Dampak terbesar dari penyebaran covid19 adalah secara khusus tertuju pada kesehatan makhluk hidup yang resiko besarnya adalah kematian. Hingga
38
pada akhirnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui The International Health Regulations Emergency Committee akhirnya mendeklarasikan pandemi Covid-19 sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat dan dunia internasional menyebutnya Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 30 Januari 2020.31
Covid 19 adalah contoh terbaru dari penyakit menular new emerging dan disertai ancaman kompleks bagi kehidupan manusia. Covid-19 muncul ditengah ancaman kesehatan yang lain seperti resistensi antimikroba/ antibiotik serta melonjaknya angka penyakit tidak menular (non-communicable disease) yang merupakan tantangan yang sangat sulit bagi umat manusia.
Dikutip dari Covid19 map yang diterbitkan oleh google, per tanggal 27 oktober 2020, total jumlah kasus positif 45,1 juta jiwa, sembuh 30,3 juta jiwa dan meninggal dunia 1,18 jiwa. Amerika adalah Negara dengan jumlah kasus positif tertinggi dengan 9,02 juta jiwa dan Filipina dengan kasus jumlah kasus jumlah terendah dengan 379 ribu jiwa. Untuk indonesia sendiri, kasus jumlah positif adalah 407 ribu jiwa, sembuh 334 ribu jiwa, dan angka kematian 13 ribu. Hal ini yang menyebabkan indonesia menepati posisi 18 dari 21 negara dengan kasus jumlah positif tetrtinggi.
Sehingga bisa disimpulkan bahwa Covid-19 adalah virus yang fenomenal dalam sejarah umat manusia dalam satu abad ini. Ini dibuktikan dari jumlah korban yang meninggal dunia akbat ganas dan berbahayanya wabah ini. Meskipun Masih banyak kontroversi seputar penyakit ini, termasuk dalam aspek diagnosis kesehatan, akan tetapi pada realitasnya covid 19 membawa ketakutan bagi seluruh Negara yang secara khusus umat manusia yang menjadi masa depan bumi.
31 Li X, et al. 2020. ―Transmission dynamics and evolutionary history of 2019-nCoV.‖ J Med Virol
39
2.5.1 Protokol kesehatan penanganan pandemi covid 19
Berdasarkan instruksi mentri dalam negeri nomor 6 tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan untuk pengendalian penyebaran corona virus disesase 2019 (covid-19). Dalam rangka meningkatkan pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) dengan memeperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka diperlukan langkah – langkah cepat, tepat, fokusdan terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan yang telah tetbit untuk ditaati guna mencegah penyebaran covid 19 di daerah. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, untuk itu instruksikan kepada gubernur dan bupati / walikota yaitu menegakkan secara konsisten protokol kesehatan covid-19 guna mencegah penyebaran covid-19 di daerah masing-masing berupa memekai masker, mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak, dan mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi melanggar protokol tersebut.
2.5.2 Pilihan kebijakan penanganan covid 19
Adapun pemilihan kebijakan dalam penangan pandemi covid 19, masih berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran dan penularannya menyebar luas ke dalam masyarakat, pemerintah juga membuat serangkain kebijakan yang mengacu pada konsep-konsep dasar untuk menanganinya. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tersebut ada yang tertulis, dan ada pula yang tidak tertulis.
Kebijakan yang tertulis bentuknya misalnya seperti Undang-Undang (UU), Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (PERPRES), Peraturan Menteri (PERMEN), Peraturan Daerah (PERDA), Peraturan Bupati (PERBUP), Peraturan Walikota (PERWALI),
40
dan lain-lain termasuk di dalamnya adalah Surat Keputusan (SK), dan Surat yang berasal dari pemerintah. Sedangkan kebijakan yang tidak tertulis bentuknya adalah ajakan tidak tertulis yang berasal dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh agama, yang berisi larangan dan himbauan terkait dengan pencegahan dan penanganan COVID-19.
Contoh kebijakan tertulis seperti, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Keputusan Presiden nomor 11 Tahun 2018 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease (Covid-19), Keputusan Presiden No 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19), Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19, peraturan bupati lamandau No. 73 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019, instruksi bupati lamandau nomor : 108.5/1/III/HUK/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyrakat berbasis mikro dan pelaksanaan posko penangananan covid 19 tingkat desa dan kelurahan di wilayah kabupaten lamandau. Surat edaran bupati lamandau nomor : 180/53/VI/HUK/2021 tentang peningkatan upaya penanganan corona virus disease 2019 (covid-19) dan percepatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 di wilayah kabupaten lamandau.
41
2.5.3 Pembatasan Sosial bersekala besar (PSBB) dan lockdown.
Sejak 31 Maret 2020 lalu, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan peraturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang biasa disingkat PSBB. Sebagai langkah kongkret upaya penanggulangan. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyatakan COVID-19 kedaruratan kesehatan masyarakat. Pemerintah mengeluarkan detail mengenai teknis pelaksanaan PSBB melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Kebijakan lockdown dan isolasi diri secara efektif menghambat penyebaran virus corona, akan tetapi dampak lain yang timbul adalah banyaknya aktivitas kerja yang terpaksa berhenti. Prasyarat dasar kehidupan manusia itu yang menjadikan ancaman terhadap kesehatan kemudian berdampak pada terjadinya resesi ekonomi akibat berhentinya proses produksi dan turunnya tingkat konsumsi. Goncangan ekonomi ini dipicu ketakutan warga akan keselamatannya serta kebijakan isolasi yang diterapkan oleh pemerintah di beberapa tempat untuk melindungi warga dari ancaman virus corona.
