• Tidak ada hasil yang ditemukan

11. Announcer Desi Budianti, Ferry Utomo,

4.5 Dampak dari Transformasi yang dilakukan Radio PRFM terhadap

4.5.1 Dampak Terhadap pendengar pada radio PRFM

Format siaran radio merupakan menu utama yang disuguhkan sebuah radio siaran yang membedakannya dengan radio lain. Format menjadi penting untuk memenangkan kompetisi antar radio yang jumlahnya makin bertambah dari hari ke hari. Ketajaman format dan segmentasi membentuk citra diri radio sehingga dapat dengan mudah di kenal khalayak pendengar. Pendengar pun diuntungkan karena mendapat pilihan beragam (Errol Jonathan dalam makalah penulisan naskah radio, 1992)

Stasiun radio membentuk formatnya untuk memberikan demogfari yang benar seperti yang diharapkan, misalnya usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi. Pada kenyataannya, format menjadi sangat tepat untuk menentukan program yang disajikan. Perbedaan populasi dan demografi pendengar akan dipengaruhi oleh ketertarikan pendengar terhadap program-program yang akan disajikan. Ketertarikan itu disebabkan oleh ketertarikan dan keinginan pendengar.

Dalam pemilihan format siaran yang baru, yaitu format news, radio PRFM perlu melakukan perluasan khalayak media massa. Dari yang pada awalnya radio PRFM hanya dapat di dengarkan oleh wanita, saat ini radio PRFM dapat di dengarkan oleh segala usia, atau multi segmen dimana di katakan bahwa saat ini, dimana telah banyak radio-radio yang melakukan penyempitan segmentasi pendengar agar apa yang di tuju dapat terlaksana. Tetapi dari meluasnya segmentasi pendengar radio PRFM saat ini, tetap saja radio PRFM melakukan penyempitan khalayak yang luas tersebut melalui ketegori-kategori, pembagian khalayak melalui segmentasi usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lain-lain. Hal tersebut sesuai dengan yang diutarakan oleh Melvin DeFleur dan Ball-Rokeach mengenai teori kategori sosial dan teori perbedaan individu.

Teori kategori sosial menyatakan adanya perkumpulan-perkumpulan, kebersamaan-kebersamaan atau kategori-kategori sosial pada masyarakat urban-industri ketika diterpa rangsangan tertentu, perilaku hampir seragam dilihat dari usia, seks, pendapatan, pendidikan, pemukiman, pertanian, religius dan lain-lain. Asumsi dasar dari teori kategori sosial adalah teori sosiologis yang menyatakan bahwa meskipun masyarakat modern sifatnya heterogen, penduduk yang memiliki sejumlah ciri-ciri yang sama akan mempunyai pola hidup tradisional yang sama. Persamaan gaya, orientasi, dan perilaku akan berkaitan pada suatu gejala seperti pada media massa dalam perilaku yang seragam. Anggota-anggota

kategori tertentu akan cenderung memlih isi komunikasi yang sama dan akan memberi respon kepadanya dengan cara yang hampir sama pula.

Lewat segmentasi audiens dengan membagi-bagi pendengar berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendidikan, radio PRFM dapat mendesain program-program yang lebih responsif terhadap kebutuhan audiens. Teknik-teknik riset yang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir dapat membantu pengelolaan program dan mendeteksi keinginan-keinginan audiens. Jadi Radio PRFM dapat menetapkan audiens nya ditempat yang utama dan menyesuaikan programnya untuk memuaskannya.

Kita ketahui bahwa perilaku kegiatan pendengar pada usia dewasa muda (24-45 tahun) cenderung tipikal orang-orang yang produktif dan bekerja (terikat dengan jam kerja). Mereka mempunyai kegiatan rutin yang relatif sama. Untuk itu PRFM juga akan mengangkat topik-topik yang dipilih berdasarkan kebutuhan pendengarnya.

Dampak dari perubahan radio PRFM terhadap pendengar sangat besar, hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah pendengar saat ini dibandingkan dengan saat radio Mustika Parahyangan pada saat itu. Hal iniseperti yang telah penulis jelaskan di proses perubahan, terdapat perbedaan jumlah pndengar yang sangat jauh, hal ini membuktikan bahwa masyarakat jawa barat membutuhkan media yang dapat menampung aspirasi mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, dan menyampakannya kepada pihak yang berwenang untuk di tangani.

