Dynamic Unbalance
5.2 Data Pompa 15-P-102 A
Berikut data sheet dan aktual pompa 15-P-102 A :
Tabel 5.1 Data sheet dan actual pompa 15-P-102 A
DATA SHEET DATA ACTUAL
Flow Rate 50.4 Flow Rate 41.5
Pressure Suction 3.5 Pressure Suction 1.2
Pressure Discharge 18.3 Pressure Discharge 41.5
Current (Amp) 100 Current (Amp) 105
SP. GR 0.86 SP. GR 1.04
Speed (RPM) 2970 Speed (RPM) 2800
Berikut data aktual vibrasi pompa 15-P-102 A tanggal 17-07-2007 : Tabel 5.2 Data actual vibration pompa 15-P-102 A
IN BOARD OUT BOARD
V 0.2 V 1.8
H 2.5 H 5.2
- - A 1.7
5.3 Pembahasan
Dari tabel vibrasi aktual diatas nilai out board arah horizontal paling besar
yaitu 5.2 . Nilai ini merupakan angka yang paling dominan dari
unsatisfactory dimana mesin sudah mengalami kerusakan, agar kerusakan tidak bertambah parah sebaiknya pompa di stop operasinya, jika terpaksa beroperasi harus dilakukan pengawasan dengan ketat. Berikut data aktual vibrasi tanggal 20-07-2007:
Gambar 5.2 Tabular List IB Pump H
Gambar 5.4 Tabular List OB Pump H
Gambar 5.6 Tabular List OB Pump Axial
Berikut trending vibrasi pompa 15-P-102 A :
Keterangan :
1. = nilai yang paling dominan dari semua arah. Gambar 5.8 Trending List OB Pump 105-P-102 A
Berikut spektrum vibrasi pompa 15-P-102 A :
Keterangan :
1. = nilai yang paling dominan dari semua arah. Gambar 5.10 Spektrum Pompa 15-P-102 A
Berikut spektrum vibrasi pompa 15-P-102 A :
Gambar 5.12 Orbit dan time base Pompa 15-P-102 A
Pada data aktual vibrasi tanggal 20-17-2007, nilai vibrasi yang paling mendominasi terdapat pada out Board pompa arah horizontal, yaitu 6.26 . Apabila dibandingkan dengan data aktual vibrasi tanggal 17-07-2007, terjadi peningkatan vibrasi sebanyak 1.06 . Nilai tersebut berada pada zona unsatifactory keadaaan dimana mesin sudah mengalami kerusakan, agar kerusakan tidak bertambah parah sebaiknya pompa di stop operasinya, jika terpaksa beroperasi harus dilakukan pengawasan dengan ketat sambil menunggu persiapan pompa 15-P-102 B/C. Berdasarkan gambar 5.9 menunjukkan bahwa pompa 15-P-102 A terdapat gejala pada 2 X RPM. Hal ini mengindikasikan adanya mechanical looseness.
Pada spektrum out boa rd vertical, terdapat vibrasi harmonik. Hal ini mengindikasikan gejala rubbing, yaitu gesekan antara metal to metal. Jika meninjau faktor external, nilai aktual SP. Gr. lebih besar dari nilai SP. Gr. dari yang dianjurkan. Hal ini mengakibatkan kerja motor meningkat diikuti arus motor yang juga meningkat. Pompa 15-P-102 A mengalami looseness, diikuti dengan gejala rubbing. Didalam casing pump terdapat looseness yang terjadi pada :
