• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

4.3 Data Validasi dan Revisi Produk

Hasil uji coba dan revisi produk terdiri dari validasi dan revisi produk dari pakar pembelajaran bahasa, pakar media, guru bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Gayam, dan uji lapangan. Data hasil dari penilaian pakar pembelajaran bahasa, pakar media, guru Bahasa Indonesia, dan uji lapangan terhadap pengembangan multimedia berupa CD dan modul diperoleh masukan, saran, dan komentar sebagai penyempurna produk yang dikembangkan. Penilaian hasil validasi dari pakar pembelajaran bahasa, pakar media, guru, dan siswa selanjutnya dikonversikan berdasarkan tabel di bawah ini (Sukardjo, 2008:18).

Tabel 4.1 Konversi Nilai Skala Lima

Keterangan:

Rerata ideal (𝑋𝑖 ) : ½ (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Simpangan baku ideal (SBi) : 1/6 (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) X : Skor aktual

Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut.

Diketahui:

Skor maksimal ideal : 5

Skor minimal ideal : 1

Rerata ideal (𝑋𝑖 ) : ½ (5+1) = 3 Simpangan baku ideal (SBi) : 1/6 (5-1) = 0,67 Ditanyakan:

Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik.

Interval Kategori

X >𝑋𝑖 + 1,80 Sbi Sangat Baik

𝑋𝑖

+ 0,60 Sbi< X ≤ 𝑋𝑖 + 1, 80Sbi Baik

𝑋𝑖

0,60 Sbi < X ≤ 𝑋𝑖 + 0,60Sbi Cukup Baik 𝑋𝑖

1,80 Sbi < X ≤ 𝑋𝑖 0,60Sbi Kurang Baik

31

Jawaban:

Kategori sangat baik = X> + 1,80 SB𝑋𝑖 i

= X> 3+ (1,80. 0,67) = X> 3 + (1,21) = X> 4,21 Kategori baik = + 0,60SB𝑋𝑖 i < X≤ + 1,80SB𝑋𝑖 i = 3 + (0,60. 0,67) < X ≤ 3 + (1,80. 0,67) = 3 + (0,40) < X≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X≤ 4,21

Kategori cukup baik = - 0,60SB𝑋𝑖 i < X≤ + 0,60SB𝑋𝑖 i

= 3 - (0,60. 0,67) < X ≤ 3 + (0,60. 0,67) = 3 – (0,40) < X≤ 3 + (0,40)

= 2,60 < X≤ 3,40

Kategori kurang baik = - 1,80SB𝑋𝑖 i < X≤ - 0,60SB𝑋𝑖 i

= 3 - (1,80. 0,67) < X ≤ 3 - (0,60. 0,67) = 3 - (1,21) < X≤ 3 - (0,40)

= 1,79 < X≤ 2,60 Kategori sangat kurang baik = 𝑋≤ 𝑋𝑖– 1,80SBi

= X ≤ 3 - (1,80. 0,67) = X ≤ 3 - (1,21) = X ≤ 1,79

32

Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima yaitu sebagai berikut.

Tabel 4.2

Konversi Data Kuantitatif Skala Lima

Data dari hasil penilaian pakar pembelajaran bahasa, pakar media, guru bahasa Indonesia, dan uji lapangan terhadap pengembangan multimedia berupa CD dan modul pembelajaran, serta revisi produk akan dijabarkan sebagai berikut.

4.3.1 Deskripsi Data Validasi Pakar Pembelajaran Bahasa Indonesia

Validasi materi dilaksanakan oleh Drs. J. Prapta Diharja, SJ., M.Hum. dosen Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia di Universitas Sanata Dharma selaku pakar pembelajaran bahasa. Validasi produk dilaksanakan dua kali. Validasi pertama pada tanggal 17 Februari 2012. Validasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan, saran, dan tanggapan sebagai acuan dalam menyempurnakan produk sehingga memperoleh produk yang berkualitas. Rekapitulasi data validasi dapat dilihat pada lampiran 9 (halaman 77).

