• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

2. Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama

Dasar adalah landasan tempat berpijak untuk tegaknya sesuatu, agar dapat berdiri dengan kokoh. Fungsi dasar adalah memberikan arah dan tujuan yang akan dicapai dan sekaligus memberikan kekuatan sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu. Pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya untuk menanamkan nilai-nilai ajaran Islam dalam diri penganutnya. Sejalan dengan itu maka rujukan yang dijadikan landasan pemikiran pendidikan agama Islam itu identik dengan sumber utama ajaran Islam itu sendiri, yakni Alquran dan Hadis.16

Dasar tersebut dikembangkan melalui pemahaman para ulama dalam bentuk qiyas syar‟i, ijma‟ yang di akui, ijtihad dan tafsir yang benar yang

15

Suparta, Pengantar Teori dan Aplikasi Pengembangan Kurikulum PAI (Jakarta : PT. RajaGrapindo Persada, 2016), h. 283

16

Lihat Tohirin , Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Integrasi

terkemas dalam pemikiran yang menyeluruh dan terpadu. Kemasan yang dimaksud adalah mencakup pemikiran tentang jagad raya, manusia, masyarakat dan bangsa, Pengetahuan, kemanusiaan dan akhlak dengan merujuk kepada dua sumber asal (Alquran dan hadis) sebagai sumber utama. Menempatkan Alquran dan Hadis sebagai dasar pemikiran dalam pembentukan sistem pendidikan Islam mengacu kepada kebenaran hakiki yang telah diberikan oleh sang maha pencipta itu sendiri.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surah Al-Baqarah (2) : 2

َكِن ذ

ُت زِكْنا

َل

َتْيَز

ِّيِف َ

َ

ٖ دُْ

ٍَيِقهزًُْهِّن

(

٢

)

Terjemahnya :

Kitab (Al-qur‟an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.17

Pernyataan ini menegaskan bahwa kebenaran Alquran bersifat hakiki dan terabadikan serta Alquran dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman dasar pendidikan Islam karena Alquran tidak memiliki keraguan di dalamnnya. Alquran dan hadis pun berisi nilai-nilai dan ajaran Islam secara utuh, lengkap dan sempurna. Termasuk di dalamnya yaitu nilai-nilai ajaran Islam sebagai sistem nilai, sistem peradaban, maupun sistem pendidikan.

Berdasarkan ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Alquran dapat dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman dasar pendidikan Agama Islam dalam ayat tersebut menegaskan bahwa Alquran tidak dapat diragukan lagi dalam hal

17

memutuskan perkara, dijadikan sebagai dasar hukum dan mencakup semua aspek dalam tatanan kehidupan.

Nabi Muhammad shallallahu „alaihi wasallam bersabda,

ٍَْع

ْيِثَأ

ُحَسْيَسُْ

َيِضَز

ُاللَّ

َُُّْع

َلبَق

ِّيِجَُهُنا

هٗهَص

ُاللَّ

ِّْيَهَع

َىههَصَٔ

ُذْك َسَر

ْىُكْيِف

ٍِْيَسْيَأ

ٍَْن

ا ُّْٕه ِضَر

بَي

ْىُزْكهضًََر

بًَِِٓث

:

َةبَزِك

ِاللَّ

َٔ

َخهُُص

ِّن ُْٕصَز

(

ِأز

ىهضي

)

Artinya :

Dari Abi Hurairah r.a Nabi SAW Bersabda, Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada

keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (H.R. Muslim).18

Penjelasan dari hadis Tersebut adalah bahwasanya barang siapa yang benar-benar menghendaki, kembalilah pada Alkitab (Alquran) dan Sunnah (Hadis), yaitu wajib kembali kepada apa yang ada pada diri Sahabat Nabi SAW, para Tabi‟in dan para pengikut mereka setelah mereka.19

Penetapan Alquran dan Hadis sebagai dasar pendidikan agama Islam bukan saja dipandang sebagai kebenaran yang didasarkan pada keimanan semata, melainkan karena kebenaran yang terdapat dalam ke dua dasar tersebut dapat diterima oleh nalar dan rasio manusia, serta dapat dibuktikan dalam sejarah atau pengalaman manusia. Alquran dan Hadis merupakan sumber pedoman segala usaha dan aktivitas umat Islam, tanpa terkecuali dalam pendidikan Islam, apabila tidak berdasar pada keduanya, maka pendidikan Islam tidak ada bedanya dengan pendidikan lainnya.

18

Hadis Shahih Riwayat Muslim (I/93) dan Al-Baihaqy ( X/114).

