BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Data Hasil Penelitian
Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu instrumen diuji untuk
mengetahui kevalidan dan kelayakannya. Instrumen diuji menggunakan uji
validitas dan uji reliabilitas instrumen. Pre test dilaksanakan di kelas VIII SMP
Negeri 1 Praya Timur. Peneliti menggunakan kelas VIII3 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII4 sebagai kelas eksperimen dan masing-masing kelas terdiri dari 30 peserta didik.
Berdasarkan hasil Pre test pada kelas eksperimen maupun kontrol, pada
kelas eksperimen diperoleh nilai tertinggi adalah 80 dan nilai terendah adalah 5
dengan nilai rata-rata sebesar 40, sedangkan di kelas kontrol diperoleh nilai
tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 20 dengan nilai rata-rata 58. Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1
Praya Timur adalah 70, sehingga dari hasil perhitungan dapat ditentukan ketuntasan
klasikal (ketuntasan peserta didik yang memenuhi KKM) setiap kelas yaitu kelas
eksperimen sebesar 13% dan kelas kontrol sebesar 53% yang diuraikan pada Tabel
Tabel 4.1 Hasil Pre test Kedua Kelas
Aspek Kelas
Eksperimen Kelas Kontrol Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti
Tes Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai Rata-rata Ketuntasan klasikal 30 orang 80 5 40 13% 30 Orang 95 20 58 53%
2. Hasil Uji Instrumen
Instrumen soal post test terdiri atas 10 soal pilihan ganda. Sebelum soal
digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas soal untuk mengetahui
kelayakannya. Soal-soal yang digunakan dalam penelitian ini telah melalui validitas
logis yang telah divalidasi oleh guru IPA Terpadu SMP Negeri 1 Praya Timur yaitu
Zulvina Hartati S.Pd. sehingga layak untuk digunakan. Validitas empiris dilakukan
melalui uji coba instrumen soal, dilakukan pada sekolah SMP 1 Negeri 1 Praya Timur
pada kelas VIII3 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII4 sebagai kelas eksperimen, yang telah mendapatkan materi tentang gejala alam biotik dan abiotik, dengan jumlah
peserta didik 30 orang pada masing-masing kelas. Uji validitas tiap butir soal
instrumen pilihan ganda menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan rTabel
pada taraf signifikan 5% adalah 0,361 dan diperoleh 11 butir soal yang valid dari 20
soal pilihan ganda yang diujikan pada kelas kontrol, sedangkan soal yang tidak valid
20 soal yang diujikan, tidak ada satupun dari soal tersebut yang valid. Dalam post test
hanya digunakan 10 soal pilihan ganda yang sudah valid pada kelas kontrol.
Pertimbangan validitas ini meliputi validitas isi dan validitas susunan serta
penyusunan instrumen tersebut mengikuti langkah-langkah penyusunan instrumen.
Hal ini merujuk pada pernyataan Arikunto (2008) bahwa validitas logis untuk sebuah
instrumen evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi
persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Kondisi valid dipandang terpenuhi
karena instrumen yang bersangkutan sudah dirancang secara baik mengikuti teori dan
ketentuan yang ada, Validitas logis tidak perlu diuji kondisinya tetapi langsung
diperoleh sesudah instrumen tersebut selesai disusun.
Pengujian reliabilitas tes soal pilihan ganda menggunakan rumus KR-20.
Pada kelas kontrol diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,94 yang berarti
reliabilitas soal sangat baik, Sedangkan pada kelas eksperimen diperoleh koefisien
reliabilitas sebesar 0,95 yang berarti reliabilitas soal juga sangat baik.
3. Data Hasil Post test
Data hasil penelitian prestasi belajar peserta didik diperoleh melalui post tes.
Post test dilakukan pada akhir proses pembelajaran. Pemberian post test ini dilakukan
pada kelas kontrol maupun eksperimen. Peserta didik yang mengikuti post test pada
kelas kontrol sebanyak 20 orang peserta didik dan kelas eksperimen sebanyak 22
orang peserta didik.