Validasi pertama diperoleh penilaian terhadap kualitas media dan modul. Aspek yang dinilai untuk kulitas media dan modul pembelajaran berjumlah 10 butir pernyataan. Berdasarkan validasi tersebut kualitas media dan modul, masing-masing memperoleh skor rata-rata 5,00 dengan kategori “sangat baik”.

Dikatakan baik karena modul dan media memuat aspek komponen pembelajaran sangat lengkap, materi sangat sesuai dengan perkembangan siswa SD, SK KD dan indikator sangat sesuai, bahasa mudah dipahami, dan keterkaitan keterampilan membaca sangat sesuai dengan karakteristik siswa SD. Meskipun demikian, produk pengembangan mendapatkan sedikit masukan yaitu penambahan pada bagian refleksi dan penyertaan kunci jawaban.

Interval Skor Kriteria

X > 4,21 Sangat Baik

3,40 < X ≤ 4,21 Baik

2,60 < X ≤ 3,40 Cukup Baik

1,79 < X ≤ 2,60 Kurang Baik

33

Validasi kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2012. Penilaian terhadap kualitas media dan modul masing-masing memperoleh skor rata-rata 5,00 dengan kategori “sangat baik”. Sama halnya dengan validasi pertama, produk

dikatakan sangat baik karena kesepuluh aspek yang dinilai sangat sesuai, sangat baik, dan sangat tepat dengan pernyataan pada setiap aspek. Masukan dan komentar dari pakar tidak ada. Dengan kata lain, produk yang dikembangkan sudah layak untuk uji coba lapangan. Jadi, baik media dan modul dapat dikatakan sangat baik artinya media dan modul dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V semester genap.

4.3.2 Revisi Produk

Revisi produk dilakukan setelah mendapatkan masukan, saran dan tanggapan dari pakar pembelajaran Bahasa Indonesia. Masukan, saran, dan tanggapan yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk merevisi produk yang dianggap perlu. Revisi dilakukan dua kali. Revisi pertama dilakukan pada tanggal 22 Februari 2012 diperoleh masukan yaitu kunci jawaban dilampirkan, dan penambahan pertanyaan pada bagian refleksi. Revisi dilakukan sesuai dengan masukan yang diberikan. Hal tersebut peneliti lakukan karena masukan yang diberikan semakin menyempurnakan produk yang dikembangkan.

Pada tanggal 1 April 2012 dilakukan revisi tahap kedua. Peneliti melakukan perbaikan sesuai dengan masukan yang diberikan. Pada tahap ini pakar pembelajaran bahasa menyatakan bahwa media dan modul yang dikembangkan sudah layak untuk diujicobakan dengan sedikit revisi yaitu perbaikan pada tulisan sesuai ejaan yang disempurnakan (EDY).

4.3.3 Deskripsi Data Validasi Pakar Media

Validasi media dilakukan oleh F. Chosa Kastuhandani, S.Pd, M.Hum. Dosen Multimedia Pendidikan Bahasa Inggris di Unversitas Sanata Dharma. Validasi dilakukan sebanyak dua kali. Validasi pertama dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2012. Data dari pakar media diperoleh dengan cara memberikan kuesioner yang mencakup penilaian terhadap multimedia interaktif dan modul pembelajaran, disertai dengan produk multimedia yang dikemas dalam bentuk CD, modul, silabus, dan RPP. Selanjutnya produk multimedia dinilai dengan cara

34

mengisi kuesioner sesuai dengan penilaian pakar terhadap produk multimedia tersebut. Selain itu, pakar media juga memberikan beberapa saran dan masukan untuk memperbaiki multimedia yang dikembangkan. Berikut ini diuraikan data validasi dari pakar media. Rekapitulasi hasil validasi dapat dilihat pada lampiran 10 (halaman 78).

