KAJIAN PUSTAKA
B. Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga
6. Dasar Pendidikan Agama dalam Keluarga
1. Al-Qur’an
Adapun ayat Al-Qur‟an yang menjadi dasar pendidikan agama dalam keluarga:
ًٌۡي ُظَى َكۡ ِّشۡلٱ َّنِإ ِِۖ َّللّٱِة ۡكِ ۡشۡ ُت َلَّ َّ َنَُتََٰي ۥُُّظِعَي ََُْٔو ۦِِِّۡة ِلِ َََُٰمۡلُى َلاَك ۡذوَإِ
ًٞيِظَع
…dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”…. (Q.S.Luqman/31:13)
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, Allah subhanahu wa ta‟ala menceritakan tentang nasihat Luqman kepada anaknya. Luqman adalah anak Anqa ibnu Sadun, dan nama anaknya ialah Saran, menurut suatu pendapat yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. Allah subhanahu wa ta‟ala menyebutkan kisah Luqman dengan sebutan yang baik, bahwa Dia telah menganugerahinya hikmah, dan Luqman menasihati anaknya yang merupakan buah hatinya, maka wajarlah bila ia memberikan kepada orang yang paling dikasihinya sesuatu yang paling utama dari
75 Mahmud, Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga, (Jakarta: Akademia Permata, 2013, hal. 196.
76 Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006, hal.160.
pengetahuannya. Karena itulah hal pertama yang dia pesankan kepada anaknya ialah hendaknya ia menyembah Allah semata, jangan mempersekutukannya dengan sesuatu pun. Kemudian Luqman memperingat-kan anaknya, bahwa: sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (QS. Luqman [31]:
13) Yakni perbuatan mempersekutukan Allah adalah perbuatan aniaya yang paling besar. Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Al-A‟masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah yang menceritakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik).
(QS. Al-An‟am [6]: 82) Hal itu terasa berat bagi para sahabat Nabi ﷺ Karenanya mereka berkata, “Siapakah di antara kita yang tidak mencampuri imannya dengan perbuatan zalim (dosa).” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukan demikian yang dimaksud dengan zalim. Tidakkah kamu mendengar ucapan Luqman: „Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.‟
(QS. Luqman [31]: 13) Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Al-A‟masy dengan sanad yang sama. Kemudian sesudah menasihati anaknya agar menyembah Allah semata. Luqman menasihati pula anaknya agar berbakti kepada dua orang ibu dan bapak.77
Dan ingatlah ketika ia berkata kepada anaknya untuk menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah dengan yang lain, karena sesungguhnya menyekutukan Allah adalah suatu kezaliman yang besar. Sebab, dalam hal ini terdapat penyamaan antara yang berhak dan yang tidak berhak untuk disembah.78
Pendidikan yang pertama dan utama diberikan kepada anak adalah menanamkan iman (akidah) dalam rangka membentuk sikap, tingkah laku dan kepribadian anak kelak.79
Penulis menyimpulkan bahwa pendidikan anak dimulai bukan hanya diusia dini, namun dimulai dari kandungan sehingga penanaman kebaikan akan terbiasa dirasakan ketika dia sudah lahir, dan menanamkan pendidikan adab-adab dan penanaman akidah maupun akhlak yang benar ketika usia sudah mencukupi, sehingga anak dapat
77 Abdullah bin Muhammad Alu, “Tafsir Al-Qur‟an Ibnu Katsir”Jilid 7, (Jakarta:
Pustaka Imam Asy-Syafi‟I, 2008), hal 53-54
78 Muhammad Quraish Shihab, “Tafsir al-Misbah” Jilid 5, (Jakarta:Lentera Hati 2005), hal 73
79 M.Djumransjah dan Abdul Malik Karim Amrullah, Pendidikan Islam Menengah Tradisi Mengukuhkan Eksistensi”,Malang: UIN Malang Press, 2007, hal 49.
45
diarahkan dalam nilai-nilai kebaikan hal ini dalam rangka menanamkan nilai tauhid kepada allah swt.
2. Sunnah
Adapun sunnah yang menjadi dasar pendidikan agama dalam keluarga ialah:
“Dari Abu Hurairah berkata,Rasulullah SAW bersabda:
ٕٔ9ٙ
…,Telah menceritakan kepada Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza‟bin dari Az-zuhriyyi dari Abu Salamah bin Abdur rahman dari Abu Hurairah berkata: Nabi SAW bersabda:
setiap anak dilahiran dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?
Setiap bayi itu dilahirkan atas fitrah maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani sebagaimana unta yang melahirkan dari unta yang sempurna, apakah kamu melihat dari yang cacat?”,para sahabat bertanya:“Wahai Rasulullah bagaimana pendapat tuan mengenai orang yang mati masih kecil?”
Nabi menjawab:“Allahlah yang lebih tahu tentang apa yang ia kerjakan”. (H.R. al-Bukhari).81
Berdasarkan hadits tersebut sebuah pendidikan diarahkan untuk membimbing dan mendidik anaknya menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.Setiap anak dilahirkan atas fitrahnya yaitu suci tanpa dosa, dan apabila anak tersebut menjadi Yahudi atau Nasrani, dapat dipastikan itu adalah dari orang tuanya.Orang tua harus mengenalkan anaknya tentang suatu hal yang baik, mana yang harus dikerjakan dan mana yang buruk dan harus ditinggalkan, sehingga anak tersebut dapat tumbuh berkembang dalam pendidikan yang baik dan benar. Apa yang
80 Al- Bukhari, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Al- Lu‟lu‟ Wal Marjan: Mutiara Hadits Shahih Bukhari dan Muslim, Jakarta: Umul Qura, 2011. Hal 275
81 Al- Bukhari, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Al- Lu‟lu‟ Wal Marjan: Mutiara Hadits Shahih Bukhari dan Muslim, Jilid VIII, hal 384
orang tua ajarkan kepada anaknya sejak ia kecil maka hal itu pula yang menjadi jalan bagi anak tersebut menuju kedewasaannya.82 Penulis menyimpulkan dari paparan diatas yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga yaitu : suatu usaha untuk membina dan mengasuh/mentarbiyah peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh sehingga menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam pandangan hidup usaha agar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dalam keluarga merupakan bimbingan yang diberikan orang tua kepada anak agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.