• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

D. Instrumen Penelitian

6. Data Hasil Tes Uji Coba Kemampuan Berpikir Kritis Matematis

Tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam penelitian ini terdiri dari 8 soal berbentuk uraian, adapun pokok bahasannya mengenai Bilangan Desimal. Penilaian untuk jawaban berpikir kritis matematis siswa disesuaikan dengan keadaan soal dan hal-hal yang ditanyakan, adapun pedoman penilaian untuk kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut ini:

Tabel 3.5

Pedoman Penskoran Kemampuan Berpikir Kritis Indikator Kemampuan

Berpikir Kritis

Responsiswa Terhadap Soal Skor

Menyimpulkan dari fakta yang diobservasi tentang pengubahan pecahan biasa ke desimal.

Tidak menjawab atau memberikan jawaban yang salah

0

Dapat menemukan fakta,data dan konsep tapi belum bisa menyimpulkan antara fakta dan konsep yang didapat.

45

Elin Ruslina, 2015

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Indikator Kemampuan Berpikir Kritis

Responsiswa Terhadap Soal Skor

Menemukan fakta dan konsep serta bisa menyimpulkan serta salah dalam melakukan perhitungan

2

Bisa menemukan fakta dan konsep dan bisa menyimpulkan serta benar dalam melakukan perhitungannya.

3

Bisa menemukan fakta dan konsep dan bisa menyimpulkan serta benar dalam melakukan perhitungannya dan dapat memberikan alasan.

4

Mengemukakan pendapat dari suatu asumsi yang dianggap benar. Pada pecahan senilai.

Tidak menjawab atau memberikan jawaban yang salah

0

Menjawab pertanyaan tapi belum memberikan jawaban yang tepat

1

Menjawab pertanyaan dan memberikan jawaban yang tepat tapi tidak memberikan kesimpulan

2

Menjawab pertanyaan dan memberikan memberikan jawaban yang tepat tapi belum memberikan kesimpulan yang tepat

3

Menjawab pertanyaan dan memberikan jawaban yang tepat serta memberikan kesimpulan yang tepat

4

Mengambil/menentukan kesimpulan dari beberapa

kategori tentang

penjumlahan dan

Tidak menjawab atau memberikan jawaban yang salah

0

Dapat menemukan informasi dari data yang diberikan tapi masih keliru dalam

Elin Ruslina, 2015

Indikator Kemampuan Berpikir Kritis

Responsiswa Terhadap Soal Skor

pengurangan pecahan desimal.

menjawab soal tersebut

Dapat menemukan informasi dari data yang diberikan tapi strtegi yang digunakan belum tepat.

2

Dapat menemukan informasi dari data yang diberikan tapi strtegi yang digunakan sudah tepat tapi belum bisa menyimpulkan.

3

Dapat menemukan informasi dari data yang diberikan dan strategi yang digunakan sudah tepat dan benar.

4

Membuat kesimpulan yang logis berdasarkan informasi

Tidak menjawab atau memberikan jawaban yang salah

0

Dapat menemukan informasi dari soal yang diajukan tetapi masih keliru dalam menghitung soal tersebut

1

Strategi yang digunakan tepat tapi jawaban salah

2

Jawaban benar, dan bukti bahwa strategi yang digunakan tepat, namun pelaksanaan strategi tidak sepenuhnya jelas

3

Dapat menemukan informasi,

memfokuskan jawaban pada pertanyaan yang diajukan, menjawab pertanyaan dengan tepat dan menyimpulkan berdasarkan fakta.

4

47

Elin Ruslina, 2015

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Indikator Kemampuan Berpikir Kritis

Responsiswa Terhadap Soal Skor

pernyataan tentang pengubahan decimal ke persen

jawaban yang salah

Menemukan dan mendeteksi hal-hal yang penting dari soal yang diberikan.