Berdasarkan tabel tersebut, validasi pertama diperoleh skor rata-rata untuk kualitas media pembelajaran 3.30 dengan kategori “cukup baik”. Dikatakan cukup

baik karena media yang dikembangkan memuat aspek kejelasan dan kecepatan narasi kurang, kejelasan gambar kurang, teks cukup mudah dibaca, penggunaan dan penempatan tombol, serta petunjuk penggunaan cukup mudah digunakan. Komentar dan masukan yang diberikan yaitu gambar pada media pecah dan kurang jelas, narasi kurang jelas karena rekaman suara terlalu bising dan narasi terlalu cepat. Selain itu, pakar media memberikan masukan untuk mengganti petunjuk penggunaan media agar lebih mudah dipahami.

Kualitas modul pembelajaran memperoleh skor rata-rata 3,90 dengan

“kategori baik”. Dikatakan baik karena modul yang dikembangkan memuat tema

modul sesuai, komponen yang disajikan sudah baik, petunjuk penggunaan sudah baik, pemilihan warna, gambar, keterkaitan antar komponen sudah baik, dan teks bacaan mudah dibaca. Adapun komentar dan saran yang diberikan yaitu melengkapi komponen pembelajaran dengan menambah komponen pembelajaran yang sesuai dengan materi.

Validasi kedua dilakukan pada tanggal 8 Maret 2012. Berdasarkan tabel terlihat bahwa adanya peningkatan penilaian. Media pembelajaran mendapatkan skor rata-rata 3.60, dengan kategori ”baik”. Aspek yang mengalami peningkatan

penilaian ada pada aspek kejelasan narasi dan gambar meningkat menjadi 4. Hal itu karena peneliti melakukan rekaman ulang dan perubahan gambar pada beberapa slide. Penilaian 2 terdapat pada aspek media pembelajaran yang dikembangkan sangat ringkas. Menurut pakar, media yang dikembangkan kurang ringkas karena tulisan pada powerpoint terlalu penuh dengan kata lain hanya berisi tulisan yang terlalu besar. Masukan yang diperoleh yaitu sebaiknya powerpoint diberikan gambar agar tulisan dapat dibaca dengan baik. Kualitas modul pembelajaran memperoleh skor rata-rata 4,00 dengan kategori “baik”.

35

Dikatakan baik karena modul yang dikembangkan memuat kesepuluh aspek yang dinilai sudah baik/tepat/sesuai. Komentar dan saran terhadap modul tidak ada atau dengan kata lain tanpa revisi.

Berdasarkan kedua validasi tersebut, dapat dilihat perubahan penilaian dari tahap satu ke tahap dua. Ada beberapa aspek yang mengalami peningkatan penilaian di antaranya yaitu aspek nomer dua, tiga, lima, dan enam. Selain itu, ada beberapa aspek yang mengalami penurunan nilai di antaranya yaitu aspek nomer satu dan sembilan. Hal tersebut dikarenakan peneliti melakukan perubahan pada media bukan atas saran yang diberikan. Peneliti menganti huruf pada media terlalu besar sehingga terlihat terlalu penuh. Peneliti juga menambah kegiatan pada produk yang dikembangkan yaitu berupa penambahan materi pada pertemuan pertama dan kedua sehingga terlalu padat atau kurang ringkas.

Jadi, baik media dan modul dapat dikatakan baik artinya media dan modul layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V semester genap.

4.3.4 Revisi Produk

Revisi dilakukan dua kali. Pada tanggal 22 Februari 2012 revisi pertama merubah produk sesuai dengan saran yang diberikan oleh pakar. Saran dan komentar yang diberikan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.4

Komentar dan perbaikan

No. Tahap Komentar Pakar

Pembelajaran Bahasa

Perbaikan

1 Pertama Media

1. Kejelasan dan ketepatan

narasi kurang

Rekam ulang suara untuk beberapa slide yang dianggap perlu

2. Gambar pecah dan kurang

tepat dalam pemilihan

gambar

Merubah background pada

beberapa slide diantaranya pada tampilan lagu dan jawaban salah.

3. Teks dalam media kurang

besar.

Menambah tampilan baru

sebanyak tiga slide dan

memperbesar tulisan agar jelas terbaca.

4. Petunjuk penggunaan media

kurang jelas.

