• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data faktor penyebab campur kode dalam opini Tapaleuk

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data

4.1.3. Data faktor penyebab campur kode dalam opini Tapaleuk

Data faktor penyebab campur kode dibedakan menjadi tiga belas, berikut ini

adalah data mengenai ketiga belas faktor penyebab campur kode yang peneliti temukan.

Tabel 3.1 Data faktor penyebab campur kode dalam opini Tapaleuk

No. Data Konteks Kode

1. Ama Tobo baru pulang bajalan.

(Kakak Tobo baru pulang

berjalan.)

Penulis menggambarkan situasi dalam kalimat tersebut berada di jalan ujung jalan gang terdapat dua partisipan, yaitu Ama Tobo dan Baitua yang baru pulang dari jalan-jalan, dan pergi ke warung untuk membeli lilin karena listrik padam.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O1/P1/ K1/267 16 2. Baitua putar pi ke keos.

(Bapak kembali pergi ke kios.)

O1/P1/ K3/267 16

3. “Ama Tobo minta lilin yang paling besar su.”

(“Kakak Tobo minta lilin yang paling besar sudah.”)

Situasi dalam kalimat tersebut berada di kios, suasana santai terdapat percakapan nonformal antara paman dan Ama Tobo. Menggambarkan Ama Tobo yang bermaksud membeli lilin tetapi lilin sudah habis.

O1: Ama Tobo O2: Paman/penjual

O1/P2/ K1/267 16

4. Ama Tobo pukul testa.

(Kakak Tobo pukul kening.)

Situasi dalam kalimat tersebut berada di kios, suasana santai terdapat percakapan nonformal antara paman dan Ama Tobo, yang menggambarkan paman dan Ama Tobo yang berbagi lilin.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O1/P3/ K1/267 16

5. Ma ini paman ju orang bae.

(Tetapi paman ju orang bae)

Situasi dalam kalimat tersebut berada di kios, suasana santai terdapat percakapan nonformal

O1/P3/ K4/267 16

antara paman dan Ama Tobo, yang menggambarkan paman dan Ama Tobo yang berbagi lilin.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

6. Ama Tobo lari cepat-cepat ko mau

cas hape.

(Kakak Tobo lari cepat-cepat

kemudian mau cas hape)

Situasi nonformal antara suami dan istri, yaitu Ama Tobo dan Ina Feok. Dalam kalimat ini menggambarkan bahwa Ina Feok ingn menegur Ama Tobo, tetapi takut jika Ama Tobo marah. O1: Penulis (Sipri Seko)

O2: Masyarakat Kupang

O1/P5/ K5/267 16

7. Ina Feok diam sa.

(Adik Feok diam saja)

Penulis menggambarkan suasana serius, yaitu Ina Feok yang marah karena listrik lebih banyak padam dari pada menyala.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O1/P6/ K1/267 16

8. Baitua hela Ina Feok pung tangan ko ajak makan.

(Bapak menarik tangan adik untuk ajak makan)

Situasi dalam kalimat tersebut berada di rumah terdapat dua partisipan yaitu Baitua dan Ina Feok. Dalam kalimat tersebut menggambarkan Baitua yang menarik tangan Ina Feok karena disuruh makan.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O2/P6/ K2/218 16

9. Ama Tobo su mulai bosan di

rumah.

(Kakak Tobo sudah mulai bosan di rumah)

Situasi dalam kalimat tersebut santai, menggambarkan Baitua yang segera menyelesaikan pekerjaannya karena ingin belajar facebook dengan kakek Ndu.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O3/P1/ K1/259 16

10. Baitua su lama maen itu onlain, ma sonde mangarti itu barang.

(Bapak sudah lama main itu online, tetapi tidak mengerti itu barang.)

Suasana pada kalimat tersebut santai, menggambarkan Baitua yang segera memberi makan babi dan kambing agar dapat belajar

facebook dengan kakek Ndu.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O3/P2/ K2/259 16

11. Nyadu pasang foto profil pake

kode di rumah na.

(Kawan pasang foto profil pakai kode rumahnya.)

Situasi dalam kalimat tersebut santai berada di ruah. Terdapat percakapan nonformal antara admin dan pembeli. Terdapat percakapan antar teman, yaitu baitua dan bai Ndu yang membicarakan tentang Ina Feok.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O3/P4/ K3/259 16

12. Ama Tobo hati pung senang lai.

(Hati kakak Tobo pun senang

lagi.)

Situasi dalam kalimat tersebut santai berada di rumah. Menggambarkan Ama Tobo yang senang arena Ina Feok sudah pulang dari jalan-jalan. O1: Penulis (Sipri Seko)

O2: Masyarakat Kupang

O3/P5/ K5/259 16

13. Dunia su tabalek ko apa ini. (Dunia sudah terbalik atau apa ini.)

Suasana dalam kalimat tersebut santai, terdapat percakapan nonformal antara bapak dan anak, yaitu Baitua dan Ama Tobo yang sedang

O4/P6/ K3/231 016

membahas mengenai kesalahpahaman yang mengakibatkan seseorang dituduh berselingkuh. O1: Penulis (Sipri Seko)

O2: Masyarakat Kupang

14. Ama Tobo pung lingkungan su

siap-siap sambut natal. (Kakak Tobo punya lingkungan

sudah siap-siap sambut natal.)

Situasi kalimat tersebut santai, bertempat di lapangan bola untuk mempersiapkan hari raya Natal.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O5/P1/ K1/191 116

15. Tofles dong su maso ke lemari. (Tofles-tofles sudah masuk ke lemari.)

Situasi kalimat tersebut santai, berada di dalam rumah, menggambarkan Ina Feok yang sedang bersih-bersih sisa perayaan natal.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O6/P2/ K2/251 216

16. Lu pi cek itu jualan su amper

siang pi pasar su.

