Modul VI DNS SERVER
B. DASAR TEORI 1. Pengertian DNS
Domain Name System (DNS) merupakan suatu jenis sistem yang melayani pemetaan IP
Address ke FQDN (Fully Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP Address. Fungsi utama dari sebuah sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) atau sebaliknya. Sehingga nama tersebut mudah untuk diingat oleh pengguna internet. Fungsi lainnya adalah memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. Apabila sebuah lembaga ingin memiliki suatu domain tersendiri misalnya saja kslupnyk.or.id, maka lembaga tersebut wajib memiliki sebuah DNS server agar dapat memberitahukan ke seluruh dunia tentang domain yang dipegangnya. Bila tidak dibuat DNS maka manusia pasti akan kesusahan untuk mengingat alamat-alamat IP seperti 202.168.30.1 , 202.168.78.12 , 192.168.231.7. Cukup memusingkan bukan. Cara yang paling sederhana untuk proses mapping alamat IP dengan nama host adalah menggunakan file host yang berisi tabel alamat IP vs nama host. Di Unix / Linux ada di /etc/hosts sedang di microsoft WindowS ada di \WINDOW$\HOSTS. File host tersebut harus dikopi ke semua komputer jaringan agar semua komputer dapat mengenali satu sama lain dengan menggunakan namanya bukan alamat IP-nya.
Sebagai insan informatika :-), merupakan hal biasa jika selalu menggunakan internet dalam kegiatan sehari-hari dan secara tidak langsung kita menggunakan DNS. Penggunaan DNS meliputi banyak hal, mulai dari Browsing, cek mail, ftp, download dan banyak lagi.
DNS merupakan salah satu cara untuk menerjemahkan alamat host (nama komputer) ke bentuk IP address dan sebaliknya dari bentuk FQDN (Full Qualified Domain Name) ke bentuk IP address. Komputer dapat berinteraksi dengan komputer lainya dengan menggunakan pengalamatan Internel Protocol Address yang terdiri dari 32 bit ( sebenarnya secara protokol, menggunakan MAC address dari ethernet card dari komputer kita ). Tapi coba bayangkan kita harus mengetikkan nomer IP dari host yang akan kita hubungi , bukan yahoo.com !!! , bukan google.com !!, yang ada hanya 202.167.30.5, dan angka-angka. Kita diharuskan menghapal berpuluh-puluh kumpulan angka. Oleh
karena itu diciptakanlah DNS dan yahoo.com dapat kita akses tanpa pusing-pusing harus menghapalkan IP Address.
Pada sistem operasi Linux, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software yang bernama BIND ( Barkeley Internet Name Domain). BIND ini memiliki dua sisi yaitu sisi client dan sisi resolver. Resolver ini bertugas menanyakan tentang informasi nama domain yang dikirimkan ke sisi server. Sisi server BIND adalah sebuah daemon yang disebut named. Named inilah yang akan menjawab query-query dari resolver. BIND dapat anda install dan konfigurasikan pada sebuah PC dalam jaringan kantor atau rumah anda yang selanjutnya kita sebut sebagai DNS Server. Jika anda memilih sebuah PC sebagai DNS Server dengan alamat IP 192.168.231.7 , maka setiap komputer yang terhubung dalam network harus mendefinisikan siapa server DNS-nya (192.168.231.7). Komputer yang tidak mendefinisikan siapa server DNS-nya tidak dapat memanfaatkan penamaan DNS.
Pada Linux, DNS Server pada umumnya menggunakan BIND (Berkely Internet Name
Domain). Secara defaults, BIND telah terinstall pada kebanyakan distro. Sampai modul ini ditulis
versi yang telah dirilis adalah 9.2.2.
2. Cara Kerja DNS
DNS bekerja berdasarkan query ( baik berupa ping, browse, ssh, dig, host, nslookup, email dll ) atas permintaan ke suatu host.
Sebagai contoh :
· Jikalau kita ingin mengakses salahjurusan.com, maka browser akan menanyakan pada DNS server local letak dari host yang mengelola name server dari DNS
salahjurusan.com, apakah telah terpetakan atau belum.
