• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4 Data Ujicoba dan Revisi Produk

4.4.2 Data Validasi Modul oleh Guru

Modul Praktikum IPA yang telah disusun oleh peneliti divalidasi oleh

Kiki. U. A. Fasak selaku guru kelas IV A SD Kanisius Sengkan. Modul divalidasi

oleh guru sebanyak satu kali. Aspek yang dinilai dari modul praktikum IPA

tersebut sebagai berikut (1) tujuan dan pendekatan, (2) desain dan

pengorganisasian, (3) isi, (4) topik, (5) metodologi, (6) bahasa. Berdasarkan

aspek-aspek yang dinilai dalam modul tersebut, maka didapatkan hasil skor

validasi modul praktikum IPA dengan rata-rata 3,8 yang masuk dalam kategori “

sangat layak”. Kategori dapat dilihat pada tabel 3.7 kriteria skor skala empat.

Berikut penskoran yang diberikan oleh guru kelas IV A SD Kanisius Sengkan

74 Tabel 4.5 Hasil Validasi Modul Praktikum

oleh Guru Kelas IV

No. Aspek Guru

1 Tujuan dan Pendekatan 23 2 Desain dan Pengorganisasian 31

3 Isi 28 4 Topik 16 5 Metodologi 12 6 Bahasa 16 Skor Keseluruhan 126 Rata-rata 3,8

4.4.3 Data Validasi Modul Uji Coba Terbatas dan Revisi Produk

Modul praktikum yang telah melalui tahap validasi oleh ahli bahasa dan

ahli IPA, selanjutnya dilakukan uji coba terbatas 5 siswa dan uji coba terbatas 30

siswa. Uji coba terbatas 5 siswa dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang

ada pada modul praktikum IPA sebelum dilakukan uji coba terbatas 30. Sehingga

peneliti dapat memperbaiki modul praktikum IPA sebelum diujicobakan kepada

obyek penelitian sesungguhnya. Uji coba terbatas 5 siswa dilakukan di SD Negeri

1 Bareng Lor Klaten. Dan uji coba terbatas 30 siswa dilakukan di SD Kanisius

Sengkan Yogyakarta. Uji coba tersebut dilakukan untuk mendapatkan data

75

Data kualitatif didapat dari observasi berpikir kritis, saat melakukan uji

coba produk berupa modul praktikum IPA pada 5 siswa dan 30 siswa. Berikut

penjelasan dari data kualitatif.

4.4.3.1Data Uji coba terbatas 5 siswa

Uji coba terbatas 5 siswa dilakukan di SD Negeri Bareng Lor Klaten, pada

hari Sabtu, 13 Desember 2014. Uji coba dilakukan pada 5 siswa kelas IV yang

dipilih secara acak oleh guru kelas. Uji coba dilakukan di luar kelas, tepatnya di

lapangan upacara SD tersebut. Sebelum melakukan uji coba, peneliti dan siswa

saling berkenalan dan menjelaskan maskud kedatangan melakukan uji coba.

Setelah itu peneliti mulai membagikan modul praktikum IPA yang telah dicetak

kepada siswa. Peneliti membuka modul praktikum pada halaman dengan

percobaan pernapasan pada tumbuhan. Peneliti melakukan sedikit tanya jawab

seputar tumbuhan kepada siswa. Peneliti meminta siswa untuk membacakan

rangkuman materi yang ada pada modul praktikum dengan siswa yang lain

menyimak.

Setelah membacakan rangkuman materi, peneliti membuka sesi pertanyaan

jika ada yang belum dipahami tentang respirasi. Ada siswa yang bertanya tentang

O2 dan CO2. Guru melemparkan pertanyaan kepada teman yang lain tetapi tidak

ada yang menjawab. Setelah menjelaskan tentang respirasi pada tumbuhan,

peneliti menjelaskan praktikum yang akan dilakukan, lalu meminta salah satu

siswa membaca alat, dan memahami langkah-langkah praktikum. Hal pertama

76

didampingi oleh guru. Setelah mendidih siswa meniriskan kecambah lalu

menebarkan kecambah yang sudah direbus dan kecambah yang belum direbus.

Setelah lima menit kecambah yang sudah direbus dan yang belum dimasukkan

kedalam plastik yang terpisah lalu di diamkan dan diamati lalu dicatat perubahan

yang dialami setiap 10 menit sekali.

Siswa mengamati perubahan kecambah dan mencatatnya secara mandiri

setiap 10 menit. Terjadi perubahan pada kecambah. setelah selesai menagamati,

siswa dan peneliti bersama-sama membahas pendalam materi yang berupa

pertanyaan pada modul. 3 siswa sangat antusias menjawab dan 2 lainnya hanya

diam menulis yang dikatakan temannya yang menjawab. Siswa membuat

kesimpulan tentang kegiatan dan materi yang telah dipelajari secara

bersama-sama.

Gambar 4.4 Uji Coba Terbatas 5 Siswa

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, indikator berpikir

kritis tidak nampak semua pada siswa saat melakukan uji coba terbatas 5 siswa.

Ada 7 indikator berpikir kritis yang terlihat pada siswa dan 4 indikator yang tidak

terlihat. Berikut adalah lembar observasi siswa untuk melihat bepikir kritis pada

77 Tabel 4.6 Hasil Observasi Berpikir Kritis Siswa

Uji Coba Terbatas 5 Siswa

No Indikator Terlihat Tidak

terlihat Keterangan

1.

Siswa dapat menjelaskan fokus masalah yang muncul dalam praktikum.

Siswa masih terlihat keingungan ketika dilakukan tanya jawab seputar materi yang di praktikumkan. 2

Siswa menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan praktikum yang akan dilakukan.

3.

Siswa mengajukan pertanyaan yang jelas sesuai materi yang belum dipahami ketika praktikum berlangsung.

Tidak terlihat karena tidak ada siswa yang bertanya seputar masalah.

4.

Siswa menyimpulkan sendiri hasil dari praktikum yang telah dilakukan.

5.

Siswa dapat menjawab pertanyaan menggunakan bahasanya sendiri

Tidak semua siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.

6.

Siswa dapat melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah kerja yang tertulis dalam modul.

7.

Siswa mengkonsultasikan kepada guru hal-hal yang belum dipahami saat praktikum.

Siswa tidak mengkonsultasikan kepada guru, karena siswa sudah paham.

8. Siswa saling menghargai pendapat teman.

9.

Siswa tidak memaksakan kehendak pribadinya saat melakukan kegiatan praktikum.

10. Siswa mau menerima pendapat

teman.

11

Siswa mau bertukar pendapat (berdiskusi) dengan temannya ketika praktikum berlangsung.

78

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, dan nampak

pada tabel 4.4 hasil observasi yang berisi indikator berpikir kritis terdapat 4

indikator yang tidak terlihat saat siswa melakukan praktikum sesuai dengan modul

yang telah disediakan oleh peneliti. Berdasarkan pengamatan peneliti, 4 indikator

tersebut tidak terlihat karena siswa lupa atau belum pernah mempelajari tentang

materi praktikum yang diujicobakan oleh peneliti, sehingga siswa merasa malu

dan takut salah dalam mengungkapkan pertanyaan dan pendapat yang dimiliki.

Upaya yang dilakukan oleh peneliti untuk membuat seluruh indikator

berpikir kritis terlihat saat dilakukan uji coba pada kelompok 30 siswa adalah

peneliti lebih mendekatkan diri kepada siswa sehingga siswa merasa lebih nyaman

dan tidak merasa malu atau takut mengungkapkan jawaban ataupun pertanyaan,

lebih rinci dan jelas dalam memberikan pengertian-pengertian penting yang masih

belum atau sulit dipahami oleh siswa.

Data Kuantitatif penelitian ini didapatkan dari kuesioner yang dibagikan

peneliti kepada siswa dan guru. Kuesioner tersebut digunakan untuk menilai

kelayakan modul praktikum IPA yang telah digunakan untuk melakukan

praktikum. Kuesioner dibagiakan ketika uji coba terbatas pada 5 siswa dan pada

30 siswa. Berikut adalah penjelasan dari data kuantitatif:

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada siswa uji coba

terbatas 5 siswa, modul praktikum IPA memperoleh skor rerata 3,33 yang

79

3.8 Kriteria Skor Skala Empat. Berikut skor uji coba terbatas 5 siswa pada tabel

4.7 berikut.

Tabel 4.7 Skor Uji Terbatas 5 Siswa

Resp Item Pertanyaan Kuesioner Jmlh Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 3 4 3 4 3 4 3 2 3 3 4 39 3,25 2 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 42 3,5 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 44 3,66 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 39 3,25 5 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 2 3 36 3 Skor keseluruhan 17 16 20 16 18 18 17 17 14 16 17 16 200 16,66 Rata-rata 3,33

Tabel 4.8 Kategori Skor Uji Coba Terbatas 5 Siswa

No. Skor terbobot Kategori

1. 3 Layak 2. 3,25 Layak 3. 3,66 Sangat Layak 4. 3,5 Sangat layak 5. 3,25 Layak Total 16,66

Rerata 3,332 Sangat layak

Selain data kuantitatif yang ada pada kuesioner, peneliti juga memberikan kolom yang berisi tentang komentar dan saran yang diberikan siswa untuk modul praktikum. Berikut tabel 4.9 komentar dan saran siswa:

80 Tabel 4.9 Saran dan Komentar Siswa

Komentar dan saran

Menurut saya modulnya sudah bagus tetapi gambar dan warnanya kurang menarik tapi tulisannya sudah bagus.

Sudah baik untuk saya dan layak digunakan yang sangat umum

Menurut saya kata-kata pada buku modul praktikum IPA kurang saya pahami Bentuk buku sudah baik dan saya dapat memahami materinya

Berdasarkan hasil observasi uji coba salah satu praktikum yang ada pada

modul, peneliti melakukan revisi pada modul. Salah satu contoh revisi tersebut

adalah perubahan pada langkah-langkah praktikum, dan waktu yang digunakan

untuk melakukan pengamatan. Revisi dilakukan karena waktu yang diperlukan

sebelum adanya revisi terlalu lama. Sebelum dilakukannya revisi waktu

pengamatan adalah 50 menit dan pencatatan pengamatan dilakukan setiap 10

menit sekali (dapat dilihat pada gambar 4.4 sebelum direvisi). Peneliti merevisi

waktu pengamatan menjadi 30 menit dengan pencatatan pengamatan dilakukan

81 Gambar 4.5 Sebelum Revisi (5 siswa)

Gambar 4.5 Sesudah Revisi (5 siswa)

4.4.3.2Data Uji Coba Terbatas 30 Siswa

Penelitian dilakukan pada hari Jumat, 19 Desember 2014 pada kelas IV A

82

Pembelajaran dimulai pada pukul 07.15 dengan jumlah siswa kelas 40 siswa tetapi

yang hadir hanya 30 siswa. Pembelajaran dimulai dengan pengaturan tempat

duduk siswa agar tidak ada yang duduk di bangku paling belakang. Pembelajaran

dimulai dengan kegiatan pembuka seperti berdoa, absensi, dan tanya jawab

singkat tentang tumbuhan dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan

pada hari tersebut. Tanya jawab dilakukan dengan menanyakan seputar tumbuhan.

Tumbuhan melakukan fotosintesis dan respirasi.

Langkah awal guru menanyakan pengertian fotosintesis kepada siswa.

Siswa pertama mencoba menjawab tentang pengertian fotosintesis, siswa kedua

mengacungkan jari berusaha untuk membantu menjawab siswa pertama tetapi

masih belum lengkap menjawabnya, siswa kedua menjawab matahari membantu

tumbuhan memasak makanan. Lalu siswa ketiga mengacungkan jari dan guru

menunjuk dia untuk melengkapi jawaban siswa kedua siswa ketiga menjawab

proses pemasakan zat tepung pada tumbuhan. Guru bersama siswa membuat

kesimpulan mengenai fotosintesis berdasarkan jawaban-jawaban dari siswa, yaitu

fotosintesis adalah pembuatan makanan pada tumbuhan yang dibantu oleh sinar

matahari dan zat hijau daun yang menggunakan air, karbondioksida agar menjadi

oksigen dan zat tepung. Lalu guru berlanjut bertanya pada siswa tentang respirasi.

Siswa pertama mengacungkan jari lalu mulai menjawab tentang pengertian

respirasi tetapi siswa menjawab seperti fotosintesis, siswa kedua mulai menjawab

tetapi jawaban siswa kurang tepat. Lalu guru menanyakan lagi apa itu respirasi

ternyata tidak ada siswa yang tahu arti kata respirasi. Lalu guru menjelaskan

83

mulai menjelaskan bahwa respirasi adalah pertukaran gas oksigen pada hidung

yang bertukar dengan karbondioksida dan uap air. Lalu guru meminta siswa untuk

membuktikan bahwa manusia itu bernapas menghasilkan uap air dengan cara

bernapas dengan hidung lalu telapak tangan didekatkan di depan hidung. Siswa

merasakan yang terjadi pada telapak tangan masing-masing. Salah satu siswa

berteriak bahwa yang dirasakan adalah telapak tangannya basah ketika

menghembuskan napas. Lalu satu siswa laki-laki menyatakan yang namanya uap

air adalah yang terasa basah ditangan. Guru bersama siswa membuat kesimpulan

bahwa benar ketika bernapas menghasilkan uap air. Setelah itu guru membahas

jika manusia bernapas lalu apakah tumbuhan juga bernapas? Siswa menjawab iya

tumbuhan bernapas. Guru membenarkan dan menambahi bahwa semua makhluk

hidup itu bernapas.

Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan yaitu

dengan melakukan percobaan respirasi pada tumbuhan tumbuhan, tumbuhan yang

digunakan adalah kecambah. Guru meminta siswa membaca modul praktikum

tentang alat dan bahan yang digunakan dan cara atau tahap-tahap dalam

melakukan praktikum. Tahap pertama adalah menyiapkan alat dan bahan lalu guru

bertanya langkah selanjutnya siswa menjawab bersama-sama merebus kecambah

segar di dalam panci. Seluruh siswa sudah membawa kecambah lalu

menyumbangkan setengah bagian kecambahya kedalam panci untuk direbus.

Perebusan kecambah dilakukan dilakukan didepan kelas dan semua siswa

berkumpul mengelilingi kecambah yang sedang direbus. Salah satu siswa laki-laki

84

melemparkan pertanyaan tersebut kepada siswa bertujuan siswa yang menjawab

permasalahan tersebut. Salah satu siswa menjawab direbus karena biar bakterinya

hilang. Jawaban siswa kurang tepat lalu guru melemparkan pertanyaan kepada

siswa yang lain. Salah satu siswa perempuan menjawab agar mendapatkan

oksigen. Akhirnya guru menjelaskan “yang kita lakukan ini adalah melihat pernapasan pada tumbuhan, tumbuhan yang bernapas itu hidup atau mati?” Siswa dengan serempak menjawab “hidup” guru bertanya lagi “lalu mana kecambah yang hidup?” siswa menjawab “yang di plastik di dalam kelas” guru bertanya lagi “kecambah yang mati?” siswa menjawab “yang direbus bu” guru menyimpulkan “kita akan membandingkan tumbuhan yang mati dan tumbuhan yang hidup”. Lalu

guru mengulangi pertanyaan tentang kecambah yang direbus kepada siswa yang

bertanya. Siswa menjawab “karena biar bakterinya mati semua”. Lalu guru

meminta teman-teman yang lain menjawab dan mereka menjawab dengan

bersama-sama “untuk mematikan togenya”. Lalu siswa bertanya “apakah togenya bisa dimakan?” Guru menjawab “bisa, asal dicuci biar bersih.” Siswa mulai

mengaduk kecambah yang direbus sesekali dengan sendok yang telah disediakan.

Setelah selesai merebus siswa meniriskan kecambah yang ada pada panci.

Setelah itu siswa dibagikan kedalam kelompok setiap kelompok berisi dua siswa.

Setiap kelompok mendapat dua plastik yang akan digunakan untuk membungkus

kecambah. sebelum dimasukkan ke dalam plastik kecambah segar maupun

kecambah yang sudah direbus ditebarkan diatas koran yang sudah dibawa oleh

siswa selama 5 menit. Setelah 5 menit kecambah segar maupun kecambah yang

85

menali erat plastik dan setelah menalinya guru meminta siswa menaruh kecambah

di atas meja dan didiamkan. Guru meminta siswa untuk memasukkan kecambah

yang sudah dingin yang sudah ditebarkan di atas koran kedalam plastik. Salah

satu siswa laki-laki bertanya “kenapa menunggu kecambahnya dingin dulu

sebelum imasukkan ke dalam plastik?” guru menjawab pertanyaan tersebut dengan menyuruh siswa untuk mengamati perubahan yang terjadi pada kecambah

setelah dimasukkan plastik dan ditali. Sesuai dengan modul praktikum yang

dibaca setelah dimasukkan plastik kecambah didiamkan lalu diamati setiap lima

menit.

Guru menegaskan bahwa kecambah yang sudah di tali dalam plastik di

taruh dan tidak ada yang boleh memegang kecambah tersebut. Salah seorang

siswa membantu kelompok sebelahnya yang belum selesai memasukkan

kecambah dan menalinya. Setelah menali terdapat 5 kelompok disebalah kanan

yang masih menggoyang-goyangkan kecambah dan bermain-main sedangkan

siswanya sudah menaruh kecambah dengan baik. Guru mengingatkan kembali

pada siswa untuk menaruh plastik dan tidak menyentuhnya.

Siswa membaca langkah selanjutnya adalah mengamati kecambah setiap 5

menit sekali dan menulisya pada tabel. Ada siswa yang bertanya kepada guru

“kalo 5 menit nunggunya masih lama ya?” guru menjawab “iya, masih”. Siswa

yang lain sibuk memperhatikan waktu sudahkah 5 menit berjalan. Masih ada satu

siswa yang menggoyang-goyangkan plastik kecambah. 5 menit pertama siswa

mengamati kecambah yang terdapat dalam plastik masing-masing lalu menuliskan

86

siswa untuk menulis sesaui dengan apa yang mereka temukan pada plastik dengan

menggunakan bahasa mereka sendiri. Sambil menunggu 5 menit yang kedua, guru

menyebarkan angket yang berisi kuesioner tentang modul praktikum yang mereka

gunakan untuk melakukan praktikum. Ada 2 siswa yang mengamati perubahan

kecambah dengan cara mengangkat dan memegang plastik. Salah satu siswa

menanyakan “bu kok gak ada perubahan di dalam plastiknya?” guru menjawab “silahkan tulis apa adanya yang sesuai dengan apa yang kamu lihat pada plastik. Jika tidak ada perubahan tulislah tidak ada perubahan jika ada perubahan tulislah

perubahan apa yang telah terjadi. Salah satu siswa bertanya tentang cara

menjawab kuesioner “ bu ini di centang-centang?” guru menjawab “iya”.

Lima menit yang kedua siswa menuliskan perubahan yang ada pada

plastik kecambah. Guru menekankan lagi untuk menulis sesuai dengan apa yang

telah diamati siswa.” 2 siswa mengamati kecambah dengan cara menggoyang

-goyangkan plastik kecambah” sedangkan yang lain mengamati hanya dengan melihat tanpa menyentuh plastik kecambah. Siswa mengisi kolom pengamatan

secara mandiri meski bekerja dalam kelompok. Setelah menulis perubahan siswa

melanjutkan mengisi kuesionernya lagi. 5 menit yang ketiga, 3 siswa perempuan

mengamati kecambah dengan cara memegang plastik, mengangkatnya, dilihat lalu

menuliskannya. Sisanya menuliskan perubahan kecambah hanya dengan melihat

tanpa memegang kecambahnya. Salah satu siswa perempuan yang duduk di paling

belakang menanyakan “bu kenapa gak ada perubahan?” guru menjawab “ibu tadi

lihat kecambah didalam plastik milik A sudah mengalami perubahan yaitu dengan

87

lalu siswa mengeluarkan kecambah miliknya yang tidak terpakai tetapi masih di

dalam plastik dan menemukan bahwa kecambah miliknya mengalami perubahan

yaitu terdapat uap air didalam plastiknya. 5 menit ketiga ada beberapa siswa yang