Sehingga radio PRFM dalam waktu kurang dari tiga tahun sejak perubahannya, dapat menarik banyak pendengar dari berbaai kalangan, hal ini di karenakan, radio berita adalah radio yang dapat dinikmati, di dengarkan oleh siapa saja, dari usia berapa saja, baik pria ataupun wanita. Walaupun tetap saja, dari riset yang dilakukan, di dapatkan hasil bahwa 80% pendengar dari radio PRFM saat ini adalah Pria. Dapat dilihat pada grafik di bawah ini,

45 Diagram 4.4 : Grafik Jenis Kelamin Pendengar Radio PRFM

Banyaknya jumlah pendengar dapat dilihat dari berapa banyak jumlah pendendengar yang mendaftarkan diri sebagai member radio PRFM. Setiap bulannya selalu ada member-member baru yang mendaftarkan diri mereka di radio PRFM, sperti yang di jelaskan oleh diagram di bawah ini.

Dari grafik tersebut dapat kita lihat bahwa di bulan juli 2011 itu terjadi kenaikan jumlah pendengar radio PRFM. Terbukti dengan peningkatan yang sangat tinggi di bandingkan bulan-bulan sebelumnya, yaitu ada 3540 pendengar yang mendaftarkan diri sebagai member di radio PRFM.

5Diagram 4.5 : grafik jumlah member baru tiap bulan radio PRFM.

Dan ini adalah data grafik pekerjaan pendengar radio PRFM. Hal ini membuktikan adanya perubahan yang sangat signifikan di organisasi ini. Kenaikan yang sangat cepat, kurang dari dua tahun sudah banyak pendengar-pendengar radio PRFM yang mendaftarkan diri menjadi member.

Dari grafik pekerjaan pendengar radio PRFM di atas kita dapat mengetahui dari kalangan mana saja pendengar radio PRFM yang dilihat dari pekerjaannya.

Sedangkan dari usia pendengar dari member baru pun radio PRFM mempunyai grafik usia pendengar yaitu.

Diagram 74.7 Usia Pendengar

Dari grafik di atas dapat kita lihat bawa rata-rata pendengar radio

PRFM paling banyak adalah antara usia 31 hingga 40 tahun. Yaitu sebanyah 1114 orang pendengar di usia antara 31 hingga 40 tahun.

Dari data-data statistik di atas dapat kita lihat, bahwa Radio PRFM mulai mendapatkan banyak pendengar baru, di bulan juli 2011 dan hingga bulan januari 2012 jumlah member radio PRFM sudah mencapai angka

11.676. dan saat ini jumlah member radio PRFM sudah mencapai 30.000,

seperti yang di ungkapkan oleh bapak Wan Abas selaku direktur radio PRFM,

“Jumlah pendengarnya dari data di bagian redaksi, yang tercatat sudah ada 30.000 pendengar yang mendatarkan diri sebagai member. 30.000 itu mereka yang sudah mendaftarkan diri, yang sudah susah-susah mau registrasi” (Wan Abas, Direktur PRFM) Dari data-data yang di dapat, dapat di lihat bahwa terjadi peningkatan yang sangat besar dalam waktu kurang dari tiga tahun terhadap jumlah pendengar dari radio PRFM, hal ini membuktikan bahwa masyarakat kota bandung khususnya banyak yang membutuhkan media sebagai wadah untuk mereka menyampaikan keluh kesah mereka terhadap pemerintah. Dan banyaknya masyarakat yang membutuhkan informasi-informasi mengenai keadaan dan laporan apapun yang dapat mereka ketahui mengenai daerah mereka, apa yang sedang terjadi. Kepercayaan pendengar terhadap radio PRFM saat ini juga dapat dilihat dari banyaknya jumlah sms yang masuk dalam tiap harinya, sekitar 2000 sms yang masuk setiap harinya ke bagian redaksi radio PRFM.

Hal ini membutikan bahwa radio berita juga dapat hidup, apabila dapat di kelola dengan baik, dngan managment yang baik. Untuk perubahan ini pihak managmen PRFM pun banyak di bantu oleh salah satu radio di Surbaya, yang memiliki format siaran yang sama dengan radio PRFM, yaitu radio suara surabaya. Radio lokal surabaya ini adalah radio yang menginspirasikan bapak Wan Abas untuk yakin terhadap pemilihan

format radio news sebagai transformasi saat itu. Hal ini di ungkapkan oleh bapak Wan Abas saat wawancara.

