• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Responden

Dalam dokumen TESIS. Oleh NAULI EFIARTI NASUTION / IKM (Halaman 86-101)

HASIL PENELITIAN

4.2. Data Responden

Responden yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan berjumlah 36 orang.

Data responden terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama bekerja seperti pada Tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1 Distribusi Data Responden

No Data Responden n %

Tabel 4.1 menunjukkan data responden berdasarkan jenis kelamin, usia,

pendidikan dan masa kerja yang beragam. Distribusi Distribusi kelompok umur responden dibagi menjadi 2 kategori yaitu dewasa dini (umur 18-40 tahun) dan dewasa madya (umur >40 – 60 tahun) (Hurlock, 1980). Responden lebih banyak berumur dewasa dini yaitu 22 orang (61,1%), selebihnya berumur dewasa madya yaitu >40-60 tahun 14 orang (38,9%). Jenis kelamin responden lebih banyak laki-laki 34 orang (94,4%), selebihnya 2 orang (5,6%). Latar belakang pendidikan

responden lebih banyak menamatkan pendidikan Diploma/Sarjana 23 orang (63,9%), selebihnya menamatkan Sekolah Menangah Atas (SMA) 13 orang (36,1%). Masa kerja responden lebih banyak bekerja di atas satu tahun yaitu 19 orang (41,3%), selebihnya bekerja di atas 16 tahun yaitu 8 orang (17,4%).

4.3. Deskripsi Variabel Penelitian 4.3.1. Pengetahuan

Hasil penelitian jawaban responden tentang pengetahuan sebelum terjadi bencana banjir seperti pada Tabel 4.2 menjelaskan bahwa responden sebagian belum mengetahui tentang pembuatan peta rawan bencana banjir (52,8%), tetapi responden belum tahu daerah alternatif pengungsian korban bencana banjir (66,7%). Responden belum tahu potensi satuan Hansip/Linmas di desa/ Kelurahan (52,8%). Responden belum tahu bimbingan dan penyuluhan penting bagi masyarakat (69,4%).

Tabel 4.2. Distribusi Jawaban Pengetahuan Responden sebelum terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan sebelum terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

1. Membuat peta rawan bencana banjir 17 47,2 19 52,8 36 100 2. Mengetahui daerah rawan bencana

banjir 26 72,2 10 27,8 36 100

3. Mengetahui manfaat informasi daerah rawan bencana banjir kepada masyarakat

21 58,3 15 41,7 36 100 4. Mengetahui daerah alternatif

pengungsian korban bencana banjir 12 33,3 24 66,7 36 100 5. Mengetahui potensi satuan

Hansip/Linmas di desa/ Kelurahan 17 47,2 19 52,8 36 100

Tabel 4.2. (Lanjutan)

No Pengetahuan sebelum

terjadi Bencana Ya Tidak Jumlah

6. Mengetahui bimbingan dan penyuluhan penting bagi potensi satuan Hansip/ Linmas

26 72,2 10 27,8 36 100 7. Mengetahui bimbingan dan

penyuluhan penting bagi masyarakat

11 30,6 25 69,4 36 100 8. Mengetahui pemberian peringatan

dini kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana banjir

20 55,6 16 44,4 36 100

Tabel 4.3. diperoleh distribusi kategori jawaban pengetahuan responden sebelum terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan kurang yaitu 20 orang (55,6%), berpengetahuan cukup yaitu 10 orang (27%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 6 orang (16,7%).

Tabel 4.3. Distribusi Kategori Pengetahuan Responden sebelum terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan sebelum terjadi Bencana Banjir

Hasil penelitian jawaban pengetahuan responden saat tejradi bencana banjir seperti pada Tabel 4.4 menjelaskan bahwa responden sebagian sudah mengetahui pengelolaan saat terjadi banjir, tetapi sebagian responden belum mengetahui tentang mengungsikan korban bencana banjir (55,6%). Responden belum tahu cara

menyalurkan bantuan yang diterima (52,8%). Responden belum tahu cara pertanggung jawaban bantuan yang telah diberikan (58,3%).

Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Pengetahuan Responden saat terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan saat terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

1. Mengetahui tentang pemberian pertolongan pertama kepada koran bencana banjir

23 63,9 13 36,1 36 100 2. Mengetahui tentang menyiapkan

dapur umum 27 75,0 9 25,0 36 100

3. Mengetahui tentang menyiapkan

tempat penampungan sementara 23 63,9 13 36,1 36 100 4. Mengetahui tentang

mengungsikan bencana banjir 16 44,4 20 55,6 36 100 5. Mengetahui tentang

mengamankan daerah terkena banjir

21 58,3 15 41,7 36 100 6. Mengetahui tentang penerimaan,

penyaluran bantuan dan mempertangungjawabkannya

19 52,8 17 47,2 36 100 7. Mengetahui tentang menerima

bantuan 23 63,9 13 36,1 36 100

8. Mengetahui tentang menyalurkan

bantuan 17 47,2 19 52,8 36 100

9 Mengetahui tentang pertanggung

jawaban bantuan 15 41,7 21 58,3 36 100

10. Mengetahui tentang cara melaporkan kejadian bencana banjir kepada Bupati/Walikota

24 66,7 12 33,3 36 100

Tabel 4.5. diperoleh distribusi kategori jawaban pengetahuan responden saat terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan kurang yaitu 16 orang (44,4%), berpengetahuan cukup yaitu 15 orang (41,7%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 5 orang (13,9%).

Tabel 4.5. Distribusi Kategori Pengetahuan Responden saat terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan saat terjadi Bencana Banjir n %

1. Baik 5 13.9

2 Cukup 15 41.7

3. Kurang 16 44.4

Total 36 100

Hasil penelitian jawaban pengetahuan setelah terjadi bencana banjir seperti pada Tabel 4.6 menjelaskan bahwa responden sebagian sudah mengetahui tentang banjir dan tindakan pengelolaan setelah terjadi banjir, tetapi sebagian responden belum mengetahui tentang cara memperkirakan jumlah kerugian akibat banjir (52,8%). Responden belum tahu cara menempatkan kembali korban bencana banjir ke lokasi semula (66,7%). Responden belum tahu cara menempatkan kembali korban bencana banjir ke lokasi aman (58,3%).

Tabel 4.6. Distribusi Jawaban Pengetahuan Responden setelah terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan setelah terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

1. Mengetahui tentang cara

menginventarisasi jumlah korban bencana banjir

21 58,3 15 41,7 36 100 2. Mengetahui tentang cara

memperkirakan jumlah kerugian 17 47,2 19 52,8 36 100 3. Mengetahui tentang cara

merehabilitasi fasilitas sosial 19 52,8 17 47,2 36 100 4. Mengetahui tentang cara

merekonstruksi fasilitas sosial dan umum

23 63,9 13 36,1 36 100 5. Mengetahui tentang cara

menempatkan kembali korban bencana banjir ke lokasi semula

12 33,3 24 66,7 36 100

Tabel 4.6. (Lanjutan)

No Pengetahuan setelah terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

6. Mengetahui tentang cara menempatkan kembali korban bencana banjir ke pemukiman

21 58,3 15 41,7 36 100 7. Mengetahui tentang cara

menempatkan kembali korban bencana banjir ke lokasi aman

15 41,7 21 58,3 36 100 8. Mengetahui tentang cara

membuat laporan kejadian bencana dan bantuan

23 63,9 13 36,1 36 100

Tabel 4.7. diperoleh distribusi kategori pengetahuan responden setelah terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan kurang yaitu 18 orang (50%), berpengetahuan cukup yaitu 16 orang (44,4%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 2 orang (5,6%).

