• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar Filosofi

Dalam dokumen LKPJ AMJ GUBERNUR DIY 2012 2017 (Halaman 32-38)

BAB II KEBIJAKAN PEM ERINTAH DAERAH

A. VISI, M ISI, TUJUAN, DAN SASARAN

1. Dasar Filosofi

Pembangunan di DIY dilandasi oleh filosofi adiluhung

yang juga menjadi panutan bagi kehidupan masyarakat

yaitu Hamemayu Hayuning Baw ana.

Hamemayu Hayuning Baw ana menjelaskan cita-cita luhur untuk

mew ujudkan tat a nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya yang berdimensi berkelanjutan. Esensi nilai budaya merupakan hasil

cipta, karsa dan rasa, yang diyakini sebagai sesuatu yang azali, berlaku umum, dipedomani, dan memiliki nilai manfaat.

Demikian halnya dengan nilai luhur budaya Jawa yang diyakini oleh masyarakat DIY sebagai acuan dalam hidup bermasyarakat . Ini berarti bahw a budaya tersebut bertujuan untuk mew ujudkan suat u tat anan masyarakat yang gumregah dengan kondisi gemah ripah loh jinaw i, ayom, ayem, tata, titi, tentrem, urip-urup, kerta raharja. Dengan kat a lain, tat anan masyarakat merupakan proses budaya yang akan bermuara pada kehidupan masyarakat yang penuh dengan kerja keras, penuh kedamaian, inklusif, saling menghargai, dan penuh daya kreat if-inovat if. Konsep luhur ini mengandung makna adanya kew ajiban untuk melindungi, memelihara, serta membina keselamat an dunia dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi maupun kelompok.

a. Visi

Visi Pembangunan Jangka Panjang DIY ialah mew ujudkan Daerah Ist imewa Yogyakarta pada Tahun 2025 sebagai Pusat Pendidikan, Budaya dan Daerah Tujuan Wisat a Terkemuka di Asia Tenggara dalam lingkungan M asyarakat yang M aju, M andiri dan Sejaht era.

Sebagai pusat pendidikan terkemuka, pada tahun 2025 DIY diharapkan dapat menghasilkan SDM yang berkualitas, berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia yang dilandasi pengamalan agama, yang didukung oleh lembaga pendidikan yang kredibel, berstandar nasional at aupun internasional. Di samping itu, sebagai pusat pendidikan terkemuka, DIY beserta lingkungan sosial masyarakat nya merupakan lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk belajar dan menuntut ilmu.

Sebagai pusat budaya terkemuka, DIY dirancang menjadi tempat pelest arian dan pengembangan nilai-nilai budaya sehingga terw ujud masyarakat yang menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai budaya. Hal tersebut mendapat penguat an dengan implementasi kew enangan Urusan Kebudayaan sesuai UU 13 Tahun 2012 tent ang Keistimew aan Daerah Ist imew a Yogyakarta.

Sebagai daerah tujuan w isat a terkemuka, DIY dikembangkan menjadi daerah tujuan w isat a yang diminat i baik nasional maupun internasional karena memiliki daya tarik tersendiri dengan tetap menjunjung tinggi nilai moralitas.

Visi Pembangunan Jangka M enengah Daerah Istimew a Yogyakarta Tahun 2012-2017 dibangun berdasarkan pemahaman filosofis, serta berpijak pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DIY dan perkembangan lingkungan strat egis untuk mew ujudkan suat u kondisi dinamis masyarakat yang maju dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang adiluhung, sebagai berikut:

“Daerah Istimew a Yogyakarta Yang Lebih Berkarakter, Berbudaya, M aju, M andiri dan Sejahtera M enyongsong Peradaban Baru” Daerah Ist imew a Yogyakarta yang lebih berkarakter, dimaknai sebagai kondisi masyarakat yang lebih memiliki kualitas moral tertentu yang positif, memanusiakan manusia sehingga mampu membangun kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. Pengertian lebih berkarakter baik secara langsung maupun tidak langsung berkorelasi dengan berbudaya, karena karakter akan terbentuk melalui budaya.

Daerah Ist imew a Yogyakarta yang berbudaya dimaknai bahw a budaya lokal memiliki ketahanan dalam menyerap unsur-unsur budaya asing, serta mampu memperkokoh budaya lokal, yang kemudian juga mampu menambah daya tahan serta mengembangkan identitas budaya masyarakat setempat dengan kearifan lokal (local wisdom) dan keunggulan lokal (local genius). Berbudaya juga dimaknai sebagai proses inkulturasi dan akulturasi. Inkulturasi adalah proses internalisasi nilai- nilai tradisi dan upaya keras mengenal budaya sendiri, agar berakar kuat pada setiap pribadi, agar terakumulasi dan terbentuk menjadi ketahanan budaya masyarakat . Sedangkan akulturasi adalah proses sintesis budaya lokal dengan budaya luar, karena sifat lenturnya budaya lokal, sehingga secara selektif mampu menyerap unsur-unsur budaya luar yang memberi nilai tambah dan memperkaya hasanah budaya lokal.

Daerah Istimew a Yogyakarta yang maju dimaknai sebagai peningkat an kualitas kehidupan masyarakat secara lebih merat a yang dimaknai sebagai menurunnya ketimpangan antar-penduduk dan menurunnya ketimpangan antar-w ilayah.