“Karena sudah ada contoh radio berita yang bisa profitable yaitu radio suara Surabaya, di Surabaya SS namanya. Sudah ada contoh, kita tidak mau donk kalau tidak ada contoh, jangan jangan kalau kita di rubah jadi radio berita pengiklan ngak mau mengiklan di radio berita kan gitu, kalo dulu gitu kan jaman soeharto dulu, jaman orde baru radio berita itu sedikit iklannya karena image nya formal, jaman duu itu hanya rri dan tvri tapi setelah pasca reformasi orang pengen ngelaporin, orang pengen ngomong, bebas ngomong dan orang pengen tau itu aja patokannya. Kalau orang pengen ngomong, pengen ngelaporin, pengen beropini kemudian orang juga pengen denger opini itu, rasa ingin tahu nya gede maka itulah potensi, potensi untuk di akomodir oleh kita oh ini ada pasar nya, ada pendengarnya, ternyata jumlah pendengarnya kan ada di atas datanya yang tercatat aja ada 30.000 pendengar, itu mereka yang susah-susah mau registrasi yang menurut Nielsen itu kita reting ke 14 itu ada di angka 75.000 pendengar yang di catat di surfei, tapikan di luar itu 75.000 nggak mungkin 75.000 pendengar saja, pasti ratusan ribu. 75.000 pendengar itu hanya yang kecatat saja.” (Wan Abas, Direktur PRFM)

Begitu pula ungkapan dari Aris, redaktur radio PRFM, mengenai dampak dari perubahan yang dilakukan oleh radio PRFM dari sisi pendengar,

“saat menjadi radio Mustika Parahyangan pendengar kita memang cukup banyak, tetapi untuk secara interaktif memang cukup sedikit jauh lebih banyak saat kita sudah melakukan reformat menjadi radio PRFM, sebagai radio news. Bagaimana partisipasi aktif dari para pendengar saat menjadi radio PRFM sangat terasa, banyaknya partisipasi dari para pendengar yang memberikan banyak laporan-laporan kepada redaksi PRFM. Partisipasi aktif ini bahkan berbalik 180 derajat dari saat radio Mustika Parahyangan. Ketika jaman mustika FM, saya pribadi masih binggung, siapa sih pendengar Mustika FM, siapa sih pendengar kita? Siapa sih target kita? Karena dari berbagai interaksi yang dilakukan itu sangat minim respons dari pendengar, dari 18 jam siaran, mungkin kemungkinan besarnya kita hanya mendapatkan 60an sms setiap harinya, dan yang menelepon mungkin hanya bisa terhitung dengan jari, tidak sampai dengan 10 penelefon setiap harinya dan ini jadi membuat saya pribadi berfikir, target siaran kita siapa? Sasaran kita siapa? Kita siaran sebagus apapun konten kita, sebagus apapun penyiar kita, teparti pendengar kita tetap tidak aktif, hal ini bisa jadi meeka

memang hanya mendengarkan saja, dan mungkin bisa jadi memang tidak ada pendengarnya. Dan setelah melakukan reformat, perubahan nya sangat terasa, bayangkan saja setiap hari kita bisa mendapatkan 1800 sampai 2000 sms setiap harinya, kenaikannya bisa dibilang mencapai 300% kenaikannya, itu partisipasi aktif, belum lagi yang pendengar pasif” (wawancara dengan Aris, Redaktur radio PRFM)

Dari data-data yang di dapatkan dan dari hasil wawancara yang dilakukan, peneliti dapat mengtahui bahwa dampak transformasi identitas radio PRFM dari radio wanita hingga saat ini menjadi radio berita sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan jumlah pendengar setiap harinya, dari pendengar yang mendaftarkan diri sebagai member radio PRFM saja, hingga saat ini sudah mencapai 30.000 member, dan dari hasil surfei Nielsen sudah mencapai 75.000 pendengar setiap harinya pada radio PRFM. Yang menjelaskan bahwa adanya kemajuan dari transformasi identitas yang dilakukan oleh radio PRFM. Dampak yang sangat baik dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun