• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar Pengklasifi kasian

£ KBJI 2014 merujuk

5. Dasar Pengklasifi kasian

Dalam klasifi kasi ini, jenis jabatan digolongkan menurut kriteria tingkat dan spesialisasi keahlian.

Tingkat keahlian

Tingkat keahlian yang diperlukan suatu jenis jabatan ditentukan berdasarkan luas dan kompleksitas dari rangkaian tugas. Makin luas dan kompleks rangkaian tugas-tugas, makin tinggi tingkat keahlian yang diperlukan untuk jenis jabatan tersebut. Tingkat keahlian secara operasional diukur dengan jumlah tahun pendidikan formal, pelatihan dan pengalaman yang relevan yang biasanya diperlukan untuk bisa menyelesaikan rangkaian tugas secara memuaskan. Di sini kriteria tentang pelatihan tidak diberlakukan secara eksplisit.

Kriteria operasional yang digunakan untuk mengukur tingkat keahlian merefl eksikan kompetensi dalam pekerjaan dan dimaksudkan sebagai persyaratan minimal untuk bisa diterima dalam jenis jabatan untuk pertama kali. Persyaratan masuk ini diterapkan karena kesulitan dalam menetapkan kriteria keahlian yang diperlukan untuk bisa melakukan pekerjaan dengan memuaskan.

Jika kriteria pokok tersebut tidak cukup, tingkat keahlian ditentukan oleh serangkaian kriteria sekunder :

a. keluasan dan kedalaman pengetahuan yang diperlukan; b. beragamnya perlengkapan operasional yang diperlukan; c. tingkat kebebasan pekerjaan, seperti yang ditentukan oleh

tingkatan kerahasiaan dan pilihan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas;

d. persyaratan lain yang berupa bakat, minat dan komitmen pribadi yang kuat.

Penentuan tingkat keahlian setiap jenis jabatan memerlukan penilaian subjektif. Tingkat keahlian yang diberikan untuk jenis jabatan tertentu merupakan penilaian yang terbaik berdasarkan berbagai rujukan. Tetapi dimaksudkan hanya sebagai rujukan indikatif saja, tidak mutlak. Untuk banyak jenis jabatan mungkin terdapat beberapa alternatif persyaratan masuk. Dalam hal ini berbagai persyaratan masuk tersebut ditelaah dan kemudian ditentukan yang pokok. Mungkin saja defi nisi dan deskripsi dari suatu jenis jabatan merupakan generalisasi dari rangkaian pekerjaan

yang beragam menurut industri, perusahaan dan lokasinya. Untuk mengakomodasi kemungkinan perubahan dalam pendidikan dan pelatihan, terminologi untuk menjabarkan pendidikan formal dipakai yang umum dan seluwes mungkin.

Perlu diingat bahwa tingkat keahlian disini harus dilihat dalam hubungannya dengan jenis jabatan, bukan dengan orang-orang yang memegang jenis jabatan tersebut. Untuk menetapkan tingkat keahlian tukang solder, misalnya, perlu dicari jumlah pendidikan dan pengalaman yang biasanya diperlukan oleh seseorang untuk bisa masuk dalam jenis jabatan tersebut. Dalam kenyataannya tidak relevan untuk mempermasalahkan apakah seseorang yang menjadi tukang solder mempunyai jumlah pendidikan formal dan pengalaman seperti yang disyaratkan. Juga tidak relevan untuk mempersoalkan apakah seseorang sangat kompeten, rata-rata, atau sebagai tukang solder yang sangat buruk. Mereka tetap diklasifi kasikan sebagai tukang solder.

Spesialisasi keahlian

Spesialisasi keahlian dari suatu jenis jabatan merupakan fungsi dari bidang pengetahuan yang diperlukan, peralatan dan perlengkapan yang dipakai, bahan mentah serta barang dan jasa yang diproduksi sehubungan dengan tugas-tugas jenis jabatan.

Kriteria utama untuk mengklasifi kasikan jenis jabatan dalam Golongan Pokok adalah tingkat keahlian. Sedangkan untuk Subgolongan Pokok, Golongan, Subgolongan, dan Jenis jabatan dibedakan berdasarkan kriteria spesialisasi keahlian dengan interpretasi secara luwes. Pada tingkatan yang sangat rinci (Jenis jabatan), untuk beberapa kelompok jenis jabatan hanya dibedakan menurut tingkat keahliannya.