Memperjelas petunjuk penggunaan dan menambahkan demo petunjuk

agar lebih jelas dalam

pengoperasian media powerpoint.

5. Tombol untuk mengelink

ada yang tidak berfungsi

Memperbaiki dan mengecek

36

Modul

1. Komponen pembelajaran

kurang lengkap

Penambahan materi pada

pertemuan pertama dan kedua yaitu penambahan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan teks bacaan.

2 Kedua Media

1. Pemilihan huruf dan warna

kurang sesuai

beberapa tampilan mengalami

perubahan warna background.

2. Media yang dikembangkan

kurang ringkas. Hal tersebut

karena tulisan pada

beberapa slide terlalu besar

dan tanpa penambahan

aksen gambar jadi terlihat terlalu penuh.

Penambahan gambar pada

beberapa slide yaitu pada slide

indikator.

Berdasarkan tabel tersebut, peneliti melakukan beberapa perbaikan yang dianjurkan oleh pakar dan ada beberapa perbaikan yang dilakukan bukan atas dasar saran dan komentar yang diberikan oleh pakar. Hal itu dikarenakan peneliti merasa kurang sesuai dengan warna dan background pada powerpoint. Berikut beberapa contoh perbaikan yang dilakukan.

Ayo lestarikan keanekaragaman budaya

Indonesia

Keanekaragaman Budaya

Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V semester 2 Membaca PETUNJUK KEGIATAN BELAJAR PENYUSUN REFERENSI KELUAR

HARGAI DAN LESTARIKAN KEBUDAYAAN INDONESIA! WUJUDKAN INDONESIA DAMAI DAN SEJAHTERA.... Bahasa Indonesia

kelas V semester 2

Membaca

Keanekaragaman Budaya

Gambar 1.1 Cover sebelum revisi Gambar 1.2 Cover sesudah revisi

Untuk kembali kemenu sebelumnya klik aku! Untuk melanjutkan kemenu berikutnya klik aku Petunjuk penggunaan Petunjuk

Ikutilah petunjuk penggunaan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan mengklik tombol yang telah tersedia seperti di bawah ini!

Klik tombol ini jika kamu ingin kembali ke tampilan sebelumnya.

Klik tombol ini jika kamu ingin melanjutkan ke tampilan selanjutnya.

X

Gambar 1.3 Petunjuk penggunaan Gambar 1.4 Petunjuk penggunaan

37

Petunjuk

Klik yang ditunjuk panah kuning untuk kegiatan belajar

X Gambar 1.5 Penambahan demo petunjuk

penggunaan sesudah revisi

1. Menyebutkan contoh perbuatan yang menunjukkan kepedulian terhadap keanekaragaman budaya Indonesia 2. Membandingkan dua

teks dengan tema kaenekaragaman budaya 3. Menentukan sikap yang tepat dalam melestarikan keanekaragam an budaya Indonesia 4. Merencanakan tindakan untuk melestarikan budaya Indonesia yang hampir punah Competence(Akademik/keterampilan) Siswa mampu:

1. Menyebutkan contoh perbuatan yang menunjukkan kepedulian terhadap keanekaragaman budaya Indonesia. 2. Membandingkan dua teks dengan tema

keanekaragaman budaya

Indikator

X

Gambar 1.6 Indikator sebelum revisi Gambar 1.7 Indikator sesudah revisi

X

3. Jawablah pertanyaan berikut ini sesuai dengan ke dua teks yang dibaca!

1. Siapa yang berlibur ke Bali?

... 2. Siapakah penari tari Kecak?

... 3. Menggambarkan tentang apakah tari Kecak?

... 4. Alat musik apakah yang digunakan oleh tari Kecak?

... 5. Mengapa tari kecak disebut sendratari?

... .

Materi

Gambar 2.0 Penambahan Materi sesudah revisi

Revisi kedua dilakukan pada tanggal 28 Maret 2012. Berikut revisi yang dilakukan sesuai dengan saran pakar.