Berdasarkan hasil post test pada kelas eksperimen maupun kontrol, pada
dengan nilai rata-rata sebesar 64, sedangkan di kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi
adalah 100 dan nilai terendah adalah 40 dengan nilai rata-rata 75. Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) untuk mata pelajaran IPA Terpadu di MTs.N Kelebuh adalah 66,
sehingga dari hasil perhitungan dapat ditentukan ketuntasan klasikal (ketuntasan
peserta didik yang memenuhi KKM) setiap kelas yaitu kelas eksperimen sebesar
54,5% dan kelas kontrol sebesar 85% yang diuraikan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Hasil Pos test Kedua Kelas
Aspek Kelas
Eksperimen Kelas Kontrol Jumlah peserta didik yang mengikuti
tes Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Ketuntasan klasikal 22 orang 100 40 64 54,5% 20 Orang 100 40 75 85%
4. Analisis Data Prestasi Belajar Peserta Didik
Soal yang telah divalidasi digunakan sebagai alat ukur hasil belajar peserta
didik pada materi gejala alam biotik dan abiotik. Post test diikuti oleh 22 peserta
didik kelas eksperimen (VII3) dan 20 peserta didik kelas kontrol (VII2). Post test
dilaksanakan pada pertemuan ketiga dengan alokasi waktu 40 menit. Post test
digunakan 10 soal pilihan ganda karena peneliti melihat minimnya waktu ditetapkan
oleh pihak sekolah. Hasil tes prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen
diperoleh rentang nilai antara 40-100 dengan rata-rata 64, sedangkan pada kelas
kontrol diperoleh rentang nilai antara 40-100 dengan rata-rata 75. Rangkuman
Tabel 4.3 Prestasi Belajar Peserta Didik Kedua Kelas
Aspek Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Nilai rata-rata Varians Ketuntasan klasikal 64 445,33 54,5 % 75 415,79 85%
5. Uji Hipotesis Data Prestasi Belajar Peserta Didik
Pengujian hipotesis data prestasi belajar peserta didik dilakukan dengan
menggunakan uji-t atau uji beda. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka terlebih
dahulu dilakukan uji homogenitas varians (uji-F) kedua kelas untuk menegaskan
data yang akan dianalisis homogen atau tidak.
a) Uji Homogenitas (Uji-F)
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa varians kelas eksperimen
(VII3) yaitu 445,33 yang merupakan varians terbesar dan varians kelas kontrol (VII2) sebesar 415, 79 yang merupakan varians terkecil. Dari kedua data tersebut maka diperoleh nilai Fhitung sebesar 1,07. Nilai Fhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga FTabel yaitu sebesar 2,09 dengan dk pembilang = 19 dan dk penyebut = 21 dan taraf signifikan sebesar 5%, sehingga diperoleh
b) Uji Beda (Uji-t)
Uji hipotesis (uji-t) dihitung dengan menggunakan rumus Polled Varians,
karena jumlah sampel pada kedua kelas tidak sama tetapi varians kedua kelas
homogen. Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung sebesar 1,760. Nilai ini kemudian dikonsultasikan dengan tTabel sebesar 2,021. Untuk melihat harga ttabel digunakan dk = n1+n2-2. Karena thitung < ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dalam penelitian ini ditolak, sehingga
hipotesis nol (Ho) diterima sehingga tidak terdapat pengaruh penggunaan media
pembelajaran flashcard yang dipadukan dengan model pembelajaran kooperatif
tipe group investigation (GI) terhadap prestasi belajar biologi kelas VII MTs.N
Kelebuh tahun ajaran 2013/2014.