1

Menemukan dan mendeteksi hal-hal yang penting , tetapi membuat kesimpulan yang salah

2

Menemukan dan mendeteksi hal-hal yang penting , serta kesimpulan yang benar, tetapi melakukan kesalahan dalam perhitungan

3

Menemukan dan mendeteksi hal-hal yang penting , serta kesimpulan yang benar, tetapi melakukan perhitungan yang benar

4

Sebelum soal tes kemampuan berpikir kritis matematis tersebut digunakan, terlebih dahulu divalidasi untuk melihat validitas isi dan validitas mukanya oleh dosen pembimbing dan tiga dosen matematika. Validitas isi perlu dilakukan untuk mengetahui tanggapan penimbang terhadap kesahihan instrumen dengan materi yang akan ditanyakan, baik menurut per butir soal maupun menurut soalnya secara menyeluruh. Sedangkan validitas muka dilakukan untuk melihat kejelasan soal tes dari segi bahasa, redaksi, sajian, dan akurasi gambar atau ilustrasi.

Selanjutnya, soal yang validasi isi dan validasi mukanya telah sesuai kemudian diujicobakan pada tanggal 10 April 2015 kepada 3 siswa kelas V dari sekolah di luar subjek sampel untuk dapat mengetahui apakah soal tersebut dapat dipahami oleh siswa serta penentuan alokasi waktu tes yang ideal. Hasil yang diperoleh keseluruhan siswa dapat memahami maksud dari soal dengan alokasi waktu 60 menit. Secara lengkap, kisi-kisi dan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan penyelesaiannya dapat dilihat pada lampiran A.

Elin Ruslina, 2015

Sebagai langkah analisis empiris untuk mengetahui validitas butir soal, realibilitas tes, daya pembeda butir soal dan tingkat kesukaran butir soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, pada tanggal 16 April 2015 soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis diujicobakan kepada 39 orang siswa kelas V SD IT Persis Garut. Sekolah ini dipilih menjadi tempat uji coba, karena sekolah ini merupakan sekolah swasta yang berstandar Nasional (SSN) sehingga siswanya dianggap dapat menyelesaikan soal-soal yang memerlukan kemampuan berpikir kritis.

Data hasil ujicoba serta perhitungan validitas, realibilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran soal kemampuan kemampuan berpikir kritis matematis selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran B. Perhitungan perangkat instrumen soal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan perangkat Microsoft excel.

Adapun hasil perhitungan hasil analisis secara keseluruhan dari validitas butir soal, realibilitas tes, daya pembeda butir soal, dan tingkat kesukaran butir soal untuk soal kemampuan pemecahan masalah, seperti pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6

Karakteristik Tes Berpikir Kritis Matematis

No Soal

Validitas Daya Pembeda Tingkat

Kesukaran Keterangan rxy Tafsiran DP Tafsiran TK Tafsiran Soal dipakai 1 0,636 Valid 0,288 Cukup 0,644 Sedang Soal dipakai 2 0,679 Valid 0,538 Baik 0,596 Sedang Soal dipakai 3 0,657 Valid 0,308 Cukup 0,635 Sedang Soal dipakai 4 0,666 Valid 0,269 Cukup 0,712 Mudah Soal dipakai 5 0,652 Valid 0,462 Baik 0,692 Sedang Soal dipakai 6 0,722 Valid 0,635 Baik 0,337 Sedang Soal dipakai 7 0,678 Valid 0,481 Baik 0,317 Sedang Soal dipakai 8 0,622 Valid 0,269 Cukup 0,192 Sukar Soal dipakai Reliabilitas 0,795 Tinggi Signifikan

Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa 8 soal untuk tes kemampuan berpikir kritis valid, mempunyai nilai realibilitas yang tinggi, daya pembeda baik dan tingkat kesukaran soal 6 soal sedang, 1 soal mudah, dan 1 soal sukar.

49

Elin Ruslina, 2015

PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION

TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dengan demikian, melihat hasil analisis secara keseluruhan dari validitas butir soal, reliabilitas tes, daya pembeda butir soal, dan tingkat kesukaran butir soal, maka instrumen tes berpikir kritis matematis dianggap memenuhi semua kriteria dan dapat digunakan dalam penelitian.

7. Data Hasil Tes Uji Coba Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Dokumen terkait