• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS

2.2 Data

2.2.1 Data Permasalahan

Membaca adalah salah satu cara untuk belajar, banyak ilmu yang bisa didapat dari membaca. Jika kebiasaan membaca di tanamkan sejak dini maka selanjutnya minat baca pada anak tersebut akan mengalir terus sepanjang hidupnya.

Membaca dapat di mulai dengan pengenalan huruf, banyak sekali masyarakat yang menganggap pengenalan huruf nanti akan di tanamkan di Taman Kanak-Kanak dan di Sekolah Dasar, akan tetapi hal tersebut di cekal oleh pihak Sekolah Dasar tuturnya dalam wawancara dengan seksi PAUD dan Kesetaraan Bapak Drs.Supomo PA (42 tahun) pada tanggal 23 Desember 2014.

Guru pada Sekolah Dasar mengalami kesulitan karena sejak dini anak belum mengerti sama sekali tentang huruf, terlebih tentang membaca.

Seringkali Orang Tua menganggap bahwa anak-anak tidak perlu di ajarkan membaca dirumah, karena sudah cukup dapat pelajaran di sekolah. Orang Tua berfikir mereka mengeluarkan uang banyak akan menghasilkan anak yang cerdas dan dapat membaca dengan benar. Akan tetapi terkadang anak-anak lebih menyukai orang terdekat mereka yang mengajarkan, mungkin karena mereka merasa lebih nyaman.

Anak-anak lebih suka bermain dan menonton tv, mereka lebih tertarik dengan hal-hal yang baru, seperti bentuk-bentuk gambar yang lucu. Rasa ingin tahu mereka cukup tinggi akan tetapi anak-anak cenderung kurang tertarik dengan membaca.

Konsentrasi pada anak usia PAUD 3-5 tahun masih sangat rendah, tetapi konsentrasi pada mereka dapat di tanamkan melalui rasa ingin tahu yang seringkali muncul pada diri mereka. Hal itu terkadang tidak disadari oleh guru dan orang tua mereka, padahal di setiap perkembangannya anak-anak mempunyai tingkat rasa ingin tahu yang berbeda-beda. Konsentrasi dapat dilatih sejak dini melalui permainan yang mempunyai tantangan.

Dari hasil survey, hanya 45% siswa PAUD yang sudah bisa membaca huruf. Sisanya mereka masih belum bisa membedakan antara huruf satu dengan yang lain. Mereka meresa tidak tertarik dengan pelajaran yang berkaitan dengan huruf dan membaca.

a. Wawancara dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Tentang Minat Baca pada Anak PAUD

Menurut wawancara yang dilakukan kepada bagian seksi PAUD dan Kesetaraan Bapak Drs.Supomo PA (42 tahun), menjelaskan tentang pentingnya melatih konsentrasi dan minat membaca pada usia dini. Membaca pada anak usia dini sebaiknya di tanamkan sedini mungkin, konsentrasi akan menjadikan anak

cerdas dan paham akan semua yang di ajarkan orang tua maupun orang-orang sekitarnya.

Guru adalah pengganti orang tua ketika anak berada di sekolah, dengan kata lain guru juga wajib menanamkan konsentrasi anak ketika di sekolah. Selain dengan permainan guru seharusnya juga mengajarkan secara personal.

Tentang minat baca yang ada di masyarakat saat ini, sekolah PAUD sering sekali di anggap hanya membuang-buang uang untuk menitipkan anak ketika orang tua sedang bekerja. Akan tetapi sebenarnya pendidikan anak usia dini ini pembelajaran yang harus di tanamkan kepada anak mulai dini, di antaranya belajar warna, huruf bentuk dll.

Faktanya anak lebih tertarik pada hal-hal yang menyolok seperti bentuk lucu, warna terang, dll. Anak- anak masih kurang dalam keminatan untuk membaca dan mengenal huruf, disitu pihak sekolah dan orang tua murid harus bekerja sama untuk melatih minat anak. Dengan cara memberi pengenalan huruf yang berbentuk menarik dan membuat anak memunculkan rasa ingin tahunya terhadap bentuk apa yang dia lihat. Dari situ anak akan mulai belajar mengenal huruf dan mulai membacanya.

Kondisi saat ini, terlihat banyak sekali anak-anak berusia 7-9 tahun masih belum lancar membaca, hal itu berpengaruh dalam prestasi mereka di sekolah maupun di masyarakat. Anak-anak akan tumbuh liar dan masa bodoh dengan apa yang mereka lihat disekitar mereka.