2.5.4 adaptasi kebiasaan baru ( new normal )
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul istilah baru, normal baru. Istilah ini seketika memunculkan perdebatan di berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. New normal adalah konsep sekaligus solusi yang dikemukakan oleh WHO terhadap Krisis pandemi COVID-19 telah membawa dilema mendalam tentang apa yang harus diprioritaskan antara kesehatan warga atau menjaga aktivitas ekonomi tetap berputar.
42
Antara sektor ―ekonomi‖ dengan ―kesehatan‖ sejatinya adalah sektor yang beririsan dan saling terhubung. Satu saja di antara kedua hal tersebut terganggu, maka akan memengaruhi yang lain. Permasalahan krisis ekonomi contohnya, akan berdampak pada hancurnya industri nasional, meningkatnya jumlah orang yang kehilangan pekerjaan, dan permasalahan kesehatan bagi warga karena apa yang disebut sebagai ―penyakit keputusasaan‖.32
Sebelumnya PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar dimaksudkan untuk mengurangi ataupun bahkan memutus rantai penyebaran covid 19. Yang dimana makna dibalik itu semua pemerintah cendrung memprioritaskan sector kesehatan di seluruh wilayah tanah air yang terdampak, tanpa memperhatikan riskannya keputusan tersebut. pada akhirnya dampak yang terkena imbasnya adalah ekonomi bangsa yang kacau. Dimana produksi industry menjadi terbatas, tingkat penjualan menurun dan bahkan tingkat konsumsi ikut merosot juga.
Di Indonesia, adopsi new normal mengemuka pada pertengahan Juni 2020, diawali dengan pernyataan Presiden Jokowi untuk mempersiapkan diri hidup berdampingan dengan COVID-19.33 Perubahan yang berlangsung dan yang mengarah ke new normal ini merupakan implikasi dari pengaturan selama masa tanggap darurat COVID-19 seperti diberlakukannya lockdown dan isolasi level komunitas, social distancing, mekanisme work from home, distance learning, efisiensi, dan refocusing sumber daya, serta penyesuaian lainnya yang kemudian menjadi kebiasaan baru.
New normal merupakan jalan tengah diantara dua arus tadi tentang sector mana yang harus diprioritaskan. New normal membawa konsep tetap beraktivitas
32 Case, Anne dan Deaton, Angus 2017. ―Mortality and Morbidity in the 21st Century‖. Brookings Papers on Economic Activity, hal: 397-476.
33 kompas.com, 15 Mei 2020, dikutip tanggal 10 September 2020
43
seperti sedia kala, akan tetapi dengan menerapkan protocol kesehatan. New normal pada konteks ini ditempatkan sebagai kebijakan alternatif sembari
menunggu vaksin untuk mengatasi virus corona ditemukan. Walaupun, pada beberapa kasus di Indonesia, beberapa daerah yang sebenarnya belum layak menjalankan new normal karena masih belum mampu mengontrol penyebaran virus corona, akan tetapi tetap menjalankan kebijakan new normal. Oleh karenanya kebijakan new normal perlu dilakukan secara ketat dan terus dilakukan monitor tentang kelayakan penjalanan skenario new normal pada daerah tertentu, sehingga penyesuaian kebijakan segera dapat dilakukan jika terjadi peningkatan penyebaran wabah COVID-19.
2.5.5 pembentukan satuan tugas covid 19
1. Keputusan Presiden No 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19),
Mengingat Penyebaran covid 19 di dunia cenderung yang terus meningkat dari waktu ke waktu serta menimbulkan korban jiwa dan kerugian matrial yang besar dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, hal menyebabkan world healt organization menyatakan bahwa covid 19 sebagai pandemic pada 11 maret 2020, oleh sebab itu adanya penyebaran covid 19 di indonesia perlu diantisipasi dampaknya agar tidak semakin meluas, untuk itu dalam rangka percepatan penanganan covid 19 diperlukan langkah langkah yang cepat tepat fokus terpadu dan sinergis antara kementrian lembga dan pemerintah daerah.
44
Melalui keputusan presiden no 7 tahun 2020 ini presiden memutuskan membentuk gugus tugas dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 19 ( covid 19 ) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Adapun tujuan dibentuknya adalah:
a. Meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan
b. Mempercepat penanganan covid-19 melalui sinergi antar kementerian/
lembaga dan pemerintah daerah;
c. meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran covid-19 d. Meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional
e. Meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap covid 19
Selain itu tugas dari gugus tugas yang dibantu oleh badan nasional penanggulangan bencana adalah mengarahkan dan melaksanakan, mengarahkan masyarakat / pelaksana untuk melaksanakan percepatan penanganan dan melakukan pemantauan setra evaluasi hasil penanganan covid – 19. Serta menetapkan rencana oprasionalnya, melakuan koordinasi , melakukan pengawasan dan mengarahkan sumber daya untuk pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan covid -19 setelah itu melaporkan kepada presiden dan pengarah.
Sama halnya dengan daerah lainya kabupaten lamandau juga termasuk dalam daerah yang memiliki peningkatan jumlah pasien covid 19 yang cukup cepat, karna itu pembentuk team satuan tugas covid 19 sangat diperlukan oleh sebab itu pemerintah kabupaten lamandau membentuk team gugus yang terdiri dari TNI, POLRI, SATPOL PP, BKD, dan DINKES. Yang bertugas dalam
45
2.5.6 zonasi daerah ( pemetaan wilayah pandemi )
Pembagian atau pemetaan wilayah pandemic dikabupaten lamandau di bagi menjadi beberapa bagian wilayah, wilayah - wilayah ini terdiri dari beberapa kecamatan dan desa yang ada di daerah kabupaten lamandau, hal ini dilakukan agar memepermudah dalam melakukan penanganan atau mendata jumlah peningkatan kasus covid 19 yang ada di kabupaten lamandau.