Tabel 4.7. Distribusi Kategori Pengetahuan Responden setelah terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan setelah terjadi Bencana Banjir

Tabel 4.8. diperoleh distribusi kategori pengetahuan responden setelah, saat dan setelah terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan kurang yaitu 15 orang (41,7%), berpengetahuan cukup yaitu 14 orang (38,9%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 7 orang (19,4%).

Tabel 4.8. Distribusi Kategori Pengetahuan Responden tentang Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Pengetahuan tentang Bencana Banjir n %

Hasil penelitian jawaban sikap responden sebelum terjadi bencana banjir seperti pada Tabel 4.9 menjelaskan bahwa responden sebagian memiliki sikap yang ikut berpartisipasi dalam pengelolaan bencana banjir, tetapi sebagian responden belum bersikap baik dalam pemberitahuan tempat-tempat rawan bencana banjir ke masyarakat (52,8%). Responden bersikap tidak memberitahukan daerah rawan bencana banjir kepada Hansip/ Linmas/ Keluarahan (66,7%). Responden bersikap tidak memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat (58,3%).

Tabel 4.9. Distribusi Jawaban Sikap Responden sebelum terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Sikap sebelum terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

1. Ikut bertanggungjawab dalam

membuat peta rawan banjir 21 58,3 15 41,7 36 100 2. Memberitahukan tempat-tempat

rawan bencana banjir ke masyarakat

17 47,2 19 52,8 36 100 3. Memberitahukan informasi

daerah rawan banjir 19 52,8 17 47,2 36 100 4. Memberitahukan daerah

alternatif pengungsian korban bencana banjir

23 63,9 13 36,1 36 100

Tabel 4.9. (Lanjutan)

No Sikap sebelum terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

5. Memberitahukan daerah rawan bencana banjir kepada Hansip/

Linmas/ Keluarahan

12 33,3 24 66,7 36 100 6. Memberikan timbingan dan

penyuluhan kepada potensi Hansip/ Linmas

21 58,3 15 41,7 36 100 7. Memberikan bimbingan dan

penyuluhan kepada masyarakat 15 41,7 21 58,3 36 100 8. Memberikan peringatan dini

kepada masyarakat yang rawan bencana banjir

23 63,9 13 36,1 36 100

Tabel 4.10. diperoleh distribusi kategori jawaban sikap responden saat terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan buruk yaitu 20 orang (55,6%), bersikap sedang yaitu 11 orang (30,6%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 5 orang (13,9%).

Tabel 4.10. Distribusi Kategori Sikap Responden sebelum terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Sikap sebelum terjadi Bencana Banjir n %

1. Baik 5 13.9

2. Sedang 11 30.6

3. Buruk 20 55.6

Total 36 100

Hasil penelitian jawaban sikap responden saat tejradi bencana banjir seperti pada Tabel 4.11 menjelaskan bahwa responden sebagian memiliki sikap yang baik terhadap pengelolaan saat bencana banjir, tetapi responden bersikap belum dapat menyiapkan dapur umum (83,3%). Responden bersikap belum dapat membuat laporan kejadian bencana banjir kepa Bupati/ Walikota (72,2%).

Tabel 4.11. Distribusi Jawaban Sikap Responden saat terjadi Bencana Banjir di

1. Memberikan pertolongan pertama kepada korban bencana banjir

18 50,0 18 50,0 36 100 2. Menyiapkan dapur umum 6 16,7 30 83,3 36 100 3. Menyiapkan tempat

penampungan sementara 18 50,0 18 50,0 36 100 4. Ikut mengungsikan korban

bencana banjir 19 52,8 17 47,2 36 100

5. Ikut mengamankan daerah yang

terkena bencana banjir 21 58,3 15 41,7 36 100 6. Membuat laporan kejadian

bencana banjir kepada Bupati/

Walikota

10 27,8 26 72,2 36 100

Tabel 4.12 diperoleh distribusi kategori jawaban sikap responden saat terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan sedang yaitu 19 orang (52,8%), bersikap buruk yaitu 11 orang (30,6%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 6 orang (16,7%).

