SYAHAMAH BANTEN
D. Respon Jama’ah Daurah Ilmiah
4. Dampak Positif Daurah Bagi Jama’ah
Selanjutnya penulis akan memaparkan mengenai terkait dampak positif yang dirasakan jama’ah setelah megikuti kajian di Yayasan Syahamah. Berdasarkan hasil wawancara yang penulis peroleh dilapangan, dampak positif yang diperoleh oleh jama’ah dikategorikan menjadi 3 yaitu tidak mudah terpengaruh pada fitnah yang terjadi di zaman sekarang yang berpedoman dengan terjemahan Al-Qur’an dapat terhindar dari orang-orang yang salah meyakini ayat mutasyabihat, menjadi yakin bahwa Allah tidak serupa dengan mahluknya, berhati-hati dalam bertindak dan dapat membedakan yang hak dan yang batil.
Tabel 1.4 Dampak Positif Jama’ah Yayasan Syahamah
No Kategori Jumlah Jama’ah
1 Tidak mudah terpengaruh pada fitnah yang terjadi di zaman sekarang yang berpedoman dengan terjemahan Al-Qur’an dapat terhindar dari orang-orang yang salah meyakini ayat mutasyabihat
7
2 Meyakini bahwa Allah tidak serupa dengan mahluknya 5
58 Hasil Wawancara FS selaku Jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
59 Hasil Wawancara IN selaku Jama’ah Yayasan SYahamah, Ciputat, 23 April 2020
3 Berhati-hati dalam bertindak dan membedakan yang hak dan yang batil
3
Dampak positif yang paling banyak dirasakan oleh jama’ah ialah tidak mudah terpengaruh pada fitnah yang terjadi di zaman sekarang yang berpedoman dengan terjemahan Al-Qur’an dapat terhindar dari orang-orang yang salah meyakini ayat mutasyabihat dengan jumlah tujuh jama’ah setelah itu jama’ah yang merasakan dampak positif dengan berkeyakinan bahwa Allah tidak serupa dengan mahluk-Nya berjumlah lima dan tiga jama’ah yang merasakan dampak positif lebih berhati-hati dalam bertindak dan membedakan yang hak dan yang batil.
Tujuh jama’ah yang mengatakan bahwa dampak positif yang dirasakan adalah Tidak mudah terpengaruh pada fitnah yang terjadi di zaman sekarang yang berpedoman dengan terjemahan Al-Qur’an dapat terhindar dari orang-orang yang salah meyakini ayat mutasyabihat yaitu: MR, FS, FR, LE, RH, AN dan BB. MR mengatakan “tidak mudah terpengaruh kepada fitnah-fitnah yang terjadi di zaman sekarang, karena pada zaman sekarang banyak orang-orang yang berpedoman dengan terjemahan Al-Quran tanpa ilmu”60 FR juga mengatakan bahwa “ Dampak positif yang saya rasakan ialah, sekarang saya tahu, bahwa kita itu tidak boleh sembarangan atau serampangan dalam memahami atau memaknai ayat-ayat mutasyabihat secara dzahirnya, karna hal itu bisa
60 Hasil Wawancara MR Selaku jama’ah Yayasa Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
membahayakan dan merusak aqidah kita”.61 LE juga mengatakan “ Positifnya dapat terhindari oleh orang-orang yang salah meyakini ayat mutasyabihat, sehingga kita bisa berbagi ilmu kepada mereka dan merubah alur pikir mereka tentang ayat ini”62.
Lima jama’ah yang merasakan dampak positif dengan berkeyakinan bahwa Allah tidak serupa dengan mahluknya yaitu: RP, EN, LR dan AZ. RP mengatakan “Dampak positif nya menjadi lebih yakin bahwa Allah tidaklah serupa dengan makhluknya dapat dilihat dalam ayat muhkamat laysa kamitlihi syai. Karna ayat alquran yang satu dengan yang lainnya tidak bertentangan”63 dan EN juga mengatakan “Bagaimana kita mengenal Tuhan yang berhak disembah, yang tidak butuh kepada apapun, yang ada tanpa bertempat dan tanpa arah”64 dan LR juga mengatakan “Pengamalannya tidak mensifati sifat Allah dengan sifat benda atau makhluknya”65.