Daerah Ist imew a Yogyakarta yang mandiri adalah kondisi masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhannya (self-help), mampu mengambil keputusan dan tindakan dalam penanganan masalahnya, mampu merespon dan berkontribusi terhadap upaya pembangunan dan tantangan zaman secara otonom dengan mengandalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

Kemudian, Daerah Istimew a Yogyakarta yang sejahtera adalah kondisi masyarakat yang relatif terpenuhi kebutuhan hidupnya baik spiritual maupun mat erial secara layak dan berkeadilan sesuai dengan perannya dalam kehidupan. M enyongsong Peradaban Baru diartikan sebagai aw al dimulainya harmonisasi hubungan dan tat a laku antar-sesama rakyat , antara w arga masyarakat dengan lingkungannya, dan antara insan dengan Tuhan Yang M aha Pencipta, serta kebangkitan kembali kebudayaan yang maju, tinggi dan halus, serta adiluhung.

b. M isi

M isi memberikan pedoman, arah, sekaligus bat asan dalam proses pencapaian tujuan, dalam rangka mew ujudkan visi tersebut, maka ditempuh melalui empat misi pembangunan daerah sebagai berikut: 1) M ew ujudkan pendidikan berkualitas, berdaya saing, dan akuntabel

yang didukung oleh sumber daya pendidikan yang handal;

2) M ew ujudkan budaya adiluhung yang didukung dengan konsep, pengetahuan budaya, pelestarian dan pengembangan hasil budaya, serta nilai-nilai budaya secara berkesinambungan;

3) M ew ujudkan kepariw isat aan yang kreat if dan inovat if;

4) M ew ujudkan sosio-kultural dan sosio-ekonomi yang inovat if, berbasis pada kearifan budaya lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat . Terjemahan nilai dari empat misi tersebut dituangkan dalam konsep pembangunan daerah sebagai berikut:

1) M embangun peradaban yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan; 2) M enguat kan perekonomian daerah yang didukung dengan

semangat kerakyat an, inovat if dan kreat if;

3) M eningkatkan tat a kelola pemerintahan yang baik; 4) M emantapkan prasarana dan sarana daerah.

c. Tujuan

M engacu pada visi dan misi pembangunan jangka menengah tahun 2012-2017, maka tujuan yang hendak dicapai at au dihasilkan adalah sebagai berikut:

1) M isi M embangun Peradaban Berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan, bertujuan:

a) M ew ujudkan peningkat an pengetahuan budaya, pelestarian dan pengembangan hasil budaya;

b) M ew ujudkan pengembangan pendidikan yang berkarakter; c) M ew ujudkan peningkat an derajat kualitas hidup.

2) M isi M enguat kan Perekonomian Daerah Yang Didukung Dengan Semangat Kerakyat an, Inovatif dan Kreat if, bertujuan:

a) M emacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkeadilan yang didukung dengan semangat kerakyat an, inovat if dan kreat if;

b) M ew ujudkan peningatan daya saing pariwisat a.

3) M isi M eningkat kan Tat a Kelola Pemerint ahan Yang Baik, bertujuan:

M ew ujudkan pengelolaan pemerintahan secara efisien dan efektif

4) M isi M emant apkan Prasarana dan Sarana Daerah, bertujuan: a) M ew ujudkan pelayanan publik;

b) M enjaga kelestarian lingkungan dan kesesuaian Tat a Ruang.

d. Sasaran

Berdasarkan tujuan pembangunan jangka menengah tahun 2012-2017 tersebut, maka sasaran yang akan dicapai dalam kurun w aktu tersebut dengan indikat or kinerja pembangunannya adalah sebagai berikut:

Tujuan Sasaran Indikator

M ew ujudkan peningkat an

pengetahuan budaya, pelest arian dan pengem- bangan hasil budaya, serta nilai-nilai budaya.

Peran serta dan apresiasi masyarakat dalam pengembangan dan pelestarian budaya meningkat . Derajat partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pelestarian Budaya. M ew ujudkan pengembangan pendidikan yang berkarakter.

M elek huruf masyarakat meningkat .

Angka M elek huruf. Aksesibilitas pendidikan

meningkat .

Rat a-rat a lama sekolah. Daya saing pendidikan

meningkat .

Persentase sat uan pendidikan yang menerapkan model pendidikan berbasis budaya. M ew ujudkan peningkat an derajat kualitas hidup masyarakat .

Harapan hidup masyarakat meningkat

Tujuan Sasaran Indikator M emacu pertumbuhan

ekonomi daerah yang berkualitas dan berkeadilan yang didukung dengan semangat kerakyat an, inovat if dan kreat if.

Pendapat an masyarakat meningkat

Pendapat an per kapita per tahun

Ketimpangan antar-w ilayah menurun Indeks Ketimpangan Antar-Wilayah. Kesenjangan pendapat an masyarakat menurun Indeks Ketimpangan Pendapat an. M ew ujudkan

peningkat an daya saing pariw isat a.

Kunjungan w isat aw an nusantara dan w isat aw an mancanegara meningkat

Jumlah wisat aw an nusantara dan w isat aw an mancanegara

Lama tinggal wisat aw an nusantara dan w isat aw an mancanegara meningkat.

Lama tinggal wisat aw an nusantara dan w isat aw an mancanegara.

M ew ujudkan pengelolaan

pemerintahan secara efisien dan efektif.

Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah meningkat

Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah.

Akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah meningkat.

Opini pemeriksaan BPK. M ew ujudkan

peningkat kan pelayanan publik.

Layanan publik meningkat , terutama pada penat aan sistem transportasi dan akses masyarakat di perdesaan.

Load fact or angkutan perkotaan meningkat .

M enjaga kelest arian lingkungan dan kesesuaian tat a ruang

Kualitas lingkungan hidup meningkat Persentase peningkat an kualitas lingkungan. Pemanfaatan Ruang terkendali. Kesesuaian pemanfaat an ruang terhadap RTRW Kab/ Kota dan RTRW Provinsi meningkat .

B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH DALAM RPJM D

Dalam dokumen LKPJ AMJ GUBERNUR DIY 2012 2017 (Halaman 32-38)

Dokumen terkait