1. Perubahan pada warna tampilan. Warna yang dipilih lebih cerah. warna disesuaikan dengan karakteristik siswa SD yang senang dengan warna cerah.

38

2. Perubahan pada tampilan indikator dengan memberikan gambar sesuai dengan saran yang diberikan.

3. Perubahan background pada tampilan lagu. Perubahan dilakukan karena gambar pecah dan tulisan menumpuk.

4. Perubahan pada lirik lagu karena trouble lagu tidak bisa diputar. Berikut contoh perubahan yang dilakukan pada revisi kedua.

Ayo teman-teman saatnya kita bernyanyi....

Aku anak Indonesia (Joshua.S)

Aku anak Indonesia

sehat dan kuat

Karena Mama memberi memberiku vitamin AKU ANAK INDONESIA RAJIN BELAJAR BELAJAR TULIS DAN BACA MEMBACA A B C D Siapa rajin tentulah pandai kalau pandai nanti berguna untuk nusa dan

bangsa Belajar Ya Belajar Jangan Lupa Vitamin Vitamin A B C D

ANAK ANAK INDONESIA

A B

Belajarlah yang rajin

C

Cium sayangmama

D

dengarkanlahnasihat papa

TEMAN TEMAN BELAJAR MEMBACA A B C D BELAJAR BERHITUNG 1 2 3

BELAJAR BERNYANYI DO RE MI FA SOL LA SI DO

ENAK TOH...

SIAPA RAJIN TENTULAH PANDAI KALAU PANDAI NANTI BERGUNA

UNTUKNUSA

DAN BANGSA

Bernyanyi Aku Anak Indonesia

Tasya

X

Aku anak Indonesia Anak yang merdeka Satu nusaku Satu bangsaku Satu bahasaku reff: Indonesia… Indonesia… Aku bangga menjadi Anak Indonesia Pending di khatulistiwa Tanahku Indonesia Ribu pulaunya Ragam sukunya Satu jiwa raganya Kembali reff Kembali reff & reff

Gambar 2.1 Lagu sebelum revisi Gambar 2.2 Lagu sesudah revisi

4.3.5 Data Validasi Guru Bahasa Indonesia

Validasi produk dilakukan satu kali oleh dua orang guru. Pertama, validasi dilakukan oleh FX. Sihono selaku guru Bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Gayam pada tanggal 27 Februari 2012. Penilaian dilakukan dengan memberikan media yang dikemas dalam bentuk CD, modul, silabus, RPP, dan angket penilaian untuk kualitas media dan modul. Penilaian memakan waktu cukup lama pada guru pertama. Karena keterbatasan waktu dan atas saran dosen pembimbing, peneliti memutuskan untuk melakukan validasi ulang dengan guru ke dua pada 15 Maret 2012 yang dilakukan oleh Yani Dharmayani selaku wali kelas VB. Beliau memiliki pengalaman di bidang kebahasaan.

Data hasil validasi oleh guru terhadap kualitas media pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 11 (halaman 80). Skor rata-rata yang diperoleh dari penilaian guru yaitu 4,40 dengan kategori “sangat baik”. Dikatakan sangat baik

karena menurut guru, produk yang dikembangkan memuat komponen pembelajaran sangat memadai, sesuai dengan kurikulum, materi sesuai dengan perkembangan siswa SD, materi mudah dipahami, sumber belajar sangat sesuai,

39

evaluasi sesuai dengan sasaran pembelajaran, bahasa mudah dipahami, dan materi mendukung keterampilan membaca siswa. Guru memberikan masukan dan komentar terhadap produk yang dikembangkan. Beliau mengatakan bahwa komponen dalam media pembelajaran sudah baik. Saran yang diberikan yaitu sebaiknya penyusunan teks yang digunakan disesuaikan dengan aturan kriteria penilaian yaitu teks bacaan 250 kata.

