• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Hasil Penelitian

Dalam dokumen PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN F (Halaman 70-81)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Hasil Penelitian

Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu instrumen diuji untuk

mengetahui kevalidan dan kelayakannya. Instrumen diuji menggunakan uji

validitas dan uji reliabilitas instrumen. Pre test dilaksanakan di kelas VIII SMP

Negeri 1 Praya Timur. Peneliti menggunakan kelas VIII3 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII4 sebagai kelas eksperimen dan masing-masing kelas terdiri dari 30 peserta didik.

Berdasarkan hasil Pre test pada kelas eksperimen maupun kontrol, pada

kelas eksperimen diperoleh nilai tertinggi adalah 80 dan nilai terendah adalah 5

dengan nilai rata-rata sebesar 40, sedangkan di kelas kontrol diperoleh nilai

tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 20 dengan nilai rata-rata 58. Kriteria

Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1

Praya Timur adalah 70, sehingga dari hasil perhitungan dapat ditentukan ketuntasan

klasikal (ketuntasan peserta didik yang memenuhi KKM) setiap kelas yaitu kelas

eksperimen sebesar 13% dan kelas kontrol sebesar 53% yang diuraikan pada Tabel

Tabel 4.1 Hasil Pre test Kedua Kelas

Aspek Kelas

Eksperimen Kelas Kontrol Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti

Tes Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai Rata-rata Ketuntasan klasikal 30 orang 80 5 40 13% 30 Orang 95 20 58 53%

2. Hasil Uji Instrumen

Instrumen soal post test terdiri atas 10 soal pilihan ganda. Sebelum soal

digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas soal untuk mengetahui

kelayakannya. Soal-soal yang digunakan dalam penelitian ini telah melalui validitas

logis yang telah divalidasi oleh guru IPA Terpadu SMP Negeri 1 Praya Timur yaitu

Zulvina Hartati S.Pd. sehingga layak untuk digunakan. Validitas empiris dilakukan

melalui uji coba instrumen soal, dilakukan pada sekolah SMP 1 Negeri 1 Praya Timur

pada kelas VIII3 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII4 sebagai kelas eksperimen, yang telah mendapatkan materi tentang gejala alam biotik dan abiotik, dengan jumlah

peserta didik 30 orang pada masing-masing kelas. Uji validitas tiap butir soal

instrumen pilihan ganda menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan rTabel

pada taraf signifikan 5% adalah 0,361 dan diperoleh 11 butir soal yang valid dari 20

soal pilihan ganda yang diujikan pada kelas kontrol, sedangkan soal yang tidak valid

20 soal yang diujikan, tidak ada satupun dari soal tersebut yang valid. Dalam post test

hanya digunakan 10 soal pilihan ganda yang sudah valid pada kelas kontrol.

Pertimbangan validitas ini meliputi validitas isi dan validitas susunan serta

penyusunan instrumen tersebut mengikuti langkah-langkah penyusunan instrumen.

Hal ini merujuk pada pernyataan Arikunto (2008) bahwa validitas logis untuk sebuah

instrumen evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi

persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Kondisi valid dipandang terpenuhi

karena instrumen yang bersangkutan sudah dirancang secara baik mengikuti teori dan

ketentuan yang ada, Validitas logis tidak perlu diuji kondisinya tetapi langsung

diperoleh sesudah instrumen tersebut selesai disusun.

Pengujian reliabilitas tes soal pilihan ganda menggunakan rumus KR-20.

Pada kelas kontrol diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,94 yang berarti

reliabilitas soal sangat baik, Sedangkan pada kelas eksperimen diperoleh koefisien

reliabilitas sebesar 0,95 yang berarti reliabilitas soal juga sangat baik.

3. Data Hasil Post test

Data hasil penelitian prestasi belajar peserta didik diperoleh melalui post tes.

Post test dilakukan pada akhir proses pembelajaran. Pemberian post test ini dilakukan

pada kelas kontrol maupun eksperimen. Peserta didik yang mengikuti post test pada

kelas kontrol sebanyak 20 orang peserta didik dan kelas eksperimen sebanyak 22

orang peserta didik.

