• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. ANALISIS DATA

C. Dampak tayangan sinetron inayah

Tidak dipungkiri, dengan adanya media massa televisi ini, banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Dimana kita akan dengan cepat memperoleh informasi-informasi terbaru yang terjadi dimana pun dan belahan dunia manapun. Dengan adanya televisi akan mempermudah suatu perusahaan

commit to user

atau badan usaha untuk mempromosikan produk-produknya, sehingga konsumen mengetahui dan dapat dengan mudah mencari produk tersebut, serta masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dengan adanya media televisi.

Jika dikaji lebih jauh sebenarnya media massa televisi mempunyai fungsi utama yang selalu harus diperhatikan yaitu fungsi informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman- pemahaman baik yang lama maupun yang baru. Namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi edukatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan, sangat sedikit sekali. Hal ini bisa kita lihat dari susunan acara-acara televisi, kebanyakan hanya acara-acara sinetron dan infotainment saja. Sedangkan acara-acara yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya.

Melalui sinetron televisi maka audience akan dapat memperoleh informasi dan pengetahuan dalam menentukan suatu pilihan. Selain hal itu dengan adanya sinetron yang jelas dan menarik mempengaruhi persepsi penonton terhadap materi sinetron yang disampaikan bersifat negatif dan positif.

Persepsi negatif dapat terjadi pada penonton tentang poligami. Sikap tokoh Doso yang melakukan poligami lebih dari tiga dalam sinetron Inayah dan poligami yang dilakukan oleh Doso karena ia mempunyai harta berlebih menimbulkkan persepsi negatif penonton. Dapat dimaknai persepsi negatif

commit to user

penonton sinetron Inayah tentang poligami bahwa poligami dapat dilakukan dengan mudah oleh laki-laki yang mempunyai harta berlebih. Seperti yang diutarakan oleh Nurul Rahmawati (wawancara tanggal 24 Januari 2010) bahwa ”Romo doso mempunyai kekuasaan tinggi, diceritakan disitu Romo Doso ini orang yang kaya raya,dan kembali ke awal,mempunyai perangai buruk suka sekali kawin-kawin”

Poligami dalam agama Islam tidak dilarang dapat diketahui dalam surat An-Nisa’ : 3

Wa in khiftum alla tuqsithu fi al-yatama fankihu ma thaba lakum min al-nisa-i matsna wa tsulatsa wa ruba-a, fa in khiftum alla ta’dilu fa wahidatun aw ma malakat aymanu kum dzalika adna alla ta’ulu”

artinya :“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berbuat adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”

Sebuah catatan penting yang dapat diperoleh dalam ayat 3 surat surat An-Nisa’ adalah bahwa dalam poligami harus dijamin terwujudnya keadilan di antara para isteri. Keberadaan keadilan ini menjadi sebab terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama’ fikih tentang hukum poligami. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa poligami itu dilarang. Alasan yang dikemuka kan adalah bahwa keadilan yang dituntut oleh Allah dalam ayat di atas tidak akan bisa terpenuhi. Sebagian yang lain berpendapat bahwa poligami hukumnya adalah halal, sebab keadilan yang dimaksud bukanlah persamaan di dalam segala hal, pada yang dimiliki dan yang tidak dimiliki yaitu hal-hal yang berada di luar jangkauan

commit to user

kemampuan manusia. Ke-adilan yang dikehendaki adalah hendaknya seseorang yang berpoligami tidak terlampau cenderung kepada salah seorang saja di antara isteri-isterinya sedang yang lainnya terabai kan dalam keadaan terkatung-katung. (Syaltut, 1966: 190).

Syariat Islam membolehkan poligami selama tidak dikhawatirkan terjadinya penganiyaan terhadap para isteri. Maka jika terdapat kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya penganiyaan itu dan untuk melepaskan diri dari kemungkinan dosa yang dikha watirkan terjadi karena mengabaikan kesejahteraan para isteri dianjurkan agar mencukup-kan beristeri satu orang saja. Di sini diperlukan komitmen seorang laki-laki yang berpoli-gami untuk memenuhi perintah Allah dalam ayat tersebut, penekanan (stressing) keadilan seorang laki-laki seperti yang dimaksud dalam Al-Qur’an harus menjadi perhatian utama suami. Karena itu perkawinan dalam Islam sebenarnya adalah satu isteri untuk satu suami. Kalaupun Islam membolehkan poligami tentunya ada hikmah tertentu di dalamnya, karena Allah tidak membuat atau menentukan sesuatu dengan sia-sia.