mengeluh karena masih saja tidak ada perubahan pada kecambahnya. Sambil

menunggu pengamatan 5 menit yang keempat sekitar 10 siswa mulai ribut sendiri

dan ada satu siswa yang bertanya tentang kenapa kecambah miliknya tidak ada

perubahan. 5 menit yang kelima dan keenam terdapat kecambah milik salah satu

siswa yang mengembun dengan ciri-ciri plastiknya manjadi sedikit buran dan

tidak sebening yang ada pada plastik kecambah yang direbus. Guru meminta

siswa yang kecambahnya belum mengalami perubahan untuk melihat keambah

milik temannya yang mengalami perubahan.

Setelah 30 menit berakhir guru meminta siswa untuk duduk lalu

membahas pendalaman materi yang berupa pertanyaan pada halaman selanjutnya.

Beberapa siswa sudah ada yang mengerjakan sebelum guru meminta mereka

mengerjakan. Pendalaman materi dilakukan dengan tanya jawab, jawaban siswa

yang kurang tepat selalu dibantu oleh teman yang lain. Setelah selesai

mengerjakan pendalaman materi, siswa membuat kesimpulan pembelajaran pada

hari itu secara bersama-sama dan ditulis pada kolom yang terdapat dalam modul

88 Gambar 4.7 Uji Coba Terbatas 30 Siswa

Berdasarkan observasi yang dilakukan pada uji coba 30 siswa tersebut,

maka dapat terlihat beberapa indikator berpikir kritis yang muncul pada siswa

ketika melakukan praktikum. Dari 11 indikator berpikir kritis hampir seluruh

indikator terlihat pada saat uji coba tersebut dilakukan. Meskipun tidak seluruh

siswa melakukan 11 indikator berpikir kritis tersebut. Berikut adalah lembar

observasi siswa untuk melihat bepikir kritis pada uji terbatas 30 siswa, dapat di

89 Tabel 4.10 Hasil observasi berpikir kritis

siswa uji coba terbatas 30 siswa

No Indikator Terlihat Tidak

terlihat Keterangan

1.

Siswa dapat menjelaskan fokus masalah yang muncul dalam praktikum.

2

Siswa menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan praktikum yang akan dilakukan.

3.

Siswa mengajukan pertanyaan yang jelas sesuai materi yang belum dipahami ketika praktikum berlangsung.

4.

Siswa menyimpulkan sendiri hasil dari praktikum yang telah dilakukan.

5.

Siswa dapat menjawab pertanyaan menggunakan bahasanya sendiri

6.

Siswa dapat melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah kerja yang tertulis dalam modul.

7.

Siswa mengkonsultasikan kepada guru hal-hal yang belum dipahami saat praktikum.

8. Siswa saling menghargai pendapat teman.

9.

Siswa tidak memaksakan kehendak pribadinya saat melakukan kegiatan praktikum.

10. Siswa mau menerima pendapat

teman.

11

Siswa mau bertukar pendapat (berdiskusi) dengan temannya ketika praktikum berlangsung.

Data kuantitatif yang berikutnya adalah data yang diperoleh dari

penyebaran kuesioner pada uji coba 30 siswa. Kuesioner dibagikan pada 30 siswa

dan guru kelas untuk mengetahui kekurangan yang ada pada modul praktikum

90 “sangat layak”. Kuesioner yang dibagikan pada siswa memiliki skor rerata 3,05 yang termasuk dalam kategori “layak”. ”. Kategori dapat dilihat pada tabel Tabel 3.8 Kriteria Skor Skala Empat. Berikut tabel 4.11 adalah skor uji coba terbatas 30