(Kamu pergi cek itu jualan sudah

hampir siang pergi ke pasar sudah.)

Situasi dalam kalimat tersebut santai bertempat di rumah. Terdapat percakapan informal antara suami da istri, yaitu Ama Tobo dan Ina Feok yang menggambarkan Ama Tobo yang bersemangat kerja dibandingkan tahun lalu. O1: Penulis (Sipri Seko)

O2: Masyarakat Kupang

O6/P3/ K2/251 216

17. Ina Feok panas dengar Ama Tobo

bilang dia pi utang di keos. (Adik Feok panas dengar kakak Tobo bilang dia pergi hutang di

kios.)

Suasana dalam kalimat tersebut serius, terdapat percakapan non formal antara suami dan istri, yaitu Ama Tobo dan Ina Feok. Ina Feok emosi memarahi Ama Tobo karena hutang di kios O1: Penulis (Sipri Seko)

O2: Masyarakat Kupang

O6/P5/ K1/251 216

18. “Hari partama kitong maso kerja di taon baru.”

(“Hari pertama kita masuk kerja di tahun baru.”)

Suasana santai terdapatpercakapan antara suami dan istri, yatu Ama Tobo dan Ina Feok yang membahasa semangat Ama Tobo untuk bekerja. O1: Ama Tobo

O2: Ina Feok

O7/P2/ K1/221 17

19. Semua sudut kota bagoyang. (Semua sudut kota bergoyang.)

Suasana dalam kalimat tersebut santai pada malam hari. Penulis menggambarkan suasana natal yang yang menyalakan banyak kembang api untuk merayakan hari raya natal.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O8/P1/ K2/192 17

20. Ama Tobo pung mata masih babangka.

(Matanya kakak Tobo masih

bengkak.)

Situasi pada kalimat tersebut di rumah, menggambarkan Ama Tobo yang tidak bisa tidur karena terlalu banyak mabuk.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O8/P2/ K1/192 17

21. Tadi malam tu kitong buang taon lama.

(Tadi malam itu kita buang tahun lama.)

Suasana dalam kalimat tersebut santai. Terdapat percakapan antara suami dan istri, yaitu Ama Tobo dan Ina Feok, yang membahas Ama Tobo yang semangat bekerja, tetapi Ina Feok tidak percaya karena tahun lalu juga sudah berjanji. O1: Penulis (Sipri Seko)

O2: Masyarakat Kupang

O8/P3/ K2/192 17

22. “Lu pi cari daon ko kas makan

kambing deng cari makanan babi.”

(“Kamu pergi cari daun untuk kasih makan kambing dengan cari makanan babi”)

Suasana dalam kalimat tersebut santai. Terdapat percakapan antara suami dan istri, yaitu Ama Tobo dan Ina Feok, yang membahas Ama Tobo yang semangat bekerja, tetapi Ina Feok tidak percaya karena tahun lalu juga sudah berjanji. O1: Ama Tobo

O2: Ina Feok

O8/P3/ K10/22 117

23. Bai Ndu omong ma dalam hati sa.

(Kakek Ndu omong tetapi dalam hati saja.)

Situasi pada kalimat tersebut santai. Terdapat percakapan non formal antar teman yaitu Baitua dan Bai Ndu, membahas tentang Baitua yang ketahuan mabuk.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O9/P4/ K4/193 17

24. Bai Ndu senyum tipis.

(Kakek Ndu senyum tipis.)

Situasi pada kalimat tersebut santai. Terdapat percakapan non formal antar teman yaitu Baitua dan Bai Ndu, membahas tentang Baitua yang ketahuan mabuk

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O9/P4/ K1/193 17

25. Ama Tobo katawa sambil pegang

perut dengar Bai Ndu omong

bagitu.

(Kakak Tobo tertawa sambil pegang perut dengar kakek Ndu omong begitu.)

Suasana dalam kalimat tersebut berada di rumah saat pagi hari. Terdapat percakapan non formal antar teman, yaitu Baitua dan Bai Ndu.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O9/P7/ K1/193 17

26. Ina Feok sangaja omong bagitu

di dekat baitua pung talinga. (Adik Feok sengaja omong begitu di dekat telinganya bapak.)

Situasi dalam kalimat tersebut berada di rumah saat pagi hari. Terdapat percakapan antara suami dan itri, yaitu Ama Tobo dan Ina Feok. Ina Feok sudah malas membangunkan Ama Tobo untuk bekerja.

O1: Penulis (Sipri Seko) O2: Masyarakat Kupang

O10/P2 /K5/16 417

27. Kepala kantor bilang ini taon

musti disiplin na.

(Kepala kantor bilang tahun ini

harus disiplin.)

O10/P2 /K8/16 417

28 Dong bilang kalo mau tes naraka pung panas na coba jalan-jalan sa

ke Kupang.

(Orang bilang kalau mau tes panasnya neraka coba jalan-jalan

saja ke Kupang.)

Situasi dalam kalimat tersebut santai terdapat percakapan non formal antara Bai Ndu dan Ina Feok yang membahas tentang panasnya Kota Kupang.

O1: Penulis (Ferry ndoen) O2: Masyarakat Kupang

O11/P4 /K2/21 517

Tabel berisi 28 data yang mewakili 28 data faktor latar belakang bahasa daerah, 23 data faktor keterbatasan kode, 19 data faktor penggunaan istilah yang lebih popular, 24 data faktor pembicara dan pribadi pembicara, 15 data faktor mitra bicara, 23 data faktor tempat tinggal dan waktu pembicaraan berlangsung, dan 3 faktor ragam dan tingkat tutur bahasa.

Dokumen terkait