Tiga jama’ah merasakan dampak positif yaitu berhati-hati dalam bertindak dan membedakan yang hak dan yang batil yaitu: NK, EAP dan IF. NK mengatakan “Lebih berhati hati dalam berkata, bertindak, dan berprasangka”66. EAP juga mengatakan
61 Hasil Wawancara dengan FS selaku jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020.
62 Hasil Wawancara dengan LE selaku jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
63 Hasil Wawancara RP Selaku Jama’ah Yayasan Syahamah , Ciputat, 23 April 2020
64 Hasil Wawancara EN Selaku Jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
65 Hasil Wawancara LR Selaku Jama’ah Yayasan Syahamah Ciputat, 23 April 2020
66 Hasil Wawancara NK Selaku Jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
“dapat membedakan mana yang hak dan mana yang bathil”67 dan IF juga mengatakan “Bisa menghindari perilaku yg menyebabkan kekafiran”68.
67 Hasil Wawancara EAP Selaku Jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
68 Hasil Wawancara IF Selaku Jama’ah Yayasan Syahamah, Ciputat, 23 April 2020
117
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan penelitian dalam daurah ilmiah Pengajian Yayasan Syahamah Banten yang dilaksanakan Markas Yayasan Syahamah Pusat Studi Aswaja yang berlokasi di Jalan Ciputat Molek V No 16 A, dengan jumlah jama’ah yang hadir ± 30 orang dengan narasumber Syekh Fadi menggunakan rujukan utama kitab As-Shirat Al-Mustaqim, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa metode dalam menafsirkan ayat mutasyabihat yang disampaikan oleh Syekh Fadi adalah metode maudhu’i dengan mengambil ayat-ayat tertentu disesuaikan dengan tema daurah yaitu tentang ayat mutasyabihat khusunya penafsiran tentang ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat Allah. Corak tafsirnya adalah ‘aqaidi atau aqidah yaitu sebagai kelompok Ahlusunnah wal-jama’ah yaitu pengikut Abul Hasan Asya’ari dan Iman Abul Mansur al-Maturidi dan sumber penafsiran yang digunakan dominan pada tafsir bil ra’yi yang mana Syekh Fadi dalam menjelaskan tafsir ayat mutasyabihat selalu mentakwil dengan menggunakan takwil tafshili yakni dengan menentukan makna pada ayat mutasyabihat yang beliau tafsirkan. Dan dalam penafsirannya Syekh Fadi selalu berpedoman pada rujukan utamanya yaitu kitab As-Shirath Al-Mustaqim karya Syekh Abdulah Al-Harariyy selaku guru dari Syekh Fadi.
Mayoritas jama’ah merespon baik terhadap materi yang disampaikan. Beberapa manfaat yang Jama’ah rasakan setelah mengikuti daurah ilmiah yaitu Menambah ilmu pengetahuan dan mempertebal keyakinan aqidah dan keimanan dan lebih berhati-hati dalam segala hal khususnya berhati-hati dalam membaca makna Al-Qur’an yang mengandung unsur tasbih dan bisa membedakan mana yang benar-benar mengikuti manhaj Ahlussunnah. selain itu jama’ah juga merasakan dampak postif salah satunya setelah mengikuti kajian jama’ah meyakini bahwa Allah tidak serupa dengan mahluknya.
B. Saran-saran
Setelah penulis menyelesaikan penelitian ini, penulis menyadari bahwa penelitian ini jauh dari kesempurnaan. Sehingga penulis yakin bahwa penilitian ini masih menyisakan kekurangan didalamnya. Maka setelah penulis melakukan penelitian tentang Memahami Ayat-ayat Mutasyabihat dalam Daurah Ilmiah Yayasan Syahamah Banten, Penulis akan memberikan beberapa masukan: 1. Kepada Yayasan Syahamah Banten untuk senantiasa
mempertahankan pengajian daurah ini khususnya mengenai penafsiran ayat-ayat mutasyabihat mengenai sifat Allah agar jama’ah tidak salah dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat sehingga memiliki keyakinan bahwa Allah tidak serupa dengan mahluknya.
2. Bagi pembaca, semoga penelitian ini bisa menjadi sumbangsih membantu para pembaca untuk mengetahui bagaimana metode memahami ayat-ayat mutasyabihat khusunya tentang sifat Allah.
3. Bagi peneliti selanjutnya, karena penelitian ini masih memiliki kekurangan, oleh karenanya perlu adanya kajian tambahan secara mendetail mengenai ayat-ayat mutasyabihat berkenaan dengan sifat Allah karena ada beberapa perbedaan pandangan dalam memahami ayat mutasyabihat dan pengajian daurah ilmiah ini tidak semua ayat mutasyabihat dikaji hanya beberapa saja. Penelitian selanjutnya bisa juga mengkaji dari kitab atau tafsir yang berbeda mengenai metode dalam memahami ayat mutasyabihat.
121
DAFTAR PUSTAKA