BAB II KEBIJAKAN PEM ERINTAH DAERAH
B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH DALAM RPJM D 2012-2017
Sebagaimana visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan, maka upaya pencapaiannya dijabarkan secara sistemat is melalui perumusan strat egi dan arah kebijakan. Untuk mempermudah pencapaian operasional kebijakan dalam kinerja program, maka dirumuskan indikat or sebagai tolok ukur kinerja yang diharapkan menjadi indikat or keberhasilan pembangunan daerah.
1. Strategi
Strat egi yang dijalankan dalam mendukung pencapaian misi, sebagai berikut: a. Strat egi untuk mencapai misi: M embangun Peradaban Yang Berbasis
Nilai-Nilai Kemanusiaan, yaitu:
1) M emperkuat dan memperluas jejaring dan kerja sama dengan semua pihak dalam mengelola dan melestarikan aset budaya secara berkesinambungan;
2) M engembangkan kerja sama dan jejaring dengan pendidikan tinggi, lembaga-lembaga riset, dunia usaha dan pemerintah untuk mew ujudkan kemandirian masyarakat ;
3) Perluasan akses pendidikan dasar sampai pendidikan menengah termasuk akses pembiayaan bagi penduduk miskin;
4) M eningkat kan kapasitas lembaga pendidikan dalam
mengembangkan proses belajar mengajar berbasis mult ikultur dan nilai-nilai budaya luhur;
5) M eningkat kan kualitas kehidupan masyarakat secara adil dan merat a, agar hidup dalam lingkungan sehat , serta berperilaku hidup bersih dan sehat .
b. Strat egi untuk mencapai misi: M enguat kan Perekonomian Daerah Yang Didukung Semangat Kerakyat an, Inovat if dan Kreat if, yaitu:
1) M eningkat kan produktivitas rakyat , sehingga rakyat secara lebih konkret menjadi subyek dan aset aktif pembangunan;
2) M embangkitkan daya saing produk unggulan w ilayah agar makin kompetitif;
4) M engembangkan pariwisat a berbasis budaya dan potensi lokal dengan mengedepankan peran serta masyarakat ;
5) M eningkat kan inovasi, penajaman promosi, peningkat an aksesibilitas dan konektivitas, pengembangan SDM pariw isat a, serta sinergisitas antar-pelaku w isat a;
c. Strat egi untuk mencapai misi: M eningkat kan Tat a Kelola Pemerint ahan Yang Baik, yaitu:
1) M eningkat kan efektivitas kinerja birokrasi dan layanan publik yang responsif, transparan dan akuntabel;
2) M eningkat kan profesionalisme pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, perbaikan dan peningkat an kinerja BUM D, serta optimalisasi pendapat an daerah.
d. Strat egi untuk mencapai misi: M emant apkan Prasarana dan Sarana Daerah, yaitu:
1) M engembangkan sarana dan prasarana untuk mengatasi disparitas antar-w ilayah dengan meningkat kan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi;
2) Pelest arian fungsi lingkungan hidup menuju pembangunan yang berkelanjutan;
3) Pemanfaat an ruang mengacu rencana tat a ruang, serta daya dukung dan daya tampung lingkungan.
2. Arah Kebijakan Daerah
Arah kebijakan daerah ditetapkan untuk memperjelas strat egi yang harus dioperasionalkan sebagai penjabaran dari misi, melalui serangkaian kebijakan di baw ah ini:
a. Arah kebijakan daerah untuk mencapai M isi Pertama: M embangun Peradaban Berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan, adalah sebagai berikut: 1) M eningkat kan derajat partisipasi masyarakat dalam pengembangan
dan pelest arian budaya;
2) M eningkat kan Angka M elek Huruf;
3) M eningkat kan Rat a-rat a Lama Sekolah, dan peningkat an Daya Saing Pendidikan;
4) M eningkat kan Persentase Sat uan Pendidikan Yang M enerapkan M odel Pendidikan Berbasis Budaya;
5) M eningkat kan Angka Harapan Hidup.