Tabel 4.12. Distribusi Kategori Sikap Responden saat terjadi Bencana Banjir Responden di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Sikap saat terjadi Bencana Banjir n %

1. Baik 6 16.7

2. Sedang 19 52.8

3. Buruk 11 30.6

Total 36 100

Hasil penelitian jawaban sikap responden setelah terjadi bencana banjir seperti pada Tabel 4.13 menjelaskan bahwa responden sebagian memiliki sikap yang baik terhadap pengelolaan setelah bencana banjir, tetapi responden bersikap belum dapat

ikutserta dalam merehabilitasi dan merekonstruksi fasilitas sosial maupun umum (52,8%).

Tabel 4.13. Distribusi Jawaban Sikap Responden setelah terjadi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Sikap setelah terjadi Bencana

Ya Tidak Jumlah

N % n % n %

1. Menginventarisasi jumlah korban

bencana banjir 20 55,6 16 44,4 36 100

2. Memperkirakan jumlah kerugian 19 52,8 17 47,2 36 100 3. Ikut merehabilitasi dan

merekonstruksi fasilitas sosial maupun umum

17 47,2 19 52,8 36 100 4. Ikut menempatkan kembali

korban bencana banjir ke pemukimanan masyarakat atau pengalihan ke lokasi yang aman

20 55,6 16 44,4 36 100 5. Membuat laporan kejadian

bencana banjir dan bantuan kepada Bupati/Walikota

22 61,1 14 38,9 36 100

Tabel 4.14. diperoleh distribusi kategori jawaban sikap responden setelah terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan sedang yaitu 15 orang (41,7%), bersikap buruk yaitu 14 orang (38,9%) dan sebagian kecil dikategorikan baik yaitu 7 orang (19,4%).

Tabel 4.14. Distribusi Kategori Pengetahuan Responden setelah terjadi Bencana Banjir Responden di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Sikap setelah Bencana Banjir n %

1. Baik 7 19.4

2. Sedang 15 41.7

3. Buruk 14 38.9

Total 36 100

Tabel 4.15 diperoleh distribusi kategori sikap responden setelah, saat dan setelah terjadi bencana banjir lebih banyak dikategorikan sedang yaitu 17 orang (47,2%), bersikap buruk yaitu 11 orang (30,6%) dan sebagian kecil bersikap baik yaitu 8 orang (22,2%).

Tabel 4.15. Distribusi Kategori Sikap Responden terhadap Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Sikap terhadap Bencana Banjir n %

1. Baik 8 22,2

2. Sedang 17 47,2

3. Buruk 11 30,6

Total 36 100

4.3.3. Penanggulangan Bencana Banjir

Hasil penelitian jawaban responden terhadap penanggulangan bencana banjir pada Tabel 4.16 menunjukkan responden sebagian belum mampu dalam mengelola bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Responden belum mampu mengkoordinasikan untuk semua tindakan pengelolaan bencana banjir (80.6%).

Responden belum seluruhnya mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanggulangan bencana banjir (52,8%). Responden belum memahami informasi tentang bencana banjir (58,3%). Responden belum mampu mengatasi situasi darurat atau kritis dalam menghadapi bencana banjir (66,7%).

Responden belum memahami dengan tepat cara mencegah bencana banjir (63,9%).

Tabel 4.16. Distribusi Jawaban Responden terhadap Penanggulangan Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Penanggulangan Bencana Banjir

Ya Tidak Jumlah

n % n % n %

1. Kemampuan dalam mengkoordinasikan untuk semua tindakan

7 19.4 29 80.6 36 100 2. Mendapatkan fasilitas dan

sistem operasional 18 50,0 18 50,0 36 100 3. Mendapatkan peralatan

persediaan kebutuhan dasar 19 52,8 17 47,2 36 100 4. Mendapatkan pelatihan untuk

meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanggulangan bencana banjir

