiri dan simpati kepada orang lain tindakan seperti ini tergambar dalam kegiatan transaksi di pasar Baraka kerena pelaku aktor ekonomi untuk ingin dihargai oleh orang lain harus mencitai diri sendiri
2. Keinginan untuk bebas dan keterkaitan para rasa sopan-santun terhadap orang lain. Rasa sopan santun adalah suatu kebutuhan untuk mempertahankan diri dalam kehidupan masyarakat, dalam kegiatan transaksi di pasar Baraka agar memudahkan hasil bumi terjual maka harus ada interaksi sesama pembeli dan pedagang dengan tindakan sopan santun agar adanya hubungan timbal balik dan saling menguntungkan satu sama lain oleh kedua belah pihak.
3. Kebiasaan untuk bekerja, menghasilkan apa yang dibutuhkan, dan kecendrungan untuk mengadakan pertukaran hasil produksi sendiri dengan hasil produksi orang lain. Tindakan seperti ini mengaggap bahwa dia tidak mampu hidup tanpa orang lain sehingga itu untuk memperoleh kebutuhan hasil bumi yang lain harus melakukan kerja sama dan mengadakan pertukaran dengan produksi lainnya sehingga kebutuhan yang tidak mampu dipenuhi dapat terpenuhi oleh orang lain. Contohnya untuk mendapatkan sayur, pedagang beras harus menjual beras dan uang yang di dapatkan dari hasil jualan bersa digunakan untuk membeli sayur. Begitupula dengan kebutuhan lainnya.
Dari teori yang dikemukakan oleh Adam Smith, jelas bahwa dampak dari pertukaran sosial yang terjadi di pasar Baraka itu jelas adanya kerena masyarakat Duri mampu berinteraksi, salin menghargai, sopan santun dan adanya kebiasaan untuk mengadakan pertukaran hasil produksi dengan hasil produksi orang lain.
Sehingga dengan demikian mempermudah melakukan pertukaran sosial transaksi jual beli hasil bumi. Dengan demikian terjalinlah hubungan saling ketergantungan satu sama lain karena mereka tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, silaturahmi semakin erat, goto-royong, kegiatan masih tradisional masyarakat Duri semakin meningkat dan selain itu juga peningkatan taraf ekonomi semakin berkembang dan maju sehingga memotivasi diri untuk menghasilkan hasil bumi yang berkualitas dan bertambah tidak hanya dapat memenuhi pasokan di pasar Baraka namun mampu mengekspor diluar pasar Baraka ataupun di luar Kabupaten Enrekang.
PEMBAHASAN
Pada dasarnya pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli.
Pasar adalah daerah atau tempat (area) yang didalamnya terdapat kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk suatu harga. Konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang dan jasa untuk uang adalah transaksi. Ada dua peran pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dn alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar baraka merupakan pasar kedua terbesar di kabupaten
Baraka, awal berdirinya pasar baraka pada tahun 70an telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Awal pembangunan pasar Baraka dilakukan pada tahun 2005 dan pembangunan kedua pada tahun 2004, buan hanya masyarakat duri di kecamatana baraka yang melakukan transaksi namun, masyarakat duri yang diluar dari kecamatan baraka sprti kecamatan Alla, Malua, Bungin, Anggeraja, Pasui dan lain sebagainya. Kebanyakan yang diperjual belikan yaitu hasil bumi dalam jangka panjang seprti cengkeh, kopi, padi, kakao, merica dan lain sebagainya. Sedangkan hasil bumi dalam jangka pendek yaitu berupa palawija seperti bawang merah, tomat, lombok, sayur-mayur, buah dan lain sebagainya.
Berbicara pertukaran dalam masyarakat maka menyinggung kajian para ekonomi dalam pertukaran ekonomi, pasar, dan ekonomi. Sedangkan masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang diluar, dia dipandang sebagai sesuatu yang telah
Berbicara pertukaran dalam masyarakat maka menyinggung kajian para ekonomi dalam pertukaran ekonomi, pasar, dan ekonomi. Sedangkan masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang diluar, dia dipandang sebagai sesuatu yang telah