• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJ AUAN PUSTAKA

2.4. DATABASE MANAGER

Database manager adalah suatu meodul program yang menyediakan interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan suatu aplikasi progrgam dan query yang diajukan ke system.

Database Manager bertanggung jawab atas : A. Interaksi dengan file manager

Data mentah yang disimpan dalam disk dengan menggunakan system file, dimana biasanya dilengkapui dengan system operasi kenvewnsional. Database menager menerjemahkan bermacam-macam statemen DML dalam perintah system file low-level. Kemudian database manager merespon simpanan actual, memperbaiki dan meng-update data dalam database.

B.Integritas (Integrity Enforcement)

Nilai data yang tersimpan dalam database tipenya harus tepat, sesuai dengan consistency constraints (hubungan data yang dipaksakan). Jika pemaksaan tersebut sudah terperinci, kemudian database manager mengecek update database apakah menghasilkan pelanggaran pada beberapa pemaksaan, dan jika ya, maka aksi kelayakannya harus diterima.

• Keamanan (Security).

Seperti dibicarakan diatas, tidak semua user database bias mengakses data sesuka hatinya dalam database. Hal ini menjadio tugas database manager untuk memaksakan kebutuhan kleamanan.

Pengkopian (Backup) dan Recovery

Sebuah system komputer, seperti juga mesin atau alat listrik lainnya, adalah subyek keslahan. Dalam beberapa kasus, data-0data dalam database hilang. Hal ini menjadi tanggung jawab database manager untuk mendeteksi kegagalan tersebut dan mengembalikan pada keadaan semula. Biasanya halk ini disempurnakan sebelumnya dengan bermacam-macam prosedur back-up dan recovery.

• Concurency Control

Ketika beberapa user meng-update data database bersama-sama, hubungan data satu dengan data lainnya mungkin tidak cukup untuk dilindungi. Hal ini memerlukan system untuk mengontrtol interaksi diantara sesama user dan penyelesaian kontrolnya merupakan tanggung jawab database manager.

2.4.1 Database administr ator

Salah satu utama mempunyai sitem manajemen database adalah untuk mengontrol pusat data dan pengaksesan data tersbut. Orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrolan terhadap seluruh sitem baik data maupun program untuk mengakes data disebut database administrator (DBA).

Fungsi dstabase administrator :

1. Mendefinisikan pola stuktur database.

Sebuah kreasi dari pola database yang asli. Hal ini disempurnakan dengan menulis sebuah set pendefinisian yang diterjemahkan oleh DDL compiler

dalam sebuah set tabel yang disimpan secara permanen dalam database dictionary.

2. Mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses.

Sebuah kreasi struktur penyimpanan yang sesuai dan metode akses. Hal ini disempurnakan denan menulis sebuah set pendefinisian yang diterjemahkan oleh data storage dan didefinisikan kembali oleh DDL compiler.

3. Memodifikasikan pola dan organisasi phisik.

Salah satu bentuk modifikasi pola database atau menggambarkan organisasi penyimpanan fisik.perubahan ini meskipun relatif, disempurnakan dengan menulis sebuah set pendefinisian yang digunakan oleh salah satauDDL compiler atau penyimpanan data dan mendefinisikan compiler bahasa untuk menghasilkan modifikasi kelayakan dalam internal sistem tabel.

4. Memberi kekuasaan pada user untuk mengakses data.

Pemberian suatu jenis kekuasaan dalam pengaksesan data pada bermacam-macam pemakai database, diantaranya yaitu administrator database yang mengatur bagian-bagian mana saja database yang dapat diakses oleh semua user.

5. Menspesifikasikan keharusan/paksaan integrasi data.

Suatu keharusan/paksaan untuk menyimpan data dalam sistem struktur yang khusus, yang mana harus dibicarakan dengan database manager dulu ketika update data akan mengambil tempat dalam sistem.

2.4.2 Database user

Salah satu tujuan utama dari sistem database adalah menciptakan suasana bagaimana informasi dibacakan dan data baru disimpan dalam database. Ada empat macam pemakai database yang berbeda keperluan dan cara aksesnya, yaitu: 1. Program aplikasi (PA)

Adalah profesional komputer yang berinteraksi dengan sistem lewat DML yang dibuat dengan bahasa C, Cobol, atau lainya. Misalnya untuk perbankkan, administrasi,sistem inventory control dan lain-lain. Sintak DML berbeda dengan sintak bahasa komputer umumnya.

2. Casual user

Pemakai yang telah berpengalaman, berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program, tetapi memakai bahasa query. Setiap query akan diajukan ke query processor yang mengambil dari perintah DML dan menerjemahkanya ke dalam instruktur yang dimengerti database manager.