Berdasarkan hasil post test pada kelas eksperimen maupun kontrol, pada

dengan nilai rata-rata sebesar 64, sedangkan di kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi

adalah 100 dan nilai terendah adalah 40 dengan nilai rata-rata 75. Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) untuk mata pelajaran IPA Terpadu di MTs.N Kelebuh adalah 66,

sehingga dari hasil perhitungan dapat ditentukan ketuntasan klasikal (ketuntasan

peserta didik yang memenuhi KKM) setiap kelas yaitu kelas eksperimen sebesar

54,5% dan kelas kontrol sebesar 85% yang diuraikan pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Hasil Pos test Kedua Kelas

Aspek Kelas

Eksperimen Kelas Kontrol Jumlah peserta didik yang mengikuti

tes Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata Ketuntasan klasikal 22 orang 100 40 64 54,5% 20 Orang 100 40 75 85%

4. Analisis Data Prestasi Belajar Peserta Didik

Soal yang telah divalidasi digunakan sebagai alat ukur hasil belajar peserta

didik pada materi gejala alam biotik dan abiotik. Post test diikuti oleh 22 peserta

didik kelas eksperimen (VII3) dan 20 peserta didik kelas kontrol (VII2). Post test

dilaksanakan pada pertemuan ketiga dengan alokasi waktu 40 menit. Post test

digunakan 10 soal pilihan ganda karena peneliti melihat minimnya waktu ditetapkan

oleh pihak sekolah. Hasil tes prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen

diperoleh rentang nilai antara 40-100 dengan rata-rata 64, sedangkan pada kelas

kontrol diperoleh rentang nilai antara 40-100 dengan rata-rata 75. Rangkuman

Tabel 4.3 Prestasi Belajar Peserta Didik Kedua Kelas

Aspek Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Nilai rata-rata Varians Ketuntasan klasikal 64 445,33 54,5 % 75 415,79 85%

5. Uji Hipotesis Data Prestasi Belajar Peserta Didik

Pengujian hipotesis data prestasi belajar peserta didik dilakukan dengan

menggunakan uji-t atau uji beda. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka terlebih

dahulu dilakukan uji homogenitas varians (uji-F) kedua kelas untuk menegaskan

data yang akan dianalisis homogen atau tidak.

a) Uji Homogenitas (Uji-F)

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa varians kelas eksperimen

(VII3) yaitu 445,33 yang merupakan varians terbesar dan varians kelas kontrol (VII2) sebesar 415, 79 yang merupakan varians terkecil. Dari kedua data tersebut maka diperoleh nilai Fhitung sebesar 1,07. Nilai Fhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga FTabel yaitu sebesar 2,09 dengan dk pembilang = 19 dan dk penyebut = 21 dan taraf signifikan sebesar 5%, sehingga diperoleh

b) Uji Beda (Uji-t)

Uji hipotesis (uji-t) dihitung dengan menggunakan rumus Polled Varians,

karena jumlah sampel pada kedua kelas tidak sama tetapi varians kedua kelas

homogen. Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung sebesar 1,760. Nilai ini kemudian dikonsultasikan dengan tTabel sebesar 2,021. Untuk melihat harga ttabel digunakan dk = n1+n2-2. Karena thitung < ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dalam penelitian ini ditolak, sehingga

hipotesis nol (Ho) diterima sehingga tidak terdapat pengaruh penggunaan media

pembelajaran flashcard yang dipadukan dengan model pembelajaran kooperatif

tipe group investigation (GI) terhadap prestasi belajar biologi kelas VII MTs.N

Kelebuh tahun ajaran 2013/2014.

