HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5. Dasar pengambilan keputusan
Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikansinya 0,001 dengan tingkat kepercayaan 95%. Jadi dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 maka dapat disimpulkan kedua variable signifikan dan mempengaruhi secara kuat terhadap variabel dependen, sehingga peneliti menolak H0 atau menerima Ha.
Artinya, terjadi tingkat signifikansi yang sangat tinggi, bahkan jika dengan tingkat kepercayaan 0,001 kedua variabel independennya tetap terjadi signfikansi terhadap variabel kurs USD/IDR. Hal ini menandakan bahwa pemilihan parameter kurs USD/CNY dan perubahan cadangan devisa sangat mampu dalam menjelaskan hubungan eksplanatori diantara kurs USD/IDR dengan determinannya, yaitu kurs USD/CNY dan perubahan cadangan devisa.
Kemudian, jika dilihat dari F hitung, pada tabel F dengan df pembilang 12 dan df penyebut 9, didapatkan angka 3,07. Sedangkan pada tabel ANOVA tersebut dapat dilihat F hitung bernilai 19,181. Maka dengan kesimpulan bahwa 19,181 > 2,69 atau F hitung > F tabel, maka dapat disimpulkan hasilnya adalah menolak H0 atau menerima Ha, sehingga terdapat pengaruh secara bersama antara kurs USD/CNY dan perkembangan cadangan devisa dengan kurs USD/IDR.
Hal ini mendukung penelitian Rao dan Ramachandaran (2014) yang mengatakan bahwa sentimen pasar dari hard currency dapat melemahkan kurs tersebut, penelitian Cai, Joo dan Chang (2009) yang mendapatkan hasil bahwa sentimen pasar pada kurs USD akan menyebabkan kurs lain pada emerging market akan sangat sensitif dalam meresponnya. Dan juga pada penelitian Sugartiningsih (2014) yang menyebutkan bahwa cadangan devisa memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kurs USD/IDR, penelitian Kisaka, Kithitu dan Kamuti (2014) yang menemukan bahwa cadangan devisa memiliki pengaruh yang kecil dalam menjelaskan nilai kurs.
4.3. Pengaruh antara Devaluasi Nilai Yuan dan Cadangan Devisa terhadap Depresiasi Nilai Tukar Rupiah per Dolar Amerika pada Tahun 2015
Setelah dilakukan uji secara bersama, maka diperlukan pengujian secara parsial yang berfungsi untuk memeriksa kembali hubungan secara terpisah diantara kedua variabel independen terhadap pergerakan kurs USD/IDR.
4.3.1. Pengaruh antara Devaluasi Nilai Yuan terhadap Depresiasi Nilai Tukar Rupiah pada Tahun 2015
Uji parsial yang dilakukan pada variabel devaluasi Yuan terhadap nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan diantara kedua variabel tersebut.
4.3.1.1. Analisis Koefisien Korelasi Sederhana
Koefisien korelasi sederhana kali ini digunakan untuk mencari hubungan antara devaluasi Yuan dan depresiasi nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika. Penulis melakukan pengujian keeratan hubungan dan kontribusi dari variabel devaluasi Yuan terhadap depresiasi nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat sebagai berikut:
Tabel 4.13.
Analisis Koefisien Korelasi Pengaruh Devaluasi Nilai Yuan terhadap Depresiasi Nilai Tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat pada Tahun 2015
!
(Sumber: Diolah menggunakan SPSS 21)
Berdasarkan hasil uji tersebut, dapat dilihat nilai koefisien korelasi yang ditunjukan oleh nilai R sejumlah 0,773. Hal ini jika dibandingkan dengan tabel hubungan koefisien korelasi dapat disimpulkan bahwa devaluasi Yuan dan cadangan devisa memiliki keeratan yang kuat dengan depresiasi nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat.
4.3.1.2. Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model menjelaskan variasi variabel independen. Jika terdapat nilai yang mendekati satu berarti variabel-
variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Untuk mengetahui hubungan diantara variabel yang diuji, dapat dilihat pada nilai R Square sejumah 0,598. Hal ini berarti kemampuan variabel tersebut untuk menjelaskan variabel kurs USD/IDR adalah sebesar 59,8% sedangkan sisa 41,2% dapat dijelaskan oleh faktor lain diluar devaluasi Yuan.
Menilai hal tersebut, dapat dinilai bahwa koefisien determinasinya cukup berpengaruh. Hal ini berarti bahwa kurs USD/CNY merupakan faktor yang lumayan berperan dalam menjelaskan pergerakan kurs USD/IDR.
4.3.1.3. Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mendapatkan hubungan matematis dalam bentuk suatu persamaan antara variabel terikat dan variabel bebas. Dampak dari analisis regresi ini dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat dapat dilakukan melalui menaikan dan menurunkan keadaan variabel devaluasi Yuan. Maka diperoleh pengujian sebagai berikut:
Tabel 4.14.
Analisis Regresi Sederhana Pengaruh Devaluasi Nilai Yuan terhadap Depresiasi Nilai Tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat pada Tahun 2015
!
(Sumber: Diolah menggunakan SPSS 21)
Dari tabel tersebut diatas, maka dapat dibuat persamaan regresinya dengan memasukan nila Beta menjadi:
Y = α + βX + ℮
Y = -16.530,567 + 4.762,030 X + ℮
Persamaan regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai:
1. Nilai koefisien regresi konstanta pada model regresi tersebut adalah sebesar -16.530,567 yang memberikan gambaran persamaan model jika variabel independen sama dengan nol, maka variabel nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat adalah sebesar -16.530,567.
2. Nilai koefisien regresi Devaluasi Yuan pada model regresi tersebut adalah sebesar 4.762,030 yang memberikan gambaran persamaan model jika koefisien regresi Devaluasi Yuan meningkat satu satuan, maka variabel nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat akan naik sebesar 4.762,030 satuan. Hal tersebut menyatakan adanya arah hubungan yang searah, dimana dengan peningkatan devaluasi Yuan akan mengakibatkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika juga akan meningkat.
4.3.1.4. Pengujian Hipotesis secara Parsial
Nilai statistik t menunjukan apakah devaluasi Yuan dimasukan dalam model regresi terhadap nilai tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat berpengaruh secara parsial yang didapatkan dari hasil berikut ini:
Tabel 4.15.
Pengujian Hipotesis Pengaruh Devaluasi Nilai Yuan terhadap Depresiasi Nilai Tukar Rupiah per Dolar Amerika Serikat pada Tahun 2015
!
(Sumber: Diolah menggunakan SPSS 21)
Uji terhadap nilai statistik t merupakan uji signifikansi parameter individual. Nilai statistik t menunjukan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependennya. Rumusan hipotesis parsial yang akan diuji adalah sebagai berikut: