Data adalah bahan keterangan tentang suatu objek penelitian. Data diartikan sebagai segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan keterangan suatu fakta, fakta tersebut ditemukan peneliti di sekitar lingkungan penelitian. Oleh karena itu, seorang peneliti adalh orang yang benar-benar mampu membaca fakta serts bisa mengumpulkan data-data hasil penelitian (Bungin, 2001:123). Sumber data yang digunakan peneliti dapat digunakan secara jelas pada table dibawah ini.
Table 3.1 Data dan Sumber Data
No. Data Sumber Data
1. Faktor psikologis yang menyebabkan perilaku seks bebas
Subjek penelitian 1& 2, Ahli 2. Solusi untuk mengangani fenomena seks
bebas pada remaja dengan pendekatan psikologis
Subjek penelitian 1& 2, Ahli
C. Tehnik Pengumpulan Data 1. Observasi
Observasi berasal dari bahasa latin yang berarti memperhatikan dan mengikuti. Memperhatikan dan mengikuti dalam arti mengamati dengan teliti dan sistematis sasaran perilaku yang dituju (Banister, 1994). Cartwright mendefinisikan sebagai suatu proses melihat, mengamati, dan mencermati serta merekam perilaku secara sitematis untuk suatu tujuan tertentu. Observasi ialah suatu kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk memberikan suatu kesimpulan atau diagnosis (Herdiansyah, 2010:131).
31
Hadi (dalam Prastowo, 2011:220) menerangkan bahwa pengamatan atau observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Bungin (2001:142) menjelaskan, observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indera mata sebagai alat bantu utamanya, selain menggunakan pancaindera lainnya seperti telinga, penciuman, mulut dan kulit.
Tehnik observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi nonpartisipan yaitu, peneliti hanya mengamati perilaku subjek tanpa mengikuti kegiatan yang dilakukan. Observasi ini dilakukan untuk mengamati subjek, mengamati mimik wajah subjek ketika wawancara berlangsung, mengamati ekspresi dan apa saja yang dilakukan subjek ketika sesi wawancara.
2. Wawancara
Sugiono (dalam Prastowo, 2011:212) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Moleong (dalam Herdiansyah 2010:118) wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Peneliti menggunakan bentuk wawancara semi-terstruktur, Herdiansyah (2010:122) menjelaskan bahwa wawancara semi-terstruktur memiliki pertanyaan terbuka namun ada batasan tema, kecepatan waktu wawancara dapat diprediksi, fleskibel namun tetap terkontrol, ada pedoman wawancara yang dijadikan patokan dalam alur, urutan, dan penggunaan kata. Tujuan wawancara semi-terstruktur adalah untuk memhami suatu fenomena atau permasalahan tertentu.
32
Wawancara dilakukan untuk menggali data sebanyak-banyaknya dari kedua subjek. Wawancara juga dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan. Sehingga hasil yang ditemukan sesuai dengan kenyataan atau fenomena yang terjadi.
3. Dokumentasi
Prastowo (2011:226) menjelaskan bahwa dokumentasi pada dasarnya: pertama, rekaman bersifat tertulis atau film, dan kedua isinya adalah peristiwa yang telah berlalu. Menurut Herdiansyah (2010:143) studi dokumentasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan peneliti kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari sudut pandang subjek melalui suatu media tertulis dan dokumen lainnya yang ditulis atau dibuat langsung oleh subjek yang bersangkutan.
Kegunaan teknik dokumentasi ini dijelaskan Sugiyono dan Prastowo (dalam Prastowo 2011:227) sebagai berikut:
a. Sebagai pelengkap dari metode pengamatan dan wawancara
b. Menjadikan hasil penelitian dari pengamatan atau wawancara lebih kredibel (dapat dipercaya) dengan dukungan sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, dan autobiografi.
c. Dokumen dapat digunakan sebagai sumber data penelitian. Hal ini disebabkan banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramal.
d. Dokumentasi digunakan untuk pelengkap dari metode observasi dan wawancara. Dokumentasi ini berupa rekaman, dan foto yang mampu memperkuat hasil wawancara dan observasi.
33 D. Analisis Data
Menurut Herdiansyah (2010:158) analisis data adalah mengolah dan mengurai data mentah menjadi data yang dapat ditafsirkan dan dipahami secara lebih spesifik dan diakui dalam suatu prespektif ilmiah yang sama, sehingga hasil dari analisis data yang baik adalah data olah yang tepat dan dimaknai sama atau relatif sama dan tidak bias atau menimbulkan prespektif yang berbeda-beda. Moleong (dalam Prastowo. 2011:238) menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.
Miles & Huberman (dalam Herdiansyah,2010:164) teknik analisa data model interaktif terdiri dari empat tahap yang harus dialakukan, yaitu:
1. Pengumpulan data
Pada penelitian kualitatif, proses pengumpulan data dilakukan sebelum penelitian, pada saat penelitian, dan di akhir penelitian. Pada awal penelitian kualitatif, umumnya penenliti melakukan studi pre-eliminary yang berfungsi untuk verifikasi dan pembuktian awal bahwa fenomena yang diteliti benar-benar ada. Pada studi pre-eliminary peneliti sudah melakukan wawancara, observasi, dan lain sebagainya dan hasil dari aktivitas tadi adalah data.
2. Reduksi data
Inti dari reduksi data adalah proses penggabungan dan penyeragaman segala bentuk data yang diperoleh menjadi satu bentuk tulisan (script) yang akan dianalisis. Hasil dari wawancara, observasi, FGD, dan atau hasil dokumentasi diubah menjadi bentuk script sesuai dengan formatnya masing-masing. Hasil dari
34
rekaman wawancara akan diformat menjadi bentuk verbatim wawancara, hasil observasi dan temuan lapangan diformat menjadi tabel hasil observasi , hasil studi dokumentasi diformat menjadi skrip analisis dokumen, dan FGD diformat menjadi verbatim FGD.
3. Display data
Setelah keseluruhan data telah diformat berdasarkan instrumen pengumpul datadan telah berbentuk tulisan, langksah selanjutnya adalah, melakukan display
data. Display data adalah mengolah data setengah jadi yang sudah seragam dalam
bentuk tulisan dan sudah memiliki alur tema yang jelas ke dalam suatu matriks kategorisasi sesuai tema-tema yang sudah dikelompokkan dan dikategorikan, serta akan memecah tema-tema tersebut ke dalam bentuk yang lebih konkret dan sederhana yang disebut subtema yang diakhiri dengan memberikan kode dari subtema tersebut sesuai verbatim wawancara yang sebelumnya dilakukan.
4. Kesimpulan / verifikasi
Kesimpulan pada penenlitian kualitatif menjurus kepada jawaban dari pertanyaan penelitian yang diajukan sebelumnya dan mengungkapkan “why” dan
“how” dari temuan penelitian tersebut. Kesimpulan dalam rangkaian analisi data
kualitatif menurut model interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman (1984) secara esensial berisi tentang uraian dari seluruh subkategorisasi tema yang tercantum pada tabel kategorisasi dan pengodean yang sudah terselesaikan disertai dengan quote verbatim wawancaranya.
35 E. Pengecekan Keabsahan Data
Ada beberapa cara dalam menguji keabsahan data kualitatif, salah satunya dengan menggunakan teknik triangulasi. Moleong (2007:330) menjelaskan bahwa triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang dimanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Denzin (dalam Herdiansyah, 2010:201) membedakan teknik ini menjadi empat macam, yaitu:
1. Triangulasi dalam hal teori, yaitu penggunaan multiple theory (lebih dari satu teori utama) atau beberapa perspektif untuk menginterpretasi sejumlah data. 2. Triangulasi dalam hal metodologi, yaitu penggunaan multimetode untuk
mempelajari topik tunggal/kasus tungaal. Multimetode yang dimaksudkan misalnya menggabungkan antara metode kualitatif dengan metode kuantitatif dalam kasus tunggal.
3. Triangulasi dalam hal metode pengumpulan data, yaitu pengunaan lebih dari satu metode pengumpulan data dalam kasus tunggal. Metode pengumpulan data yang umumnya dilakukan dalam penelitian kualitatif , yaitu wawancara, observasi, FGD, dokumentasi, dan lain sebagainya. Dalam penelitian kualitatif biasanya menggunakan lebih dari satu metode.
4. Triangulasi dalam hal observer, yaitu penggunaan lebih dari satu orang observer dalam satu kasus tunggal dalam rangka mendapatkan kesepakatan intersubjektif antar observer.
36 BAB IV
Pembahasan
A. Pelaksanaan/setting Penelitian