• Tidak ada hasil yang ditemukan

DANA PIHAK KETIGA (DPK)

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL JAWA TIMUR (Halaman 74-79)

PROYEKSI INFLASI JAWA TIMUR TW.III-2008 Dengan Metode VAR

3 STABILITAS DAN INTERMEDIASI PERBANKAN

3.1. INTERMEDIASI PERBANKAN

3.1.2. DANA PIHAK KETIGA (DPK)

Pertumbuhan DPK bank umum pada triwulan II 2008 meningkat, dan bila ditinjau dari segi jangka waktu,

menunjukkan perbaikan, sehingga struktur DPK masih

didominasi na jangka panjang.

kit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 11,14% (yoy). Dilihat dari sumber DPK perbankan, porsi terbesar masih berasal dari dana yang relatif mahal, yaitu deposito, yang hingga akhir triwulan

Total aset bank umum

dibandingkan tahun sebelumnya, terutama disumbang oleh peningkatan aktiva produktif.

Pada triwulan II 2008 total aset ba

% (yoy) hingga mencapai Rp.177,18 triliun. Pertumbuhan tersebut masih didominasi oleh peningkatan total aset kelompok bank asing yang mencapai 18,96%. Sedangkan dari sisi sumber kenaikan, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh pangsa aktiva produktif bank umum yang meningkat terutama pada penyaluran kredit.

Sec

minasi oleh kredit yang mencapai 87%, diikuti oleh penempatan pada BI yang mencapai 8%.

Gambar 3.1 uktif Bank Um

pertumbuhan sumber dana jangka panjang terus

Pertumbuhan DPK mencapai 12,56% (yoy) sedi

oleh sumber da penempatan pada BI 8% kas 3% tagihan lainnya 2% kredit 87%

laporan pangsanya mencapai 42,09%. Kondisi ini disebabkan tren kenaikan suku bunga hingga akhir triwulan serta adanya perlambatan kinerja bursa saham yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

2008 justru mengalami tekanan

s berlangsung hingga triwulan

umum. Me

Gambar 3.2 ertumbuha

P n Dana Pihak Ketiga

Gambar 3.3

Perkembangan Dana Pihak Ketiga

(5.00) -5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 DEPOSITO 41% GIRO TABU 38 21% NGAN % 3 2007 2008

GIRO DEPOSITO TABUNGAN

Di sisi lain, pertumbuhan DPK dalam bentuk giro yang sempat meningkat tajam pada triwulan I

yang signifikan hingga mencapai 5,87% (yoy). Hal ini mengindikasikan menurunnya kebutuhan masyarakat terhadap dana likuid untuk transaksi tunai oleh dunia usaha. Sementara itu, tren kenaikan pertumbuhan tabungan yang berlangsung sejak pertengahan tahun 2006 masih terus berlanjut meskipun sedikit melambat. Peningkatan pertumbuhan DPK yang diiringi oleh peningkatan suku bunga berpengaruh pada biaya/beban bunga yang menjadi beban perbankan.

Strategi bank untuk memperbaiki kondisi operasional-nya yaitu dengan mencari dana murah dari masyarakat masih teru

II 2008. Beberapa upaya yang ditempuh antara lain: menawarkan paket-paket promo, meningkatkan kualitas layanan, mengkombinasikan fasilitas tabungan dengan market/pasar (mis: produk tabungan yang link dengan reksadana), serta perluasan jaringan dan infrastruktur termasuk kualitas IT (Information Technology) yang semakin baik.

Sementara itu, seiring dengan tren peningkatan suku bunga menyebabkan adanya pergeseran alokasi aktiva produktif bank

skipun kredit masih mendominasi sekitar 91,94% total aktiva produktif, namun terdapat penurunan pangsa simpanan bank pada SBI yang dialihkan pada instrumen surat berharga.

3.1.3.

Pertumbuhan kredit bank umum pada sektor produktif enunjukkan peningkatan dan disertai dengan perb ikan kualitas kredit

penyaluran kredit oleh industri perb

Pertumbuhan kredit modal kerja yang sempat stagnan sejak tahun 2005 terus menunjukkan perbaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa debitur menganggap tingkat suku bunga saat ini sudah cuku

KREDIT

terus m a

Meskipun hingga akhir triwulan laporan tren suku bunga terus menunjukkan peningkatan, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap

ankan. Hal ini diindikasikan oleh pertumbuhan kredit yang secara tahunan mencapai 33,33% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 16,85% (yoy).

Gambar 3.5 Pertumbuhan Kredit (yoy) Gambar 3.4

uhan Kredit dan BI Rate Pertumb 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 -20,000,000 40,000,000 60,000,000 80,000,000 100,000,000 120,000,000 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 Q 1 Q 2 Q 3 Q 4 Q 1 Q 2

p rendah untuk mencairkan fasilitas kredit dan didukung oleh iklim usaha yang cukup stabil. Porsi kelonggaran tarik (undisbursed loan) kredit modal kerja pada triwulan II 2008 sebesar 18,26% dan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 22,23%.

Di sisi lain, kredit investasi mengalami perbaikan seiring dengan mulai terealisasinya proyek-proyek pemerintah serta dunia usaha menjelang akhir semester I 2008.