6. Analisis Data Motivasi Belajar Peserta Didik

Motivasi belajar peserta didik didapatkan dengan cara memberikan angket

pada masing-masing peserta didik. Angket yang digunakan adalah angket tertutup

yang memiliki pilihan jawaban dan responden tinggal memilih pilihan jawaban mana

yang sesuai dengan keadaan responden. Angket ini peneliti adaptasi dari Suhadi

(2008) dengan model angket ARCS (Attention, Relevance, Confidance, and

Statistification). Angket model ARCS memiliki pernyataan positif dan pernyataan

Tabel 4.4 Penggolongan Pernyataan dalam Angket Motivasi Belajar Peserta Didik Terhadap Pelajaran Berdasarkan Kondisi dan Kriteria

No Kondisi Nomor Pernyataan

Positif Nomor Pernyataan Negatif 1. Perhatian (Attention) 2, 8, 9, 11, 17, 20, 23, 24, 28 12, 15, 22, 29 2. Relevansi (Relevance) 4, 6, 16, 18, 30, 33 26, 31 3. Percaya Diri (Confidance) 1, 13, 25, 35 3, 7, 19 4. Kepuasan (Statistification) 5, 10, 14, 21, 27, 32, 36 34

Pengujian hipotesis data motivasi belajar peserta didik dilakukan dengan

menggunakan uji-t atau uji beda. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka terlebih

dahulu dilakukan uji homogenitas varians (uji-F) kedua kelas untuk menegaskan

data yang akan dianalisis homogen atau tidak.

a) Uji Homogenitas (Uji-F)

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa varians kelas eksperimen

(VII3) yaitu 117,8 yang merupakan varians terbesar dan varians kelas kontrol (VII2) sebesar 61,7 yang merupakan varians terkecil. Dari kedua data tersebut maka diperoleh nilai Fhitung sebesar 1,91. Nilai Fhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga FTabel yaitu sebesar 2,09 dengan dk pembilang = 19 dan dk penyebut = 21 dan taraf signifikan sebesar 5%, sehingga diperoleh Fhitung < FTabel, yang berarti bahwa varians kedua kelompok data homogen.

b) Uji Beda (Uji-t)

Uji hipotesis (uji-t) dihitung dengan menggunakan rumus Polled Varians,

karena jumlah sampel pada kedua kelas tidak sama tetapi varians kedua kelas

homogen. Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung sebesar 2,837. Nilai ini kemudian dikonsultasikan dengan tTabel sebesar 2,021. Untuk melihat harga ttabel digunakan dk = n1+n2-2. Karena thitung lebih besar dari ttabel maka hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima sehingga terdapat

pengaruh penggunaan media pembelajaran flashcard yang dipadukan dengan

model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap motivasi

belajar biologi kelas VII MTs.N Kelebuh tahun ajaran 2013/2014.

7. Data Keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Data keterlaksanaan RPP dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan guru

di dalam kelas sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun oleh guru

yang bersangkutan. Observasi ini dilakukan oleh guru mata pelajaran IPA Terpadu

kelas VII MTs.N Kelebuh yaitu ibu Temy Safitri, S.Pd. yang dilakukan dalam dua

kali pertemuan.

Data keterlaksanaan RPP diperoleh menggunakan lembar observasi yang

berisikan kegiatan pembelajaran mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti,

kegiatan penutup, dan suasana pembelajaran. Pernyataan-pernyataan yang disajikan

tercantum di dalam RPP. Observasi keterlaksanaan RPP dilaksanakan dikedua kelas,

baik pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen.

Lembar observasi keterlaksanaan RPP berisikan 3 hal yang harus dilakukan

guru dalam proses pembelajaran baik pada kegiatan pendahuluan (terdiri dari

apersepsi dan motivasi belajar), kegiatan inti, kegiatan penutup, dan suasana belajar.

Masing-masing kegiatan pembelajaran memiliki 4 subkegiatan, sehingga kriteria

yang digunakan dalam pemberian skor adalah Baik Sekali (BS) : jika semua (4)

deskriptor yang nampak, Baik (B): jika ada (3) deskriptror yang nampak, Cukup (C):

jika ada (2) deskriptor yang nampak, Kurang (K): jika ada (1) deskriptor yang

nampak, Kurang Sekali (KS): jika tidak ada deskriptor yang nampak.

Hasil observasi keterlaksanaan RPP pada kelas eksperimen pertemuan

pertama dan kedua menunjukkan bahwa peneliti sudah baik dalam proses

pembelajaran karena skenario RPP yang telah dibuat sesuai dengan pelaksanaan

proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti di dalam kelas. Sedangkan

berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan RPP pada kelas kontrol pertemuan

pertama dan kedua dengan observer yang sama, dapat disimpulkan bahwa peneliti

sudah sangat baik dalam melakukan pelaksanaan pembelajaran, karena hampir semua

pernyataan yang tercantum di dalam lembar observasi dilakukan dengan sangat baik

oleh peneliti pada saat pelaksanaan pembelajaran.

