• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konfigurasi pada web mail

Dalam dokumen Materi kuliah TIF31713 (Halaman 85-99)

Modul VIII MAIL SERVER

14) Konfigurasi pada web mail

tcp 0 0 0.0.0.0:25 0.0.0.0:*

LISTEN 11755/master

Apabila sudah terlihat, kemudian lakukan testing apakah mail server kita telah berfungsi.

$ sudo telnet localhost 25

Trying 127.0.0.1... Connected to localhost.

Escape character is '^]'.

220 himatif.org ESMTP Postfix (Ubuntu)

^] ==========> ini dengan menekan ctrl + ]

telnet> quit

Apabila telah tampil seperti tampilan diatas, selamat server mail anda telah berjalan.

14) Konfigurasi pada web mail.

Web mail merupakan suatu email client berbasis web. User dapat melakukan aktifitas mengirim dan menerima email melalui layanan web.

Web mail telah banyak digunakan oleh potral-portal besar seperti yahoo.com,

mail.google.com dan sejenisnya. Layanan ini begitu populer karena kompatibilitas yang baik,

user tidak perlu melakukan konfigursai setiap akan checking mail, user hanya perlu melakukan login dan semua telah diatur secara otomatis oeh web mail.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan :

kopikan file dari squirrelmail kedirektori yang dikehendaki, apabila masih berupa file tarbal lakukan unkompresi pada file. Selanjutnya konfigurasi file pada httpd.conf agar Dokumen Root dari web diarahkan ke direktori squerreilmail.

$ sudo vi /etc/apache2/sites-available/webmail <VirtualHost *> ServerAdmin [email protected] ServerName mail.himatif.org DocumentRoot /var/www/squirrelmail <Directory /var/www/squirrelmail>

Options Indexes FollowSymLinks MultiViews AllowOverride AuthConfig

Order allow,deny allow from all

</Directory>

ErrorLog /var/log/apache2/error-webmail.log LogLevel warn

CustomLog /var/log/apache2/access-webmail.log combined ServerSignature On

</VirtualHost>

:wq

$ sudo ln -s /usr/share/squirrelmail/ /var/www/squirrelmail

$ sudo ln -s /etc/apache2/sites-available/webmail /etc/apache2/sites-enabled/mail

$ sudo /etc/init.d/apache2 restart

Selanjutnya adalah mengkonfigurasi smtp dan pop3 dan imaps yang akan digunakan oleh web server. Smtp merupakan layanan yang berfungsi sebagai server yang menangani proses pengiriman mail sedangkan pop3 merupakan server yang menangani proses pengambilan e-mail dari server ke client yang melakukan request. Untuk imaps merupakan suatu daemon yang berfungsi sebagai penghubung antara pop3 dengan aplikasi web, dalam hal ini html.

Untuk penyetingan smtp telah dilakukan pada sub bab diatas, oleh karena itu yang akan dilakukan adalah melakukan setingan pada pop3 dan imaps.

Langkah pertama lakukan cecking pada file-file yang diperlukan yaitu imaps dan pop3.

$ sudo dpkg -l | grep imap

ii courier-imap

3.0.8-13ubuntu5 Courier Mail Server - IMAP

server

ii courier-imap-ssl

3.0.8-13ubuntu5 Courier Mail Server - IMAP

over SSL

Jikalau belum tersedia lakukan instalasi. Selanjutnya jalanan service dari imap dan ipop3. Cek dahulu service-service tersebut.

$ sudo sysv-rc-conf

Apabila dalam keadaan off, maka jalankanlah service tersebut. Setelah service berjalan maka langkah selanjutnya adalah melakukan configurasi pada web mail.

$ cd /var/www/squirrelmail/config/ $ sudo ./conf.pl

SquirrelMail Configuration : Read: config.php (1.4.0)

--- Main Menu -- 1. Organization Preferences 2. Server Settings 3. Folder Defaults 4. General Options 5. Themes 6. Address Books

7. Message of the Day (MOTD) 8. Plugins

9. Database

10. Languages

D. Set pre-defined settings for specific IMAP servers

C Turn color on S Save data Q Quit

Command >>

Akan tampil menu dari konfigurasi squirrelmail. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada domainnya.