19

Manhaj as Salafi „inda Syaikh Nashiruddin al Albani, (karya Syaikh „Amr Abdul Mun‟im Salim), h. 27.

b. Tujuan pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan Islam pada hakikatnya identik dengan tujuan Islam itu sendiri. Tujuan dimaksud menyatu dalam hakikat penciptaan manusia, serta tugas yang diamanatkan kepadanya sesuai dengan statusnya, sama dengan dasar, maka tujuan pendidikan Islam juga mengacu pada informasi yang termuat dalam Alquran dan Hadis. Khususnya yang terkait langsung dengan hakikat penciptaan manusia, yakni untuk menjadikan manusia sebagai pengabdi Allah yang setia. Sebagaimana dalam Alquran Surah Az-Zariyat (51) : 56

بَئَ

ُذْقَه َخ

هٍِجْنا

َشَِْ ْلْأَ

هلِإ

ٌُِٔدُجْعَيِن

(

٢٢

)

Terjemahnya :

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada ku. 20

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia semata-mata hanya ntuk beibadah kepadanya. Itulah tujuan utama dari Pendidikan Agama Islam yaitu membentuk iman dan takwa serta Akhlak yang mulia untuk umat muslim agar senantiasa selau mengingat dan beribadah dengan baik kepada Allah SWT. Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah yang bertakwa, menghambakan diri kepada Allah, yang artinya ialah beribadah kepadanya dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

Berdasarkan ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Allah SWT menciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah dan beribadah kepada

20

Allah SWT dan tidak menyekutukan dengan apapun itu. Dan beribadah kepada Allah SWT adalah suatu kewajiban utama diciptakannya manusia ke muka bumi ini. Jika manusia sudah bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik maka tujuan dari pendidikan agama Islam itu sudah terwujud karena manusia sudah bertakwa dan menghambakan diri kepada Allah SWTdengan cara beribadah kepadanya.

Ketaatan pada kekuasaan Allah SWT. ini mengandung makna penyerahan diri secara total kepada Allah SWT. bila manusia telah bersikap menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. berarti ia telah berada dalam dimensi kehidupan yang mensejahterakan di dunia dan membahagiakan di akhirat.

Tujuan pendidikan Islam adalah tujuan hidup manusia itu sendiri, sebagaimana yang tersirat dalam peran dan kedudukannya khalifatullah dan

„abdullah. Oleh karena itu, tugas pendidikan adalah memelihara kehidupan

manusia agar dapat mengemban tugas dan kedudukan tersebut. Dengan demikian tujuan pendidikan itu adalah membentuk pribadi “khalifah” yang dilandasi dengan sikap ketundukan, kepatuhan dan kepasrahan sebagaimana hamba Allah.21

Secara garis besar tujuan pendidikan Islam terdiri dari empat, yaitu : 1. Tujuan Umum

Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau cara lain. Tujuan itu meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan dan

21

Heri Gunawan, Kajian Teoretis dan Pemikiran Tokoh, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2014), h. 10.

pandangan. Tujuan umum ini berbeda kepada setiap tingkat umur, kecerdasan, situasi dan kondisi, dengan kerangka yang sama bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang.

2. Tujuan Akhir

Pendidikan Islam itu berlangsung seumur hidup, maka tujuan akhir terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun, bertambah dan berkurang. Orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil, masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan, sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang meskipun pendidikan oleh diri dan bukan dalam pendidikan formal.

3. Tujuan Sementara

Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum formal. Pada tujuan sementara bentuk insan kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-sekurangnya beberapa ciri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik.

4. Tujuan Operasional

Tujuan operasional ialah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Dalam tujuan operasional ini lebih banyak dituntut dari anak didik suatu keterampilan dan kemampuan tertentu. Sifat operasionalnya yaitu sifat penghayatan dan kepribadian.

Adapun Tujuan pendidikan Islam yang mengacu kepada tiga bidang yaitu : 1. Tujuan Individu

Tujuan indivudu diarahkan pada perubahan tingkahlaku, aktivitas dengan mengacu kepembentukan pribadi yang mampu menyelamatkan diri dalam kehidupan dunia dan akhirat.

2. Tujuan Sosial

Tujuan sosial terkait pencapaian perubahan, pertumbuhan maupun kemajuan yang diinginkan dalam masyarakat secara umum.

3. Tujuan Profesional

Tujuan professional mengacu kepada pencapaian kemampuan tingkah laku professional dalam bidang dan keahlian masing-masing yang berhubungan dengan aktivitas masyarakat.22

Ketiga tujuan tersebut mengacu kepada pencapaian pembentukan sosok kepribadian yang berakhlak mulia, unggul dan profesional serta warga masyarakat yang baik. Sosok warga masyarakat yang mampu menjadikan dirinya berkontribusi dan membangun kehidupan masyrakat beriman dan beramal sholeh. Dua ciri utamanya yakni iman dan amal sholeh keduanya terangkai dalam satu kesatuan yang utuh. Amal sholeh adalah aktivitas yang dilandasi oleh nilai-nilai imani. Fungsi pendidikan yang Islami adalah sebagai penyiapan kader-kader khalifah dalam rangka membangun kerajaan dunia yang makmur, dinamis, harmonis dan lestari sebagaimana yang disyariatkan oleh Allah. Pendidikan Islam

22

Al- Syaibany Omar Muhammad Al-Toumy, Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta: Bulan Bintang. 1979).h 399

tidah hanya mengajarkan pendidikan kebaikan untuk dunia saja melainkan mengajarkan kebaikan untuk bagaimana kebaikan di akhirat.23