Sikap keadilan yang harus dimiliki oleh laki-laki dalam melakukan poligami dalam sinetron Inayah tidak dimiliki oleh tokoh Doso. Tokoh Doso melakukan poligami hanya berdasarkan kekayaan. Adanya sikap Doso tersebut menimbulkan persepsi negatif bagi penonton bahwa setiap laki-laki dapat melakukan poligami karena kekayaan dan

commit to user

mengesampingkan keadilan yang harus dimiliki oleh laki-laki dalam berpoligami.

Dampak lain dari sinetron Inayah yang menimbulkan persepsi bersifat positif mempengaruhi perilaku penonton sinetron Inayah untuk melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Tokoh Doso yang mempunyai sikap sewenang-wenang dan melakukan kekerasan terhadap para isteri karena faktor kekayaan berlimpah yang dimilikinya mempengaruhi sikap penonton. Ada kemungkinan penonton juga melakukan kekerasan seperti yang dilakukan oleh tokoh Doso.

commit to user BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan pada bab III, maka dapat diambil

kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut:

1. Secara umum masyarakat mempersepsikan sinetron Inayah, sebagai berikut:

a. Konsepnya rekreatif yang memberi hiburan, suatu sinetron semata-mata

menyampaikan cerita agar memuaskan pemirsa dan memberikan hiburan.

b. Sinetron yang menayangkan moral yang negatif karena sebagian besar

cerita menampilkan para tokohnya cenderung berperilaku kurang baik

seperti tindakan poligami dan kekerasan

c. Termasuk tema absorbed karena sinetron Inayah menceriterakan tentang

peristiwa dalam kehidupan sehingga mudah dipahami oleh masyarakat

d. Para tokoh dalam sinetron banyak dikenal masyarakat karena memiliki

wajah tampan dan cantik.

e. Alur cerita dianggap mewakili audience karena cerita tentang poligami

sering ditemui dalam kehidupan.

2. Secara khusus.

a. LSM

1) LSM mempersepsikan kekerasan dalam poligami

a) Tidak mendukung poligami karena hanya membuat istri menderita 176

commit to user

177

b) Kekerasan yang terjadi dalam poligami tidak seharusnya dilakukan

c) Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah

d) Penyelesaian masalah dengan kekerasan hanya akan menyakiti

orang lain

2) Faktor-faktor yang mempengaruhi poligami

a) Suami mempunyai harta berlebih

b) Lingkungan yang mendukung terjadinya poligami

c) Ketidakpuasan suami dengan pelayanan isteri

3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan dalam poligami

a) Masyarakat lebih mendahulukan laki-laki daripada perempuan

b) Faktor hukum di Indonesia yang patriarki

c) Polisi bersikap pasif terhadap keluhan kekerasan di dalam rumah

tangga

b. Agama Islam

1) Agama Islam mempersepsikan kekerasan dalam poligami

a) Tidak melarang poligami

b) Agama Islam tidak mengajarkan kekerasan

c) Poligami boleh dilakukan apabila suami dapat bertindak adil

2) Faktor-faktor yang mempengaruhi poligami

a) Ketidakpuasan suami dengan pelayanan istri

b) Lingkungan yang mendukung terjadinya poligami

commit to user

178

3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan dalam poligami

a) Pelaku kekerasan tidak mengenal ajaran agama

b) Pelaku kekerasan mempunyai temperamen yang buruk

c) Korban kekerasan hanya diam

B. Saran

Dari hasil penelitian yang telah didapat, terlihat bahwa terdapat beberapa

kesimpulan sehingga ini menjadi saran untuk Lembaga Sosial Masyarakat, Ormas

Agama Islam dan Industri Perfilman.

1. Bagi LSM

a. Membela korban melalui jalur hukum, seperti melaporkan dengan bukti-

bukti lengkap pelaku kekerasan

b. Mendampingi korban dalam pelaporan atau persidangan.

c. Memberikan bantuan moril melalui masukan dan saran sehingga korban

kekerasan dapat memiliki mental yang kuat.

2. Bagi Ormas Islam

a. Para pemuka agama saat melakukan dakwah mengajak masyarakat untuk

tidak melakukan kekerasan.

b. Apabila ada masyarakat yang melakukan kekerasan Ormas Islam dapat

memberikan nasehat.

c. Memberi masukan kepada para suami agar bersikap adil apabila

commit to user

179

3. Bagi Industri perfilman

a) Membantu memperbaiki citra poligami agar tidak selalu berkaitan dengan

hal negatif.

b) Mengurangi adegan kekerasan dalam memproduksi sinetron selanjutnya,

karena tayangan kekerasan dapat mempengaruhi perilaku penonton

melakukan kekerasan.

c) Membuat sinetron yang dapat memberikan pendidikan moral yang baik

sehingga penonton masyarakat dapat mengambil hikmahnya untuk

Dokumen terkait