A. Metodologi Penelitian
A. 1. Sejarah SMK N 1 Salatiga
2. Data Informan
a) Guru ini merupakan koordinator guru-guru pendidikan agama Islam di SMK N 1 Salatiga. Orangnya agak kurus, rumah beliau di Perumahan Pondok Telaga Mukti II, Tingkir Salatiga. Pendidikan terakhir beliau adalah SI PAI di IAIN Walisongo semarang, beliau juga menjadi pembina pramuka di tempatnya mengajar. Selain sebagai guru beliau juga sering diminta ngisi-ngisi pengajian di tempatnya ia tinggal. Dan
beliau berinisial Un.
b) Orang ini berinisial Mu, kecil tetapi perawakanya tegas seperti layaknya laki-laki maklum suami beliau adalah polisi, beliau memang termasuk guru baru di SMK N 1 Salatiga. Beliau guru pindahan dari SMA N 2 Salatiga. la tinggal di Bener, Kab. Semarang atau tepatnya didekat pabrik Mulyojati. Pendidikan terakhir beliau adalah Sarjana Muda PAI di IAIN Walisongo Semarang. Saat ini beliau masih merampungkan studi Sl-nya di STAIN Salatiga.
c) Perawakanya ramah dan enak diajak bicara tetapi ia agak gendut selain sibuk dikegiatan pramuka ia juga sibuk di OSIS maklum karena ia menjabat ketua OSIS SMK N 1 Salatiga periode ini. Ia tinggal di Perumahan Tingkir Indah, di SMK N 1 Salatiga ia mengambil Jurusan Tata Boga. Ia berinisial Ay.
d) Ketika kita memandang sekilas bocah ini pasti kita akan terpesona. Ia berinisial Ul, tinnggal di Grogol, Salatiga atau tepatnya di Pondok Pesantren AL-Falah selain sebagai siswa ia juga menjabat ketua SKI di Sekolahnya. Ia bercita-cita menjadi seorang koki makanya ia mengambil jurusan Tata Boga.
e) Siswa yang satu ini menjadi orang sangat penting di organisasi pramuka bagaimana tidak soalnya ia menjabat sebagai ketua pramuka di tempat ia mencari ilmu. Ia berinisial Id, tinggal di Bubudan, Sumberejo. Mungkin cita-citanya ia ingin jadi wiraswatawan sehingga ia mengambil jurusan Penjualan.
f) Siswa ini mengambil jurusan Adminitrasi Perkantoran ditempatnya ia belajar. Ia berinisial Ra, tinggal di Cengek, Tingkir Salatiga oleh teman- temanya ia biasa dipanggil lemot. Dia pemah magang di STAIN Salatiga selama ± 4 bulan tepatnya di UPT Perpustakaan.
g) Siswa yang satu ini tinggal didekat stadion Kridanggo atau tepatnya di jalan Kridanggo No.30 A Salatiga, ia mengambil jurusan Tata Boga ditempatnya ia menimba ilmu. Anaknya agak gendut dan selalu sibuk
dengan barang elektronnik-nya (handphone). Di rumahnya ia sering dipanggil Tandos. la berinisial Ta.
B. Gambaran Pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL)
1. Pengertian Dakwah Sistem Langsung (DSL).
Pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL) merupakan program pembinaan keagamaan siswa yang terintregrasi antara Proses Belajar Mengajar (KBM) di kelas (intra) dan kegiatan siswa di luar jam pelajaran atau tatap muka (ekstra).42 Dari penjelasan diatas penulis dapat memahami maksud dari pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam penelitian ini yaitu pendekatan yang lebih mengutamakan bimbingan keagamaan yang dilakukan oleh teman sebaya-nya secara berkeiompok didalam dan luar sekolah dengan pertemuan sepekan sekali, dengan waktu pelaksanaan berdasarkan kesepakatan kelompoknya masing-masing tetapi masih dalam koordinasi guru Pendidikan Agama Islam.
2. Ciri-ciri Dakwah Sistem Langsung (DSL).
a. Menggunakan kitab A1 Qur’an dalam setiap pembelajaran b. Adanya mentor sebaya dalam belajar kelompok
c. Menggunakan Buku Mentor
d. Mengedepankan pemahaman dari pada hafalan43 e. Melibatkan semua elemen yang ada di sekolah
4~ TIM IMTAQ MGMP PAI SMK, Straiegi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK, Kirana Cakra Buana, Jakarta, 2003, him. 6
f. Guru hanya menjadi fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)
g. Penilaianya tidak hanya dari guru Agama Islam44 3. Komponen-komponen Dakwah Sistem Langsung (DSL).
a. Wali Kelas
b. Guru Pendidikan Agama Islam c. Guru BP
d. Pengurus Seksi Kerohanian Islam (SKI) OSIS45 e. Orang tua46
4. Tahapan-tahapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan Pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL).
- Pertama ; Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas
Strategi kegiatan belajar mengajar di kelas yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam ditempuh dengan pola pendekatan Al- Qur’an, langkah-Iangkah yang harus dilakukan sebagai berikut: a. Pentahapan.