3. Naïve user

Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program, tinggal menjalankan satu menu dan memilih proses yang telah dibuat sebelumnya oleh programmer.

4. Specialized user

Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam keerangka data processing yang tradisional. Aplikasi tersebut diantaranya adalah computer aided design system, knoledge base, expert sistem, sistem yang

menyimpan data dalam bentuk data yang kompleks, misalnya data grafik dan data audio.

2.4.3 Overal system struktur

Sebuah database sistem terdiri atas beberapa fungsi diantaranya : 1. File manager

Untuk mengatur alokasi ruangan dalam penyimpanan disk dan struktur data yang digunakan untuk menerangkan informasi.

2. Database manager

Memberi interface antara penyimpanan data low-level dalam database dengan aplikasi program dan query ke sistem.

3. Query prosesor

Menterjemaahkan statemen query dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti database manager.

4. DML pricompiler

Merubah pemasangan statemen DML dalam program aplikasi agar memanggal prosedur yang normal dalam bahasa induk. Precompiler harus berinteraksi dengan query processor dalam perintahnya untuk menghasilkan kode yang diinginkannya.

2.5. Model-Model Data

Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan bagaimana pemakai dapat melihat data secara logika. Dengan demikian pemakai tidak perlu memperhatikan bagaimana data disimpan dalam media penyimpanan secara fisik.

Ada beberapa model data yang dapat digunakan, secara umum model-model data dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Object_Based Data Model, Record_Based Data Model dan Physical_Based Data Model.

2.5.1. Object_Based Data Model

Object_Based Data Model merupakan himpunan data dan prosedur / relasi yang menjelaskan hubungan logika antara data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek datanya.

A. Entity-Relationship Model a. Entities dan Entity Set

Sebuah entity adalah obyek yang ada dan dapat dibedakan dari obyek yang lain. Misal, Robby dengan NRP 06.1997.1.01510 adalah sebuah entity sejak ia menjadi identitas yang unik (khas) di dunia. Sebuah entity mungkin merupakan salah satu wujud / bentuk, seperti juga seorang, sebuah buku, atau bentuk abstrak seperti hari libur atau berbentuk konsep. Sebuah entity set adalah sebuah set / himpunan dari entity-entity yang sama tipenya. Himpunan dari semua orang yang mempunyai tabungan di bank misalnya, dapat dikatakan sebagai entity set costumer.

b. Relationship Dan Relationship Set

Sebuah relationship adalah kumpulan beberapa entity. Misalnya, kita dapat mengatakan sekumpulan costumer “Joni” dengan akuntan 401. Spesifikasi ini berarti bahwa sekumpulan costumer Joni adalah seorang costumer dengan nomor akuntan bank 401. Relationship Set adalah sekumpulan relationship dengan tipe yang sama.

B. Semantic Model

Semantic Model pada prinsipnya hampir sama dengan entity RelationShip model, perbedaannya jik pada entity relationship model relasi antar data digambarkan dengan menggunakan simbol, maka pada simantic model relasi antar obyek dasar dinyatakan dengan menggunakan kata-kata.

2.5.2. Record_Based Data Model

Model ini mendasarkan pada record untuk menjelaskan kepada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data.

A. Relational Model

Relational Model menjelaskan kepada pengguna tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan menvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel-tabel yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukkan atribut tertentu.

B. Hierarchycal Model

Hierarchycal Model atau sering disebut dengan tree structur adalah model yang menjelaskan kepada pengguna tentang hubungan logok antar data dalam basis data dalam bentuk hubungan bertingkat. Dalam Hierarchycal Model dikenal adanya balanced tree, unbalanced tree dan binary tree.

C. Network Model

Model ini sering disebut pila sebagai plex structure. Kata network model adalah sinonim plex structure. Seperti halnya pada model hirarki, network model dapat dideskripsikan kedalam struktur parent dan child, dan digambarkan sedemikian rupa sehingga child pasti berada padaa level yang

lebih rendah dari pada parent dan child bisa mempunyai lebih dari satu parent.

2.5.3. Physical_Based Data Model.

Model ini digunakan untuk menjelaskan kepada pemakai tentang bagaimana data-data dalam basis data disimpan dalam media penyimpanan yang digunakan secara fisik. Model ini lebih berorientasi pada mesin. Ada dua model dalam kategori ini, Yaitu unifying mode ldan frame memory.

2.5.4. Mapping Constr ains

Pola sebuah E-R diagram dapat didefinisikn sebagai pemaksaan hubungan pada sebuah database yang pasti pula. Salah satu bentuk pemaksaan yang penting adalah mapping cordinallities dimana nomor entity ke entity lain dapat dihubungkan lewat suatu hubungan.