Dengan demikian, pendidikan yang islami mengemban misi yang melahirkan manusia yang tidak hanya memanfaatkan persediaan alam, tetapi juga manusia yang mau bersyukur kepada yang mebuat manusia dan alam memperlakukan manusia sebagai khalifah dan menjadikan alam tidak hanya sebagai objek penderita semata, tetapi juga sebagai komponen integral dari sistem kehidupan. Pendidikan yang islami tidak lain adalah upaya mengefektifkan aplikasi nilai-nilai agama yang dapat menimbulkan transformasi nilai dan pengetahuan secara utuh kepada manusia, masyarakat dan dunia pada umunya.

Agama merupakan sistem nilai dan tata cara ibadah serta berakhlak dan berbudi pekerti yang baik terhadap sesama manusia, lingkungan, dan alam. Manusia sebagai pelaksana ajaran agama yang memiliki tujuan atau maksud tertentu dalam interaksi dengan manusia atau makhluk lain, harus mampu mengimplementasikan nya sesuai dengan ajaran agama. Suatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidaklah berarti, sebab usaha harus ada awal dan akhirnya. Pada umumnya suatu usaha baru berarti jika tujuannya tercapai. Bahkan, ada usaha berakhir atau berhenti karena kegagalan sebelum tujuannya tercapai, tetapi usaha itu belum dapat disebut berakhir.

23

Pupuh Fturohman, Strategi Belajar Mengajar Melalui Pemahan Konsep Umum dan

Adapun tujuan pendidikan Islam mengandung tiga dimensi nilai, yaitu sebagai berikut:

1. Dimensi yang mengandung nilai yang meningkatkan kesejahteraan hidup manusia di dunia.

2. Dimensi yang mengandung nilai untuk mendorong manusia, untuk meraih kehidupan yang bahagia di akhiratnya.

3. Dimensi yang mengandung nilai yang dapat memadukan antara kepentingan hidup dunia dan akhirat.24

Para pakar merumuskan beberapa hal yaitu menyatukan kehidupan dunia dan akhirat, menyatukan ilmu agama dan ilmu umum, menyatukan iman dan rasio, menyatukan agama berdasarkan akidah, syariah, dan akhlak yang sama, serta menyatukan individu dan masyarakat karena saling menunjang. Mendorong manusia untuk mengelola dan memanfaatkan dunia bagi bekal kehidupan di akhirat. Menuntut manusia agar tidak terbelenggu oleh rantai kekayaan duniawi atau materi, yang berpotensi bagi terkikis nya nilai-nilai akidah seta merupakan perpaduan antara keserasian dan keseimbangan antara keduanya.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa dimensi nilai pertama, mendorong manusi untuk mengelola dan memanfaatkan dunia bagi bekal kehidupan di akhirat. Sedangkan dimensi nilai kedua, menuntut manusia agar tidak terbelenggu oleh rantai kekayaan dunia atau materi, yang berpotensi bagi terkikisnya nilai-nilai akidah. Sementara dimensi nilai ketiga, merupakan perpaduan antara keserasian dan keseimbangan keduanya.

24

Tujuan Pendidikan Agama Islam berdasarkan penjelasan alquran ada empat, yaitu:

1. Memperkenalkan kepada manusia sebagai individu kedudukannya di antara makhluk dan tanggungjawabnya pribadi dalam kehidupan ini. 2. Memperkenalkan kepada manusia hubungan-hubungan social dan

kemasyarakatannya, serta tanggungjawabnya terhadap ketentraman masyarakat.

3. Memperkenalkan kepada manusia alam seluruhnya dan menjadikannya mengetahui hikma khalik dalam penciptaanya dan memungkinkan manusia memanfaatkannya.

4. Memperkenalkan kepada manusia pencipta alam dan cara beribadah kepadanya.

Penjelasan dari keempat tujuan tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Namun demikian, tiga tujuan pertama (tujuan antara) mengantarkan pencapaian tujuan keempat, yakni mengenal dan bertakwa kepada Allah SWT. Dengan demikian, tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah mengenal Allah dan bertakwa kepada Allah SWT.25

Orientasi utama pendidikan agama Islam adalah membentuk insan kamil, yakni manusia yang sempurna. Manusia sempurna adalah manusia yang memiliki karakter positif, seperti, berakhlak mulia, berkepribadian, disiplin, optimis, dinamis, tanggung jawab, mandiri, terampil, kreatif dan inovatif. Perpaduan ini

25

Muh.Fadli Al-Jamaly, Filsafat Pendidikan Agama Islam dalan Pendidikan Al-Qur‟an

akan berfungsi sebagai daya tangkal terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari berbagai gejolak dalam berbagai bidang kehidupan manusia, baik yang bersifat spritual, sosio-kultural, ekonomi, ideologi, maupun kepribadian.

3. Kedudukan dan Fungsi keluarga

Dokumen terkait