Rangkuman hasil observasi yang dilakukan pada kedua kelas baik kelas

pelajaran IPA Terpadu MTs.N Kelebuh tahun ajaran 2013/2014 disajikan dalam tabel

berikut ini.

Tabel 4.6 Hasil Observasi Keterlaksanaan RPP Kedua Kelas

Pertemuan ke-

Kegiatan Pembelajaran Kategori pada Kelas Kontrol Kategori pada Kelas Eksperimen 1 Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi b. Motivasi belajar Baik Baik sekali Baik Baik sekali

Kegiatan Inti Baik sekali Baik sekali

Kegiatan Penutup Baik sekali Cukup

Suasana Belajar Baik sekali Baik sekali

2 Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi belajar b. Apersepsi Baik sekali Baik sekali Baik sekali Baik sekali

Kegiatan Inti Baik sekali Baik sekali

Kegiatan Penutup Baik sekali Baik sekali

Suasana Belajar Baik sekali Baik sekali

8. Data Kegiatan Peserta Didik dalam Belajar

Lembar observasi kegiatan peserta didik dalam belajar bertujuan untuk

merekam banyaknya peserta disuatu kelas yang aktif belajar dan data kualitas

aktivitas belajar peserta didik. Observasi ini dilakukan oleh peneliti sendiri dengan

mengobservasi pada saat proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas.

Lembar observasi kegiatan peserta didik dalam belajar ini berisikan hal-hal

yang menjadi parameter aktivitas dan keaktifan belajar peserta didik dalam proses

belajar mengajar. Terdapat empat hal yang menjadi pokok aktivitas belajar peserta

pengetahuan yang dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh peserta didik; peserta didik

melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran; peserta didik

mengkomunikasikan sendiri hasil pemikirannya; dan peserta didik berfikir reflektif.

Pokok-pokok aktivitas di atas peneliti adaptasi dari Mukham (2013) serta

masing-masing aktivitas dan pokok aktivitas memiliki kualitas keaktifannya

tersendiri, dengan skor 1 apabila banyak peserta didik yang aktif 0% - > 20% ; skor 2

apabila banyak peserta didik yang aktif 20% - > 40% ; 3 apabila banyak peserta didik

yang aktif 40% - > 60%; skor 4 apabila banyak peserta didik yang aktif 60% - 80% ;

skor 5 apabila banyak peserta didik yang aktif mencapai 80%-100%. Sedangkan

untuk kualitas masing-masing aktivitas belajar dan rata-rata kualitas keaktifan belajar

pada setiap pokok-pokok aktivitas memiliki kriteria yaitu pada skor 1 = sangat

kurang; skor 2 = kurang; skor 3 = cukup; skor 4 = baik; dan skor 5 = baik sekali.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti

mendapatkan data pada kedua kelas baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen

yang akan disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.7 Hasil Observasi Kegiatan Peserta Didik dalam Mengajar

Pertemuan ke- Aktivitas Peserta Didik dalam Belajar Skor Rata-rata Kelas kontrol Kriteria Kelas Kontrol Skor Rata-rata kelas Eksprimen Kriteria kelas Eksperimen 1 Pengetahuan yang dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh peserta didik 3 Cukup 4 Baik Peserta didik melakukan sesuatu untuk memahami 2 Kurang 3 Cukup

materi pelajaran; Peserta didik mengkomunikas ikan sendiri hasil pemikirannya 2 Kurang 4 Baik Peserta didik

berfikir reflektif 2 Kurang 3 Cukup

2 Pengetahuan yang dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh peserta didik 3 Cukup 4 Baik Peserta didik melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran; 2 Kurang 3 Cukup Peserta didik mengkomunikas ikan sendiri hasil pemikirannya 2 Kurang 4 Baik Peserta didik

berfikir reflektif 3 Cukup 3 Cukup

Dalam dokumen PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN F (Halaman 70-81)

Dokumen terkait