Command >> 2 General

1. Domain : example.com 2. Invert Time : false

3. Sendmail or SMTP : SMTP

A. Update IMAP Settings : localhost:143 (other)

B. Update SMTP Settings : localhost:25

R Return to Main Menu C. Turn color on

S Save data Q Quit

Command >> 1

The domain name is the suffix at the end of all email addresses. If for example, your email address is [email protected], then your domain

would be myorg.com.

[example.com]: himatif.org

Kemudian tentukan jenis dari server yang digunakan.

Command >> 3

You now need to choose the method that you will use for sending

messages in SquirrelMail. You can either connect to an SMTP server or use sendmail directly.

1. Sendmail 2. SMTP

Selanjutnya setting untuk server imap.

Command >> a

1. Domain : himatif.org 2. Invert Time : false 3. Sendmail or SMTP : SMTP

IMAP Settings ---

4. IMAP Server : localhost 5. IMAP Port : 143

...

9. Delimiter : detect

B. Update SMTP Settings : localhost:25 H. Hide IMAP Server Settings

Command >> R

Lakukan setting sesuai dengan server masing-masing kemudian setting pada smtp.

1. Domain : himatif.org 2. Invert Time : false

3. Sendmail or SMTP : SMTP

SMTP Settings

---

4. SMTP Server : localhost 5. SMTP Port : 25

6. POP before SMTP : false 7. SMTP Authentication : none

A. Update IMAP Settings : localhost:143 (other) H. Hide SMTP Settings

command >> s

command >> q

Langkah terakhir adalah melakukan proses checking dari web browser. Kemudian ketikkan url dari mail server kita.

13. LEMBAR KERJA

Dengan kelompokmu cobalah buat 2 buah domain dengan masing-masing domain memiliki mail server secara tersendiri. Lakukan beberapa hal berikut :

L. Cobalah saling mengirim email antara user-user yang berbeda domain.

5) Cobalah konfigurasi mail server sehingga dapat diakses walaupun malalui jaringan lain. 10. Cobalah setting mail client pada jaringan lain.

g. Sebutan paket-paket atau services apa saja yang berperan dalam mail server pada praktikum yang anda lakukan.

2. Buatlah laporan installasi dan konfigurasi portal webmail (selain squirremail) yang banyak terdapat diinternet (MTA bebas).

Modul IX

R O U T I N G

A. TUJUAN

1. Praktikan dapat memahami konsep router

2. Praktikan dapat melakukan percobaan setting router pada mesin Linux

B. DASAR TEORI

Router merupakan sebuah konfigurasi pada jaringan komputer yang bertugas untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda. Mesin Linux dapat kita konfigurasikan menjadi sebuah mesin router.

Router mempunyai dua tugas pokok : 1. Penentuan jalur yang paling optimal.

2. Mengirimkan pengiriman informasi (paket data) dari satu komputer ke komputer lain dimana kedua komputer tersebut berada pada dua jaringan yang berbeda (internetwork).

Selain tugas pokok tersebut, beberapa hal yang dapat dikerjakan oleh router adalah : 1. Mengirimkan paket data antar dua jaringan fisik yang berbeda.

2. Membatasi lalu lintas paket data dari / ke beberapa alamat jaringan.

3. Mengubah alamat asal sehingga seakan-akan paket data tersebut berasal dari sebuah alamat yang berbeda dengan pengirim aslinya.

4. Berfungsi sebagai BOOTP atau DHCP server yang memberikan alamat IP dan konfigurasi lainnya ke seluruh komputer pada jaringan anda.

Jenis router yang digunakan:

1. Router Dedicated (buatan pabrik), misalnya : Cisco, Baynetworks, 3COM dan Cabletron. 2. PC Router yang minimal mempunyai 2 NIC (Network Interface Card)dan menjalankan

program yang mengatur routing paket.

3. PC Router yang mempunyai 1 NIC dan mempunyai 2 atau lebih network address. Keuntungan menggunakan router dengan PC Linux :

1. Murah, dapat dijalankan di PC bekas tanpa harddisk dengan harga ± Rp.1.000.000,- . Sebagai gambaran harga Router Cisco 2501 bisa mencapai Rp.10.000.000,-.

2. Fleksibel, dapat dikompilasi ulang bahkan ditambahkan modul-modulnya jika diinginkan. 3. Stabil, karena sifatnya yang opensource maka banyak orang yang telah menganalisa dan

mengotak-atik source codenya untuk membenahi bugs dan kekurangannya. 4. Mudah dikonfigurasi, bagi yang telah terbiasa dengan perintah shell.