6. Analisis Data Motivasi Belajar Peserta Didik
Motivasi belajar peserta didik didapatkan dengan cara memberikan angket
pada masing-masing peserta didik. Angket yang digunakan adalah angket tertutup
yang memiliki pilihan jawaban dan responden tinggal memilih pilihan jawaban mana
yang sesuai dengan keadaan responden. Angket ini peneliti adaptasi dari Suhadi
(2008) dengan model angket ARCS (Attention, Relevance, Confidance, and
Statistification). Angket model ARCS memiliki pernyataan positif dan pernyataan
Tabel 4.4 Penggolongan Pernyataan dalam Angket Motivasi Belajar Peserta Didik Terhadap Pelajaran Berdasarkan Kondisi dan Kriteria
No Kondisi Nomor Pernyataan
Positif Nomor Pernyataan Negatif 1. Perhatian (Attention) 2, 8, 9, 11, 17, 20, 23, 24, 28 12, 15, 22, 29 2. Relevansi (Relevance) 4, 6, 16, 18, 30, 33 26, 31 3. Percaya Diri (Confidance) 1, 13, 25, 35 3, 7, 19 4. Kepuasan (Statistification) 5, 10, 14, 21, 27, 32, 36 34
Pengujian hipotesis data motivasi belajar peserta didik dilakukan dengan
menggunakan uji-t atau uji beda. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka terlebih
dahulu dilakukan uji homogenitas varians (uji-F) kedua kelas untuk menegaskan
data yang akan dianalisis homogen atau tidak.
a) Uji Homogenitas (Uji-F)
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa varians kelas eksperimen
(VII3) yaitu 117,8 yang merupakan varians terbesar dan varians kelas kontrol (VII2) sebesar 61,7 yang merupakan varians terkecil. Dari kedua data tersebut maka diperoleh nilai Fhitung sebesar 1,91. Nilai Fhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga FTabel yaitu sebesar 2,09 dengan dk pembilang = 19 dan dk penyebut = 21 dan taraf signifikan sebesar 5%, sehingga diperoleh Fhitung < FTabel, yang berarti bahwa varians kedua kelompok data homogen.
b) Uji Beda (Uji-t)
Uji hipotesis (uji-t) dihitung dengan menggunakan rumus Polled Varians,
karena jumlah sampel pada kedua kelas tidak sama tetapi varians kedua kelas
homogen. Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung sebesar 2,837. Nilai ini kemudian dikonsultasikan dengan tTabel sebesar 2,021. Untuk melihat harga ttabel digunakan dk = n1+n2-2. Karena thitung lebih besar dari ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima sehingga terdapat
pengaruh penggunaan media pembelajaran flashcard yang dipadukan dengan
model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap motivasi
belajar biologi kelas VII MTs.N Kelebuh tahun ajaran 2013/2014.
7. Data Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Data keterlaksanaan RPP dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan guru
di dalam kelas sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun oleh guru
yang bersangkutan. Observasi ini dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA Terpadu
kelas VII MTs.N Kelebuh yaitu ibu Temy Safitri, S.Pd. yang dilakukan dalam dua
kali pertemuan.
Data keterlaksanaan RPP diperoleh menggunakan lembar observasi yang
berisikan kegiatan pembelajaran mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti,
kegiatan penutup, dan suasana pembelajaran. Pernyataan-pernyataan yang disajikan
tercantum di dalam RPP. Observasi keterlaksanaan RPP dilaksanakan dikedua kelas,
baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen.
Lembar observasi keterlaksanaan RPP berisikan 3 hal yang harus dilakukan
guru dalam proses pembelajaran baik pada kegiatan pendahuluan (terdiri dari
apersepsi dan motivasi belajar), kegiatan inti, kegiatan penutup, dan suasana belajar.
Masing-masing kegiatan pembelajaran memiliki 4 subkegiatan, sehingga kriteria
yang digunakan dalam pemberian skor adalah Baik Sekali (BS) : jika semua (4)
deskriptor yang nampak, Baik (B): jika ada (3) deskriptror yang nampak, Cukup (C):
jika ada (2) deskriptor yang nampak, Kurang (K): jika ada (1) deskriptor yang
nampak, Kurang Sekali (KS): jika tidak ada deskriptor yang nampak.
Hasil observasi keterlaksanaan RPP pada kelas eksperimen pertemuan
pertama dan kedua menunjukkan bahwa peneliti sudah baik dalam proses
pembelajaran karena skenario RPP yang telah dibuat sesuai dengan pelaksanaan
proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti di dalam kelas. Sedangkan
berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan RPP pada kelas kontrol pertemuan
pertama dan kedua dengan observer yang sama, dapat disimpulkan bahwa peneliti
sudah sangat baik dalam melakukan pelaksanaan pembelajaran, karena hampir semua
pernyataan yang tercantum di dalam lembar observasi dilakukan dengan sangat baik
oleh peneliti pada saat pelaksanaan pembelajaran.