Validasi guru terhadap kualitas modul pembelajaran diperoleh skor rata-rata 4,50 dengan kategori “sangat baik”. Dikatakan sangat baik karena modul

memuat aspek komponen pembelajaran sangat lengkap, materi sangat sesuai dengan perkembangan siswa, sumber belajar sangat sesuai, evaluasi sangat sesuai dengan sasaran pembelajaran, bahasa sangat mudah dipahami, sangat mendukung keterampilan membaca siswa. Sama halnya dengan penilaian media, guru memberikan komentar pada aspek nomor delapan yaitu bahan bacaan kurang sesuai dengan karakteristik siswa SD kelas V (teks lebih dari 250 kata). Masukan yang diberikan untuk kualitas media dan modul pembelajaran sama yaitu menambah teks bacaan yang sesuai dengan karakteristik siswa SD kelas V dengan kata lain teks lebih dari 250 kata. Jadi, baik media dan modul dapat dikatakan sangat baik artinya media dan modul dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V semester genap.

4.3.6 Revisi Produk

Revisi produk dilakukan satu kali yaitu pada tanggal 18 Maret 2012. Revisi dilakukan sesuai dengan saran yang diberikan guru yaitu menambahkan teks yang terdapat pada modul maupun media sesuai dengan karakteristik siswa yaitu lebih dari 250 kata. Revisi yang dilakukan yaitu penambahan kalimat pada setiap teks sehingga sesuai dengan karakteristik siswa SD (bahan bacaan lebih dari 250 kata) dan perbaikan tulisan sesuai dengan EYD. Hal itu dilakukan karena teks bacaan yang ditampilkan kurang dari 250 kata atau tidak sesuai dengan karakteristik siswa SD kelas V dan terdapat beberapa kalimat yang masih salah dalam ejaan yang disempurnakan.

40

4.3.7 Data Validasi Lapangan

Validasi lapangan dilaksanakan satu kali yaitu pada tanggal 18 April 2012 oleh siswa kelas VB SD Kansius Gayam tahun ajaran 2011/2012 semester genap sebanyak 22 siswa. Validasi lapangan diawali dengan proses pembelajaran selama dua jam pelajaran atau 2x40 menit. Produk yang diujikan berupa CD dan modul pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang diujikan hanya pertemuan pertama. Kegiatan belajar mengajar dibimbing oleh guru bahasa Indonesia sebagai pengajar dan dibantu oleh peneliti sebagai operator.

Pembelajaran dilakukan seperti biasanya yaitu diawali dengan doa dan apersepsi yang dilanjutkan pembagian modul kepada 22 siswa dan menayangkan CD pembelajaran yang telah dipersiapkan. Siswa mengikuti kegiatan belajar sesuai dengan tampilan menu yang ditayangkan, tetapi urutan kegiatan belajar tidak sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan. Guru meminta agar lagu dan permainan ditayangkan lebih awal guna memotivasi siswa dalam belajar. Setelah itu, masuk ke materi dan diakhiri dengan evaluasi. Indikator tidak ditayangkan karena menurut pendapat guru yang terpenting adalah proses memahami materi.

Selesai kegiatan belajar, siswa diberi lembar kuesioner berupa pernyataan. Pernyataan yang disusun sebanyak sepuluh pernyataan dengan cara menyentang kolom skor yang sesuai dari satu sampai dengan lima, dan siswa diminta untuk memberikan komentar sebagai masukan terhadap produk yang dikembangkan. Rekapitulasi data hasil uji coba lapangan dapat dilihat pada lampiran 12 (halaman 82).

Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh data mengenai kualitas media dan modul pembelajaran. Hasil yang diperoleh setelah direrata yaitu 4,60 dengan kategori sangat baik. Hal itu dapat dikatakan bahwa produk yang dikembangkan sesuai dengan minat siswa dan memiliki kualitas baik sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SD Kanisius Gayam Yogyakarta semester genap. Adapun komentar yang diberikan yaitu rata-rata siswa mengatakan bahwa produk yang dikembangkan sudah bagus.

4.3.8 Revisi Produk

Revisi dilakukan pada tanggal 25 April 2012. Pada tahap ini revisi dilakukan untuk menyempurnakan modul. Modul yang diberikan kepada siswa

Dokumen terkait