91 Tabel 4.11 Skor Uji Coba Terbatas 30 Siswa

Resp Item Pertanyaan Kuesioner

Jmlh Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 4 4 2 2 2 3 2 1 2 2 3 30 2,5 2 3 4 4 2 2 2 3 1 3 2 3 2 31 2,58 3 4 3 4 4 4 4 2 4 3 4 2 3 35 2,91 4 3 3 4 3 2 3 4 2 3 4 2 3 36 3 5 3 3 2 4 4 3 3 2 2 2 3 1 33 2,75 6 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 1 43 3,58 7 1 3 4 4 4 3 3 4 3 4 2 38 3,16 8 4 3 4 4 3 4 3 2 4 4 3 4 42 3,5 9 3 4 4 4 4 1 4 4 4 3 4 3 42 3,5 10 4 3 3 2 1 4 3 3 3 4 3 4 37 2,91 11 2 3 1 4 1 1 2 4 4 4 3 4 33 2,75 12 1 3 4 2 3 3 1 1 3 4 1 2 28 2,33 13 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 40 3,33 14 3 4 4 2 4 4 3 4 3 4 3 4 42 3,5 15 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 2 30 2,5 16 2 1 2 3 2 3 4 4 3 1 2 1 28 2,33 17 2 1 4 2 3 3 4 2 3 1 2 4 32 2,66 18 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 34 2,83 19 4 3 2 4 3 2 3 2 2 2 2 0 30 2,5 20 2 4 2 2 2 4 1 2 3 2 4 3 33 2,75 21 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 41 3,41 22 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 43 3,58 23 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 45 3,75 24 2 4 4 4 3 1 1 3 1 2 3 3 28 2,33 25 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 45 3,75 26 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 43 3,58 27 1 4 4 3 4 3 4 2 4 3 4 4 40 3,33 28 3 4 4 4 3 4 3 4 2 4 3 4 42 3,5 29 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 43 3,58 30 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 45 3,75 Skor Total 90 98 105 98 93 93 91 92 90 95 89 90 1112 92,43 Rata-rata 3,08

92 Tabel 4.12 Kategori Skor Uji Coba 30 Siswa

No. Skor terbobot Kategori 1. 2,5 Cukup Layak 2. 2,58 Cukup Layak 3. 2,91 Layak 4. 3 Layak 5. 2,75 Cukup Layak 6. 3,58 Sangat layak 7. 3,16 Layak 8. 3,5 Sangat layak 9. 3,5 Sangat layak 10. 2,91 Layak 11. 2,75 Cukup Layak 12. 2,33 Cukup Layak 13. 3,33 Layak 14. 3,5 Sangat layak 15. 2,5 Cukup Layak 16. 2,33 Cukup Layak 17. 2,66 Cukup Layak 18. 2,83 Layak 19. 2,5 Cukup Layak 20. 2,75 Layak 21. 3,41 Sangat layak 22. 3,58 Sangat layak 23. 3,75 Sangat Layak 24. 2,33 Cukup Layak 25. 3,75 Sangat layak 26. 3,58 Sangat layak 27. 3,33 Layak 28. 3,5 Sangat Layak 29. 3,58 Sangat layak 30. 3,75 Sangat layak Total 92,43 Rerata 3,08 Layak

93

Selain data kuantitatif yang ada pada kuesioner, peneliti juga memberikan

kolom yang berisi tentang komentar dan saran yang diberikan siswa untuk modul

praktikum. Berikut tabel komentar dan saran siswa:

Tabel 4.13 Saran dan Komentar Siswa Saran dan komentar

Kurang paham bahasanya

Ada materi yang saya pahami pada modul tetapi ada juga yang tidak Tambahkan warna yang cerah dan harus banyak isi

Sebaiknya memberi penjelasan yang lebih banyak, memberi gambar yang menarik, dan mencetak modul yang lebih banyak

Kata-kata yang masih kurang lengkap dibenahi Sebaiknya memerkaya kosa kata pada modul

Berdasarkan dari hasil observasi, saran, dan komentar peneliti melakukan

revisi terhadap modul praktikum sebagai langkah ketujuh yaitu revisi produk

setelah uji coba. Pada revisi terakhir ini peneliti menambahkan pada langkah

penelitian untuk melakukan pengamatan terhadap benda yang diamati tanpa

menyentuhnya (Gambar 4.6 gambar sesudah revisi). Hal tersebut dilakukan

karena sebagian siswa melakukan pengamatan dengan cara menyentuh bakan di

Dokumen terkait