Mapping cardinalities (pemetaan yang pentng) sangat berguna dalam menggambarkan himpunan relasi binary meskipun kadang-kadang kontribusi mereka dalam penggambaran relationship set melibatkan lebih dari dua entity. Pada hubungan relasi binary R antara entity A dengan entity B pemetaannya.

- One-to-one. Sebuah entity di A terhubung dengan paling banyak satu entity di B dan begitu pula sebaliknya seperti pada Gambar 2.2 One-to-one. A B A1 A2 A3 A4 B1 B2 B3 B4

- One-to-many. Entity A terhubung dengan beberapa nomor entity di B. sedang entity di B hanya dapat dihubungkan dengan paling banyak satu entity di A, seperti pada Gambar 2.3. One-to-many relationship.

A B Gambar 2.3. One-to-many r elationship

- Many-to-one. Sebuah entity di A dapat dihubungkan dengan maksimal satu entity di B. Dan entity di B dapat dihubungkan dengan beberapa nomor di A, seperti pada Gambar 2.4. Many-to-one relationship.

A B Gambar 2.4. Many-to-one r elationship

B1 B2 B3 B4 A1 A2 A1 A2 A3 A4 B1 B2

- Many-to-many. Sebuah entity di A terhubung dengan beberapa nomor entity di B, dan sebuah entity di B terhubung dengan banyak nomor entity di A seperti pada Gambar 2.5. Many-to-many relationship.

A B Gambar 2.5. Many-to-many r elationship

Terdapat bentuk ketergantungan lainnya dari pemaksaan. Khususnya jika terdapat entity x yang bergantung pada keberadaan entity y, maka x diakatakan bergantung keadaan atas y. Artinya, jika y dihapus x juga terhapus. Entity y dikatakan sebagai dominant entity dan x dikatakan subordinate entity.

2.5.5. Field Kunci

Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu set field yang dapat mewakili record.

1. Primary Key

Suatu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian khusus, tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity. Tiap kunci kandidat memiliki peluang menjadi kunci primer. Misal : record pasien mempunyai elemen data,

A1 A2 A3 A4 B1 B2 B3 B4

nomor rekam medis, nama pasien, alamat. Maka kunci primernya adalah nomor rekam medis karena mempunyai sifat unik.

2. Kandidat Key

Satu atribut atau satu set minial atribut yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik dari entity. Satu set miniml atribut menyatakan secara tidak langsung, dimana beberapa atribut dalam satu set tersebut tidak dapat dibuang tanpa merusak kepemilikan yang unik. Jika suatu kandidat berisi lebih dari satu atribut maka disebut kunci gabungan (komposit key).

3. Kunci Tamu

Suatu atribut atau set minimal atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukkan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada entity anak, sama dengan kunci primer induk yang direlasikan. Hubungan antara entity anak dengan entity induknya adalah satu lawan banyak (one to many relationship).

Misal : Entity Pasien berisi atribut : NoRM, Nama, Alamat Entity Pegawai berisi atribut :NIP, Namapeeg, alamat Entity Rdarurat berisi atribut : NoRM, Tglmasuk, NIP

Kedua entity tersebut hubungannya adalah satu lawan banyak, seorang pasien mempunyai catatan medis yang disebut rekam medis yang diisi oleh pegawai yaitu dokter. Untuk menghubungkan keduanya dipakai entity Rdarurat. Maka atribut NoRM dan NIP diatas disebut Foreign Key.

2.5.6. Bentuk – Bentuk Nor malisasi

Agar database dapat dioperasikan dengan baik dan sempurna tanpa ada masalah lagi seperti proses menambah (Insert), menghapus (Delete), mengubah (Update), maka langkah yang harus ditempuh adalah menggunakan teknik normalisasi. Teknik normalisasi merupakan proses pengelompokan data – data elemen menjadi bentuk tabel–tabel sehingga dapat ditunjukan bentuk entity dan relasinya. Dibawah ini adalah bentuk – bentuk teknik normalisasi.

1. Bentuk Tidak Normal ( Unnormalized Form )

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, dan bentuknya tidak beraturan atau tidak membentuk format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkn apa adanya sesuai dengan kedatangannya.

2. Bentuk Normal Kesatu ( First Normal Form )

Dalam bentuk normalisasi ini setiap data dibentuk dalam flat file (file datar / rata), data dibentuk dalam record – record yang memiliki nilai fild berupa “atomic value”. Tidak terdapat set atribute yang diulang – ulang / bernilai ganda.