2007 2008 kredit (y oy ) B I R ate 2007 2008 kredit (nominal) kredit (y oy )

Gambar 3.6

Pertumbuhan Kredit Per Jenis Penggunaan

Gambar 3.7

Pangsa Kredit Per Jenis Penggunaan

awal tahu

yang semakin meningkat. Preferensi bank untuk kembali 'bermain' pad

di sinyal positif bagi perkembangan dunia usaha, terutama akibat tekanan biaya 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2

Pertumbuhan kredit konsumsi yang sempat menurun hingga n 2007 mulai menunjukkan perbaikan dengan pangsa

a pasar tersebut menunjukkan bahwa pangsa pasar yang besar disertai pola konsumsi masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif menjadi daya tarik kuat bagi industri perbankan. Akibat kondisi tersebut, persaingan yang cukup tinggi di segmen yang sama mendorong bank untuk mencari alternatif pembiayaan dan fasilitas yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat, seperti: kemudahan masyarakat untuk memperoleh kartu kredit disamping keuntungan dan fasilitas yang ditawarkan, program Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang terus berkembang, alternatif jenis pembiayaan konsumtif yang bervariasi, serta didukung oleh kemudahan dan proses pengajuan kredit yang relatif singkat. Disamping itu, pola “perang tarif” dengan penawaran suku bunga rendah menjadi strategi yang diambil oleh sebagian besar perbankan di Indonesia selama triwulan I-2008. Akibat penerapan pola tersebut, bank rela mengorbankan margin yang diperolehnya agar tetap dapat menjaga dan meningkatkan “performance” nya dimata masyarakat.

Sepanjang triwulan II 2008, kredit pada sebagian besar sektor ekonomi mengalami pertumbuhan (yoy) yang lebih besar dibanding tahun lalu. Hal ini diharapkan menja

produksi & operasional.

2006 2007 2008 modal kerja Inv es tas i 12% Kons ums i Modal Kerja 65% inv es tas i kons ums i 23%

Gambar 3.8

(yoy)

Pertumbuhan Kredit Per Sektor Ekonomi

Gambar 3.9

Pertumbuhan Kredit Per Sektor Ekonomi

) (ytd (30.00) (20.00) (10.00) - 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 Tani Tambang Industri Listrik,Gas Konstruksi Dagang/Hotel JS.Sosial Lain-2 (20.00) - 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 Tani Tambang Industri Listrik,Gas Konstruksi Dagang/Hotel Angkut/Komnikasi JS JS.Sosial Lain-2 Q1-2007 Q1-2008 /Komnikasi JS.Dunia .Dunia Q2-2007 Q2-2008 Angkut

Sektor yang sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan di

buhan kredit yang lebih besar dari pertumbuhan Sementara itu, perkembangan kredit properti hingga triwulan

laporan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

awal tahun 2004 mulai kembali bergairah dimana hingga triwulan II 2008 tumbuh mencapai 30,81% (yoy). Salah satu faktor yang mendorong peningkatan sektor properti tersebut adalah stigma pemikiran di masyarakat yang masih meyakini bahwa properti merupakan salah satu alternatif investasi, disamping jumlah kebutuhan masyarakat terhadap properti yang terus meningkat. Hal ini mendasari masyarakat untuk memilih perbankan sebagai sumber pembiayaan pembelian properti. Disamping itu, berbagai macam properti yang ditawarkan developer yang disertai pengembangan dan variasi jenis & type rumah menjadi magnet yang cukup kuat bagi masyarakat.

Loan to Deposit Ratio (LDR) relatif stabil dan sedikit meningkat berkisar 70,06%. Peningkatan tersebut lebih didorong oleh faktor pertum

DPK.

Gambar 3.10

Pertumbuhan Kredit dan DPK (yoy) Gambar 3.11 Perkembangan LDR 75.00% -5.00 10.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 kredit 50.00% 55.00% 60.00% 65.00% 70.00% Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 DPK 2006 2007 2008 2007 2008

Meskipun trend rasio pinjaman terhadap DPK terus meningkat, namun secara keseluruhan masih berada di bawah target yang dite

nkan, meskipun relatif menurun diban

Sampai dengan triwulan II 2008, perkembangan kredit usaha dan menengah (UMKM) terus menunjukkan penin

Potensi se besar

ditunjukkan oleh tingkat pertumbuhan kredit UMKM yang cenderung selalu lebih tinggi dibandingkan kredit secara total. Namun seringkali perbankan terbentur kendala-kendala,

tapkan yaitu sekitar 80%. Disamping itu, peningkatan LDR lebih dipengaruhi pertumbuhan DPK yang cenderung melambat dibandingkan pertumbuhan kredit.

Dari sisi ekses likuiditas, sampai dengan triwulan II 2008 masih terdapat dana menganggur di perba

dingkan periode sebelumnya. Jumlah dana menganggur tersebut ditunjukkan oleh berbagai indikator seperti tingginya tingkat undisbursed loan yang berada di kisaran 14%, masih banyaknya penempatan dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) oleh perbankan Jawa Timur, serta tingkat loan to deposit ratio (LDR) yang belum membaik secara signifikan.

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL JAWA TIMUR (Halaman 74-79)

Dokumen terkait