17 47,2 19 52,8 36 100

5. Mempunyai kesadaran

masyarakat dan pendidikan 21 58,3 15 41,7 36 100 6. Memahami informasi tentang

bencana banjir 15 41,7 21 58,3 36 100

7. Mampu mengatasi situasi darurat atau kritis dalam menghadapi bencana banjir

16 44,4 20 55,6 36 100 8. Mampu meramal kemungkinan

bencana banjir 12 33,3 24 66,7 36 100

9. Cara mencegah bencana banjir 13 36,1 23 63,9 36 100 10 Mampu mengatasi cara

mengurangi dampak bencana banjir

27 75,0 9 25,0 36 100

Tabel 4.17. diperoleh distribusi kategori responden terhadap penanggulangan bencana banir yang terjadi di kecamatan lebih banyak responden kurang baik di Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu 15 orang (41,7%), penanggulangan cukup yaitu 13 orang (36,1%) dan sebagian kecil responden baik dalam penanggulangan bencana banjir yaitu 8 orang (22,2%).

Tabel 4.17. Distribusi Kategori Penanggulangan Menghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan

No Penanggulangan Bencana Banjir n %

1. Baik 8 22,2

2. Cukup 13 36,1

3. Kurang 15 41,7

Total 36 100

4.3.4. Uji Asumsi Klasik

Pengujian statistik dengan analisis regresi dapat dilakukan dengan pertimbangan tidak adanya pelanggaran terhadap asumsi-asumsi klasik. Asumsi-asumsi klasik tersebut antara lain:

1. Uji Normalitas

Pengujian statistik dengan analisis regresi dapat dilakukan dengan pertimbangan tidak adanya pelanggaran terhadap asumsi-asumsi klasik. Asumsi-asumsi klasik tersebut antara lain:

2. Uji Normalitas

Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi linear berganda, variabel memiliki distribusi normal. Untuk mendeteksi apakah variabel berdistribusi normal atau tidak dilakukan dengan analisis grafik dan statistik.

Uji normalitas yang dilakukan melalui analisis grafik dihasilkan melalui perhitungan regresi dengan SPSS. Deteksi normalitas dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal pada grafik. Pada output SPSS bagian Normal P-P plot of Regression, dapat dijelaskan bahwa data cenderung lurus mengikuti garis diagonal, sehingga data dalam penelitian ini cenderung berdistribusi normal, dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut:

Gambar 4.2 Hasil Uji Normalitas

Penyebaran data (titik-titik) berhimpit di sekitar garis diagonal dan cenderung mengikuti arah garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian menunjukkan indikasi atau tergolong normal. Data dalam penelitian dapat penulis simpulkan layak untuk diuji dengan model regresi.

Dependent Variable: Penanggulangan

Tabel 4.18 Hasil Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized

Residual

N 36

Normal Parametersa,,b Mean 0,0000000

Std. Deviation 1.74021286

Most Extreme Differences

Absolute 0,106

Positive 0,060

Negative -0,106

Kolmogorov-Smirnov Z 0,635

Asymp. Sig. (2-tailed) 0,815

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Hasil perhitungan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh nilai unstandardized residual pada Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,815> 0,05, maka dapat dikatakan variabel pengetahuan, sikap, dan penanggulangan bencana berdistribusi normal.

3. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen). Menurut Ghozali (2005), bahwa “model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dalam model regresi dalam penelitian ini dengan melihat dari : (1) nilai Tolerance, dan (2) Variance Inflation Factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitis variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai Tolerance yang rendah sama dengan VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance).

Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai Tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10.

Tabel 4.19 Nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF)

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Pengetahuan 0,959 1,043

Sikap 0,959 1,043

a Dependent Variable: Penanggulangan

Hasil perhitungan nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) seperti yang ditunjukkan tidak ada variabel independen (pengetahuan dan sikap) yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen. Hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama tidak ada satu variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 5. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antara variabel independen dalam model regresi.

Dalam dokumen TESIS. Oleh NAULI EFIARTI NASUTION / IKM (Halaman 86-101)

Dokumen terkait