3. Bentuk Normal Kedua ( Second Normal Form )

Bentuk ini harus memenuhi kreteria bentuk normal kesatu. Atribut bukan kunci dan haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama / primary key. Untuk membentuk normal kedua kunci – kunci fieldnya harus sudah ditentukan. Kunci field harus unik dan dapat mewakili atribute lainnya yang menjadi anggota.

4. Bentuk Normal Ketiga ( Third Normal Form )

Bentuk ini harus memenuhi kreteria bentuk normal kedua, semua atribute bukan primer, tidak memiliki hubungan yang transitif. Setiap atribute bukan kunci harus bergantung hanya pada primary key secara menyeluruh. Contoh dari bentuk normal kedua diatas juga termasuk bentuk normal ketiga, karena seluruh atribute yang ada semuanya sudah bergantung pada kunci primernya. 5. Normalisasi Menggunakan Functional Dependency

Dalam bagian ini kita akan memfokuskan pada semacam batasan khusu yang dinamakan Functional Dependency. Functional Dependency akan berperan penting pada sebagian bentuk-bentuk normal untuk relation database. Dalam penentuan key, kita perlu mempelajari sifat dari Functional Dependency yang antara lain :

a. Kita perlu menerangkan semua Functional Dependency yang berpengaruh. b. Kita telah memilih dekomposisi khusus dari relasi skema.

6. Boyce-Code Normal Form

Functional Dependency dapat mendefinisikan beberapa bentuk normal yang menggambarkan desain database yang baik. Satu dari beberapa sifat normal tersebut akan diperoleh Boyce-Code Normal Form (BCNF).

Skema relasi adalah BCNF, jika untuk seluruh Functional Dependency yang meneruskan R dari bentuk X → A, dimana X ⊆ R, dan A ∈ R, paling sedikit satu dari pengaruh di bawah ini diikuti, yaitu :

X → A adalah trivial Functional Dependency X adalah superkey dari skema R.

2.6. Formulir Diagram ( Document Flow )

Bagan alir dokumen (Dokumen Flowchart) disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) atau paperword flow chart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan – tembusannya.

Formulir adalah suatu dokumen yang memuat informasi konstan yang tercetak dan mempunyai bagian luang untuk diisi dengan variabel.

Bagi suatu perusahaan tentunye harus mencatat transaksi setiap harinya , yang mana semua ini harus dikonversikan dari satu media ke media lainnya dan dimanipulasi berulang – ulang yang pada akhirnya berakhir pada satu formulir yang berguna bagi menejer didalam mengambil suatu keputusan. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan juga tergantung dari formuli – formulir yang digunakan.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa alasan pemakaian formulir adalah memudahkan suatu arus, proses dan analisa dari suatu data dengan cara :

a. Menyusun data

b. Meminimumkan waktu pencatatan dan menghapus penulisan data konstan. c. Memungkinkan kontrol terhadap kegiatan

d. Menyampaikan informasi penting dari seseorang kepada orang lain baik itu dalam satu organisasi atau organisasi yang lannya.

Di dalam bagan alir dokumen terdapat berbagi macam simbol-simbol, antara lainnya seperti pada Gambar 2.6. Simbol-Simbol Document Flow:

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akutansi yang digunakan untuk mencatat data yang direkam sebelumnya didalam dokumen ( misalnya bukubesar, jurnal, buku pembantu ).

Outline komputer simbol ini menggambarkan pengolahan data dengan komputer secara online. Nama program ditulis didalam simbol.

Simbol ini diartikan sebagai simbol keputusan yang harus digunakan sebagai penyelesaian kondisi di dalam Program.

Simbol kegiatan manual, menunjukkan kegiatan manual, misalnya penerimaan order pembelian, mengisi formulir, membandingkan, memeriksa dan sebagainya.

Mulai atau akhir, simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir suatu sistem akutansi.

Simbol dokumen, digunakan untuk menggambarkan berbagai macam jenis dokumen yang merupakan formulir untuk digunakan merekam data terjadinya suatu transaksi (misal surat order pembelian, faktur penjualan). Online storage, simbol ini menggambarkan arsip komputer yang berbentuk on line ( didalam memori komputer )..

Simbol penghubung ini untuk menghubungkan halaman yang berbeda, jika digunakan sebagai bagan alir suatu sistem akutansi diperlukan lebih dari 1 halaman. Simbol ini dipakai untuk menunjukkan kemana dan bagaimana bagan alir terkait satu dengan yang lainnya.

Simbol penghubung ini untuk menghubungkan halaman yang sama. Untuk menggambarkan arus dokumen mengalir dari atas ke bawah, dari kiri kekanan. Karena keterbatasan ruang halaman kertas untuk menggambar, untuk itu diperlukan simbol penghubung yang memungkinkan aliran dokumen berhenti di suatu lokasi pada halaman tertentu dan berjalan dilokasi lain pada halaman yang sama.

Arsip sementara, simbol ini digunakan sebagai penunjang penyimpanan dokumen dimana dokumen tersebut akan diambil kembali dari arsip, untuk keperluan yang lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Untuk penguraiannya digunakan simbol sebagai berikut, A : Menurut abjat N : Menurut nomor urut T : Menurut tanggal.

Arsip permanen : simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip permaen yang merupakan tempat penimpan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam sistem akutansi yang bersangkutan.

Simbol penjelasan, simbol ini memungkinkan ahli sistem menambahkan keterangan untuk memperjelas pesan yang disampaikan dalam bagan alir.

Pertemuan garis alir, simbol ini digunakan jika dua garis bertemu dan salah satu garis mengikuti arus garis lainnya.

Persimpangan garis alir, digunakan jika dua garis alir bersimpangan untuk menunjukkan arah masing – masing garis, salah satu garis dibuat sedikit melengkung tepat pada persimpangan kedua garis tersebut.

Garis alir, simbol ini menggambarkan arah proses pengulangan data. Anak panah tidak digambarkan jika arus dokumen mengarah kebawah dan kekanan. Juka arus dokumen mengalir keatas atau kekiri, anak panah perlu dicantumkan.

2.6.1. Diagram Arus Data ( Data Flow Diagram )

Diagram arus data ( Data Flow Diagram ) atau DFD adalah suatu gambaran grafis dari sebuah sistem yang menggunakan bentuk – bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan, walaupun nama diagram ini menekankan pada data, tetapi pada kenyataannya ditekankan pada prosesnya. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat diperlukan sekali dalam komunikasi dengan pemakaian sistem untuk memahami secara logika.

Diagram arus data digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir ( misalnya lewat surat, telepon dan sebagainya ) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan ( misalnya hard disk, diskete, tape dan lain sebagainya ). Data flow diagram merupakan alat yang digunakan pada metodelogi pengembangan sistem yang terstruktur dan jelas. Lebih lanjut data flow diagram juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

Simbol Yang Digunakan Data Flow Diagram sebagai berikut : 1. Kesatuan Luar

Setiap sistem pasti memiliki batas sistem ( Boundary ) yang memisahkan suatu sisitem dengan kesatuan luar. Kesatuan luar merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem dapat berupa orang, organisasi atau sistem yang lain yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Suatu kesatuan luar dapat disimpulkan dengan

suatu notasi kotak seperti yang terdapat pada Gambar 2.7. Notasi KesatuanLuar di DFD. Kesatuan luar kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini :

a. Suatu kantor, departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.

b. Orang atau sekelompok orang di organisasi tetapi diluar sistem yang sedang dikembangkan.

c. Suatu organisasi atau orang yang berada diluar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok.

d. Sistem informasi diluar sistem yang sedang dikembangkan. e. Sumber asli dari suatu transaksi.

f. Penerimaan akhir dari laporan yang dihasilkan oleh sistem.

Gambar 2.7. Notasi Kesatuan Luar di DFD 2. Arus Data

Arus data ( Data Flow ) di DFD disimbolkan sebagai anak panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut dan terdapat pada gambar Gambar 2.8. Simbol-Simbol Document Flow :

a. Formulir atau dokumen yang digunakan dalam perusahaan. b. Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem.

c. Tampilan output dilayar yang dihasilkan oleh sistem. d. Masukan untuk komputer.

e. Komunikasi ucapan. f. Surat – surat atau memo.

g. Data yang dibaca atau direkam kesuatu file. h. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda.

i. Transmisi data dari suatu komputer kekomputer lain. atau

Gambar 2.8. Ar us Data di DFD 3. Proses

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan suatu arus data yang akan keluar dari proses, seperti pada Gambar 2.9. Notasi Proses di DFD.

atau

Gambar 2.9. Notasi pr oses di DFD 4. Simpanan Data

Simpanan data ( data store )merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut dan terdapat pada Gambar 2.10. Simbol dari simpanan data di DFD :

a. Suatu file atau database di sistem komputer.

Indentifikasi Nama proses Indentifikasi

b. Suatu arsip atau catatan manual.

c. Suatu kotak tempat data di meja seseorang. d. Suatu tabel acuan manual.

e. Suatu agenda atau buku.

Gambar 2.10. Simbol dar i simpanan data di DFD 2.6.2. Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan sistem dalam kontek lingkungan. Diagram

Dokumen terkait