· DNS server local akan menanyakan pada cache. Apabila host pernah mengakses salahjurusan.com, maka DNS server local pernah mengakses maka IP Address dari salahjurusan.com akan diambil.
· Apabila belum diakses maka DNS server local akan mengontak root server (.). Root server akan mengontak server yang bertanggung jawab atas domain .id, dan seterusnya server yang ada diatasnya akan melakukan komtak pada sub dari domain dibawahnya sampai
salahjurusan.com diketahui data-datanya.
· Browser melalui DNS server local mengontak DNS yang mengelola salahjurusan.com
dan menyimpan pada chache.
3. Struktur TLD (Top Level Domain)
COM : Digunakan Untuk Perusahaan Komersial EDU : Digunakan Untuk Lembaga Pendidikan ORG : Digunakan Untuk Organisasi Non-Komersial MIL : Digunakan Untuk Organisasi Militer
GOV : Digunakan Untuk Lembaga Pemerintah
· NS (Name Server)
Digunakan untuk menyatukan “Authoritative Name Server” yang mengelola domain.
· A (Address)
Digunakan untuk memetakan suatu hostname ke suatu IP Address.
· PTR (Pointer)
Digunakan untuk meletakan IP Address ke hostname.
· CNAME (Canonical Name)
Digunakan untuk menyatakan sebuah alias atau nickname dari suatu host.
· MX (Mail Exchange)
Digunakan untuk mengarahkan e-mail untuk suatu host atau domain ke host yang berfungsi sebagai mail server.
4. Struktur dasar DNS
File /etc/resolv.conf
Proses yang paling sederhana dari DNS adalah fungsi resolve atau hanya perantara untuk menayakan ke server DNS di Internet atau IntraNet. Tanpa mempunyai otoritas penuh sebagai nameserver yang sesungguhnya. Fungsi resolver tersebut adalah fungsi yang paling sederhana yang sebaiknya minimal dijalankan di sever proxy.
Untuk menjalankan fungsi resolver yang harus diset adalah file /etc/resolv.conf. File ini akan memberitahukan mesin linux, name server mana di Internet yang akan ditanyakan untuk memetakan nama host / domain ke alamat IP. Disamping itu juga kita memberitahukan di bawah domain mana mesin yang kita gunakan disamping kemampuan untuk mencari domain. Di bawah ini adalah contoh isi dari file /etc/resolv.conf yang digunakan pada server (juga dapat kita gunakan pada client jika dibutuhkan ) :
# /etc/resolv.conf
domain namahost.namadomain search namahost.namadomain
contoh: # vi /etc/resolv.conf domain himatif.org search himatif.org nameserver 192.168.123.1 File /etc/bind/named.conf
Di dalam file ini berisi informasi letak direktori yang menyimpan file-file domain atau zone file. Terdapat juga Zone Statement untuk mendeklarasikan zone file domain kita dan Reserve DNS Zone yang dipergunakan untuk mengkonfigurasikan server DNS sebagai name server untuk IP ke Host dari suatu alokasi address.
File /etc/bind/namafile
@ IN SOA name.server. email_admin.name.server. ( serial_number; serial refresh_number; refresh expire_number; expire minimum_number); minimum
Keterangan :
· SOA : Strart of Authority merupakan perintah yang hanya digunakan oleh primary DNS.Perintah tersebut mendefinisikan awal dari suatu zone.
· Nameserver : nama domain yang anda buat dilayani oleh server DNS.
· Serial_number : nomor seri dari zone file. Biasanya menggunakan format berbentuk yyyymmddhhmm (Y: tahun, M: bulan, D : tanggal, h: jam, m: menit)
· Refresh_number : mendefinisikan selang waktu yang diperlukan oleh Secondary Name Server untuk memeriksa perubahan zone file pada Primary Name Server.
· Retry_number : mendeklarasikan beberapa SNS menunggu pengulangan pengecekan terhadap PNS bila PNS tidak memberikan respon pada saat proses refresh.
· Expire_number : mendeklarasikan berapa lama zone file dipertahankan pada SNS apabila SNS tidak bisa maka ia akan melakukan penghapusan.
· Minimum_number : mendeklarasikan nilai default Time To Live untuk semua resource pada zone file.
C. LANGKAH PRAKTIKUM