Anak-anak juga akan kurang memahami materi yang di sampaikan disekolah dan membuat nilai mereka menurun, hal itu juga akan mengakibatkan anak akan berbuat curang misalnya menyontek saat ulangan.

b. Wawancara dengan Orang Tua Wali Murid

Dari wawancara yang dilakukan kepada 5 orang tua wali murid dari 20 siswa anak-anak mereka lebih sering bermain ketika di ajarkan membaca pada saat di kelas. Mereka memilih bertanya pada orang tua yang mendampinginya tentang gambar-gambar yang berada diruang kelas. Mereka kurang tertarik pada penjelasan guru di depan kelas. Mereka lebih tertarik ketika di ajarkan menggunakan alat peraga seperti bentuk-bentuk asli dari yang di jelaskan. Akan tetapi tetap saja anak-anak akan cepat bosan dan memilih untuk bermain sendiri. Anak-anak lebih menyukai berbagai macam bentuk gambar dan warna yang mereka anggap baru dan menarik dalam kehidupannya. Mereka akan mencari tahu sendiri bentuk dan gambar yang mereka anggap menarik. Ada juga anak-anak yang lebih suka metode pembelajaran menggunakan sebuah permainan nyata maupun berupa sebuah game.

Anak usia 3-5 tahun biasanya sulit sekali untuk di ajari membaca, rasa ingin tau pada anak usia tersebut cukup tinggi, tetapi masih cukup rendah kemauan mereka untuk membaca. Konsentrasi mereka masih tertuju pada permainan, seringkali guru maupun orang tua mengajarkan huruf per huruf untuk mereka baca. Akan tetapi anak di usia tersebut masih kurang untuk menyimak dan memperhatikan semua itu.

c. Wawancara dengan Guru PAUD Pakerti Luhur Semarang

Selama ini pendidikan anak usia dini dikenal sebagai tempat untuk mempersiapkan anak-anak memasuki masa sekolah dasar. Kegiatan yang dilakukan hanya bermain dengan menggunakan alat-alat bermain edukatif. Akan tetapi dalam perkembangan terakhir hal itu menimbulkan sedikit masalah, karena ternyata pelajaran di kelas satu sekolah dasar sulit diikuti

jika asumsinya anak-anak lulusan pendidikan anak usia dini belum mendapat pelajaran membaca.

Hal itu menjadikan cara belajar mengajar di PAUD lebih ditingkatkan lagi, terlebih masalah dengan pengenalan huruf dan membaca. Akan tetapi anak-anak sangat sulit untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar tersebut. Karena kebiasaan mereka yang biasanya bermain dan melakukan aktifitas sesukanya.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, pihak sekolah meminta kerjasama dari orang tua untuk mengajarkan pengenalan huruf dan membaca pada waktu di rumah, mereka belajar tidak hanya di sekolah namun juga di rumah. Pihak sekolah juga menyedikan buku-buku tentang huruf yang sekiranya menarik perhatian anak-anak untuk membaca.

d. Wawancara dengan Guru PAUD Bintang Juara

PAUD adalah pendidikan dasar untuk anak usia dini, dalam pembelajaran PAUD anak-anak akan diberi pengarahan mengenai hal-hal dasar seperti huruf, angka dll.

Disamping anak dapat mendapat pengetahuan dasar, anak juga dapat menerima pembelajaran sambil bermain. Pembelajaran PAUD seharusnya tidak monotan atau begiti-begitu saja. Anak-anak usia 3-5 tahun cenderung mudah bosan dan memilih melakukan hal-hal yang menurut mereka itu menarik. Orang tua, guru dan orang disekitar anak-anak harus ikut berperan serta dalam mendidik anak-anak usia ini. Misalnya dalam memilih mainan, hal pertama yang akan dilihat anak-anak yaitu mulai dari bentuk permainan tersebut. Jika mainan itu dirasa menarik, anak-anak pasti akan mencobanya.

Di PAUD Bintang Juara ini, selain anak-anak di ajar dengan metode konvensional. PAUD Bintang Juara juga

menyediakan komputer untuk proses belajar anak melalui game. Selain belajar, mereka juga dapat sambil bermain. Anak-anak cukup tertarik dengan pembelajaran yang ada didalam game. Tetapi karna keterbatasan komputer di PAUD Bintang Juara ini, anak-anak harus bergantian untuk belajar melalui game.

e. Wawancara Dengan Anak Usia Dini Tentang Game

Hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa anak usia dini yaitu game merupakan sebuah mainan yang asik, lucu dan menarik. Mereka menyukai game karena didalam game terdapat gambar-gambar yang bagus. Kebanyakan game yang di mainkan berupa game action dan puzzle karena lebih mudah dan tidak membebani. Mereka bermain game tetap dalam pengawasan orang tua, maupun guru pada saat di sekolah.

Dokumen terkait