5. Expandable, karena dijalankan disebuah PC maka masih dimungkinkan untuk penambahan alat.

Klasifikasi Algoritma Routing

Algoritma routing dapat dibedakan berdasarkan PC-nya, antara lain : 1. Algoritma routing untuk host (berada di PC host)

Proses routing yang dilakukan oleh host cukup sederhana. Jika host tujuan terletak dijaringan yang sama atau terhubung langsung, IP datagram akan dikirim langsung ke tujuan. Jika tidak, IP datagram akan dikirim default ke gateway-nya/router. Router ini yang kan mengatur pengiriman IP selanjutnya, hingga sampai ke tujuan.

2. Algoritma routing untuk router (berada di PC router)

Dalam menentukan pilihan arah pelewatan IP datagram, router berkonsultasi dengan tabel routing yang dimilikinya.

Menurut tipenya algoritma routing dibedakan sebagai berikut: 1. Routing static atau dinamic

Static berarti routing tabel secara manual, sehingga jika terjadi perubahan susunan router,

maka perubahan pada tabel routing harus dilakukan oleh operator jaringan sehingga perubahan tidak dapat terjadi secara langsung.

Dinamic berarti tabel routing dapat berubah melalui update berkala dan sebagai respon

terhadap perubahan link cost. Perubahan tersebut terjadi berdasarkan algoritma routing yang digunakan.

2. Single Path dan Multi Path

Algoritma Single Path, hanya memperbolehkan data melewati satu jalur untuk menuju ke

tujuan akhir.

Algoritma Multi Path, memungkinkan data menuju ke suatu tempat lewat beberapa jalur yang

berada secara bersamaan.

3. Algoritma Link State (Djikstra's algorithm) dan distance vektor.

Algoritma Link State, konsep topologi jaringan dan link cost diketahui oleh semua router yang

ada. Hal ini dicapai melalui “link state broadcast” sehingga semua router memiliki informasi yang sama, untuk mendapatkan jalur terbaik dilakukan penghitungan dari suatu router ke router lainnya, sehingga diperoleh routing tabel untuk router tersebut. Setelah sekian iterasi akan diketahui jalur terbaik untuk menuju ke beberapa router tujuan.

Algoritma Distance Vektor, iterasi berlanjut sampai tidak ada lagi pertukaran informasi antar

router dan iterasi akan berhenti dengan sendirinya. Sehingga semua router hanya berkomunikasi dengan routeryang terhubung langsung dengan dirinya.

4. Routing Global dan Decentralized

Global berarti semua router memiliki informasi lengkap mengenai link cost dan topologi

jaringan. Algoritma yang digunakan adalah “link state”.

Decentralized berarti router tersebut hanya mengetahui link cost ke router berikutnya yang

terhubung langsung dengan dirinya. Algoritma yang digunakan adalah “ Distance Vektor “. 5. Intradomain dan interdomain

Algoritma Intradomain hanya mampu bekerja dalam satu domain saja. Algoritma Interdomain dipakai untuk mencari rute antar domain.

6. Flat dan Hierarchical

Flat routing semua router adalah ujung dari router yang lain.

Hierarchical routing, router-router membentuk tingkatan berdasarkan posisinya terhadap

backbone network.

7. Host-inteligent dan Router Inteligent

Host-inteligent, host memiliki kemampuan menentukan rute. Router inteligent, router memiliki kemampuan menentukan rute.

C. LANGKAH PRAKTIKUM

Pada praktikum kali ini kita akan mengkonfigurasi router di dalam PC (PC router). 1. Buatlah kelompok network yang mempunyai IP network tertentu.

2. 1 komputer bertugas sebagai router dan komputer lain sebagai host.