Diusahakan untuk Golongan Pokok, tingkat keahliannya tidak diikuti terlalu ketat dan kaku sedemikian rupa sehingga kategorisasi Golongan Pokok menjadi tidak ada arti dan gunanya. Diputuskan ada 10 Golongan Pokok yang dibedakan menurut tingkat keahlian dan satu Golongan Pokok Khusus untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Jika dua Golongan Pokok mempunyai tingkat keahlian yang sama, dibedakan menurut spesialisasi keahliannya. Dalam KBJI kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat keahlian dipakai jumlah pendidikan formal atau pelatihan dan pengalaman relevan yang biasanya diperlukan untuk mengisi suatu jenis jabatan. Rincian pendidikan formal adalah sebagai berikut: Tamat SD, SLTP, SLTA, D1, D2, D3, Ijazah S1, Tamat D4, Ijazah S2, Ijazah S3.

Dalam mendefi nisikan cakupan golongan pokok jenis jabatan pada KBJI digunakan dasar pendidikan sebagai persyaratan keahlian. Pada Golongan Pokok 0 dan 1 tidak memerlukan persyaratan keahlian. Sebagian besar Golongan Pokok 2 memerlukan persyaratan keahlian minimal sederajat S1. Sebagian besar jenis jabatan dalam Golongan Pokok 3 memerlukan persyaratan keahlian minimal sederajat D3. Sebagian besar jenis jabatan dalam Golongan Pokok 4, 5, 6, 7, dan 8 memerlukan persyaratan keahlian minimal tamat sederajat SLTP atau SLTA. Suatu periode pelatihan dan pengalaman di tempat kerja juga diperlukan, kadang-kadang untuk melengkapi persyaratan formal. Periode ini dapat sebagai pelengkap pelatihan formal, dalam beberapa kasus menggantikan sebagian. Sebagian besar Golongan Pokok 9 tidak memerlukan persyaratan keahlian.

Jika memang ternyata jenis jabatan pengawas memerlukan tingkat keahlian yang lebih tinggi, maka diklasifi kasikan pada jenis jabatan yang lebih tinggi, berarti berada pada kelompok besar yang berbeda dari pada jenis jabatan terkait yang bukan pengawas. Tetapi kenyataannya banyak jenis jabatan pengawas yang diklasifi kasikan bersama-sama dengan jenis jabatan bukan pengawas dalam satu Kelompok Jenis jabatan karena tidak praktis untuk memisahkannya.

Perubahan jenis jabatan karena muncul dan menghilangnya jenis jabatan banyak terjadi dalam pasar kerja Indonesia. Perkembangan lapangan usaha industri pengolahan secara berarti seperti lapangan usaha jasa-jasa dan teknologi informasi telah menimbulkan banyak jenis jabatan baru. Sebaliknya banyak jenis jabatan lama sudah menghilang. Kecenderungan untuk peningkatan keahlian dan pelatihan yang diperlukan untuk banyak jenis jabatan juga menyebabkan beberapa jenis jabatan diklasifi kasi ulang. Masalah tentang perluasan berbagai jalur pendidikan dan pelatihan telah menyebabkan munculnya jenis jabatan baru yang umum. Pekerja dalam jenis jabatan ini mempunyai keahlian ganda dan bisa menjalankan tugas-tugas yang lebih luas dari jenis jabatan yang tradisional.

KBJI diharapkan bisa mengakomodasi kecenderungan keahlian ganda agar keluwesan dalam struktur jenis jabatan dapat direfl eksikan dalam klasifi kasi. Proses keahlian ganda ini berbeda antar lapangan usaha dan antar perusahaan. Karena itu jenis jabatan baru dibuat untuk jenis jabatan keahlian ganda disamping mempertahankan jenis jabatan lama yang lebih terspesialisasi. Cara ini memungkinkan diketahuinya sampai sejauh mana keahlian ganda sudah mempunyai dampak dalam ekonomi, bagaimana jenis jabatan tradisional menghilang dan bagaimana jenis jabatan baru yang sangat spesialisasi berkembang.

Dokumen terkait