b. Arah kebijakan daerah untuk mencapai M isi Kedua: M enguat kan Perekonomian Daerah Yang Didukung Dengan Semangat Kerakyatan, Inovatif dan Kreat if, adalah sebagai berikut:
1) M eningkat kan pendapat an per kapita per tahun;
2) M eningkat kan pemerat aan pembangunan yang ditandai dengan menurunnya Indeks Ketimpangan Antar-Wilayah;
3) M engurangi kesenjangan pendapat an per kapita mayarakat yang ditandai dengan menurunnya Indeks Ketimpangan Pendapat an; 4) M elest arikan budaya DIY sebagai benteng ketahanan budaya yang
mampu menumbuhkembangkan kemandirian, keamanan dan kenyamanan yang turut berdampak pada peningkat an Jumlah Wisat aw an Nusantara dan Jumlah Wisat aw an M ancanegara;
5) M elest arikan budaya DIY sebagai benteng ketahanan budaya yang mampu menumbuh kembangkan kemandirian, keamanan dan kenyamanan yang turut berdampak pada peningkat an Lama Tinggal Wisat aw an Nusantara dan Lama Tinggal Wisat aw an M ancanegara. c. Arah kebijakan daerah untuk mencapai M isi Ketiga: M eningkat kan Tat a
Kelola Pemerint ahan Yang Baik, adalah sebagai berikut: 1) M eningkat kan Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah;
2) M empertahankan Opini Pemeriksaan BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
d. Arah kebijakan daerah untuk mencapai M isi Keempat : M emant apkan Prasarana dan Sarana Daerah, adalah sebagai berikut:
1) M eningkat kan penat aan sistem transportasi DIY yang difokuskan pada pengurangan kemacetan di perkotaan melalui penat aan manajemen dan rekayasa lalu lintas guna mencapai Load Fact or Angkutan Perkotaan dan Peningkat an Akses di Perdesaan;
2) M eningkat kan Persentase Kualitas Lingkungan;
3) M eningkat kan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Terhadap RTRW Kabupat en/ Kota dan RTRW Provinsi.
3. Prioritas Pembangunan Tahun 2013-2017
Dalam mendukung tema pembangungan DIY pada masing-masing tahun, berikut prioritas pembangunan dari tahun 2013-2017.
Tabel 2.1 Prioritas Pembangunan tahun 2013-2017
No Prioritas Pembangunan 2013 2014 2015 2016 2017
1 Reformasi birokrasi dan tat a kelola
2 Pendidikan
3 Kesehat an
4 Penanggulangan kemiskinan
5 Ketahanan Pangan
6 Infrast ruktur
7 Iklim invest asi dan usaha
8 Energi
9 Lingkungan hidup dan bencana
10 Daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca-konflik
11 Kebudayaan, kreat ivitas dan inovasi teknologi
12 Sosial budaya
13 Ekonomi
14 Ilmu pengetahuan dan teknologi
15 Hukum dan aparat ur
16 Pembangunan w ilayah dan tat a ruang
17 Penyediaan sarana dan prasarana
18 Lingkungan hidup dan mitigasi bencana
19 Pertumbuhan ekonomi
20 Pembangunan w ilayah dan peningkat an infrast ruktur
21 Lingkungan hidup dan pemanfaatan ruang
22 Kinerja aparat ur dan birokrasi
Sumber: Bappeda DIY, 2017
Jika melihat dari tabel di at as, pada tahun 2013 dan tahun 2014 memiliki prioritas pembangunan yang sama, terdapat 11 prioritas pembangunan. Namun, mulai tahun 2015 prioritas pembangunan berubah dan semakin sedikit, hanya tujuh prioritas. Pada tahun 2016 dan tahun 2017 prioritas pembangunan memiliki kesamaan yang merupakan modifikasi dari prioritas-prioritas sebelumnya.