Rangkuman hasil observasi yang dilakukan pada kedua kelas baik kelas
pelajaran IPA Terpadu MTs.N Kelebuh tahun ajaran 2013/2014 disajikan dalam tabel
berikut ini.
Tabel 4.6 Hasil Observasi Keterlaksanaan RPP Kedua Kelas
Pertemuan ke-
Kegiatan Pembelajaran Kategori pada Kelas Kontrol Kategori pada Kelas Eksperimen 1 Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi b. Motivasi belajar Baik Baik sekali Baik Baik sekali
Kegiatan Inti Baik sekali Baik sekali
Kegiatan Penutup Baik sekali Cukup
Suasana Belajar Baik sekali Baik sekali
2 Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi belajar b. Apersepsi Baik sekali Baik sekali Baik sekali Baik sekali
Kegiatan Inti Baik sekali Baik sekali
Kegiatan Penutup Baik sekali Baik sekali
Suasana Belajar Baik sekali Baik sekali
8. Data Kegiatan Peserta Didik dalam Belajar
Lembar observasi kegiatan peserta didik dalam belajar bertujuan untuk
merekam banyaknya peserta disuatu kelas yang aktif belajar dan data kualitas
aktivitas belajar peserta didik. Observasi ini dilakukan oleh peneliti sendiri dengan
mengobservasi pada saat proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas.
Lembar observasi kegiatan peserta didik dalam belajar ini berisikan hal-hal
yang menjadi parameter aktivitas dan keaktifan belajar peserta didik dalam proses
belajar mengajar. Terdapat empat hal yang menjadi pokok aktivitas belajar peserta
pengetahuan yang dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh peserta didik; peserta didik
melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran; peserta didik
mengkomunikasikan sendiri hasil pemikirannya; dan peserta didik berfikir reflektif.
Pokok-pokok aktivitas di atas peneliti adaptasi dari Mukham (2013) serta
masing-masing aktivitas dan pokok aktivitas memiliki kualitas keaktifannya
tersendiri, dengan skor 1 apabila banyak peserta didik yang aktif 0% - > 20% ; skor 2
apabila banyak peserta didik yang aktif 20% - > 40% ; 3 apabila banyak peserta didik
yang aktif 40% - > 60%; skor 4 apabila banyak peserta didik yang aktif 60% - 80% ;
skor 5 apabila banyak peserta didik yang aktif mencapai 80%-100%. Sedangkan
untuk kualitas masing-masing aktivitas belajar dan rata-rata kualitas keaktifan belajar
pada setiap pokok-pokok aktivitas memiliki kriteria yaitu pada skor 1 = sangat
kurang; skor 2 = kurang; skor 3 = cukup; skor 4 = baik; dan skor 5 = baik sekali.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti
mendapatkan data pada kedua kelas baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen
yang akan disajikan dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.7 Hasil Observasi Kegiatan Peserta Didik dalam Mengajar
Pertemuan ke- Aktivitas Peserta Didik dalam Belajar Skor Rata-rata Kelas kontrol Kriteria Kelas Kontrol Skor Rata-rata kelas Eksprimen Kriteria kelas Eksperimen 1 Pengetahuan yang dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh peserta didik 3 Cukup 4 Baik Peserta didik melakukan sesuatu untuk memahami 2 Kurang 3 Cukup
materi pelajaran; Peserta didik mengkomunikas ikan sendiri hasil pemikirannya 2 Kurang 4 Baik Peserta didik
berfikir reflektif 2 Kurang 3 Cukup
2 Pengetahuan yang dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh peserta didik 3 Cukup 4 Baik Peserta didik melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran; 2 Kurang 3 Cukup Peserta didik mengkomunikas ikan sendiri hasil pemikirannya 2 Kurang 4 Baik Peserta didik
berfikir reflektif 3 Cukup 3 Cukup