3. Pada masing-masing host dalam 1 network, buatlah IP address dengan mengedit konfigurasi eth0

Attention !! : buatlah agar antara satu IP network berbeda dengan IP network lainnya

4. Kemudian restart lah network tersebut.

5. Sekarang kita bekerja pada PC router, buatlah IP dari masing-masing network yang saling berhubungan, dengan memberikan nama device eth0, eth0:1, eth0:2, dst sesuai dengan network yang ada. Kita dapat membuat IP alias dengan menggunakan perintah :

$ sudo ifconfig eth0 192.168.123.4 netmask 255.255.255.0 $ sudo ifconfig eth0:1 172.16.110.7 netmask 255.255.255.0 $ sudo ifconfig eth0:2 192.168.231.3 netmask 255.255.255.0

Setelah selesai, kita dapat melihat hasilnya dengan perintah ifconfig. Dapat dilihat broadcast dan netmask sudah dikonfigure secara dafault. Tapi IP alias hanya bersifat sementara. Apabila network direstart maka IP tersebut akan hilang. Bila kita ingin memberikan IP secara permanen, kita lakukan dengan menggunakan perintah berikut :

$ sudo vi /etc/network/interfaces

# This file describes the network interfaces available on your system # and how to activate them. For more information, see interfaces(5). # The loopback network interface

auto lo

iface lo inet loopback

# The primary network interface auto eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.123.4 netmask 255.255.255.0 iface eth0:1 inet static

address 172.16.110.7 netmask 255.255.255.0 iface eth0:2 inet static

address 192.168.231.3 netmask 255.255.255.0

#!/bin/sh -e # rc.local

# This script is executed at the end of each multiuser runlevel. # Make sure that the script will "exit 0" on success or any other # value on error.

# In order to enable or disable this script just change the execution # bits.

# By default this script does nothing. ifconfig eth0 up

ifconfig etho:1 up ifconfig eth0:2 up exit 0

6. Kita dapat melihat tabel routing dengan perintah:

$ sudo route -n

7. Kemudian kita menyetting konfigurasi pada file : /proc/sys/net/ipv4/ip_forward. Nilai default (isi) dari file tersebut adalah 0 (nol), lakukan pengubahan agar isi menjadi 1 (forward), dengan menggunakan text editor seperti vi. Atau dengan perintah berikut :

$ sudo echo "1" > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

atau dengan membuatnya secara permanen sebagai berikut:

$ sudo vi /proc/sys/net/ipv4/ip_forward 1

8. Pada host network (komputer selain router), kita diharuskan menge-route-kan network tersebut ke router. Pada salah satu komputer pada network, ketikkan perintah berikut :

$ sudo route add default gw 192.168.123.4

Gateway tersebut merupakan IP address yang terdapat di router sesuai dengan IP network. Kita dapat melihat hasilnya dengan perintah route.

9. Untuk menghapusnya, lakukan perintah berikut :

$ sudo route del default gw 192.168.123.4

10. Untuk mengetest apakah router tersebut berhasil kita setting atau tidak, ping-lah IP address pada network yang berbeda.

D. LEMBAR KERJA

1. Untuk melakukan percobaan ini perhatikan konfigurasi penomoran IP untuk jaringan dengan 30 komputer berikut ini:

1 Kelompok = 5 Orang Vertikal

192.168.1.1 192.168.2.1 192.168.3.1 192.168.4.1 192.168.5.1 192.168.6.1

192.168.1.2 192.168.2.2 192.168.3.2 192.168.4.2 192.168.5.2 192.168.6.2

192.168.1.3 192.168.2.3 192.168.3.3 192.168.4.3 192.168.5.3 192.168.6.3

192.168.1.4 192.168.2.4 192.168.3.4 192.168.4.4 192.168.5.4 192.168.6.4

192.168.1.5 192.168.2.5 192.168.3.5 192.168.4.5 192.168.5.5 192.168.6.5 Dengan komputer ber-IP 192.168.x.1 mempunyai IP Aliasing sebagai berikut:

IP IP Aliasing 192.168.1.1 192.168.10.1 192.168.2.1 192.168.10.2 192.168.3.1 192.168.10.3 192.168.4.1 192.168.10.4 192.168.5.1 192.168.10.5 192.168.6.1 192.168.10.6

2. Komputer-komputer selain 192.168.x.1, sebaiknya menambahkan default gateway ke

192.168.x.1. Bagaimana caranya?

3. Apakah kegunaan dari file /proc/sys/net/ipv4/ip_forward pada router? Sebutkan nilainya agar router dapat berjalan?

4. Di dalam file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0, buatlah konfigurasi default gateway (router) secara permanen?

Modul X

Dalam dokumen Materi kuliah TIF31713 (Halaman 85-99)

Dokumen terkait