1. Antara bearing dengan housing bearing.
2. Antara shaft dengan impeller.
3. Rubbing antara impeller wea ring ring dengan casing wearing ring.
Dari bentuk pola time base terlihat indikasi rubbing dan losseness pada puncak sinyal vibrasi. Untuk dapat mengetahui akibat yang pasti dalam kasus diatas, harus dilakukan over haul. Apabila impeller wea ring ring dan casing wearing ring aus dapat mengakibatkan internal circulation dimana fluida yang keluar dari outlet impeller akan kembali masuk ke inlet impeller. Ditambah dengan nilai kekentalan (SP. Gr.) melebihi yang dianjurkan, sehingga kerja motor akan lebih berat. Masalah – masalah inilah yang akan mengurangi efisiensi, flow total, dan performa. Seharusnya dengan keadaan seperti ini, pompa 15-P-102 A harus dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Agar kerusakan tidak bertambah parah sebaiknya pompa distop dari operasinya. Sementara pelaksanaan perbaikan, tugas 15-P-102A, digantikan dengan 15-P-102 B atau 15-P-102 C.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
1. Vibrasi salah satu indikator kerusakan – kerusakan yang dapat diketahui dari penyebab sampai akibat, sehingga penanganannya dapat lebih baik dan mesin akan lebih awet.
2. Dalam analisa vibrasi pada rotating equipment hanya mengacu pada faktor yang dominan saja dan yang melebihi batas normal. Seperti dalam pembacaan amplitudo pada spektrum.
3. Amplitudo sebesar 6.26 . Nilai ini udah melebihi batas
amannya yaitu sebesar 4.50 . Berdasarkan ISO-2372
standard, nilai ini berada pada zona unsatisfactory. Mesin masih dapat beroperasi tetapi dengan pengawasan ketat, jadi biasanya pengawasannya seminggu sekali menjadi setiap hari. Agar kerusakan tidak bertambah parah sebaiknya pompa di stop dari operasinya. Sementara pelaksanaan perbaikan, tugas 15-P-102A digantikan dengan 15-P-102 B atau 15-P-102 C.
4. Unbalance pasti 1 X RPM, tapi 1 X RPM tidak mesti Unbalance.
Pada 1 X RPM terdapat 2 gejala, yaitu unbalance dan missalignment. Faktor yang membedakan adalah arah getarannya. Dikatakan
unbalance jika arah getaran radialnya lebih dominan baik vertikal maupun horizontal.
5. Pengukuran vibrasi radial, sudutnya harus 90°. Jika kurang atau lebih dari 90°, analisa akan tidak tepat
6. Pada tabel vibration identification chart pada 2 X dan 4 X RPM terdapat problem sama yaitu looseness. Salah satu ciri looseness
7. Pompa 15-P-102 A termasuk kelas III, karena dalam keadaan normal (pompanya baru atau setelah overhaul) nilai vibrasi berada di zona
good. Pemberian kelas tidak hanya melihat dari daya motor, tapi juga melihat faktor luar dan trend vibrasi
8. Problem oil whirl hanya terjadi pada sleeve bearing. Pompa 15-P-102 A tidak memakai sleeve Bearing sehingga tidak akan terjadi masalah
oil whirl
9. Pada ampere gauge menunjukkan arus motor. Arus ini menjadi indikasi kerja motor. Semakin tinggi arusnya maka kerja motor semakin berat, begitu juga sebaliknya. Penyebabnya bisa terjadi pada saluran yang kotor, SP. GR fluida melebihi yang dianjurkan, terjadi
rubbing atau masalah vibrasi lainnya, ada suatu part yang telah aus.
6.2 Saran
1. Biasanya equipment yang tergolong essential umumnya mempunyai satu spare unit. Seharusnya dengan keadaan seperti ini, pompa 15-P-102 A harus dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Agar kerusakan tidak bertambah parah sebaiknya pompa di stop dari operasinya. Sementara pelaksanaan perbaikan, tugas 15-P-102A, digantikan dengan 15-P-102 B atau 15-P-102.
2. Alat ukur vibrasi sebaiknya dilakukan kalibrasi berkala sesuai standar pabrik pembuat alat ukur vibrasi.
3. Untuk alat ukur vibrasi yang rusak hendaknya diperbaiki agar alat tersebut tidak terbuang percuma.