• Tahap I ; 10-15 menit : Mengecek, mengulang, bacaan Al- Qur’an siswa.
• Tahap II ; 50-60 menit : Pembahasan materi pokok sesuai dengan persiapan dengan memakai modul bahan ajar “Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan A l-Q ur’an
44 Wawancara dengan guru Agama SMK N I Salatiga, 5 Desember 2006
45 Wawancara dengan guru Agama SMK N 1 Salatiga, 5 Desember 2006
untuk SM K ” yang disusun oleh Tim IMTAQ-MGMP Pendidikan Agama Islam SMK.
• Tahap III ; 10-15 menit : Mengontrol dan memeriksa kegiatan keagamaan yang dilakukan siswa dalam “Buku Praktikum dan Penilaian Pendidikan Agama Islam ”.
b. Pembahasan Materi
• Pengantar tentang materi yang akan dipelajari, manfaat materi tersebut dalam meningkatkan pemahaman. pengalaman atau kesadaran beragama dan tujuan pendidikan. • Pembahasan materi diawali dengan salah satu siswa
membaca ayat Al Qur’an dan terjemahanya yang menjadi pokok bahasan. Dapat diteruskan ayat-ayat munasabah (ayat yang berhubungan) yang tersedia di buku Modul Bahan Ajar. • Test penguasaan bahan dan pemahaman. guru bertanya siswa
menjawab.
• Konsolidasi, sebagai usaha pembetulan pemahaman siswa yang kurang pas terhadap materi yang dipelajari.
Kedua ; Kegiatan mentoring pendidikan agama Islam yang
diselenggarakan di luar jam sekolah.
Mentoring Pendidikan Agama Islam adalah suatu kegiatan pembinaan siswa yang beriangsung secara periodik dengan bimbingan seorang mentor. Pola pendekatan teman sebaya (friendship) yang diterapkan, menjadikan program ini lebih menarik.
efektif serta memiliki keunggulan tersendiri. Mentor Pendidikan Agama Islam dilakukan di Iuar kelas ditujukan untuk mengajak para siswa untuk lebih mengenal, mencintai dan mengamalkan ajaran Islam dengan metode pendekatan “Kakak Adik" yaitu belajar bersama selayaknya dengan kakak kita sendiri, jadi ketika para siswa tidak paham dengan materi yang dibahas maka, para siswa tidak malu untuk bertanya begitu sebaliknya jika sang mentor belum paham materi yang dibahas maka, para siswa menjelaskan materi tersebut. Untuk itu, disiapkan beberapa perangkat pendukung kegiatan mentoring Pendidikan Agama Islam, terdiri dari : Materi Mentoring, kurikulum atau silabus dan metode penyampaian Mentoring Pendidikan Agama Islam.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghilangkan kendala komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa di kelas. Mentor diharapkan menjadi kakak dan menjadi tempat mengeluarkan isi hati bagi para anggota mentoring. Kemudian, melalui komunikasi dua arah dan hubungan kekeluargaan, diharapkan mentor dapat memasukan nilai-nilai keimanan dan keislaman kepada anggota kelompoknya.
Ketiga ; Kegiatan Mandiri Siswa a. Kegiatan Keagamaan di Sekolah
b. Kegiatan Keagamaan di Rumah/Keluarga c. Kegiatan Keagamaan di Masyarakat
5. Prinsip-prinsip Dakwah Sistem Langsung (DSL).
Prinsip yang digunakan dalam pelaksanaan mentoring Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut:
a. Pelaksanaan mentoring hams menarik (Fun) b. Pelaksanaan mentoring hams selalu segar (Fresh)
c. Peserta mencurahkan perhatian sepenuhnya pada proses mentoring (Focus)47
d. Hubungan mentor dan peserta mentoring selayaknya teman sebaya (Friendly)48
6. Indikator keberhasilan Pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL). a. Meningkatnya hasil belajar siswa dari pada hasil belajar siswa yang
diajar dengan metode pendekatan konvensional.
b. Meningkatnya ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 95% dibandingkan siswa yang diajarkan dengan metode konvensional dengan ketuntasan materi hanya sampai 40%.49
c. Terjadi pembahan signifikan terhadap perilaku siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dan peningkatan pengamalan Agama Islam.50
d. Suasana lingkungan sekolah mendukung baik pengajar umum maupun pengajar keahlian.51
47 Taufik Yuwono, Fakhrudin, Andra Prima Putra, Pembinaan Agama Mela/ui Pendekaian Kelompok Sebaya (Mentoring) (Jntuk Menurunkan Angka Tawuran Pelajar SMA/SMK (Studi Kasus : Pelaksanaan Mentoring Agama Islam di DKI Jakarta). Institut Teknologi Scpuluh Nopembcr (ITS), Surabaya, 2004
48 Taufik Yuwono, Fakhrudin, Andra Prima Putra. Loc.cit.
C. Latar belakang penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam